
Seperti kata nya pagi tadi, Hari ini siang ini Lily bergegas ke kantor suami nya.
Kali ini dya sedikit berbaik hati membawakan makanan kesukaan suami nya.
Soup daging dengan pelengkap nya nasi putih dan ada meatball disana yang di campur dengan sayuran organik yang sehat dari kebun pribadi milik mereka di istana Arrasha.
Melangkah dengan riang nya dengan kotak bekal yang di bawa Fellio Lily berjalan dengan riang gembira nya menuju ruangan suami nya.
namun saat di perjalan menuju lift dan ruangsn suami nya Lily melihat seorang cleaning service yang usia nya sudah cukup Tua.
Pria yang di kira nya seusia dengan Opa Edwin itu masih bekerja walau sudah renta.
Bukan tanpa alasan dya masih bekerja. Bukan tanpa alasan juga Alvian tetap membiarkan nya.
Karna memang Pria itu tidak ingin dirumah kan. dengan alasan membutuh kan pekerjaan.
" Permisi Tuan, Apa anda masih bekerja disini ? Pria seusia anda seharus nya sudah duduk diruman menikmati hari. Bukan nya masih bekerja." Pria itu tertegun melihat Nyonya Arrasha menghampiri nya.
Disini sudah tidak ada lagi yang mau dekat dengan nya karna dya lah yang terua disana.
Melihat sang Nyonya datang menyapa Pria tua itu hendak membungkuk memberi salam, Namun ri cegah oleh Lily.
" Tidak ! " Tegas Lily melarang nya " Jangan tundukan kepala mu di hadapan ku Tuan, Kamu lebih tua dari ku. Suami ku tidak membenar kan perilaku seperti itu. Itu tidak sopan dan tidak beretika !" Tegas Lily lagi.
" Maaf kan saya Nyonya "
" Tuan, Kenapa masih bekerja ?"
" Ssya harus menghidupi istri dan cucu saya Nyonya. Jika saya tidak bekeeja bagaimana bisa saya mencukupi kebutuhan mereka "
" Kelas berapa cucu Tuan ?"
" Baru akan memasuki sekolah menengah Pertama Nyonya "
" Berhenti lah bekerja Tuan, Suami ku akan menjamin hari tua mu. Soal sekolah cucu mu mssukan dya ke yayasan Ku. Serah kan berkas nya kepada Asisten ku Fellio. Jika dya berprestasi aku bisa memberi nya beasiswa kemana lun dya mau kelak ! Yang terpenting anda istirahat dirumah. Setiap minggu nya akan ada yang mengantar kebutuhan anda dan keluarga anda. Cukup katakan pada cucu anda untuk guat belajar. Karna aku sangat menyukai anak yang gigih dan tangguh. Besok Berikan berkas nya ke Fellio dan aku tidak ingin menerima penolakan. Segera urus surat pengunduran diri nya. Aku sendiri yang akan meminta tanda tangan suami ku dan sekarang bubar !" Tanpa menunggu jawaban lagi Lily melanjut kan langkah nya menuju ruangan sang suami.
Sementara di ruangan nya Alvian tersenyum melihat kedewasaan sang istri. Istri nya itu bisa menempat kan diri nya dimana saja.
Dimana saat dya harus bersikap tegas dan dewasa dimana pula kemanjaan dan kenakalan nua yang sangat luar biasa itu di keluar kan dan Alvian bangga akan hal sederhana itu.
Merasa ada yang masuk ke ruangan nya Alvian mengalih kan pandangan nya ke arah sang istri yang begitu cantik hari ini.
__ADS_1
" Selamat siang Nyonya " Alvian menghampiri Lily dan memeluk Nyonya itu yang perut nya mulai membuncit di balik gaun keluaran Brand ternama D&G itu.
^^^Cup...^^^
Satu kecupan berlabuh di bibir mungil yang saag ini mengerucut setelah di cium itu.
" Apakah anak anak papi juga menginginkan Ciuaman ?" Tanya Alvian menggoda Lily.
" Jangan iri pada Mami Baby, Papi akan berbagi. Oke " Alvian mengusap perut itu dan mengecup nya.
" Oke, Apa yang akan kita makan siang ini ?" Alvian sudah bangkit dari yang tadi nya berlutut untuk menyapa Para Baby dan mencium mereka.
" Bisa tolong letakan dulu kertas menyebalkan itu ? Atau mau aku mencurangi nya ?" Lily mulai kesal karna Alvian masih melihat berkas nya kembali sebelum ikut duduk di samling sang istri dan meletakan berkas nya.
" Oke, Maaf Nyonya " Beringsut mendekat.
" Aku berbaik hati hari ini. Aku memasak soup Daging dengan sayur. Ada meatball juga. Dan sentuhan terakhir puding keju dan jus Strawberri " Lily mulai membuka kotak bekak dan mulai menyuapi sang suami setelah mereka berdoa.
" Sayang..." Lily mulai manja.
" Ingin apa Heum ? Mau berkencan ?" Tanya Alvian.
Lily langsung antusias mendengar kata kencan yang di layang kan suami nya.
Ini yanh di sukai Alvian. Mata indah berwarna coklat itu kembali di penuhi dengan cinta.
" Bisa...tapi bantu suami mu dulu untuk menyelesaikan berkas berkas itu Nyonya. Bisa ?"
Sekilas pandangan mata Alvian tertuju ke Jari Lily yang di balut perban dan plester.
" Ini kenapa Schatzi ?" Alvian mengangkat jari Lily yang berbalut kain kasa itu.
" Ouh...ini, Hanya luka kecil saat aku memotong daging tadi " Jawaban enteng dari Lily lantas mempengaruhi raut wajah Alvian.
" Jika terluka jangan memaksa memasak lagi. Aku tidak keberatan jika harus makan terus dari pelayan. Karn memang aku sudah terbiasa " Ucapan Alvian yang menurug nya biasa malah di salah artikan oleh Lily yang memNg sedikit sensitiv.
Author : Sesikit ? Banyak kalee aahhh🙄
" Iya. Maaf, Jangan memarahi ku. Aku hanya ingin memasak untuk mu saja. tidak ada niat lain nya " Lily sudah menunduk.
Lantas jawaban Lily membuat Alvian merasa bersalah karna mungkin perkataan nya menyinggung Lily.
__ADS_1
" Dengar sayang, Aku tidak marah sama kamu. Aku hanya tidak ingin kamu terluka. Percaya lah. Aku hanya ingin kamu baik baik saja tanpa ada nya luka. "
" Aku akan baik baik saja selalu ada kamu dan itu kamu. "
" Maaf, Maaf kan aku yang telah menyakiti mu " Alvian mendekap erat istri nya itu.
Cukup untuk mencurah kan kasih sayang nya Lily melepas kan pelukan hangat itu.
" Aku menginginkan mu " Ucap Lily malu.
Panik gak ? Panik gak ? Ya panik lah masak enggak !
Nah panik lah Alvian sekarang, Lalu dya tertawa mendengar peekataan sang istri.
Bukan nya dya sudah tidak bernafsu lagi ke Lily. Hanya saja, Dya menahan nya agar tidak menyakiti Lily nya.
Apalagi di sana ada dua bayi yang sedang meeingkuk untuk tumbuh di dalam rahin sang ibu.
" Ya sudah kalau tidak mau. Jangan mengejek ku. " Lily mulai merajuk lagi.
Lantas Alvian buru buru mendudukan sang istri di pangkuan nya dan mengunci kedua tangan nya di pinggang sang istri nya.
Perut kedua nya mulai beradu saat ini karna memang usia kandungan Lily sudah memsuki 14 minggu dan karna kehamilan kembar maka terlihat sudah bentuk perut nya.
" Jangan terus menatap ku seperti itu. Aku jadi tidak tahan melihat wajah tampan ku. Aku tidak tahan " Kata Lily merengut melihat Alvian yang terus menatap nya dengan tatapan memuja nya.
Itu membuat hal lain dalam diri Lily mulai bangkit dan meminta lebih. Apalagi sekarang Alvian sudah mencium bibir nya dsn mellumat dengan lembut lenuh cinta dan kasih nya.
Ini yang di sukai Lily dari Alvian. Perlakuan manis nya yang lembut mamlu membuat Lily menggila.
Apalagi di kehamilan nya ini Lily cenderung meminta lebih kepada nya.
" Kenapa kamu semakin nakal Sayang ? Berani meminta lebih dari ku "
Bugh...bugh...bugh...
Alvian mendapat kan tiga pukulan di dada nya karna Lily.
" Aku milik mu Nyonya. Lakukan semau mu " lantas Alvian langsung membawa Lily ke kamar pribadi nya dan merek menuntas kan apa yang harus di tuntas kan.
Menyelesaikan apa yang harus di selesaikan dan memuaskan apa yang harus nya di puas kan...
Puas...Puas...Puas hahaaaaaa😂😂😂😂
__ADS_1
...🤣🤣🤣...
Next ❤