
Alvian kembali ke kamar nya setlah tahu para perawat dan dokter masuk ke dalam kamar nya yang telah membantu Lily bersiap.
" Ayo " Ucap Alvian datar menarik pergelangan tangan Lily menuju ruangan yang sudah di sulap menjadi ruangan pemeriksaan untuk Lily.
" Apa apaan ini ? Aku ingin kerumah sakit "
" Jangan mendebat ku. Turuti saja "
" Aku membenci mu. kau bukan suami ku. Suami ku bukan orang yang kasar. Suami ku tidak akan menyakiti ku seperti ini " Lily kembali menangis merasakan perilaku Alvian yang dingin terhadap nya.
Mencoba untuk tenang Alvian menetralkan degup jantung nya yang berpacu kuat karna Suara Hati Istri nya yang keluar dari bibir mungil itu.
" Suka tidak suka aku tetap suami mum Jadi patuhi setiap ucapan ku !" Tegas Alvian.
" Aku mau pulang...Mommy, Daddy, Aku mau pulang...hiks...disini tidak ada lagi yang menyayangi ku. aku tidak ingin tinggal disini " Lily kembali menangis mengungkap kan kekecewaan nya terhadap Alvian.
Kembali bersikap kasar Alvian mengabaikan Lily.
" Periksa dya, Pastikan bayi bayi ku sehat " Titah Alvian arogant.
Melakukan apa yang di maksud Alvian dokter tersebut mengerjakan tugas nya dengan takut.
" Semua sehat dan Normal Tuan "
" Bagus. mulai sekarang kalian tinggal disini. Menjaga dan memastikan ibu dan anak anak ku sehat tanpa kekurangan apa pun !"
" Baik Tuan " Jawab Mereka gugup.
Alvian berjalan keluar meninggalkan Lily yang masih berbaring di tempat tidur tadi.
Saat Alvian sampai di Pintu Lily memanggil nya.
" Aku mau ice cream banana Milk, Juga Strawberri Dan Red Velvet. Aku mau Boba juga "
" Pelayan akan membawa nya untuk mu "
" Aku mau kamu yang membeli nya. Itu jika kamu tidak keberatan. Jika keberatan aku tidak masalah menahan nya. "
" Tunggu dikamar aku akan membawakan nya " Alvian bicara dan menjawab samua nya tanpa berbalik ke arah Lily.
Hati nya merasa senang Lily kembali meminta kepada nya.
" Tapi aku mau ikut..." Cicit Lily pelan menundukan kepala nya.
" Tidak ! Tunggu aku di kamar " Titah Alvian lagi.
Lily kembali bersedih dan menetes kan air mata nya.
Ternyata suami nya memang sudah berubah. Suami nya memang berubah.
__ADS_1
Mencoba menerima segala nya dan menguatkan hati nya Lily bangkit dan berjalan ke arah Alvian.
Bukan nya menghampiri Alvian Lily malah melewati nya.
" Aku sudah tidak ingin lagi. Maaf membuat mu susah. " Ucap Lily sambil bergetar.
Deg !
Hati Alvian kembali tertampar oleh kesedihan istri nya yang sangat memilukan itu.
Sebegitu ingin nya kah Lily pergi dengan nya ? Sampai dya begitu kecewa saat Alvian tidak menuruti nya.
Para pelayan dan dokter yang melihat itu kasihan kepada Nyonya mereka.
Mereka juga heran mengapa Tuan mereka bisa bersikap sepeeti itu ke Nyonya mereka.
Apa yang terjadi ?
Lily terus berjalan ke kamar nya dan naik ke tempat tidur nya.
menutupi diri nya sampai sebatas dada dan terus berlinangan air mata.
" Bantu Nyonya kalian bersiap. Aku akan pergi dengan nya " Titah Alvian lagi meninggalkan mereka dan kembali masuk ke dalam kamar papa nya.
" Maaf kan aku Schatzi, Maaf kan aku " Selalu kata maaf yang tidak pernah sampai di telinga Lily terucap di dalam kamar ini.
" Nyonya, Ayo bangun kita bersiap. Tuan bilang dya akan pergi dengan Nyonya. Ayo Nyonya kita dandan yang cantik agar Tuan kembali lagi " Lidya dan pelayan lain nya menyemangati Lily.
Bangkit dari tidur nya Lily sedikit semangat namun dya kembali teringat dengan Kikan dan kembali Murung.
Tau kenapa Nyonya mereka murung Lidya bicara lagi.
" Tenang Nyonya. Rival Anda sudah di tendang keluar oleh Tuan. Sekarang mereka tinggal di rumah utara bersama Jack dan kelima pelayan yang tidak beruntung. Tapi gajih mereka naik 2x lipat jika mau bekerja disana dan mereka mau tidak mau menuruti nya. " Penjelasan Lidya membuat Lily kembali bersemangat.
" Bantu aku bersiap. Aku ingin suami ku yang dulu lagi. bukan yang seperti ini. walau dya masih tetap tampan " Ucap Lily sambil tersenyum.
Alvian yang berada di kamar papa nya tersenyum bahagia melihat tingkah laku istri manja nya itu.
" Berbahagia lah selalu sayang. maaf kan aku " Lagi dan lagi kata maaf itu yang terus terucap dari bibir Alvian.
Merasa Lily sudah Siap Alvian datang ke kamar nya dan ternyata Lily masih di Ruang ganti nya bersama para dayang nya.
Memilih duduk di sofa dan mengerjakan beberapa email yang masuk Alvian fokus pada Tab di tangan nya.
" Kami permisi Tuan " Ucap Lidya pamit dan meninggalkan sepasang suami istri itu.
Melihat suami nya tidak merespon penampilan nya Lily terlihat sedih.
__ADS_1
Padahal Alvian sudah melihat bahwa istri nya tampil cantik saat ini.
Bersikap dingin dan mengabaikan Lily membuat Lily membuka suara duluan.
" Apa aku tidak cantik lagi sekarang ? Sampai suami ku sendiri tidak ingin melihat ku ?" Ucap Lily sambil menunduk kan pandangan nya.
Di Lihat Alvian Lily yang mengenakan gaun putih kesukaan Alvian.
Ya Alvian sangat suka jika Lily mengenakan Gaun berwarna putih.
Itu sebab nya Lily mengenakan gaun putih hari ini.
" Ayo berangkat " Alvian bangkit dari duduk nya berjalan meninggalkan Lily sendirian.
Lily yang merasa di abaikan hanya bisa diam dan kembali menetes kan air mata nya.
Merasa di abaikan Alvian lebih sakit dari pada saat dya melihat Kikan di dekat nya saat itu.
Tapi tidak sesakit saat ini di abaikan dan di acuh kan.
Merasa tidak ada pergerakan dari Lily Alvian melihat ke belkang dan tidak melihat Lily.
Berjalan kembali ke kamar nya dya melihat Lily masih diam disana dan menangis membuat Alvian merasa bersalah atas semua kesakitan ini.
" Ayo! Tunggu apa lagi ?" Tanya Alvian saat melihat Lily masih diam saja disana.
" Aku tidak ingin pergi..Yasudah aku dirumah saja. A...aku akan menunggu di kamar dan tidak akan keluar dati kamar seperti perintah Hubby " Lily kembali berjalan ke arah tempat tidur nya.
Namun Langkah nya terhenti saat Tangan nya di cekal oleh Alvian.
Lily melihat bola mata hitam pekat yang dulu nya penuh cinta dan kelembutan itu sekarang di tambau dengan sikap dingin itu membuat hati Lily sakit.
" Jika tidak ingin lagi dekat dengan ku ya sudah. A..aku tidak ingin meminta apa apa lagi. A...aku bisa menahan nya sendirian. Aku tidak akan menyusahkan mu lagi " Ucap Lily lirih.
Mencoba bersabar menghadapi sikap Lily. Alvian menghampiri nya di temlat tidur dan Berjongkok di hadapan nya.
Menggenggam tangan nya Lily, Alvian bersikap seperti diri nya.
" Kamu ingin aku seperti apa Lily ? Aku harus bagaimana menyikapi mu ? Berikan aku jawaban " Ucap Alvian lembut.
Kata kata Alvian sanggup menggetar kan hati Lily lagi dan langsung menatap Bola mata hitam pekat itu.
" Aku ingin suami ku lagi. A...aku hanya ingin dya...Aku ingin Alvian ku...A...aku ingin Suami ku...hiks...hiks...hiks..." Alvian membawa Lily dalam pelukan hangat nya.
" A...ku mencintai suami Alvian ku...Bukan Alvian yang kasar dan dingin...tangan ku sakit di tarik seperti tadi...hiks...hiks...hiks..."
" Maaf kan aku Schatzi, Maaf kan aku " Akhir nya kata maaf itu sampai ke telinga Lily.
__ADS_1