
Memakan rujak Exclusive dengan buah buah Import Lily memakan nya dengan sesikit kesal sambil terus memainkan ponsel nya sampai Alvian datang menamani nya makan di Taman belakang yang terpampang perkebunan Mini milik Istri nya.
Hasil karya buah tangan dari para pelayan dan Tukang kebun berserta istri nya.
" Sudah jangan terus murung Nyonya Ratu. Hamba Minta maaf " Alvian mencoba untuk menggoda Lily nya.
" Memang nya kenapa jika aku Cemberut ? Kamu gak suka ? Sana sama istri baru kamu kalau gak suka ".
" Aku suka semua yang ada di diri kamu "
" Hm..." Gumam Lily masih terus menatap ponsel nya sampai di Instagram milik nya dya melihat sebuau rumah kecil yang sangat sejuk dan indah untuk di pandang mata.
" Lihat apa sayang ?"
" Ini " Lily melempar kan ponsel mahal ke ke Alvian dan Alvian melihat itu.
" Dimana ini Schatzi ? Eropa kah ?" Tanya Sang suami Kaya Raya Bijaksana
" Vermont "
" Vermont ? Negara belahan Amerika ?" Tanya Alvian mengulang dan Lily mengangguk.
Lantas Alvian mencari tahu tentang berita Vermont di ponsel sang istri.
Vermont adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat yang berada di kawasan New England di Amerika Serikat Timur Laut. Negara bagian ini menempati urutan ke-45 dalam daftar negara bagian terluas di AS dengan total luas wilayah 24,902 km², sekaligus urutan ke-43 dalam daftar negara bagian dengan wilayah daratan terluas.
" Dari Seoul ke Amerika menempuh perjalanan Udara selama kurang lebih 12 jam Schatzi, Dan dari Amerika kita harus menempuh perjalanan darat menggunakan Mobil selama hampir 24 jam. Apa kamu sanggup ? Aku hanya tidak ingin Mami nya Para Baby kelelahan saja " Alvian mencoba bernego untuk Keinginan sang istri.
" Aku sanggup. Lagi pula aku sehat. Hitung hitunh Babymoon. Kamu udah buat aku badmood. Males ah sama kamu. Nyebelin " Lily bangkit hendak meninggalkan Alvian namun Alvian dengan cepat ikut bangkit bersama sang istri.
" Mau kemana ?"
" Tidur. Aku mau tidur di kamar Papa " Ketus nya.
" Aku ikut ya. Biar aku elus perut kamu. Biar nyaman tidur nya " Lily tidak menolak namun juga tidak mengiyakan.
Berjalan di belakang sang Nyonya Ratu Alvian menatap Istri nya semakin berisi di bagian tertentu karna sedang mengandung.
" Sini aku peluk " kata nya memeluk Lily dan mengusap perut sang istri dengan sayang nya.
" Hay Baby, Sedang apa ? Tidak nakal dengan Mami bukan ? Ayo semangat Baby"
Berbicara sendiri sambil mengelus perut Lily nya yang sedikit membuncit Alvian tersenyum senang pasal nya Lily tidak menolak.
" Tetap ingin ke Vermont setelah mengetahui jarak tempuh nya ?"
" Mau " Cicit Lily pelan
__ADS_1
" Oke, Kita harus cek ke dokter dulu ya Bisa Terbang atau tidak "
" Hm..."
" Mau berangkat sekarang ?" Tanya Alvian lagi
" Bentaran kenapa ih...Makan dulu "
" Dari tadi juga makan. Tuh " Alvian menunjukan bekas makanan Lily yang terdiri dari Rujak Premium dan beberapa roti gandum.
" Tau ah...kesel " Lantas Lily merajuk dan kembali ke kamar nya.
Di dalam kamar dya masih melihat para pasukan nya masih membersih kan barang barang milik nya.
" Maaf Nyonya, Semua ini mau di apakan ?" Lily melihat ada beberapa tas, Sepatu, Gaun, Perhiasan bahkan dengan berani nya Kikan memaki baju dinas malam nya untuk Alvian.
" Mana Rekaman nya " Salah satu pelayan memberikan tab hasil rekaman cctv kamar nya.
Dan alangkah terkejut nya Lily melihat Kikan yang berani memakai gaun bahkan Lingerie milik nya.
" Buang dan musnah kan barang barang itu. Kecuali Tas dan perhiasan dan sepatu. Jual dan uang nya bagikan ke orang orang. " Titah sang Nyonya.
" Siap Nyonya. Ada yang bisa kami bantu ?"
" Aku ingin mandi...tapi malas menggosok punggung ku " Alasan Lily padahal dya memang selalu mandi di bantu orang untuk sekedar menggosok punggung nya.
" Saya sudah paham Nyonya " Lidya maju untuk membantu sang Nyonya mandi.
" Anda kelihatan cantik dengan perut yang mulai membuncit Nyonya. Sehat sehat kesayangan kami semua " Lidya bicara di depan perut Lily.
" Sentuh lah jika kamu menginginkan nya Lid" Lily membawa tangan Lidya dan mengelus perut nya.
" Sehat selalu Nyonya. Kami mencintai kalian " Ucap Lidya tulus dari hati nya.
Seorang pelayan saja tulus mencintai nya tanpa beban. Apalagi Alvian pikir nya.
Dan Lily harus bisa mengembalikan hati nya lagi agar percaya pada suami nya.
" Sudah selesai. Anda cantik Nyonya " Pujian keluar dari bibir Lidya melihat Nyonya Ratu mereka.
Menggunakan atasan Blouse Biru muda dengan rok pendek selutut Lily sukses membuat Alvian terkesima melihat tampilan sederhana istri nya itu dengan perut yang mulai terlihat membuncit.
" Is...apaan sih liat nya begitu. malu tau..." Dengan manja nya Lily merajuk ke Alvian.
" Jangan ceemberut Mami, Nanti cantik nya hilang " Dengan gemas Alvian mencubit pipi Lily yang mulai mengembang.
" Ihhh...sakit " Lily benar benar merasakan sakit karna Alvian terlalu gemas mencubit nya.
__ADS_1
" Sini aku usap sam tiup ya...maaf " Alvian mengusap pipi mulus merah merona tanpa make up itu dengan sayang nya.
Ini lah kegiatan yang selalu dya lakukan dulu dan dya merindukan pagi saat saat kebersamaan mereka.
" Maaf" Satu air mata lolos dari Bola nata hitam pekat milik suami nya itu.
Di tatap nya wajah sendu sang suami yang terlihat benar benar menyesal dan terpukul.
" Mau jadi pergi gak nih ? Kalau gak yaudah aku ganti baju lagi aja" Lily mengalih kan perhatian sang suami.
" Iya ayo berangkat " Alvian membukan kan pintu mobil untuk Lily dan Lily masuk.
Saat Alvian hendak masuk Kikan menghentikan nya.
" Kak aku ikut jalan jalan ya " Pinta Kikan
" Kami mau kerumah sakit. Lily mau periksa "
" Iya gak papa aku ikut yaa "
Lily melihat ke luar kenapa suami nya beluk masuk ternyata Lily melihat Kikan disana.
" By ayo ih...Nanti telat ketemu dokter nya "
" Iya Schatzi, Sebentar "
" Kak " Panggil Kikan lagi
" Jak aja sih By kalau mau ikut. Kasihan istri baru kamu " Lily membanting kembali pintu mobil nya dengan keras.
" Ikut lah Kikan. Jangan membuat Mood Lily hancur. Kalau kamu tidak ingin kembali merasakan pedas nya kata kata yang akan di keluarkan nya " Alvian masuk ke dalam mobil dan Kikan duduk di kursi penumpang.
Sepenjang jalan mereka hanya diam menikmati pikiran masing masing sampai Lily melihat stand makanan Sosis bakar di pinggir jalan.
" Stop " Pekik Lily membuat Alvian kontan menginjak pedal rem dalam dalam.
" Kenapa sayang ?" Tanya Alvian lembut
" Kamu gak kenapa kenapa kan ? Baby gimana ?" Alvian mengelus perut Lily dengan perasaan khawatir dan itu di saksikan langsung oleh Kikan.
" Mau itu " Tunjuk Lily ke arah sosis bakar di sebrang jalan.
" Bukan gak boleh Schatzi, Kita periksa dulu ya. Tanya ke dokter boleh makan gituan atau gak. Kalau memang mau bisa minta buat kan dirumah. Itu di pinggir jalan. banyak kendaraan lalu lalang. jadi ku mohon mengerti ya "
" Hm..." Lily hanya menjawab sekena nya karna yang di katan suami nya ada benar nya juga.
" Jangan marah sayang, Ya...nanti mau apa ? mau Shoping ? Atau apa ? Aku turutin " Seakan mereka melupakan bahwa ada makhluk lain nya di dalam mobil mereka yang mulai merasa iri dengan perhatian Alvian yang di tunuukan untuk Lily.
" Mau beli ice cream, Sama Makan Sushi " Pinta Lily dengan manja nya.
__ADS_1
" Iya kita tanya dokter dulu ya boleh makan mentahan atau tidak "
" Iya " Jawab Lily dan mereka melanjut kan perjalanan menuju Rumah sakit dengan Alvian yang terus menggenggam tangan Lily.