
Pagi sekali Lily sudah bangun untuk membersih kan diri dan membangun kan Reas serta menyiapkan semua keperluan nya.
" Mami Reas udah selesai, Reas duluan ya mau ketemu kembar " Lily mengangguk dan mengantarkan Reas ke kamar milik Saudara kembar nakal nya
" Mami kembali ke kamar ya boy, Papi belum bangun " Dan Lily meninggalkan Reas di kamar kembar dan segera kembali ke kamar nya
Lily melihat pakaian mereka masih berserakan langsung membereskan nya ke dalam koper tanpa melihat ke adaan sang suami yang ternyata sudah bangun dan menatap nya dari arah temlat tidur.
" Eh ? Sudah bangun ? " Lily melihat Alvian yang sudah bangun dan menatap ke arah nya
" Kenapa lihat nya begitu ? Nyebelin ih kamu " Lily yang merasa malu melihat suami nya masih bertelanjang dada pun merasa malu dan tergoda
" Ya Tuhan...benar kah dya suami ku ? Jika takdir berpihak pada kami berikan jalan terbaik untuk kami dan jika takdir tidak baik pada kami, Tolong, Perbaiki takdir kami Tuhan..." Batin Lily melihat ke arah sang suami yang masih menatap nya dengan tatapan intens
Lily yang merasa sedikit risih dan malu di tatap intens sang suami langsung berubah galak agar tidak kelihatan gugup.
" Mau mandi gak ? Kalau gak aku tinggal ini " Lily terlihat ketus
Melihat istri nya menjadi galak Alvian segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap.
" Aku mencintai mu Schatzi " Kata cinta selalu di ucap kan Alvian sejak menikah dengan Lily.
Di setiap saat dan setiap kesempatan Alvian mengucap kan kata cinta nya.
" Ya...segera lah mandi dan sarapa. kita akan berangkat ke Italia hari ini "
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Selesai Alvian bersiap dan mereka semua sudah siap sarapan rombongan langsung pergi ke Italia minus ketiga teman Lily karna mereka sedang melakukan sidang akhir karna mereka memiliki otak yang pas pas untuk mendapat kan nilai jadi nya mereka tidak bisa mendapat kan jakur instans seperti Lily yang lulus hanya dalam kurun waktu 2 tahun lebih 3 bulan saja dan Lily juga Lulusan terbaik di tahun nya
Menempuh perjalanan Udara dari pusat kota Frankfurt Jerman mereka langsung terbang ke Negara tetangga nya yaitu Italia.
1 jam 9 menit jarak yang di tempuh mereka menggunakan pesawat dari Frankfurt ke Venice Italia dan pukul 10 lewat mereka sudah mendarat di Bandara Internasional Marco Polo Venicia.
" By ini indah banget ya...kota romantis dengan wisata air nya " Lily berdecak kagum
" Kita akan menginap di hotel milik teman ku saja ya, Kita akan pergi kesana karna view nya langsung ke dermaga " Alvian menjelas kan
" Seperti nya disini bagus juga untuk mengembangkan Real Estate milik Kita " Tuan Edwin Reymond Young sih otak bisnis
__ADS_1
" Tolong ayah...ini liburan jangan selalu bisnis " Keluh Ibu nya Keynan
" Ya aku mengerti " Jawab Tuan Edwin
Mereka semua langsung menuju hotel milik teman nya Alvian dan sudah di sambut oleh Staf disana.
Namun saat masuk ke hotel Alvian melihat seorsng wanita yang di kenal nya.
Di lirik nya Angek dan Angel mengerti akan itu dan menghampiri wanita itu.
" Kikan sedang apa disini ? " Tanya Angel meninggalkan rombongan
" Aku sedang bekerja Nyonya, Aku staf Roomgilr disini " Jawab Kikan
" Paman Chow ? " Tanya Angel lagi
" Ayah sakit Nyonya, Dan semua pensiunan ayah dari keluarga Arrasha habis untuk berobat "
" Ini kartu nama ku dan hubungi aku jika membutuh kan bantuan "
" Iya terima kasih Nyonya, Sampai kan salam ku untuk Tuan Alvian "
Angel langsung mengirim pesan ke Alvian dan..
Ting...
Ponsel Alvian masuk pesan dari Angel
Singa Betina Dari China
yang berisikan : Paman Chow sakit dan Kikan menjadi staff roomgilr disini karna uang pensiun paman chow habis untuk berobat. Aku sudah memberikan kartu nama ku pada nya dan menyuruh nya menghubungi ku dya juga menitipkan salam untuk mu
Alvian membaca pesan dari Angel langsung merasa bersalah.
Lily yang mengetahui perubahan raut wajah suami nya langsung bertanya.
" By...Are you oke ?" Lily bertanya dengan lembut sambil menautkan jemari nya di jemari sang suami sebagai kekuatan
" Ya Schatzi, Aku sedang tidak baik, Paman Chow sedang sakit " Alvian ingin membagi keluh kesah nya dengan sang istri dan tidak ingin menyembunyikan apa pun dari nya
" Siapa paman Chow ? "
__ADS_1
" Paman Chow adalah orang kepercayaan papa dulu dan sekarang dya sedang sakit dan kemungkinan membutuh kan banyak biaya. Tadi cici mu bertemu dengan putri nya disini "
" Jadi apa yang kau takut kan By ? Kau bisa membantu biaya nya bukan ? Kau tidak akan jatuh miskin karna membantu nya kan ? jika tidak ada uang kita jual saja Bugatti merah mu cukup bukan ? " Lily menggoda sang suami
" Ya akan ku jual juga semua tas milik kamu di kamar boleh ? Atau..." Alvian ikut dalam godaan sang istri
" Berani menjual tas milik ku akan ku jual juga 30 mobil yang ada di garasi kamu " Ancam Lily
" Kalau begitu kamu yang untuk banyak Schatzi, Aku rugi " Alvian berpura pura
" Maka nya kenapa mesti takut untuk menolong orang ? Lagi pula dulu pacar ku pernah bilang gini "
Eghem...
Lily berdehem dan kembali melanjut kan ucapan nya.
" Habis kan uang ku jika kamu menginginkan nya tapi, Gunakan uang itu untuk hal yang berguna dan berbagi. Karna tidak semua orang terlahir dalam keadaan cukup. Aku memberi kamu kebebasan untuk semua hal dan jika kamu menjadi istri ku nanti aku tidak akan pernah menjatah mu dengan uang, Karna bagi ku kebahagiaan mu adalah impian terbesar ku. Lakukan hal yang berguna untuk membantu orang lain "
Alvian yang tadi nya sudah hampir cemburu itu langsung tersenyum mendengar ucapan ssng istri.
Di kira nya dulu ada yang terlewat dari Istri nya dulu hingga dya kecolongan soal lelaki lain.
" Siapa pacar kamu itu ? "
" Pacar ku laki laki dewasa yang suka menguntit anak Sekolah Dasar hingga High School dan sial nya laki laki itu tampan pula " Jawaban Lily membuat senyum Alvian semakin terbit merasa sangat beeuntung memiliki Lily disisi nya saat kedus orang tua nya meninggalkan nya.
" Tidak kah aku laki laki beruntung bisa memiliki istri cantik muda dan manja ini " Alvian mencubit kedus pipi Lily dan menggerak kan nya kekanan dan ke kekiri
" By sakit..." Rengek Lily lagi
" Maaf " Alvian meniup kedua pipi Lily yang sedikit memerah bekas cubitan nya
" Tau ah...kesel sama kamu " Lily mulai merajuk dan Alvian mulai kalang kabut
" Schatzi...jangan marah aku minta maaf " Ucap Alvian saat Lily pergi meninggalkan nya
Namun Lily tidak mendengarkan nya dan terus berjalan meninggalkan Alvian dan Alvian semakin panik saat istri nya masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.
Terdengar suara ketukan di pintu kamar mandi dan suara Alvian yang terus memanggil nama nya namun Lily masih diam di kamar mandi.
Entah mengapa perasaan nya semakin sensitiv dan sering badmood dan ternyata dya sedang datang bulan maka nya bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengecek keadaan nya dan ternyata benar dya sedang datang bulan.
__ADS_1