
" Tidak merindukan ku ? " Tanya Alvian mencoba menguatkan hati nya
" Maaf aku permisi Tuan " Ucap Lily hendak pergi
Namun dengan sekuat tenaga Alvian mencoba mengimbangi Lily dan mencekal tangan nya.
" Schatzi, sayang, Tidak kah merindukan ku ? " Sekali Lagi Alvian mempertanyakan pertanyaan yang sama
" Kita benar benar sudah berakhir terhitung saat kau memutuskan nya dan puncak nya kemarin "
" Jika aku jujur akan kah kau memaaf kan ku ? "
" Jika pun kau jujur saat ini semua nya sudah terlambat, Karna penyesalan datang nya di akhir bukan di awal "
" Setidak nya biar kan aku menebus kesalahan ku "
" Kau tidak salah, Jika kau bertanya dan meminta kesempatan, Aku sudah memberi mu kesempatan selama 7 bulan kau mengacuh kan ku, Setiap hari nya aku mengirim pesan untuk mu walau aku tau nomor ku sudah kau blokir, dan bodoh nya aku yang berharap kau membalas pesan ku " Lily sudah berlinang air mata dan Alvian ingin memghapus nya menenang kan wanita yang di cintai nya itu sedang menangis
" Diam di tempat mu, Jangan mendekat, Bi...biar kan aku menghapus semua rasa ini secara perlahan, Berbahagia lah dengan wanita pilihan mu "
" Tidak sayang, Karina bukan wanita ku dya hanya " Alvian tidak sanggup mengatakan semua nya
" Hanya saja apa ? Hanya saja kau tidak mau jujur dengan ku ? Kau yang berjanji kau juga yang mengingkari nya "
" Apa ini wujud asli dari seorang Alvian Arrasha Wook pria lembut dengan sejuta pesona dan rasa cinta nya yang sangat luar biasa ini ? " Tanya Lily lagi
Alvian tidak menjawab nya dan itu membuat praduga Lily semakin menjadi dan Lily kembali berjalan meninggalkan Alvian disana
" Jika aku bilang aku sakit dan terbating Koma apa kau mempercayai nya ? Bahkan Papa meninggalkan ku saat aku Koma " Ucapan Alvian mampu menghentikan langkah Lily
Alvian sudah merasa senang mungkin Lily akan mendengar penjelasan nya.
" Terlepas apa pun itu tidak seharus nya kau berbogong pada ku, Apa kau tau setiap hari nya aku menangisi mu ? Merindukan mu ? Merindu kan senyum mu,cinta mu,sayang mu dan perlakukan manis mu pada ku ? Apa pernah kau mengerti perasaan ku ? Mencoba mengerti keadaan ku ? mungkin kau sudah melihat nya di ponsel itu, Ya itu gaun pernikahan yang akan ku pakai nanti nya saat mengucap janji suci bersama mu ? Tapi apa ? Kau membuang ku seperti sampah yang tidak lagi kau butuh kan , Hanya dengan kata BERAKHIR yang kau ucap kan, Dunia ku hancur Alvian, Dunia ku hancur, Bahkan hati ku, Hati ku sedang tidak baik baik saja saat itu hingga saat ini " Lily semakin menumpahkan kekesalan nya
__ADS_1
" Kau tau ? jantung ini " Tunjuk Lily ke dada nya
" Jantung ini setiap hari nya berdetak bersama nama mu "
" Jiwa ini, Jiwa ini terus bersama mu "
" Hati ini, Hati ini masih memiliki satu nama, Satu nama yang terukir begitu indah nya hanya milik mu, Milik mu Alvian "
" Hati ku masih sama pemilik nya, Kamu dan hati ku masih merindukan hati mu " Lily menunjuk bahkan sedikit nenekan perut kanan bagian atas tempat bekas operasi besar yang di jalan kan Alvian
" Aakkkhhh " Alvian berteriak kecil
Lily panik kenapa Alvian meringis sakit padahal dya hanya menekan saja tidak mungkin Alvian merasa sakit jika tidak ada apa apa bukan ?
Bahkan dulu Lily sering mencoba untuk mencubit perut nya Alvian pun biasa saja.
" Apa yang kau sembunyikan ? Sampai kau merasa sakiy di bagian perut mu " Tanya Lily penasaran
" Ti...tidak Ada Schatzi " Jawab Alvian gugup sambil menahan sakit
Alvian pun merasakan sakit yang teramat sakit saat Lily menuduh nya berbohong tentang semua perasaan nya selama ini.
" Sehina itu kah aku Lily ? Sampai kamu pikir aku berbohong tentang perasaan ku ? perlakuan ku ? perhatian ku bahkan rasa cinta ku ? tidak kah kau pikir kau menyakiti hati ku ? bahkan saat dya baru kembali hidup ? " Pernyataan Alvian membuat Lily heran
Apa maksud dari perkataan Alvian tentang hati yang bari hidup kembali ? Ini aneh untuk Lily
" Kau merasa sakit hati ? Jadi bagaimana dengan ku ? 7 bulan di abai kan di acuh kan bahkan di...di buang begitu saja seperti barang yang sudah tak terpakai lagi seperti sampah ? Tau kah kau seberapa banyak air mata yang terbuang karna mu ? Seberapa keras aku mencoba menghubungi mu ? Bahkan setiap saat nya aku meng hubungi Cici menanyakan kabar mu dimana kamu kenapa meninggalkan ku seperti ini ? Membuang ku bagai sampah yang tak kau butuh kan ? Sakit Alvian sakit, Hati ku sakit merasakan kenyataan pahit ini selama 7 bulan kau menyiksa raga dan batin ku By, kau menyakiti ku hiks..hiks... "
Bugh...Bugh...Bugh...Bugh...
Lily memukul dengan sekuat tenaga nya yang tersiksa memukul dada bidang yang dulu nya tempat dya merasakan kehangatan dada yang berdetak menyerukan nama nya
" Pukul aku sayang, Pukul Aku, Pukul aku jika bisa meringan kan rasa sakit mu pukul aku Sayang " Alvian tak kuasa menahan tangis nya saat ini
__ADS_1
Dya hanya bisa diam menerima semua perlakuan Lily pada nya.
Dan saat Alvian ingin memeluk nya Lily mendorong tubuh Alvian hingga dya terjatuh ke tanah karna memang sedari tadi dya menahan kekokohan tubuh nya berdiri tegap menghadapi Lily
" A...aku tidak ingin di sentuh laki laki yang sering bersentuhan dengan wanita lain, Bahkan tubuh mu ini bekas wanita lain, Wanita yang sudah sering memeluk mu, maaf, semoga kau bahagia dengan nya, Dengan pilihan mu pilihan yang membuat ku merasakan sakit yang teramat sangat yang kau tinggalkan disini " Lily menunjuk Dada nya lalu pergi meninggalkan Alvian yang masih terduduk di lantai
Tanpa mereka sadari sedari tadi keynan melihat semua nya melihat semua pertengkaran Lily dan Alvian dan dya baru tau akar masalah di antara Putri nya dan Alvian
Keynan datang menghampiri Alvian yang masih merasakan sakit di sekujur tubuh nya karna memang dya belum sehat dan saat ini wajah nya sudah pucat menahan sakit dan tangis yang keluar dari bibir nya.
Hanya air mata nya saja yang terus keluar dari mata Teduh Alvian.
" Apa yang inhin kau jelas kan terhadap ku ? " Tanya Keynan dengan arogant nya berdiri di hadapan Alvian
" Tuan " Alvian hanya mampu mengucap kan satu kata saja saat melihat Keynan
" Kau mau jujur atau aku hancurkan semua nya ? " Ancam Keynan
" Maaf Tuan, Saya belum bisa jujur mohon jangan lakukan apapun karna banyak nya nyawa yang ku tanggung " Jawab Alvian
" Apa kau memikir kan perasaan Wanita yang sangat ku cintai ? Gadis kesayangan dari keluarga Young ? Aku menjaga nya seperti berlian yamg sangat berharga dan kau dengan mudah nya menyakiti nya ? Kau membuat nya menangis selama 7 bulan ini ? Bahkan aku mengawasi kantor dan rumah mu selama 7 bulan ini mencari mu ingin membuat perhitungan dengan mu ? bahkan aku mengetahui Papa mu meninggal Dunia tapi dimana kau saat itu ? bisa kau jelas kan ? " Tanya Keynan lagi kali ini sorot maya nya menandakan dya akan melahap habis lawan di depan nya
Dengan kaos coklat polos di tubuh nya dengan kaca mata yang menghiasi Batang hidung mancung nya dan jangan lupakan senyum meremeh kan nya.
Alvian hanya tertunduk tidak berani menatap Keynan di hadapan nya.
" Baik lah jika kau masih diam, Akan ku cari sendiri jawaban nya dan jika aku menemukan kesalahan fatal dari mu bersiap lah kehancuran mu akan datang mengahampiri mu " Keynan pergi meninggalkan Alvian disana
" Maaf kan aku Tuan maaf kan aku Lily, Aku terlalu takut akan kondisi ku saat itu " Lirih Alvian namun masih terdengar di pendengaran Keynan dan dya semakin yakin untuk mencari tau apa yang terjadi selama ini
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Sehina itu kah aku Lily ? Sampai kamu pikir aku berbohong tentang perasaan ku ? perlakuan ku ? perhatian ku bahkan rasa cinta ku ? tidak kah kau pikir kau menyakiti hati ku ? bahkan saat dya baru kembali hidup ? ~~ Alvian ❤