
Kini Lily dan Kikan saling berhadapan di meja makan.
Kikan menatap Lily dengan intens seakan memindai mangsa nya.
Lily yang merasa di perhatikan Langsung bertindak.
Brak...!
Di gebrak nya meja makan itu menandakan dya sedang kesal.
" Apa masalah mu ? Jika kau menginginkan nya cari lah cara agar dya melihat mu. Bukan melihat ku sebagai mangsa mu. Kau kira aku takut ?"
" Kau seharus nya bisa berbagi dengan ku "
" Aku bisa saja berbagi dengan mu. Tapi tanyakan suami itu. Sudikah dya berbagi dengan mu ? Aku rasa tidak!"
" Beri aku kesempatan untuk bermalam dengan kak Alvian " Kata kata Kikan membuat emosi di jiwa nya naik drastis dari level 3 dan sekarang sedang menuju level 10.
" Katakan pada nya. Aku tidak meminta nya bermalam dengan ku. dya yang datang sendiri ke kamar ku dan menemani ku tidur. bahkan dya membantu ku untuk mandi. Memakaikan pakaian ku dan menggendong ku sampai di sini tadi. kau melihat nya bukan ?"
" Kau seharus nya yang nelayani nya bukan kau yang di layani nya. " Sinis Kikan.
" Dya sudah bosan di layani. Selama ini dya di layani oleh pelayan setiap kebutuhan nya. Biar ku beri tahu. Tugas ku hanya mengikat dasi nya dya tidak pernah menuntut ku untuk bisa segala nya seperti mengurus rumah tangga dan anak. Walau dya tau aku mampu melakukan semua itu. Dya begitu mencintai ku bahkan dya sampai tidak rela jika tangan ku menyentuh sabun cuci piring. Kau tau ? Dya tidak ingin kelembutan tangan ini hilang terkontaminasi oleh sabun cair itu "
" Kau sombong sekali Lily "
" Kalau aku memang sombong kau mau apa ? Jika aku bilang aku pantas sombong karna aku kaya dan cantik kau mau apa ? Lihat diri mu. Kau sudah berdandan secantik itu tapi dya tidak melirik mu sedikit pun kan ? Sedang kan aku ? " Lily melihat diri nya yang hanya memakai gaun sederhana yang menutupi tubuh nya.
" Aku mengenakan gaun sederhana dan tanpa make up tapi dya selalu melirik ku bagaimana jika aku berdandan ? Bisa bisa kau tidak terlihat kasat mata untuk nya " Sindir Lily.
" Ck , Sudah berdandan tapi tidak di lirik " Sindir Lily lagi.
" Akan ku buktikan jika aku bisa bermalam bersama nya "
" Lakukan saja jika kau bisa " Sinis Lily menatap ke arah Kikan di depan nya.
" Membuat mood ku rusak saja " Lily bangkit meninggalkan Kikan di meja makan.
Meninggalkan Kikan di meja makan Lily beralih ke taman belakang.
Memilih berkebun bersama para dayang dayang nya.
" Hei...Ayo kita makan " Ajak Lily lagi.
" Makan apa Nyonya ?" Tanya mereka.
__ADS_1
" Aku mau makan steak, Tapi bagimana jika kita BBQ ? Seperti nya seru juga " Lily memiliki ide.
" Baik Nyonya. Tapi dimana ? "
" Kita adakan di rooftop ya. Aku tunggu disana " Lily bergegas ke rooftop menatap hari melihat Dunia ini indah.
Tapi tak seindah hari nya saat ini.
Namun tiba tiba saja rindu nya datang. dya merindukan suami nya.
Yang siap memanjakan nya detiap saat.
" Hallo Schatzi, Sayang ada apa ?"
" Aku ingin mengadakan BBQ di rooftop. Aku ingin kamu disini. Memanggang daging untuk ku. "
" Iya nanti aku akan pulang ya. Aku meeting dulu. suami mu ini lagi menyelesaikan masalah kantor karna beberapa hari yang lalu aku libur bersama kamu kan. jadi bisa mengerti ?"
^^^Tut !^^^
Sambungan telepon di matikan sepihak oleh Lily karna mulai kesal dengan Alvian.
" Apa istri ku sedang marah ?" Gumam Alvian melihat ponsel nya mati.
Melanjut kan meeting nya sampai jam 2 siang Alvian sampai melewatkan jam makan siang nya.
Bagaimana tidak Lily tidak ingin daging biasa dya ingin daging wagyu dan beberapa kilo sosis daging ayam dan Bakso sapi juga tak luput dari sasaran mereka.
Mereka berperta ria sampai lupa waktu dan berakhir dengan jam 5 sore tapi suami nya tak juga pulang dan itu membuat Lily kesal.
" Fell, Fellio. Ernest...." Teriakan Lily menggema di pintu Utama dan beberapa penjaga juga keluar menghampiri sang Nyonya rumah.
" I...iya Nyonya" Tidak hanya Fellio dan Ernest beberapa penjaga juga ikut hadir.
" Keluar kan semua mobil yang ada di garasi swkarang ! Semua nya !" Titah sang Nyonya Ratu.
Memakan waktu hampir satu jam 35 buah mobil sudah berserakan di halaman depan dengan berbagai Merk dan seri terbaru nya.
Dari mobil Clasic, Biasa untuk hari hari SuperCar sampai HyperCar juga ada disana.
Tak luput pula 7 buah motor Besar milik Suami nya juga jadi sasaran.
" Jangan Di kotori biar kan saja berserakan disana. Pastikan mobil nya semua hidup sampai Tuan kalian pulang. Jika ada yang berani mematikan mesin nya kalian akan menrima akibat nya !" Ancaman Lily kena di hati para penjaga mansion nya.
" Sekarang kembali pada kerjaan kalian masing masing. Bubar !! " Teriak nya.
Mendengar teriakan sang Nyonya Ratu barisan para penjaga itu.
Sekarang Lily sedang bermain Monopoli bersama para pasukan nya.
__ADS_1
Dan lebih parah nya lagi Mereka bermain dengan uang asli. Uang Dollar pula dan itu uang Dari Brangkas milik Alvian.
Bukan hanya satu Kloter, Mereka bermain 3 Kloter dan setiap Kloter nya bermain 5 orang.
" Is...kenapa aku kalah ? Uang ku habis. Berikan aku uang nya Lidya. Kau kan Bank " Keluh Lily bermain tapi kalah.
Lidya sebagai Bank harus bersikap adil walau itu Lily.
" Gadai kan saja tanah anda Nyonya. Saya siap membayar nya. Atau mau di jual saja ?" Tanya Lidya.
" Ku gadai kan saja " Kata Lily.
Saag sesng asik bermain Fellio mengintruksi sang Nyonya bahwa Sang Tuan sudah pulang dan sampai di gerbang depan.
" Nyonya, Tuan sudah di depan. Kami harus apa ?" Tanya Fellio.
" Bersikap lah biasa. Suami ku tidak akan bertanya lagi " Lily bangkit dari permainan nya dan menuju Kamar nya.
Dan di Halaman depan saat turun dari mobil nya bersama Jack Alvian kaget bukan main melihat semua koleksi kendaraan mewah nya sudah berserakan di halaman dengan mesin yang menyala.
Dya tau ini ulah siapa. Dan dya harus siap menerima resiko karna Pulang telat dan melupakan Janji nya.
Menghela nafas pelan Alvian sudah pasrah ! Apa yang akan di terima nya setelah ini.
" Matikan semua mesin nya Ernest ! Aku yakin ini sudah cukup lama menyala !" Alvian menahan emosi nya saat ini agar tidak berkata kasar kepada semua orang.
" Maaf Tuan, Kata Nyonya ini boleh di matikan saat ada intruksi dari Nyonya. Jika tidak kami harus menerima hukuman nya "
Damn ! Alvian kalah !
" Matikan mobil Nya Fell...itu berisik " Terial Lily dari baklon depan yang langsung menghadap ke halaman tempat dimana sang suami telah menatap nya dengan senyuman hangat.
" I Hate You " Ucap Lily meninggalkan suami nya dan masuk ke dalam kamar nya.
" Matikan Fell, Kalian sudah mendengar intruksi dari Nyonya kalian bukan ? Bahkan aku sudah tidak memiliki kekuasaan lagi dirumah ini. Turuti semua keinginan nya. Bantu aku menjaga Istri dan anak anak ku " Titah Alvian dan dya langsung masuk ke rumah.
Namun saat sampai di Dalam Rumah dan dya melewati ruang tamu para pelayan Istri manja nya yang nakal itu sedang berkumpul dan bergerombol.
" Ya Tuhan...apa lagi ini ?" Alvian memijat pangkal hidung nya saat melihat uang dollar milik nya berserakan dengan jumlah yang tidak sedikit.
" Maaf Tuan, Kami hanya menuruti permintaan Nyonya Tuan, kami tidak bisa menolak nya " Jelas Lidya ketua Genk mereka yang di pilih langsung oleh Lily.
" Selesai kan semua ini " Alvian bergegas ke kamar nya.
Dya tau saat ini sang Nyonya sedang berulah kembali dan siap menyerang nya.
" Kak, Mau mandi sekarang ? Aku udah siapin air hangat nya di kamar kakak " Langkah Alvian terhenti saat Kikan menghdang jalan nya.
" Aku akan mandi di kamar Lily. " Alvian meninggalkan Kikan dan melanjut kan Perjalanan nya.
__ADS_1