
Setelah Badai berlalu dengan Kencan Setelah badai, Saat ini Alvian di sibukan dengan kemanjaan istri nya yang semakin luar biasa.
Seperti saat ini Alvian di buat kagum oleh istri nya yang meminta halaman samping di rubah menjadi tempat perkemahan untuk mereka berkemah di Weekend.
Padahal hari ini Aalvian ada Janji bertemu Club Golf di rumah Opa Kaya Raya Tiada Dua bersama sang Daddy mertua yang Kaya Raya Tiada Tara.
" Sudah Nyonya, Jangan terus merajuk. Kasihan Para Baby melihat Mami nya mengambek "
" Ya sudah sana pergi...pergi sana...aku bisa berkemah sendiri dengan para Pasukan ku !" Lily merajuk.
Mencoba memahami dan mengalah Alvian menghela nafas nya dan mencoba merayu sang istri.
Saat hendak merayu sang istri ponsel Alvian berdering dan itu panggilan dari Daddy Mertua.
" Daddy menelpon " Kata Alvian menunjukan layar ponsel nya yang tertera nama sang Daddy.
Lily tidak merespon nya hanya diam dan terus merajuk dengan wajah cemberut dan Bibir seperti bebek.
" Ya hallo Dad " Alvian mengaktivkan Loudspeaker ponsel nya agar sang istri mendengar nya.
" Berani sekali kau membuat ku menunggu ? kau sudah mulai berani ya " Gerutuan sang Mertua juga di dengar Lily.
" Hey Daddy !!! Ini Weekend, Waktu nya Q Time bersama keluarga bukan nya Club Bola kecil menyebal kan itu. Berhenti menghubungi suami kuuuu !!!!" Teriakan Lily menggema sampai di pendengaran sang Daddy.
" Selesai kan masalah mu dengan Macan Asia itu. aku malas! Bye " Keynan menutup panggilan Telepon nya dengan sang menantu.
Di lihat Alvian lagi istri nya yang masih setia mengacuh kan nya itu.
" Sudah Nyonya. Suami mu ini tidak akan pergi. Jadi apa yang akan kita lakukan ?" Tanya Alvian lagi.
Lily yang begitu gembiri berlari dan langsung melompat ke dalam gendongan sang Suami tampan nya yang selalu mempesona.
Hap...
Lily sudah mengaikat kan kedua kaki nya membelit pinggang sang suami dengan kedua tangan nya bergelayut manja di leher sang suami.
Plak...
Alvian memukul bongkahan sintal Lily yang semakin menggoda iman nya.
__ADS_1
Namun Alvian mencoba menahan nya agar Lily Merasa Nyaman dengan nya lagi. Tapi di Luar dugaan nya Lily malah memcium bibir nya dengan sedikit rakus dan menuntut.
Awal nya Alvian biasa saja namun permainan Lidah Lily semakin liar dan Keteguhan Pertahanan Alvian roboh juga.
Di Rebah kan nya Lily di ranjang mereka dengan lembut.
" Bisa aku mendapat kan nya ?" Kata Alvian yang sudah berkabut gairah di pagi hari.
" Ayo lakukan pertempuran kita pagi ini. Aku akan membuat kamu tidak menyesal karna telah meninggalkan Club Bola kecil yang sudah di pukul itu. Ayo aku akan mencoba gaya baru. Akan ku buat kamu melayang " Kata kata Nakal Lily semakin membuat Alvian menggila.
Alvian semakin terpanah melihat tubuh sang istri yang semakin berisi di tempat tempat tertentu nya saat Lily dengan nakal nya membuka sendiri pakaian nya pagi ini.
" Aku akan bermain " Kata Lily sebelum kembali menyerang bibir suami nya dan menjelajahi Bibir Alvian hingga merambat ke leher putih suami nya yang di hiasi beberapa titik tahi lalat yang membuat Lily menyukai spot leher suami nya.
" Ahhh...ayo sayang...Jangan terus mempermain kan ku " Kata Alvian Parau saat tangan nakal Lily bermain di pusaka nya dan memijat nya dengan pelan.
" Ugghhh...sayang...Schatzi, Ayooo..." Hingga Alvian meleguh Tertahan karna Lily nenamcapkan Pusaka nya di dalam Gua yang semakin sempit dan menggigit milik nya.
" Ugghhh...Lily...ini gila Sayang...Ssshhh....aaahhh " Alvian menggila saat Lily mulai menggerakan pinggul dan Bongkanan sintal belakang nya.
" Sshhh...Lebih cepat sayang...Aku akan sampai...aaahhhhkkk" Alvian kembali semakin menggipa saat Lily dengan lincah nya bergerak di atas nya.
" Ouhhh...Lily sayang...Aaahhhkkk" Alvian sampai di tingkat tertinggi dan benar dya di huat terbang oleh istri manja nya itu.
Di dekap nya hangat tubuh polos yang perut nya sedikit menyembul itu. Takut perut istri nya tertekan dimana disana ada para Baby Alvian merebah kan istri nya di samping nya dengan posisi yang benar dan seperti biasa.
Alvian membersih kan tubuh istri nya dengan menyeka nya menggunakan handuk basah setelah pergulatan panas mereka.
...🏃♀️🏃♀️🏃♀️...
Lain hal nya lagi di rumah utama kekuarga Young. Tempat berkumpul nya para jajaran orang kaya yang sedang bermain dengan bola kecil yang menyebalkan menurut Lily.
" Dasar ! Berani nya memarahi ku " Gerutu Keynan kesak saat Lily meneriaki nya dengan kencang.
" Nikmati saja Tuan Keynan. Hal itu biasa terjadi pada putri kita yang sedang bahagia nya bersama suami nya. Aku juga pernah merasakan nya dulu. Bahkan aku pernah di suruh ke pulau Jeju hanya untuk mengambil jeruk Disana yang benar benar bulat. Coba bayang kan !" Kata Tuan Jin Ah
" Aku tidak sempat memikirkan nya Tuan Jin, Aku rasa putri ku tidak mengidam sesuatu yang aneh. " Sahut Keynan.
" Oh ya ? Nona Muda sudah mengandung kah ? Selamat " Kata nya lagi.
" Terima kasih. Aku akan menjadi GrandDaddy yang paling Tampan "
" Ck, Dasar tidak tahu malu. Kembali kan stik emas miliku " Tuan Edwin
__ADS_1
" Aku bisa membeli seperti ini lebih banyak. Akan ku tambah kan berlian dari atas sampai ke bawah nya. Dasar Ayah " Gerutu Keynan tak kalah sengit nya.
...😍😍😍...
Kembali ke Istana keluarga Arrasha Lily sudah terbangun dari tidur nya yang sudah mengenakan pakaian lengkap.
Dya tau ini hasil suami nya karna setiap kali mereka habis bergulat panas Alvian selalu membersihkan diri nya dulu.
" Hubby...Hubby..." Teriakan Lily menggema di ruangan mencari sosok tampan penghuni Kamar nya.
" Nyonya jangan berlari seperti itu. Anda sedang hamil "
Bukan nya mendengarkan Lily yang terlalu bahagia kembali mencari suami nya dimana.
" Dimana suami ku ?" Tanya Lily pada Lidya.
" Tuan di ruang kerja nya Nyonya " Kata Lidya
Tanpa menunggu lama lagi Lily kembali berlari riang menuju ruang kerja suami nya.
Ceklek...
Pintu ruangan kerja di buka dengan keras. Dan Alvian tau siapa pelaku nya.
" Sayang...Hubby..." Teriak Lily langsung duduk di pangkuan suami nya yang masih melakukan meeting Virtual bersama Jack dan beberapa Client lain nya yang terpaksa meeting di weekend.
Lily yang tidaj tau suami nya sedang meeting itu dengan tak tau malu nya membuka satu persatu kancing kemeja suami nya.
Mengusap dada bidang yang putih bersih itu Lily sengaja mengendus aroma Maskulin dari suami nya itu.
" Schatzi, Aku masih meeting " Alvian mencoba memberi tahu sang istri yang berubah menjadi nakal itu.
Lily berbalik dan menatap para peserta meeting itu dengan tajam.
" Meeting selesai. Kalian Apa tidak tahu ini weekend hah ? Mulai sekarang jangan pernah menghubungi sumai ku jika sedang weekend. Dan untuk kalian semua. Bubar dan pulang. lakukan Q time dengen keluarga kalian " Lily melakukan aksi proter nya.
" Baik Nyonya Maafkan kami. Selamat siang " Pamit peserta meeting siang itu.
" Rupa nya Nyonya besar sedang menunjukan taring nya " Alvian menggoda.
" Jangan bernai melakukan meeting lagi di akhir pekan. Mengerti Hubby ?"
" Mengerti Nyonya " Sahut Alvian sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1