Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Pilihan Sulit


__ADS_3

Hari ini Alvian Sudah berangkat Terbang ke Italia karna urursan Bisnis meninggalkan Lily dirumah mereka dengan wajah sendu nya.


" Lily...Aku masuk ya " Angel masuk ke dalam kamar mereka.


Saat Angel masuk ke kamar Lily dan Alvian dya tidak melihat apapun hanya lampu tidur yang hidup dan Angel mendekat ke arah ranjang mereka.


Kontan saja Angel kaget bukan main melihat Lily tergeletak di Bawah samping ranjang mereka.


" Lily " Pekik Angel panik melihat Lily.


Dengan kekuatan nya Angel membawa Lily ke atas ranjang mereka.


Angel panik langsung turun ke bawah memanggil suami nya dengan panik.


" Sayang...To...tolong Lily...Dya pingsan " Dengan segera Jasson ikut panik dan berlari ke Kamar Lily di atas.


Sesampai nya di kamar Jasson langsung membopong Lily dan memanggil Fellio dan Ernest untuk menyiap kan mobil.


" Fellio siap kan mobil dan Ernest jangan sampai berita ini bocor ke siapa pun sampai Lily sadar dan menjelaskan semua ny " Mereka mengangguk dan langsung menuju rumah sakit Internasional bukan rumah sakit Keluarga Young karna pasti berita akan bocor dan akan banyak spekulasi bersimpangan nanti nya.


Menempuh perjalanan selama 20 menit mereka sampai dirumah sakit Lily langsungbdi tangani oleh tim medis.


Sementara kekuarga masih menunggu diruang pemeriksaan Lily.


Selama kurang lebih 15 menit dokter keluar dan meminta Angel dan Jasson keruangan nya.


" Pasien kemungkinan sedang hamil. Hanya Kekurangan cairan saja dan dehidrasi. Selebih nya semua normal. untuk lebih jelas nya lagi nanti setelah pasien sadar saya akan rujukan ke Spesialist Kandungan ya Tn.Nyonya "


Penjelasan Dari dokter membuat Angel dan Jasson tertampar kenyataan bahwa Lily hamil dan sedangbdi rawat.


Alvian ? Bahkan dya masih berada di pesawat saat ini tidak bisa di hubungi sama sekali.


" Bagaimana ini Sayang ? Alvian harus tahu ini semua nya " Angel bersandar di bahu sang suami


" Tenang lah Honey, Aku yakin Lily tau keputusan yang terbaik untuk nya "


" Tapi Bagaimana sekarang ? Apa kita hubungi saja keluarga nya ? "


" Jangan. Kamu tau kan Mommy juga sedang dalam waktu menunggu waktu kelahiran nya. Jika kita memberitahu kabar ini mingkin saja dya kaget dan langsung kontraksi ?" Penjelasan Dari Jasson membuat Angel ingat saat ini Mawar sedang hamil besar dan tinggal menunggu hari kelahiran nya saja.


Pagi sudah datang.


Semalaman Lily tidur karna bantuan Obat tidur dari dokter agar tidur nya tidak terganggu dan saat dya bangun dya merasakan perut nya perih dan tangan nya pegal ternyata ada jarum infus yang menghiasi punggung tangan kanan nya.

__ADS_1


Mengedar kan pandangan nya ke seluruh ruangan netra nya melihat Jasson dan Angel menunngu nya di kamar ini dengan Jasson tidur duduk bersender di sofa dan Angel yang tidur di pangkuan sang suami.


" Cici...Uncle..." Lily memanggil dengan lirih


Entah pendengaran mereka yang tajam atau memang Mereka tidak tenang memikirkan Keadaan Lily dan segera bangun.


" Ya Lily...Apa yang sakit ? " Tanya Angel


" Haus Ci, Aku lapar "


" Sebentar Uncle akan carikan sarapan untuk kita dulu. Kamu mau apa Honey ? " Jasson bertanya ke Angel.


" Beli kan saja aku bubur sayur "


" My Queen ? " Panggilan kecil dari Jasson membuat Lily merindukan sosok Uncle Jass nya itu.


" Aku ingin sereal gandung dengan parutan keju saja Uncle. Tambahkan buah buahan di manggkuk nya "


" Oke sebentar ya " Jasson keluar mencari apa yang mereka ingin kan.


Sementara Di Italia Jasson baru saja sampai dan langsung bergegas Menemui Paman Chow karna mendapat kabar saat ini sedang Kritis.


" Ya Tuhan...apa ini ? Kenapa perasaan ku tidak enak ? Ada apa ini ? Schatzi, Are U oke ?" Lirih nya bingung karna ponsel nya mungkin terjatuh saat di bandara tadi dan dya tidak menemukan nya saat ini.


" Ku mohon Baik baik lah disana " Memasuki ruang ICU Alvian sudsh di sambut dengan bunyi alat medis paman Chow yang ada disana.


" Paman..." Panggil nya


" Aku datang. Aku datang untuk mu " Lirih Alvian sambil memegang tangan Paman Chow


Mungkin sosok Alvian yang di tunggu nya selama ini karna selama Koma 1 minggu ini Alam bawah sadar nya terus mengingat Alvian dsn saat Alvian datang Alam bawah sadar nya memberontak hingga Paman Chow membuka mata nya.


" Tuan Muda " Kata pertama yang keluar dari Bibir lelaki paruh baya itu


" Iya Paman ini aku, Alvian. "


" Tuan muda, Kau datang "


Alvian mengangguk dan memberikan air mineral yang ada di dalam gelas dengan sedotan.


" Minum Paman "


" Terima kasih Tuan muda, Sekarang aku bisa pergi dengan tenang. Ku mohon jaga lah putri ku. Aku percaya pada mu. A...aku minta Jadikan dya Is...tri mu..."

__ADS_1


Tiba tiba saja alat bantu detak janyung pasien berbunyi keras dan seketika pasien kejang.


Dengan cepat Alvian memencet tombol darurat dan dokter langsung berlarian menerobos masuk ke dalam ruangan pasien.


" Silah kan keluar " Ucap sang dokter dan dengan langkah gontai Alvian keluar dari ruangan dan menunggu di Kursi tunggu.


Namun saat dya sibuk memikirkan Ucapan paman Chow dya di kejut kan oleh Jack yang datang dengan tergesa gesa.


" Tuan, Nyonya Lily masuk rumah sakit karna kurang cairan dan saat ini sedang di rawat " Hanya itu berita yang di terima Alvian dari Jacki mereka tidak tau bahwa Lily sedang mengandung.


Ucapan Jack langsung menampar perasaan bersalah Alvian.


Dya menyesal meninggalkan Lily disana disana dya juga sedang dalam situasi kacau.


" Jack, Paman meminta ku menikahi Kikan Putri nya. Sementara Lily ku " Ucapan Alvian di dengar Jacki dengan baik dan di ujung sana ada gadis yang sedang mendengar kan mereka.


" Kak, Kak Vian " Panggil Kikan langsung berjalan ke arah nya.


Alvian langsung bangkit dan Menuju ke arah nya. Sampai nya di dekat Alvian bersamaan dengan itu tim dokter keluar dari ruangan ayah tempat Paman Chow di rawat.


" Maaf, Pasien kejang dan tidak bisa di selamat kan "


Ucapan sang dokter langsung berputar putar di kepala Alvian. Dya Shock mendengar kan kabar ini.


Jika Paman Chow meninggal dya akan bertanggung jawab penuh akan Kikan.


Namun bagaimana dengan Lily nya ? Dunia nya yang ssat ini juga sedang di rawat.


Memikirkan 2 hal ini membuat isi kepala Alvian seakan mendesak ingin keliar dari tempat nya kerna terlalu berat beban nya saat ini.


" Sa...saya sudah Ikhlas Dok...Sa...ya sudah berjanji sama Papa kalau sa...ya tidak akan menangis. Karna Papa menyayangi ku " Ucapan Dari Kikan mampu menyadarkan kembali akal sehat Alvian.


Dengan segera dya menghubungi siapa saja yang bisa di hubungi namun Kosong. Tidak ada yang menjawab dari Lily, Angel sampai Jasson karna ponsel mereka ketinggalan !


Merasa pusing Alvian duduk kembali di kursi tunngu rumah sakit dya tidak mendengar jelas apa yang mereka ceritakan sampai Kikan memanggil nya.


" Kak, Kata dokter kita harus segera mengurus jenazah Papa. Aku pergi dulu ya "


Ucapan Dari Kikan kembali menyadsmar kan akal sehat nya.


" Biar aku yang urus semua nya dan dimana akan di makam kan ?" Tanya Alvian


" Di pemakanan Umun dekat sini saja kak "

__ADS_1


" Ya aku pergi dulu " Alvian meninggalkan Kikan disana untuk mengurusi kepulngan jenazah dari Paman Chow.


" Apa yang harus aku lakukan Tuhan " Lirih nya


__ADS_2