Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Sebuah Ketakutan Yang Nyata


__ADS_3

Sepulang nya dari rumah keluarga besar Alvian Lily terus saja diam entah apa yang di pikirkan nya saat ini dan itu membuat Alvian merasa khawatir tentang istri nya.


" Schatzi sudah lah...jangan terlalu memikir kan nya jika itu yang membuat kamu begini "


Lily yang tadi nya melihat ke arah luar jendela mobil langsung melirik ke arah sanag suami.


Dya merasa bersalah telah mengabaikan suami nya.


" Maaf By, Aku gak maksud cuekin kamu kok. Tapi ya jahat aja tau keluarga kamu. Jaman sekarang masih ada ya orang mandang harta gitu ? Apa aku kurang kaya sampek mereka gak suka sama aku ? Kamu juga kaya sekarang " Jawab Lily mengelurakan pendapat nya


Alvian yang tadi nya resah sekarang tertawa mendengar penuturan sang istri manja nya.


" Is ketawa lagi. Aku serius tau By. Aku ini kaya loh, Saham aku aja ada 15 % di Young Group. Masak iya kurang kaya lagi sih ? Lagian kan kamu kaya kan ? Masak keluarga kamu jahat sih By ?" Tanya Lily lagi


" Iya kamu kaya, Aku juga kaya loh. Maka dari itu pergunakan kekayaan yang kita miliki untuk berbagi dan sepulang nya dari Liburan kita kantor yayasan sudah siap kamu pimpin "


" Ya sayang " Jawaban Lily


" Aku tidak ingin mengekang dan mengurung kamu dirumah Schatzi, jadi berkarya lah seperti yang kamu impikan. Bekerja lah untuk membantu semua orang aku tidak akan mrlarang mu. Tapi, Ingat status mu sebagai istri. Aku ingin saat aku pergi bekerja kamu menemani ku dan saat pulang kamu menyambut ku dan saat tidur kamu bersama ku. Aku tidak meminta lebih dengan apa yang di ingin kan banyak orang. Aku hanya ingin istri ku selalu berdiri di samping mu menemani ku menatap Dunia. Aku ingin istri ku menggenggam erat tangan ku tanpa malu saat aku terjatuh. Aku ingin mendekap mu saat aku merasakan lelah nya menatap Dunia. Inti poimt dari semua itu adalah tetap lah di sisi ku " Alvian mengatakan isi hati nya untuk Lily


" Aku mencintai mu " Ucap Alvian lagi dengan sayang nya.


Ya Alvian adalau sosok yang sangat mengedepan kan logika nya di banding kan penglihatan nya.


Karna menurut nya Apa yang di lihat belum tentu benar keberadaan nya.


Sebisa mungkin dya mengutama kan logika nya agar apa yang di lihat nya bisa berjalan sejajar dengan logika nya.


" Silah kan kejar mimpi dan impian mu. Aku akan memberikan jalan nya untuk mu tapi jangan pernah keluar dari jalan yang aku berikan sayang " Lanjut Alvian dengan senyuman manis nya


" Ya aku mengerti sayang ku " Jawab Lily dengan manja nya


Mereka kembali melanjut kan jalan jalan nya keliling kota hingga mereka sampai ke Berlin dan Mereka langsung berkeliling kota.


" By, Ini indah banget ya ? Mommy juga dulu bilang Honeymoon bareng Daddy keliling eropa tapi gak sampai habis karna Uncle Park kecelakaan "


" Oh iya ? Eropa memang Destinasi wisata Dunia sayang " Alvian masih mengelus pipi mulus kesukaan nya


" Pi...Reas boleh Foto disana ? " Reas menunjuk Gerbang Berlin


" Ya ayo Papi foto kan dan kita akan foto bertiga "

__ADS_1


Mereka menyelesaikan kegiatan foto mereka dan makan siang di pusat kota Berlin.


" Besok kita akan berangkat ke Italia sayang. Setelah nya kita pulang ya...maaf pekerjaan banyak yang di tunda karna Angel juga ikut jadi bisa mengerti ? " Tanya Alvian lagi


" Ya aku mengerti sayang, Kerja yang rajin bawa uang yang banyak untuk istri mu ini " Jawab Lily dengan manja nya


Setelah selesai dengan semua nya mereka sampai do hotel pukul 9 malam dan Reas sudah mandi di Butik tadi dan berganti baju sekarang sudah terlelap dalam tidur nya.


Meletakan Reas dengan perlahan Alvian melihat ke arah sang istri yang masih duduk bersandar di sofa.


" Ganti baju nya Schatzi, Jangan biasakan dari luar masih memakai pakaian kotor " Tegur Alvian


Lily bangkit dari sofa dan bergegas ke kamar mandi untuk membersih kan diri sebelum suami nya kembali menegur.


" Pake pakaian Haram boleh ? " Goda Lily pada suami nya yang masih membenarkan letak Reas di ranjang sambil melepas sepatu nya dan menggantikan pakaian nya


" Jangan menggoda ku Lily, Besok kita berangkat ke Italia dan lagian Reas tidur disini "


Lily tertawa cekikikan di sana sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi.


Selama Lily di dalam kamar mandi Alvian sudah melepas kaos nya dan hanya menyisakan celana bahan milik nya dan menerobos masuk ke kamar mandi



Karna mengagumi tubuh sang suami yang tinggi putih dan kekar itu.


Di tambah ada beberapa tailalat di beberapa titik di tubuh bagian atas sang suami.


" Tutup mulut nya sayang, Nanti air liur nya jatuh " Lily yang merasa di goda sang suami langsung berdecak disana.


Dengan tak tau malu nya Lily melapas semua pakaian nya dan sengaja berganti pakaian di hadapan Alvian.


Alvian yang melihat itu bukan nya tergoda hanya menggeleng saja melihat kelakuan absurd sang istri.


" Mau satu ronde di kamar mandi ? Seperti nya itu bukan ide yang buruk " Alvian membalas menggoda sang istri


Karna dya tau bahwa sang istri paling sebel kalau di ajak bercinta di kamar mandi yang kata nya pegel berdiri.


" Is...mesum " Lily bergegas keluar kamar mandi dan langsung naik ke ranjang mereka dan tak lama di susul Alvian


Saat Alvian keluar dya melihat istri nya sedang mencium putra mereka putra sulung nya.

__ADS_1


" Mami mencintai mu sayang " Ucap Lily dengan tulus karna dya benar benar mencintai Reas


" Tidak mencintai Papi nya ? " Tanyal Alvian yang sudah naik dan bergabung di ranjang yang sama


Lily membalikan tubuh nya dan berhadapan dengan Alvian dan langsung memeluk tubuh bagian atas suami nya yang telannjang Dada itu.


" Mami mencintai Papi " Ucap Lily mencium sekilas bibir sang suami


" Ya Aku lebih dari mencintai mu dan Reas Schatzi " Balasan yang di dapat kan Lily dari seorang Alvian


Sebelum tertidur Lily dan Alvian bercerita di ranjang mereka menikmati waktu bersama.


" Hm...sayang aku boleh tanya gak ? " Lily


" Ya tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan sayang " Jawab Alvian


" Jika suatu saat nanti rumah tangga kita sedang di uji dan aku tidak sanggup menghadapi ujian itu apa yang akan kamu lakukan agar aku mampu bertahan di dalam ujian itu bersama kamu ? " Tanya Lily. Entah mengapa semenjak menikah dengan Alvian dya mulai merasakan sedikit ketakutan akan ujian dan cobaan dalam rumah tangga


Alvian sedikit kaget dengan pertanyaan Lily yang saat ini sedang memeluk nya posesiv dan memainkan jari nya di taailalat milik Alvian.


Alvian tau saat ini istri nya sedang merasakan kecemasan yang melanda setiap pasangan yang baru menikah dan itu wajar.


Tapi pertanyaan Lily membuat Alvian juga sedikit takut akan ketakutan yang sama di rasakan Lily.


Sebelum menjawab Alvian menghela nafas nya dalam dan mencium puncak kepala sang istri manja nya.


" Aku bukan Tuhan yang bisa memprediksikan kehidupan di masa yang akan datang. Tapi, Aku ingin menulis takdir ku bersama kamu. Malukis kehidupan rumah tangga kita dengan gambar gambar indah yang nanti nya akan menemaki kita. Aku tidak banyak meminta kepada Tuhan Sayang " Ada heda di sana dan Alvian kembali melanjut kan nys.


" Aku hanya meminta kepada Tuhan, jika aku tidak berjodoh dengan kamu lagi, Aku meminta kepada Tuhan untuk menulis ulang takdir ku bersama mu. Walau aku bukan Alvian yang sekarang. Tapi aku ingin Lily yang sekarang. Lily yang menjadi pusat poros hidup ku. Lily yang menjadi sumber kebahagiaan ku. Lily yang menjadi pusat bernafas nya jiwa ku. Aku tidak ingin yang lain nya. Aku hanya ingin Lily ku, Lily istri ku dan Lily yang akan menjadi Ibu dari anak anak ku. selama itu kamu dan diri mu aku hanya ingin kamu. Dan jika suatu saat kamu tidak sanggup dalam ujian itu, dan kamu akan menyerah, Aku akan membantu mu dan menggenggam tangan mu untuk kembali yakin dengan ujian itu bersama ku. menyelesai kan nya dengan ku bukan lari dan pergi dari ku " Alvian mengerat kan pelukan nya di tubuh mungil sang istri yang saat ini dya yang merasa paling takut kehilangan sosok dslam pelukan nya ini.


" Ku mohon...ku mohon jangan pernah pergi dari ku walau hanya sekedar terlintas di pikiran mu. Ku mohon jangan. Tetap lah disisi ku. Berjalan bersama ku dan kita akan melewati ujian itu " Ada setetes air mata yang membasahi pipi Lily.


Bukan air mata nya melain kan air mata Alvian.


" Ya , Aku akan berjalan bersama mu " Lily mengusap punggung sang suami menenangkan kembali suami nya


" Ya kalau capek kita naik mobil atau biar lebih cepat naik jet pribadi kamu aja ya " Lily mencoba mencairkan suasana mencekam saat ini


Alvian yang tau sifat istri nya langsung mencium kening sang istri dan mengucapkan selamat malam.


" Tidur Schatzi, Ini sudah larut "

__ADS_1


" Aku mencintai mu " Ucap Lily sebelun tertidur dan Alvian mengusap punggung sang istri hingga benar benar terlelap


" Aku sangat mencintai mu Lily ku. Jangan pernah pergi menjauh dari ku walau hanya terlintas di pikiran mu " Alvian


__ADS_2