
" Maaf kan aku Schatzi, " Perlahan Alvian membuka pakaian yang melekat di tubuh sitri nya itu.
Hingga kini menyisakan Pakaiann Daalam nya saja.
" Maaf Kan aku Schatzi, " Membuka kemeja kerja nya dan hanya menyisakan Celana bahan nya saja Alvian ikut bergabung di Tempat tidur.
Menarik Lily perlahan, Menjadikan lengan nya sebagai bantalan untuk Lily.
Di belai nya lembut rambut panjang kecoklatan itu yang saat ini di buat bergelombang.
" Selamat tidur Baby, Papi menyayangi kalian " Di usap nya punggung mulus yang lembut itu dengan sayang nya.
Di kecup penuh dengan rasa kasih sayang kening itu.
" Aku mencintai mu. Jangan pernah berfikir untuk pergi dari ku. Ku mohon jangan " Ucap Alvian.
Lama kelamaan Dya juga merasakan kantuk yang menyerang nya dan tak lama ikut terlelap dalam tidur nya juga.
...❇❇❇...
Terbangun karna Lapar yang menyerang prut nya perlahan Lily menggerakan badan nya namun sulit di gerakan.
Merasakan kehangatan yang menyentuh kulit nya Lily membuka mata nya kala hidung nya mencium aroma yang sangat di kenali nya.
Aroma yang menenangkan Pikiran nya.
" Lapar " Gumam nya pelan dan itu membuat Alvian terjaga.
" Sudah bangun Schatzi ? Jam berapa sekarang ?" Melirik ke Dan di dinding ternyata masih pukul 02.00 dini hari.
Sadar diri nya hanya mengenakan pakaiaan dallam nya saja Lily mendorong Alvian sekuat tenaga nya agar menjauh dari nya.
Pikiran nya sudah melayang entah kemana.
" Aumpah demi Tuhan aku hanya menghangat kan tubuh mu Sayang. Tidak ada makaud apa pun. Suhu tubuh mu menurun dan Lidya menyaran kan ku untuk melakukan Skinship dengan mu. Hanya itu saja. " Alvian menjelas kan apa yang di lakukan nya sebelum sang istri berpikir lebih jauh lagi.
Mencoba percya pada Alvian yang dirasakan Lily dibawah sana tidak basah atau ada tanda tanpa bekas penyatuan Lily bernafas lega. " Lapar " Gumam nya Lagi.
" Mau makan apa ? Biar aku buat kan "
" Mau sosis goreng sama Nugget. Nasi hangat dan Kecap Malika dari Indonesia " Kata Lily.
Bersiap turun dari tempat tidur nya untuk membuatkan sang Nyonya makan Dini hari. " Ada lagi Nyonya ?" Tanya Alvian menggoda karna dya tau tidak akan hanya itu saja yang di kinta sang Istri.
" Mau Melon potong saja " Tambah nya lagi.
" Tunggu disini ya Nyonya. Aku akan membuat kan nya untuk mu "
Cup.
Alvian mencium kening Lily dan meninggalkan nya.
Lima menit sudah berlalu dan Alvian belum kembali. Mengambil pakaian nya di Lantai Lily turun ke bawah untuk melihat suami nya yang sedang memasak untuk nya.
...Di Dapur...
__ADS_1
Alvian masih bersiap dengan Penggorengan dan pisau nya.
Membentuk sedemikian rupa agar sosis itu terlihat indah di mata istri nya.
Namun tiba tiba Dya merasakan Sepasang tangan menelusup dan membelit pinggang nya.
Alvian tersenyum Melihat ada sepasang tangan yang melingkar di pinggang nya.
Di usap nya pelan tangan itu namun ada yang janggal. Di kedua tangan itu tidak ada Cincin pernikahan mereka.
Di lirik nya lagi tangan itu dan ukuran nya berbeda.
Jari jari Lily sangat mungil dan jari jari ini panjang dan berwarna merah kuku nya.
Alvian sadar istri nya tidak suka kuku nya berwarna merah.
Kuku Lily selalu berwarna lembut dan warna pastel.
Seperti Catyon candy. Baby Blue.Baby Pink dan Warna imut lain nya.
Ini salah ! Ini bukan Lily nya.
" Lepas " Alvian menghempas kasar tangan itu.
" Kak, Izin kan aku memeluk mu. lagi pula tidak ada Lily disini. Dya tidak akan tau jika kita disini " Kikan menggoda Alvian dan dengan berani meraba Dada Bidang yang putih bersih milik Alvian.
" Kikan ! Jaga batasan mu " Tegas Alvian.
" Kak ! Kamu harus adil sama aku. Aku juga ingin di manja "
" Kau bukan gak bisa kak. Kau hanya takut menyakiti Lily. "
" Jika kau tau itu jangan pernah melewati batasan mu yang telah ku buat. Jika kau masih ingin tinggal disini silahkan. Aku tidak keberatan selama Lily menerima mu. Tapi jangan pernah berharap lebih " Tegas Alvian lagi. Namun tanpa di duga nya Kikan dengan berani mencium bibir nya dan mengalung kan kedua tangan nya di leher Alvian.
" Kikan lepas "
Brugh...
Kikan terjatuh di lantai karna hempasan dari Alvian.
Saat Alvian ingin bicara lagi dya melihat Lily di dekat sana. Di Lorong menuju dapur.
Apa Lily tau semua nya ? Saat Kikan memeluk dan Mencium bibir nya ?
Entah lah !
" Schatzi, Sayang " Ucap Alvian pelan saat melihat pandangan Lily terhadap nya biasa saja tanpa menangis.
Tapi Alvian melihat kembali rasa kecewa di dalam mata indah berwarna coklat itu.
" Lily sayang " Alvian berjalan ke arah Lily yang masih mematung disana.
" Jangan mendekat ! Aku membenci mu. Aku jijik melihat mu. Jangan berani menyentuh ku karna tubuh mu sudah di sentuh wanita lain. Bi...bir mu sudah di ci...um wanita lain. AKU MEMBENCI MU ALVIAN !!!! AKU MEMBENCI MU !!!!" Teriakan Lily menggema di ruangan itu hingga membangun kan Lidya yang memang tinggal dirumah Utama karna berjaga untuk Lily malam jika membutuh kan sesuatu nya.
" Lily sayang, Schatzi, Maaf kan aku, Ini Sosis dan Nugget nya. kamu bilng tadi Baby lapar kan ini Sayang. Ayo makan dulu " Alvian membawa piring berisi Nasi hangat dan Sosis serta Nugget permintaan Lily tadi.
__ADS_1
...Prang......
Piring beserta Nasi dan Sosis Nugget goreng itu berserakan di lantai.
" Lily " Lirih Alvian melihat Nasi itu sudah berhamburan di lantai.
" Nyonya, Sudah ayo Ke kamar lagi. Atau mau saya buat kan yang lain ?" Lidya menghampiri Lily dan mendekap nya sebagai Kakak yang menenang kan adik nya.
" Kau keterlaluan Lily. Sebelum nya kau melempar Suami mu dengan gelas. Sekarang kau mengahancur kan kerja keras nya yang telah membuat kan mu makanan. Apa begini cara seorang putri keluarga Young memperlakukan suami nya ? Apa Keluarga mu tidak mendidik mu sebagai istri yang benar ?"
" Kikan ! Jaga bicara mu " Tegas Alvian marah.
" Kenapa kak ? Biar aku menyadarkan anak manja yang bodoh ini. Tidak semua laki laki bisa di perlakukan nya dengan seperti ini. Ini tidak benar kak !"
" Kikan...Ku bilang cukup " Alvian mengeraskan rahang nya menahan emosi di jiwa nya.
" Kenapa kak ? Istri manja mu ini sudah keterlaluan " Kikan menunjuk Lily dengan telunjui nya dan itu membuat emosi Lily memhuncah karna dya paling benci orang mengangkat tangan nya bahkan berani menunjuk diri nya dengan remeh !
Berjalan mendekat ke arah Kikan disana Lily sudah di bakar emosi yang siap meledakan Kikan .
" Biar ku tunjukan cara anak manja ini memperlakukan madu yang tidak tau diri di rumah ku. Kau mau mencoba nya ?" Tanya Lily dengan Garang.
" Mau apa kau ? " Kikan sedikit menciut di buat nya.
" aaakkkhhhh " Kikan menjerit saat tangan Lily menarik rambut nya dan menggulung dengan tangan nya.
" Dasar Madu tidak tau diri. Murahan !" Geram Lily.
" Sayang, Schatzi, Sudah jangan seperti ini. "
" Aku bukan wanita manja seperti kata mu. Aku bukan wanita bodoh. Aku bukan Wanita manja. Aku tidak bodoh !!!" Teriak Lily semakin emosi dengan isak tangis nya.
Brugh...
Lily menghempas kan Kikan hingga terjerembab di lantai dingin itu.
" Kau. Aku akan menuntut Cerai Di antara Kita. Aku akan mencerai kan mu. Aku akan pergi dari rumah ini. Aku muak melihat Semua drama ini. Aku membenci mu Alvian. Aku sangat membenci mu. Ku mohon izin kan hati ku untuk membenci mu. Izin kan aku untuk membuang rasa cinta ini agar aku tidak lagi merasakan sakit ini. Aku menarik semua janji ku dulu untuk terus berjalan di sisi mu. menggenggam erat tangan mu. Aku menatik semua janji suci yang telah aku ucapkan dulu di hadapan Tuhan. Aku menarik semua rasa Cinta dan kepercayaan ku untuk mu. Setelah ini jangan pernah lagi menemui ku. Aku Mem...ben...ci mu "
Tes...tes...tes...
Air mata Lily berjatuhan Dengan semua kata kata nya.
Alvian ?
Jantung nya sudah seperti akan melompat keluar dari tempat nya mendengar semua Kata kata yang keluar dari mulut Lily.
Hati nya di hantam dengan alat berat sangat berat sampai hancur seketika dengan semua kata kata Lily.
" Jangan pernah bermimpi bisa pergi dari ku. Tidak akan ku biar kan kamu pergi. " Alvian berjalan ke arah Lily dan membawa Lily ke punggung nya menuju kamar mereka.
" Lepas kan aku. Turun kan aku. Aku membenci mu. Aku membenci mu. tueun kan aku. "
Sekuat tenaga Lily memberontak memukul bahkan mencakar sampai menjambak rambut Alvian namun Alvian mengabaikan nya.
Memasuki kamar mereka Alvian menurun kan Lily di Tempat tidur mereka dan dengan kasar nya Alvian menyetubuhi Lily dalam masa mengandung itu.
__ADS_1