Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Perang Terbuka


__ADS_3

" Kalian menyebalkan !" Lily yang masih kesal langsung meninggal kan Alvian dan Kikan disana.


Mencoba menjelas kan dimana posisi Kikan Alvian sebisa mungkin mengingat kan nya.


Dimana Kikan harus berdiri dan dimana Kikan harus bersembunyi.


" Kikan, Dengar lah. Aku tidak ingin menyakiti kalian berdua terlebih istri ku Lily. Dya segala nya bagi ku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak ku ingin kan. Jadi pergi lah dari rumah ini. Akan ku penuhi semua kebutuhan dan keinginan mu. Kamu mau mobil dan semua nya kan ? Akan aku penuhi. Bahkan jika kamu mengingin kan saham ku di Arrasha Compeny aku siap memberikan nya tapi kamu harus siap aku cerai kan dan jangan pernah berani mencoba mendekati istri ku. Paham ?"


" Aku tidak ingin harta mu. Aku ingin kamu "


" Itu tidak mungkin Kikan. Mengerti lah " Alvian mulai Frustasi menghadapi sikap keras kepala nya Kikan.


Hidup satu atap bersama Kikan Alvian merasa Dunia nya jungkir balik bersama Kikan.


Dya tidak lagi merasakan Dunia nya indah, Dunia nya berwarna, Dunia nya bahagia karna tidak ada Lily di samping nya.


" Apa aku kurang cantik ? Apa aku harus seperti Lily baru kakak melihat ku ? Kakak bisa mencintai ku ? Sama seperti kakak mencintai Lily ? Apa yang tidak ku punya dan Lily punya ? Selain harta ?" Serentet pertanyaan di layang kan Kikan untuk Alvian


Namun lagi lagi Alvian mendesah Frustasi menghadapi Kikan. Lily yang lebih muda 4 tahun dari nya saja tidak sekeras ini dan mau menerima saran walau harus dengan berperang argumen dulu.


" Kikan mengerti lah. Lily itu Dunia ku. Dunia ku Kikan. Lily itu semesta ku. Dya Tempat ku kembali dari lelah nya hari. Senyum nya.Mata nya dan seluruh diri nya membuat ku Nyaman. Membuat ku selalu ingin dekat dengan nya. Lily ku hanya satu. dan aku tidak ingin Lily yang lain nya. Kamu Adalah Kikan dan kamu tidak akan pernah bisa menjadi Lily ku. Jika pun kamu bisa menjadi seperti Lily ku, Tapi hati ku ? Mungkin hati ku bisa merasakan nya. Biar ku beri tahu satu hal. " Menjeda kalimat nya dan mengambil nafas panjang, Alvian mulai menceritakan kisah nya dengan Lily.


" Saat aku Koma dulu, Hanya mendengar suara nya dari ponsel saja aku bisa merasakan kekhawatiran nya. Aku pernah meninggal kan nya karna sakit ku dan berujung Koma. Bahkan aku rela menyakiti hati nya untuk bisa melihat nya bahagia mungkin bukan dengan ku. Tapi hati ku ? lagi lagi hati ku tidak menerima itu. Hati ku menolak untuk bisa menerima jika Lily di miliki orang lain. Hati ku menolak walau keadaan nya sudah hancur dan mungkin tidak berfungsi lagi. Kau tau ? Lily cinta kedua ku setelah mama ku. Lily wanita yang ku cintai sejak dya usia 7 tahun. Lily wanita yang ku tunggu selama 10 tahun hingga saat usia nya 17 tahun aku memberanikan diri untuk mendekati nya. aku memantab kan hati ku untuk nya walau aku kembali menerima penolakan nya. Aku pernah membuat nya menangis dan sakit hati dan hati ku lah yang merasa paling tersakiti. Dan Kini aku kembali menyakiti nya saat Ada malaikat di perut nya. Aku tidak ingin kehilangan Dunia ku. Aku tidak ingin kelihangan semesta ku Kikan. Jadi coba lah mengerti ku "


" Lalu apa ke untungan nya untuk ku jika aku bisa mengerti mu ?" Pertanyaan Kikan bisa di tebak Alvian.


" Apapun itu . Asal jangan meminta ku bermalam dan menghabis kan malam ku dengan mu. Itu tidak akan pernah terjadi !!!" Putus Alvian..


" Bagaimana jika aku meminta nya ?"


" Itu tidak mungkin !" Jelas Alvian lagi.


" Baik lah. Aku akan pergi tanpa membawa apapun dari sini dengan satu syarat dan kamu tau itu kak "


" Itu tidak akan pernah terjadi !" Alvian meninggalkan Kikan disana.


Percuma bicara dengan nya. Bahkan tutur kata Alvian selalu damai dan menyejuk kan namun Kikan tetap menolak nya.


" Schatzi, Sayang...Aku masuk ya "

__ADS_1


Ceklek...


Alvian membuka pintu kamar nya perlahan mencari sosok bidadari bertubuh mungil dan berperut sedikit buncit.


Membayang kan Tubuh mungil bidadari nya membesar dan membuncit dengan kehadiran malaikat mereka Alvian tersenyum senang dan bahagia.


" Sayang, Lily ? Kamu di dalam Scahtzi ?" Alvian mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada sahutan kembali.


Memberani kan diri untuk masuk Alvian kembali meminta izin.


Ceklek...


" Aku masuk ya " Alvian masuk ke kamar mandi pribadi mereka dan melihat Lily nya di dekat tempat sabun dan parfume mandi mereka.



" Sedang apa sayang ?"


Lily melihat Alvian hanya dari pantulan kaca di depan nya sekilas dan kembali melanjut kan kegiatan nya.


" Aku mau ini semua di ganti. Dya sudah berani mengusik daerah teritorial milik ku. dya masuk ke dalam kawasan milik ku. ini Zona bahaya bagi orang lain. karna ini daerah kekuasaan ku " Melihat sosok bidadari mungil itu kembali cerewet Alvian tersenyum senang.


" Dya berani memasuki daerah ku. Aku akan menyatakan perang terbuka untuk nya. Dya sudah berani mengusik daerah ku. dya kelewatan !" Lily mulai merajuk kepada sang Raja dirumah ini.


" Jadi apa yang harus hamba lakukan yang Mulia Ratu ?" Alvian berlagak seperti di kerajaan untuk menggoda sang istri.


Karna memang mereka dulu nya sering melakukan drama kerajaan di kamar tidur mereka ini.


Daerah kekuasaan milik nya dan Lily seperti yang di katakan Lily tadi.


Lily tidak menjawab pertanyaan Alvian malah keluar dari kamar nya dan berteriak dari lantai 2 memanggil para pelayan.


" Pelayannnn....!!!! Ayo datang Pasukan ku " Teriak nya dari atas mengabai kan keterlejutan sang suami dengan sikap aneh nya saat ini.


Mendengar sang Ratu menjerit memanggil mereka di lantai dua para pelayan berlari menaiki tangga dan segera mengahampiri sang Ratu.


Dapat Lily lihat Nafas mereka memburu dan keringat bercucuran karna lari dari dapur dan bagian rumah lain nya.


Dan Lily juga menangkap sosok rival nya mendekat.

__ADS_1


" Bersihkan kamar ku dengan benar. Jangan biar kan debu masih menempel di kamar ku. Ganti Sprei kasur ku dengan yang baru jika memungkin kan ganti kasur yang baru yang lebih lembut lagi. Lihat Cctv kamar ku barang aapa saja yang telah di pegang wanita lain di kamar ku selain aku. Buang dan singkir kan barang nya. jika kalian mau kalian bisa mengambil nya. " Titah Mutlat sang Ratu.


Sementara sang Raja masih mengamati pergerakan dang Ratu di hadapan nya melihat ada selir nya disana.


" Jangan biar kan selir itu berani memasuki Daerah teritorial milik ku. Kata kan pada selir itu bahwa dya hanya selir Aku Ratu dirumah ini. Kamar ku harus selesai Hari ini juga sebelum aku tidur. Mengerti ?"


" Siap Nyonya Ratu " Jawab semua pelayan kesayangan Nyonya Ratu 😂😂😂😂😂


" Jika kalian bisa menyelesaikan nya cepat sebelum jam makan malam kita akan liburan ke Pantai dan menaiki kapal pesiar milik Opa kaya raya tiada dua. Mengerti ?"


" Mengerti Nyonya Ratu " Jawab mereka serempak lagi.


" Selesai kan " Lily bertepuk tangan Riang melihat para pelayan kesayangan nya begitu menurut dan patuh pada nya.


" Eh tunggu dulu " Lily kembali menghentikan langkah para pelayan yang siap beraksi.


Menunggu sang Nyonya Ratu kembali memerintah dang Tuan Raja terus mengamati sang Nyonya Ratu dengan tangan bersedekap di dada nya.


" Buat kan aku rujak buah. Tapi aku ingin buah import. Aku ingin di dalam rujak ku hanya ada satu ptong buah setiap jenis nya. Oke " Kembali tersenyum Alvian merasa Dunia nya mulai kembali walau dya sedikit merasa aneh dengan sikap sang Istri Nyonya Ratu seperti ucapan para pelayan untuk Lily nya.


Dan dya maklum untuk itu karna mungkin Faktor kehamilan nya.


" Siap Nyonya Ratu laksanakan "


" Terima kasih " Jawab Lily dengan manja nya.


" Apa liat liat ?" Lily melotot melihat Kikan masih diam di hadapan nya.


" Kau berlebihan " Cibir Kikan


" Lalu apa mau mu ? Apa perduli ku ? Suami ku saja tidak keberatan ? Kenapa kamu yang keberatan ? Kamu dengar sendiri bukan ? Apa kata pelayan tadi ? Nyonya Ratu dan berarti Aku Ratu di rumah ini. Dan Kau " Lily menunjuk ke arah Kikan.


" Kau hanya selir yang ku biar kan menikmati kemewahan ini dan waktu mu sudah habis. Bye !" Lily melenggang pergi meninggalkan Selir dan Sang Raja di atas.


" Lihat Kikan ? Bahkan para pelayan saaja sangat menyayangi Istri ku. Kamu sudah melihat nya bukan ? Bagaimana perbedaan antara mereka saat melayani mu dan melayani Lily ? Jadi mari kita bercerai dan aku akan menjamin semua kehidupan mu. kau tidak akan pernah kekurangan apa pun dalam hal materi. aku janji itu "


" Aku tidak mau!!" Kikan pergi ke lantai bawah tempat kamar nya berada.


" Ya Tuhan...Sulit sekali menyakin kan nya " Lirih Alvian.

__ADS_1



__ADS_2