
Menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhir nya mereka sampai di Istana Arrasha.
Dimana saat ini Lily sudah tertidur dengan lelap nya di dalan mobil.
Melirik ke arah objek indah di samping nya Alvian terus menikmati wajah cantik yang selalu berada di dalam hati dan pikiran nya.
" Aku mencintai mu Scahtzi, Sangat mencintai mu ." Kata Alvian melihat wajah itu. Mengusap pipi cubby yang semakin cubby itu Alvian merasa bahagia kembali.
Beralih pada objek selanjut nya tangan Alvian terulur untuk mengusap para Baby disana.
" Hay, Anak anak Papi, Sehat bukan ? Bahahia selalu bersama Mami ya. Maaf kan Papi yang pernah menyakiti kalian. Papi juga mencintai kalian sayang. " Kata Alvian lagi dengan tatapan haru nya.
Keluar dari mobil Alvian beralih menggendong sang istri. Kalau dulu nya Alvian selalu menggendong Lily ala bayi Koala, Sekarang Alvian menggendong Lily ala Bridal Style.
" Tolong, Siapkan kamar kami. Nyonya kalian kelelahan. " Pinta Alvian saat melihat para pelayan menyambut kedatangan mereka.
" Sudah Tuan, "
" Terima kasih. Kalian istrirahat lah. Aku yakin besok Nyonya kalian akan membuat kekacauan lagi. Selamat malam. " Alvian bergegas memasuki Lift agar istri nya cepat mendarat di ranjang super empuk harga ratusan juta milik mereka.
Saksi tempat pertempuran panas, Perang bantal sampai tangis kerinduan. Semua ada di ranjang mereka itu.
Meletakan Lily di ranjang mereka dengan lembuat agar sang Nyonya tidak terganggu dengan mimpi nya.
" Nyenyak sekali Mami kalian Baby, sampai tidak sadar papi mencubit pipi Mami kalian " Alvian tersenyum melihat wajah damai istri nya dalam lelap nya.
Bekerja selembut mungkin untuk mengganti pakaian sang istri dengan pakaian bersih dan menyeka tubuh sang istri, Alvian tampak begitu sangat menyayangi dan mencintai istri nya.
Selesai sudah kegiatan Alvian mengganti Pakaian istri nya dengan gaun tidur tali spagetti untuk kenyamanan sang istri.
Sepanjang pekerjaan nya Avian melihat banyak yang bertambah di tubuh sang istri. Dari Dada, Bokong dan tubuh Lily semakin berisi karna kehamilan nya.
Saat Alvian hendak bangkit meletakan pakaian kotoe sang istri ke dalam kerangjang kotor Lily bangun dari tidur nya.
" Jangan pergi, Disini saja " Pinta nya dengan manja.
" Tidak, Aku akan berganti dulu " Kata Alvian tersenyum lembut ke istri nya.
Lily menggeleng tanda enggan di tinggalkan.
" Tidak usah pakai baju. Aku ingin tidur di peluk. Pakai parfume saja. Itu menenang kan ." Kata nya Lagi.
__ADS_1
Alvian menyanggupi keinginan istri nya. Melepas pakaian atas nya dan ikut berbaring di sana dengan dada telanjang dan memakai sedikit parfume. " Sudah, Tidur lagi. ini sudah larut " Alvian kembali mengusap punggung Lily.
Dan Lily semakin merapatkan tubuh nya ke Alvian mencari posisi ternyaman di dalam dekapan hangat dada bidang putih bersih itu.
Alvian memiliki kulit yang sangat bagus untuk ukuran seorang Pria. Bahkan Lily yang putih masih kalah putih lagi dengan Alvian.
Itu Sebab nya Alvian selalu menutupi tubuh nya dengan pakaian tertutup karna kulit putih nya yang membuat wanita banyak memuja nya. Bahkan Angel selalu saja bersungut kesal karna kalah putih dengan Alvian.
...🌞🌞🌞...
Matahari sudah menggantikan rembulan berserta teman teman nya.
Pagi ini ? Matahari sangat cerah dan kali ini sang Nyonya kembali membuat keributan dengan nada manja nya di dapur. Mengitruksi sarapan pagi ini.
" Hidang kan bubur Gandum. Aku ingin buah di atas nya. Terserah buah apa untuk suami ku. Dan aku ingin makan Soup Tuna dengan Cream. Jangan lupakan buah segar milik ku. Susu ku rasa Melon dan apa lagi ya ??? " Lily berpikir sejenak dan melanjut kan peemintaan nya.
" Aku juga ingin Pie Berri series. Masak semua Berri nya hingga menjadi souse. Jangan tambah kan gula. Pie nya harus lima tumpuk ." Titah Lily lagi menambah daftar kerja para pelayan.
Bukan nya mengeluh para barisan pelayan itu mengangguk antusias dengan kembali nya kebahagiaan sang Nyonya rumah.
" Siap Nyonya " Ucap mereka serempak.
" Bagus ! Aku menyayangi kalian. Sudah sudah. sana kerja. Aku ingin melihat Tuan kalian yang tampan itu sudah bangun atau belum. Bisa bisa dya mencari istri nya yang cantik dan menggemas kan ini jika dya bangun tidak melihat wajah cantik ku." Lily tersenyum sombong akan kecantikan nya.
Kembali menuju kamar nya Lily berjalan sambil bersenandung ria disana sampai dya melihat ranjang mereka kosong.
Tanda nya sang suami sudah bangun. Mungkin sedang mandi karna memang ada suara air dari shower nya.
" Sayang, Sudah mandi ? " Tanya Alvian basa basi.
" Sudah...apa tidak melihat aku sudah cantik begini. haiyaaa...kemu tidak menyadari sda bidadari di sini ?" Lily menujuk wajah nya sendiri.
" Benar kah ? Apa ini benar bidadari ? betapa beruntung nya aku pagi ini bisa melihat wajah cantik dsn menggemas kan seorang bidadari dengan perut buncit ini. " Alvian menggoda Lily dengan itu.
Seketika wajah nya langsung cemberut.
" Sudah, Kamu selalu cantik dan menggemas kan. Istri manja ku yang nakal " Alvian mencubit pipi Lily dengan gemas.
" Rambut nya di keriting ya ?" Tanya Alvian lagi Lily hanya mengangguk.
__ADS_1
" Iya, Tapi tidak permanen. Hanya hitungan jam saja. Sudah ayo mana dasi nya biar aku bantu. Aku merindukan manjat di kursi kecil itu. " Dengan segera Alvian membawa istri manja nya di di gendongan dan meletakan nya di kursi yang biasa untuk Lily membantu Alvian memasangkan dasi nya.
" Sudah selesai. Beri aku ciuman " Kata Lily dengan manja nya.
Itu hal membuat Alvian semakin mencintai istri nya pula.
Cup...Cup...Cup...Cup..
Alvian mencium seluruh wajah istri nya pagi ini yang terlihat sangat cantik dan menggemas kan itu, Di akhiri dengan kata Cinta dari Alvian yang menambah kebahagiaan Lily saat ini.
" Aku mencintai mu Schatzi, Aku mencintai kalian " Ucap nya penuh makna.
" Ya, Aku juga mencintai mu suami Tua ku yang semakin tampannnn...." Kata Lily dengan seksi nya menggida Alvian.
" Jangan memancing keributan di pagi hari Nyonya. Hari ini aku harus meeting dan menyelesaikan pekerjaan ku dan pulang tepat waktu. Jika tidak, Nanti Istri ku yang sedang mengandung dan manja juga nakal ini akan membuat kekacauan lagi. " Alvian memeluk Lily dan mendarat kan ciuman di puncak kepala sang istri dan meletakan dagu nya di kepala sang istri.
" Sudah jangan terus memeluk ku. Nanti kamu gak jadi berangkat ke kantor " Perkataan ambigu dari Lily membuat Alvian tersenyum bengong disana.
" Aaiiihhh...kenapa tampan sekali ? Aku akan mengantar makan siang mu nanti. Awas saja sampai ada yang berani mendekati mu. Aku akan menculik nya dan membuang nya di samudra Pasific. Biar dya tenggelam disana. " Lily sedkit mengancam.
" Sudah, Ayo turun. Kita akhiri percakapan pagi ini Nyonya. Suami mu ini harus mencetak uang untuk menambah isi kartu mu dan aku rasa kamu sudah lama tidak menggesekan kartu itu. Atau mau aku ajari ? Barang kali kamu lupa ?" Percakapan kembali di lanjut kan dalam perjalanan ke meja makan dengan saling menggenggam erat tangan satu sama lain.
" Nanti siang aku akan menguras isi kartu itu. Besok temani aku cek kandungan. Yaa..." Pinta Lily dengan manja nya.
" Besok ? Aku akan menunggu jadwal mu Nyonya " Samlai lah mereka di meja makan dengan hidangan yang di pesan oleh sang Nyonya rumah.
Melihat tatapan suami nya ke arah makanan nya Lily kembali bersuara " Itu bubur buah, Kamu harus ingat pola hidup sehat agar bisa tetap kuat jika akan anak meminta gendong Papi nya. "
" Tidak bisakah aku mendapat bonus hari ini ? Soup Tuan itu sangat menggiurkan "
" Habis kan bubur mu setelah nya aku akan membagi soup ini. "
" Pelayan, Tolong siap kan bekal untuk Tuan kalian. Pie Souse Barri tadi dengan Buah potong juga. Tambah kan jus jeruk nya juga "
Ya Lily kembali pada jati diri nya selama berumah tangga dengan Alvian. Dya akan memberikan bekal untuk sang suami dan Alvian tidak menolak itu.
" Ingat Tuan, Siang nanti tunggu aku untuk makan siang ! "
" Iya, Sudah, Lanjut kan makan nya. Ini meja makan sayang..." Lily tidak ada lagi bersuara dan kembali melanjut kan sarapan pagi damai nya setelah badai rumah tangga nya.
__ADS_1
...😍😍😍...
Gimana Kikan yakkk ????