
Setelah menikmati makan larut malam mereka kembali ke kamar masing masing dan terlelao dalam damai nya Dunia yang di penuhi dengan bintang bintang.
...🌞🌞🌞...
" Hueekkk...Hueeekkk...Hueeekkk..." Lily terus saja memuntahkan isi perut nya pagi ini dan membuat Alvian terbangun dari tidur nya dan segera menghampiri istri nya yang sedang terduduk di lantai kamar mandi dan bekas muntahan yang berceceran.
" Sayang, Kamu kenapa ???" Alvian panik melihat Lily yang terduduk di lantai.
Bahkan Gaun tidur nya sudah terkena bekaa mintahan nya pagi ini dan wajah pucat Lily semakin menambahkan kekhawatiran Lily.
" Perut nya mual By, Gak enak..." Lily sudah berlinangan air mata di hadapan Alvian.
Betapa sakit nya hati Alvian melihat wajah pucat istri nya pagi ini. Tidak terlihat lagi wajah cantik itu dengan rona bahagia nya.
" Maaf kan aku Schatzi, Maaf kan aku." Alvian membawa Lily dalam pelukan nya.
" Sekarang kita bersih kan bekas muntah nya ya. Habis itu kita makan. Kamu mau makan apa ?" Dengan telaten Alvian membuka Gaun tidur Liky dan membantu nya mandi.
" Hueeekkk...Hueeekkk...Hueeekkk..." Lagi lagi Lily kembali muntah dan itu membuat nya menangis.
Selama ini dya sama sekali tidak merasakan mual dan muntah seperti ini karna Alvian yang lebih banyak merasakan nya.
" Jangan menangis Sayang, Jangan menangis. " Alvian memeluk Lily dan membalut kan handuk di tubuh nya.
" Perut ny Mual, Tenggorokan nya sakit. " Adu Lily ke Alvian .
" Sayang, Jangan nakal, Kasihan Mami. Mami terus saja muntah. Apa tidak kasihan kah dengan Mami ? Tidak boleh nakal lagi yaaa..." Alvian mengusap dan berbicara di perut Lily.
Ajaib, Seketika perut Lily sudah tidak bergejolak lagi. Bahkan usapan lembut itu membuat nya tenang dan merasa sudah baikan.
" Apa sudah baikan ? Atau kita mau ke dokter saja ? Biar Minta tolong Jaka untuk mencari Dokter kandungan ?" Lily menggeleng. Dya hanya ingin di manja dan di sayang oleh Alvian saat ini.
" Ayo," Alvian menggendong Lily dan memakaikan pakaian nya.
" Ini sempit,,, Terasa sesak. " Keluh Lily saat Bra yang di kenakan nya memang sesikit kekecilan di lingkar dada nya.
" Iya nanti kita beli yaa..." Jawab Alvian.
Setelah sarapan mereka semua bersiap untuk pergi ke kampung halaman Jaka di Sumedang Jawa Barat.
__ADS_1
Berangkat Dari Stasiun Gambir ke Bandung Yang memakan waktu Perjalanan 3 Jam 23 menit Keynan tidak segan segan memesan penuh kereta api dari Jakarta ke Bandung yang berhenti di Stasiun Hall.
" Pemandangan nya Sangat indah. Tapi Sayang, Ini sangat lama. Kenapa kita tidak naik pesawat saja sih ? Membuang waktu saja. " Masih saja Keynan menggerutu saat sampai di Stasiun Hall Kota Bandung.
Lagi lagi Keynan kembali mengeluh saat melihat Bus yang menjemput mereka di Stasiun ini dan dati sini ke rumah Jaka memakan waktu 1 jam lebih lagi.
" Ya Tuhan Jaka...teekutuk lah kau Jakaaa " Geram Keynan.
" Mas sudah, Jangan terus mengomel. Umur mu tidak muda lagi. " Mawar mengingat kan.
" Tapi aku masih sanggup membuat kamu menjerit dan mencapai puncak Nirwana bersama. " Jawaban Absurd dari Keynan membuat semua orang hanya bisa melongo.
Sampai nya disana Keynan di suguh kan pemandangan Kota yang sangat sejuk dan hijau oleh sayur sayuran sepanjang Jalan.
Bahkan mereka harus melewati jembatan gantung yang hanya bisa di lewati oleh motor saja. " Seberapa jauh lagi rumah mu Jaka ? Aku lapar. " Lee mulai mengeluh karna perjalanan mereka.
Sementara Lily,Mawar dan Angel di naikan becak oleh Jaka dan yang lain ny. tetap jalan.
" Sudah jangan mengeluh. Nanti malam jika memungkin kan kita akan mantav mantav " Bisik Ratih di telinga Lee sih suami mesum.
Bagai mendapat kan jackpot kakek kakek di domino high Lee tersenyum semangat, Sementara Keynan kembali menggerutu lagi.
Perkataan Keynan membuat semua orang melongho, Namun tidak ada yang berani menjawab nya sampai lah mereka dirumah Orang Tua Jaka yang sangat sejuk dan Arsi itu.
" Ya Tuhan, Hanya Karna rumah dekat kandang sapi ini aku harus melewati semua ini ? Kau akan membayar mahal atas apa yang ku alami Jakaaa !" Geran Keynan lagi.
Sampai lah mereka di rumah Kayu yang cukup besar dan Terlihat mewah itu. Dari Gerbang utama sudah terlihat kandang kandang sapi yang sangat panjang dan bersih, Satu yang Jaka Lupakan Bahwa Papa nya memiliki Sapi Jantan yang sangat Garang dan pemarah jika menemui Pria tampan yang di Beri Nama Brozen.
Dan Sekrang Sapi itu baru keluar dari Kandang Khusus nya dan menatap Nyalang ke arah Keynan. " Apa kau ?" Hardik Keynan merasa kesal karna di tatap oleh Sapi berwarna hitam gelap itu.
" Tuan mari. " Jaka membawa rombongan ke halaman belakanh dimana disana ada pohon pohon pinus yang sangat cantik berbaris rapi di jalan menuju halaman belakang.
" Mimy, Nanti mau kan tinggal disini sama A'a ?" Bisik Jaka di telinga Kimmy kekasih hati nya.
" Mau A' Kimmy mau tinggal disini. Seperti nya enak tinggal disini. Jauh dari Kota. Kimny suka temlat nya A'. " Jawaban Kimny membuat Hati Jaka berbunga bunga karna yayang Mimy nya menyetuji untuk tinggal disini nanti nya.
" Yank, Mas haus " Adu Keynan pada mawar yang sedang menyeruput es cendol buatan Mama nya Jaka.
" Ini Mas " Keynan sangking haus nya sudah mengahabis kan 3 gelas es cendol buatan mama Jaka.
__ADS_1
Saat mereka semua sedang menikmati makan siang nya Papa Jaka baru pulang dari Ternak nya yang berada di Lembang sana. Lumayan cukup Juah juga dari Sumedang ke Lembang.
Melihat Itu Tuan Edwin memanggil nya. " Hey kau ! Orang Tua yang tidak tau diri !" Panggil nya lantang ke Papa Jaka. Pak Joko Nama nya.
Joko Susilo Dinata mantan Asisten nya. Entah dimana mereka kenal, Yang Pasti Pak Joko kenal suara ini.
" Tuan Young " Sapa nya ramah ke arah Tuan Edwin.
" Kemari kau Mantan asisten kurang ajar. " Melambaikan tangan nya Pak Joko datang menghapiri nya.
Bugh...
Tuan Edwin memukul bahu Pak Joko dengan rongkat kayu milik nya.
" Apa sebegitu miskin nya kau sampai tidak pernah mengunjhngi ku Hah ? Jika tidak memiliki Uang Jual sapi mu satu dan datang kerumah ku. Akan ku beri ganti nya untuk mu. Dasar kau !"
" Maaf Tuan Tapi Saya sibuk. Saya mengurus semua sapi sapi saya. "
" Paman Joko bukan seperti Ayah. Yang hanya duduk dan bermain golf uang di rekening ayah tetap berjalan lancar. Karna aku yang menjadi Kuda di disana. Mencetak uang untuk mu. !" Ucap Keynan.
" Tuan Mudaaa..." Sapa Pak Joko Ramah.
" Paman aku gerah. Aku ingin mandi. Putra mu membuat ku berjalan jauh hari ini. Padahal aku tau tidak mungkin tidak ada jalan yang bisa di lalui mobil. Jika tidak bagaimana para pembeli sapi dan kalian keluar jika ingin ke kota. Rasa nya mustahil. Dan kau Jaka, akan ku balas kau. Kimny, Jangan mau sama orang tua itu. Dya sudah tua. Kau masih muda. Cari yang lebih tampan dari nya. bisa bisa nya dya mengerjai ku hari ini. " Keynan mengungkap kan kekesalan nya.
" Maaf kan saya Tuan. " Jaka sudah lemas melihat Kimmy yang tertunduk diam.
" Ayo kita mancing. Kata Jaka kau juga memiliki kolam ikan. Ayo dorong kursi roda ku. Kau pasti merindukan ku bukan ? Ayo cepat. Dasar lambat !" Walau bagaimana pun Pak Joko tetap menuruti perintah mantan Tuan nya itu dengan suka rela.
Saat para orang tua pergi Lily mulai berbicara. " Hubby, Aku ingin main air di sungai itu. Boleh ya ? Mereka juga ikut. " Tunjuk Lily ke pada para pasuka. nya.
" Setelah ini. Habis kan dulu makanan kamu dan istirahat. !" Lily tidak bisa membantah jika suami nya sudah dalam mode tegas begini.
Yang di lakukan nya hanya lah patuh. Dan hari ini adalah liburan dengan tema. Liburan nya Para orang Tuan.
Karna awal nya sang Daddy marah marah dan kesal tapi dya malah yang paling heboh saat mendapat kan ikah Gurame dari kolam ikan milik Pak Joko.
Salam dari Daddy Gale ❤
__ADS_1