Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Ada Yang Hilang


__ADS_3

Saat makan malam pun Lily memilih tidak turun untuk makan malam.


Namun tiba tiba suara teriakan Lily mengaget kan semua orang disana.


" Fell...Fellio...Ernest...Kak Jack..." Teriakan Lily menggema mengabaikan kekagetan semua orang.


Merasa nama ketiga nya di panggil sang Nyonya mereka langsung datang ke hadapan nya.


" Iya Nyonya " Sapa mereka bertiga saat sudah melihat Lily di ruang tamu.


" Mami...Are U Oke ? Baby Twin ?" Tanya Reas memastikan.


" Yeah...Im Oke Bumblebee " Sahut Lily lembut sambil memeluk putra nya.


" Bawa Reas ke kamar nya dan pastikan dya tidak mendengar semua ini " Lily meminta pelayan membawa Reas agar tidak mendengar mereka


Melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda Lily kembali bersuara.


" Pindah kan semua barang ku ke Kamar Papa. Mulai Malam ini aku Akan pindah kamar dan malam ini kamar ku harus sudah pindah. Pisah kan semua baramg milik ku dan suami ku "


Bagai tertampar Secara tidak langsung Alvian merasa sakit di hati nya mendengar ucapan sang istri.


Namun saat seperti ini Lily masih menyebut nya suami.


Dan itu sedikit membuat hati Alvian menghangat.


" Lakukan sekarang juga "


Saat semua sibuk bersiap Alvian berucap datar sikap yang tidak pernah Lily lihat sekali pun.


" Jangan pernah ada satu orang pun yang berani menyenyuh barang milik ku atau istri ku sehelai pun. Sampai ada yang berani melakukan nya aku sendiri yang akan turun tangan " Ucap Alvian dingin.


Bukan nya takut Lily seakan tidak perduli lagi.


" Lakukan yang ku bilang "


" Tidak !!! Sekali ku bilang tidak tetap tidak ! Kamar itu milik ku. Milik mu dan Milik kita. Bahkan sebelum kita menikah aku yang menyiapkan semua barang milik mu sendirian. "

__ADS_1


" Kalau begitu persiap kan juga barang yang sama dengan milik ku untuk istri baru mu karna sekarang istri mu bukan hanya aku ! Lihat istri mu. Pakaian yang di kenakan nya tidak pantas di sebut pakaian. Bukan aku menghina nya. Jika kau mengambil keputusan untuk menikah lagi kamu harus siap berlaku adil. "


" Ya aku akan adil. aku akan memberi nya apapun yang sama dengan milik mu tapi tidak dengam cincin pernikahan "


" Termasuk bermalam "


" Tidak !!! Aku tidak akan bermalam dengan nya. Kikan ku nikahi hanya untuk tanggung jawab atas amanah terakhir paman Chow " Suara Alvian mulai meninggi menghadapi sikap kekanakan Lily.


Author : Hey hello Alvian...seenak kamu aja bilang kekanakan ! kamu yang kekanakan !


Lily menyeringai mendengar penjelasan dari Alvian.


" Jika hanya karna tanggung jawab tidak sampai menikahi nya bisa kan ? Jamin kan hidup nya dengan Yang kau bisa Tapi tidak dengan pernikahan !"


" Kau tau Tuan Alvian ? Hati ku...Hati ku tidak baik baik saja saat ini...Bukan hanya saat ini tapi saat mendengar pertama kali niat mu untuk menikahi nya. Dan dengan gampang nya kau membawa nya kerumah Ini ? Rumah yang kau sebut rumah untuk ku dan anak anak ku ? Pernah kau berpikir sampai kesana ? " Ucapan Lily Tegas tapi air mata itu tidak bisa di tahan.


Seakan keluar tanpa permisi dya terus meluncur deras dengan sendiri nya.


" Schatzi, Sayang ku mohon dengar kan aku. Demi Tuhan aku mencintai mu hanya kamu "


.hiks..." Lily meringis menahan sakit di perut nya dan Di sela sela paha nya darah mengalir di sana.


" Fell...Fellio...Sakit Fell...sakit " Lily merintih sakiy dan tepat saat itu pula Angel datang kembali bersama Jasson.


" Lily ..." Pekik Angel berjalan tergopoh gopoh dengan perut buncit nya.


" Ci...sakit Ci...sakit...Uncle Jass sakit..." Lily meringis menahan sakit.


Dengan segera tanpa persetujuan dari Lily Alvian langsung membawa Lily dalam gendongan nya.


Lily yang masih meringis sakit di bagian bawah perut nya masih terus merinyih dan sesekali meremat dengan keras Dada Alvian.


" Sa...kit...Sakit..."


" Schatzi...ku mohon bertahan lah...bertahan demi anak anak kita...ku mohon bertahan lah...kamu kuat sayang...kamu kuat "


Alvian semakin panik sambil masuk ke mobil dengan Jack sudah siap di kursi kemudi.

__ADS_1


Suara Lily yang semakin melemah dengan mata yang hendak tertutup membuat Alvian semakin ketakutan.


Dya tidak pernah merasa setakut ini bahkan saat dulu hubungan nya dengan Lily di terpa masalah ini lebih membuat nya takut.


" No...No...No...Dont Leave Me Now...Open Your Eyes Schatzi...Ku mohon..." Tangis Alvian sudah tidak terbendung lagi sambil mendekap tubuh mungil yang suhu tubuh nya semakin turun dan semakin dingin.


Alvian kembali di dera rasa katakutan saat melihat bibir Merah itu mulai membiru.


Wajah cantik itu langsung memucat kehilangan Aura nya.


" Tuhan...ku mohon...jangan Uji kami dengan semua ini Tuhan..." Batin Alvian terisak melihat Istri nya memejam kan mata nya.


Dirumah Alvian


Suasana masih tegang karna Angel masih disana mendengar kan semua penjelasan dari para pelaya yang menceritakan kronologi kejadian sebelum nya.


" Kikan..." Panggil Angel sedikit melunak saat sang suami mulai menenang kan nya.


" Ya kak " Kikan menaikan pandangan wajah nya menatap Angel


" Aku tau kau menyukai Alvian atau bahkan mencintai nya. Tapi aku hanya bisa mengingat kan mu. Jangan berharap Lebih dengan nya. Karna hati nya sudah di isi penuh dengan satu Nama dalam 5 kata yang menyatu Lily Alena Putri Min Young. Pemilik seluruh hati Alvian "


" Iya kak aku mengerti. Lily pasti sulit menerima semua ini. Aku mungkin jika berada di posisi nya akan memilih jalan kematian. Tapi Lily sangat dewasa menghadapi nya "


" Ya, Dya memang istimewa. Biar ku beri tahu rahasia di balik kisah cinta mereka ! Alvian sudah mencintai Lily istri nya sejak usia 7 tahun dan penantian nya selama ini berbuah manis dengan pernikahan mereka. Tapi, Saat ini Pernikahan mereka di ambang kehancuran. Maaf bukan maksud ku menyalah kan mu. Karna Alvian mengutama kan Amanah Paman Chow. Jadi mulai lah mengubur rasa mu atau kau bisa menekan nya agar tidak sampai di permukaan dan Lily tahu itu. Jika sampai Lily tau aku yakin dya akan meninggalkan Alvian "


Kikan langsung menggeleng " Tidak kak. Aku tidak akan membuat Lily tau perasaan ku. aku yang salah disini yang menerima Alvian tanpa memikirkan Perasaan Lily "


" Aku tidak menyalah kan mu Kikan. Ini lah takdir. Tuhan merencanakan semua nya tanpa kita mengetahui apa sebab dan tujuan nya untuk setiap Ujian "


" Maaf kan aku kak " Kikan merasa bersalah


" Sudah lah. Masuk ke kamar mu dan istirahat lah. Dan kalian " Tunjuk Angel ke arah para barisan para pelayan.


" Buta kan mata kalian dan tulikan telingan kalian. Kalian paham ? " Ketegasan seorang Angel tidak dapat di ragukan lagi karna memang sudah terbukti ada nya !


Dan itu Nyata !

__ADS_1


__ADS_2