Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Bujuk Rayu Alvian


__ADS_3

" Jack, Kita ke toko kue dulu. Aku ingin membeli beberao Cake cake cantik dan coklat. Jangan lupakan es Boba. " Alvian sudah memikirkan cara bagaimana pun istri nya jangan sampai marah dan merajuk yang berujung dengan terbelah dua nya ranjang mereka.


" Baik Tuan. " Jawab Jack dan dya mencari toko kue dan berhenti tepat di depan nya.


Alvian keluar dari mobil dan masuk ke toko kue dengan bahagia.


Membayang kan bagaumana Lily menyambut nya dengan suka cita dan pelukan membuat Alvian tersenyum.


Di tatap nya satu persatu cake cake cantik tersebut dan memesan nya. " Berikan aku Red Velvet, Chese cake, Japanese Cake, Dan Coklat Cake. Oh iya berikan juga Strawberri Cake nya ya"


Pelayan tersebut dengan cekatan membungkus cakr cake cantik tersebut ke dalam box nya. " Ini coklat Belgis Tuan. Tidak sekalian ?" Pelayan tersebut memberi tahukan keberadaan sekeranjang berbagai macam coklat yang sudah di hias khas Belgia.


" Boleh, Berikan itu juga. " Alvian memberikan Kartu nya untuk pembayaran Nya.


Menyelesaikan pembayaran nya dan keluar dengan sekeranjang Coklat berbagai macam bentuk dan sekotak besar Cake cake cantik pilihan Alvian.


Tersenyum bahagia dya membawa semua nya dan di letakan nya di samping tempat nya duduk di dalam mobil.


" Kita jalan Tuan ?"


" Ya, Kita cari Boba dulu Jack. " Jacki mengangguk.


Sementara di Rumah nya Lily terus menggerutu pasal nya sang suami juga belum pulang. Bahkan jam sudah menunjukan Pukul 21.05 menit namun juga belum pulang.


" Akan ku beri dya pelajaran. " Gerutu nya dan tak lama dari pintu utama terdengar suara langkah kaki yang di kenal Lily. Karna saat ini dya sedang menunggu Alvian di ruang tv.


Saat Lily bersiap menumpah kan amarah nya Alvian datang dengan Senyum bahagia nya. " Aku pulang..." Lily melihat di kedua tangan Alvian ada sekeranjang Coklat dan sekotak Cake. Ahhh ajngan lupakan juga Jack membawa berbagai macam es Boba.


" Sayang, Tidak ingin memeluk ku ?" Tawar Alvian


" No ! Kamu kotor habis dari luar. banyak debu dan Bakteri. " Jawab Lily ketus namun pandangan nya tak lepas dari Buah tangan yang di bawa suami nya.


" Oke, Aku mandi Nyonya. Bagi kan Boba itu kedapa para pasukan mu. " Lily mengangguk.


Berpura pura cuek di hadapan Alvian sgar harga diri nya tidak jatuh dan berteriak kegirangan saat Alvian menghilang di balik lift menuju kamar mereka. " Pasukan kuuu...Ayo kita habis kan coklat ini...." Lily kembali berteriak memanggil para pasukan nya dan mereka langsung datang mendekat dan duduk di karpet bulu dekat sofa yang di dusuki sang Nyonya.


" Anda di atas saja Nyonya. " Jiah.


" Ahh...kalian benar. Aku kan ratu nya hihhihi...Bisa tolong pijak kaki ku ? Aku akan berikan bonuss..." Bisik Lily di telinga Jiah dan Jiah mengangguk.

__ADS_1


Bukan karna imbalan tapi karna mereka begitu sangat menyayangi Nyonya kecil mereka itu. Bahkan Himmie Yang paling muda saja masih lebih muda Lily lagi yang kini baru berusia 19 tahun Otw 20 tahun pekan depan.


Alvian sudah kembali dan terlihat segar. Disana dya melihat para pasukan khusus istri nya sedang duduk di karpet bulu persia yang sangat mahal itu dengan siaran Televisi Lokal. Apa lagi yang di tonton mereka jika bukan Drama Korea.


" Nyonya, Lihat kan Lee Yeon, Dya tampan seperti Tuan Alvian. Lihat Nyonya betapa Romantis nya dya terhadap Ji ah. " Lidya mulai bercerita.


" Hihihi...Tapi aku lebih cantik dari nya. Hanya saja perut ku yang besar Lidya. Suami ku memang tampan. " Lily memuji Alvian dan yang di puji hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Lily.


" Eh, maaf Tuan. " Meraka langsung menoleh dan segera bangkit hendak pergi namun di hentikan Alvian.


" Tetap lah disini. Aku hanya akan bergabung saja. " Alvian duduk di samping Liky yang sedang di pijat kaki nya oleh Jiah.


" Sayang, Weekend kita akan berangkat Ke Indonesia. Kita akan berlibur disana ya. kamu mau kan. ? " Tanya Alvian.


" Hm...apakah boleh aku membawa mereka ? Aku sudah berjanji membawa mereka semua berlibur. " Lily Duduk di pangkuan suami nya dan saling berhadapan dengan Lily yang bergelayut manja di leher suami nya.


" Tidak perlu Nyonya. kami bisa disini saja. " Lidya merasa tidak enak dengan Tuan mereka.


Karna Lily begitu sangat mencintai Dan menyayangi Mereka yang hanya seorang pelayan.


" Boleh. Tanyakan mereka jika ingin ikut."


" Tapi Nyonya. Siapa yang akan membersihkan Rumah ini ?" Tanya Jiah.


" Akan ada pelayan dari rumah Opa atau Daddy. tenang saja. " Mereka hanya bisa pasrah saja.


" Kita akan naik pesawat besar milik Opa Sayang...Akan ku kuras habis uang Opa. " Lily sudsh memiliki rencana Jahat disana.


" No Schatzi, Jangan seperti itu. " Tegur Alvian.


" Tenang saja. Ini balasan karna mereka membiar kan mu terkena Obat jahanamm itu. " Lily kembali mengingat kenangan pahit yang hamlir membuat nya gila saat Alvian dan Kikan berlibur di Pulau Hongdo.


Tapi, Ngomong Ngomong Lily jadi teringat tentang Kikan. " Dimana Kikan Hubby ?" Pertanyaan Liky menbuat mereka semua melihat ke arah nya termasuk Alvian.


" Entah lah. Jack berkata Kikan terus mengurung diri. Entah apa yang terjadi pada nya. "


" Bisa kita menjenguk nya ?" Ya Tuhan Nyonya...Hati mu memang bagaikan Malaikat yang sangat suci walau dengan tingkah nya yang Nakal dan kekanakan pikir mereka para pelayan.


" Tidak ! Jangan pernah coba coba. " Tegas Alvian.

__ADS_1


" Ayo, Selesai kan makan nya dan segera tidur. Ini sudah cukup larut " Alvian langsung membawa Liky dalam gendongan nya menuju kamar mereka meninggalkan para pasukan khusu Istri nya.


Mengintup dan Melihat para pasukan nya dari samping leher suami nya Lily mengacung kan jempol nya ke arah para pasukan khusus itu dengan tersenyum bahagai. " Aku mengetahui niat jahat kamu sayang. "


Gleg !


Lily tersasa berat menelan ludah nya sendiri. memang benar Suami nya itu mengetahui sikap dan sipat nya luar bahkan dalam nya.


" Hihihi..." Lily hanya bisa cekikikan dan tersenyum tanpa dosa dan Alvian hanya menggeleng dengan tingkah Istri nya.


...❇❇❇...


Sementara Di rumah utama keluarga Young Tuan Edwin yang sedang menikmati Bursa saham bersana Jaka tersedak Teh hijau tanpa gula nya.


" Uhuk..."


Jaka panik dan langsung menepuk pelan punggung sang tuan. " Anda baik baik saja Tuan ?" Terlihat Jaka sedikit panik.


" Aku baik baik saja Jaka. Hanya saja telinga ku panas dan merasa ada yang berniat jahat pada ku. " Jaka semakin panik mendengar penuturan Tuan besar yang di urus nya dan selalu bersana nya menemani kemana pun. Kecuali kamar Pribadi.


" Tenang kan diri mu Jaka. Aku tau ini ulah siapa. " Entah mengapa pikiran Tuan Edwin menjurus ke sstu nama yang sangat di kenal nya dengan segela tingkah nakal dan licik nya.


" Siapa lagi jika bukan Tuan Putri keluarga Young Jaka. Kau tau itu. " Entah mengapa Jaka juga ikut menangguk disana.


Dya juga tau bagaimana tabiat dari Nona Muda dari kelurga Young itu.Ya dya satu satu nya Tuan Putri yang ada.


" Aku rasa juga begitu Tuan. " Jaka juga ikut murung mengingat sikap nakal dari Lily.


" Jangan membenci nya Jaka. Dya begitu hanya karna kesepian saja. "


" Saya tidak membenci Nona Liky Tuan. Mana saya berani. Hanya saja sedikit kesal saat dya mengerjai ku hingga selana saya robek. " Jaka mengingat bagaimana Nakal nya Lily saat dengan sengaja menaruh Lem di kursi taman tempat Jaka sedang kencan dengan Kimmi waktu itu.


...😂😂😂...


Next ❤



Spoitler Gale ~~ Jangan pernah pergi dari ku Viona.

__ADS_1


__ADS_2