Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Mulai Berubah


__ADS_3

Lily sudah kembali ke rumah nya dan hari ini juga Alvian sudah sampai di Negara nya juga bersama dengan Kikan yang sudah di nikahi nya.


Saat ini Lily sedang menyirami tanaman mahal nya di halaman bersama para pelayan yang siap sedia untuk nya.


Karna semenjak pulang dari rumah sakit Angel memerintah kan mereka semua untuk bersama sama menjaga Lilu dan jangan ada yang bicara tentang kehamilan Nyonya mereka dan mereka menurut.


" Ayo main kasti...Yang menang akan mendapat kan uang tunai sebanyak 10 juta dari ku per orang nya dan yang kalah mendapat kan 5 juta. Ayo main " Lily berseru riang mencoba melupakan sakit hati nya yang baru saja di rasakan nya.


Mendapat kan perintah dari sang Nyonya barisan pelayan wanita mulai bermain dan membentuk regu mereka yang berjumlah 7 orang per regu nya.


" Oke siap ? Jiah Burung dan Lidya Orang ya " Lily melempar koin dan Lidya lah yang memulai nya.


" Sekarang bersiap lah " Usul Lily dya duduk di bangku yang sudah di siap kan para pelayan untuk nya serta segelas susu dan buah potong kesukaan nya.


Lily menjerit bahkan sesekali bertepuk tangan riang gembira melihay aksi para pelayan nya yang sedang bermain menemani nya Sore ini.


Tanpa di sadari nya Dari gerbang Mobil Alvian sudah mulai masuk ke halaman dan dya dapat melihat senyum indah Istri tercinta nya yang selama satu minggu ini di rindukan nya.


Bukan tidak merindukan nya tapi dya tidak ingin istri nya shock dan terjadi sesuatu jika dya tidak menyampaikan nya langsung dan menemui nya.


" Ya Tuhan...sanggup kah aku kehilangan senyum indah itu ? Tawa bahagia itu ? Rasa nya aku tidak sanggup Tuhan..." Batin Alvian


Sementara Kikan semakin gugup untuk bertemu dengan Lily yang dya tau usia nya di bawah nya 5 tahun.


Kikan yang gini semakin gugup melihat ke arah Alvian.


" Ku mohon apapun yang terjadi jangan pernah menyakiti nya. Aku sangat mencintai nya " Ucapan Alvian menghantam Hati Kikan namun sebisa mungkin dya menerima semua nya.


" Iya Kak "


Saat Alvian dan Kikan turun dari mobil saat itu juga pandangan Lily tertuju ke arah nya.


Bersama pula para pelayan yang sedang main berhenri bermain.


Alvian memberi nya senyuman hangat walau hati nya Sakit memberikan senyuman itu untuk Lily.


Perlahan senyuman itu Luntur.


Tawa itu menghilang dan Kebahagian Alvian juga menghilang dengan hilang nya pula senyuman Lily.



" Aku sudah selesai. Jiah kau memang bukan ? Nanti aku siap kan Uang nya " Lily langsung berbalik dan meninggalkan alvian dan Kikan disana


Ternyata menerima dan memaafkan semua nya tak semudah yang ada di pikiran nya kemarin.

__ADS_1


Nyata nya saat ini Sakit hati nya semakin dalam dan semakin sakit pula.


Berjalan Lamban lama kelamaan langkah nya mulai berpacu seiring panggilan Alvian untuk nya.


" Lily sayang, Schatzi, Dengar kan aku dulu " Alvian mengejar Lily agar Lily mendengar penjelasan nya dulu.


Sepanjang jalan menuju Lift lama lama Lily berlari sambil sesekali menghapus kasar air mata nya dan Alvian melihat itu.


Alvian kalah cepat dengan Lily yang sudah masuk ke dalam Lift.


Saat Lif hampir tertutup Alvian dapat melihat mata indah itu mengeluar kan kristal bening.


Wajah cantik itu berubah pucat.


Bibir merah itu bergetar menahan tangis yang akan keluar namun sebisa mungkin Lily menahan nya.


Melihat semua itu Alvian di hujam ribuan pisau belati yang menusuk seluruh jiwa raga nya bukan hanya hati nya saja yang sakit melihat itu tapi seluruh tubuh nya juga ikut merasakan nya.


Alvian kembali berlari menaiki tangga Ke lantai 2 mengajar Lily agar mau mandengar penjelasan nya.


Kikan yang melihat itu hanya bisa diam tanpa berkomentar.


" Silah kan Nona " Pelayan membawakan minuman dingin untuk Kikan dengan sopan.


Pada dasar nya Kikan adalah wanita yang baik dan lembut.


Namun pandangan para pelayan menyalahkan nya mengapa ikut masuk ke dalam rumah tangga Nyonya dan Tuan mereka.


Lily sudah memberi tahu mereka bahwa Suami nya memlunyai istri lagi dan meminta mereka agar bersikap sama dengan istri baru suami nya sebagaimana mereka bersikap ke Lily.


Saat Lily hendak masuk ke kamar nya saat itu juga Alvian sampai di sana.


Dengan cepat Lily hendak menutup pintu kamar nya namun Alvian tak kalah cepat nya.


Dya menahan kaki kakan nya agar pintu ditak tertutup dan dya bisa bicara dengan Lily.


" Schatzi, Ku mohon dengar kan aku dulu " Alvian mencoba bicara namun Lily masih saja menahan daun pintu kamar nya agar Alvian tidak masuk.


Tidak habis Akal namun enggan menyakiti sang istri Alvian mencoba kembali untuk bicara namun sia sia saja.


Lily tidak merespon nya hanya air mata yang terus jatuh yang di lihat Alvian.


Bisa saja Alvian berbuat kasar mendorong pintu supaya bisa masuk namun sekali lagi dya enggan menyakiti Istri nya.


Karna saat ini dya tau istri nya sangat merasa tersakiti.

__ADS_1


Di bawah sana Sedang genting karna Angel yang di hubungi Fellio bahwa Alvian sudah pulang dan Nyonya mereka langsung pergi meninggal kan nya Angel langsung panik dan bergegas menuju ke Rumah Alvian.


Dan disini lah dya sekarang bersama Jasson dirumah Alvian.


Dengan segera mereka Angel menuju Lift mengabaikan Kikan sesaat untuk mengetahui keadaan sepasang suami istri yang sedang tersakiti itu.


Karna Angel tau jika Lily sakit maka Alvian juga merasakan sakit yang sama bahkan mungkin lebih.


Melihat aksi di depan pintu Angel langsung memanggil Alvian.


" Alviannnn...!" Teriakan Angel menghentikan aksi bertahan di pintu itu.


Melihat Alvian lengah karna kedatangan Angel dengan sekuat tenaga Lily mendorong Alvian hingga terjatuh dan langsung menutup pintu dan mengunci nya.


Brakkk....


Bantingan keras di pintu itu menimbulkan suara yang sangat nyaring di pendengaran nya.


Alvian bangkit dan langsung kembali mengetuk pintu kamar nya.


" Schatzi sayang, Buka pintu nya...Aku ingin bicara "


" Schatzi, maaf kan aku..."


" Lilu sayang, Schatzi, Buka pintu nya ayo kita bicara. Aku ingin kamu mendengar semua nya " Alvian terus mencoba bicra dengan istri nya karna dya tau saat ini pasti istri nya masih di balik pintu.


Saat Alvian kembali bicara Lily menjawab nya.


" Pergi...Pergi...aku tidak ingin melihat mu...per...gi... dari sini...Hiks...hiks...hiks...ku mohon pergi " Lirih Lily hingga Tubuh nya merosot terduduk di lantai bersandar di balik pintu kamar nya.


Entah memang ikatan cinta mereka begitu kuat atau apa Alvian juga ikut terduduk di Lantai sambil terus mengetuk pintu kamar nya mengabaikan Angel di hadapan nya.


" Sudah ku katakan pads mu jangan menikahi nya. Cukup bertanggung jawab dan biayai semua kebutuhan nya tapi tidak dengan menikah ! Lihat ? Lihat istri mu. Lihat wanita yang kau cintai. Dya menangis. Batih nya tersiksa. Kau tau ? Saat ini dya tidak hanya sendiri tapi dya bertiga. Di dalam diri nya ada dua malaikat yang hadir di dalam diri nya. dan salah satu nya lemah. Jika sampai terjadi sesuatu pada mereka aku akan membunuh mu. Dasar bodoh !!!" Angel memaki Alvian dengan kata kata kasar nya


Awal nya Alvian tidak merespon sama sekali namun saat dya benar benar mencerna semua ucapan Angel dya sadar bahwa Angel menyebut dua malaikat di dalam diri Lily istri nya.


Melihat reaksi Alvian Angel kembali Murka dan Jasson tidal bisa mencegah nya karna dya juga sama kecewa nya dengan Angel.


" Kenapa ? Kau baru sadar? Kau tau dya sangat bahagai saat mengetahui dya hamil Anak kenbar dari benih cinta mu dan cinta nya. Dya bilang ingin memberi mu kejutan dengan aku jangan memberi tahu mu. Dan selamat Kau mendapat kejutan itu. Istri mu hamil dan Istri mu itu juga Telah kau sakiti hati nya. Bahkan kedua anak mu tau Ibu nya di sakiti oleh ayah nya yang bodoh ! Aku memnbenci mu Al. Aku kecewa !" Angel sudah berlinang air mata saat mengungkap kan semua itu di hadapan Alvian.


Lily yang mendengar semua itu semua makian Angel untuk suami nya hanya bisa terisak dalam tangis nya sambil mengelus perut nya tempat dimana kedua malaikat nya berada.


" Ayo beri mami semangat sayang...Mami kuat nak...Ma...mi kuat...hiks...hiks...hiks..." Lily mulai bangkit dan menuju temlat tidur nya.


Menarik selimut sampai menutupi sebatas dada nya masih dalam tangisan Lily akhir nya tertidur.

__ADS_1


__ADS_2