
Hari hari Alvian sangat bahagia saat setelah acara pertunangan nya dengan Lily yang di selenggarakan sangat mewah waktu itu bahkan di media massa cetak mau pun elektronik mereka mendapat banyak pujian.
" Pertunangan sang pewaris tahta " Begitu lah judul besar yang tertera di media
Bahkan ada yang membuat tagar dan berhasil viral.
#jodohsangpewaris #sweetcouple #lovedestiny
" By, Makasih ya udah cinta sama aku kasih aku kebahgaiaan kayak gini, Aku tuh sayang banget sama kamu " Ungkapan tulus yang keluar dari bibir Lily saat mereka berada di makan mama dan papa Alvian
" Ma,Pa lihat ? Calon mantu kalian manis banget loh, Al bahagia Ma,Pa "
" By, Kamu jangan sedih, Aku disini sama kamu jangan pernah berpikir kamu sendiri "
" Iya sayang, Maaf sekarang kita mau kemana ? " Tanya Alvian saat mereka sudah meninggalkan Makam kedua orang tua Alvian
" Hm...By, Besok aku harus kembali lagi ke Paris " Ucap Lily pelan
Alvian menghentikan langkah nya dan menatap ke arah Lily yang menunduk.
" Sayang, Aku gak papa kamu harus janji saat sudah selesai kamu harus cepat pulang, ingat janji kamu "
" Kamu gak marah By? Aku...aku harus nyelesaikan semua nya dulu, Fashion show aku sama kuliah aku kemungkinan memakan waktu 3 sampai 4 bulan lagi"
" Iya saya akan pantau kamu terus, Ingat ada Bram yang ngawasi kamu 24 jam, Kalau sampai kamu macam macam aku akan langsung terbang kesana dan kurung kamu di kamar "
" Ih...apaan sih ? main kurung kurung aja, " Keluh Lily
" Biar kamu nurut "
" Is aku nurut tau By "
" Iya nurut kalau saya udah maksa "
" Is..." Lily memberengut
" Udah jangan cemberut mau saya cium kamu disini ? biar para pelayan kamu tau ? "
" Ih..kamu kok jadi mesum banget sih ? "
" Saya gak mesum Lily "
" Tau ahh...ngambek sama kamu "
" Oke jangan ngambek kamu mau apa ? aku kabulin "
" Yakin ? kalau aku bilang aku gak mau tinggal disini gimana ? " Tanya Lily ingin tau sejauh mana Alvian menuruti nya
" Kalau itu maaf, Aku gak bisa karna papa pernah bilang aku harus tinggal disini walau papa dan mama udah gak ada, Setidak nya mereka bisa lihat aku dan istri aku serta anak anak yang akan meramaikan rumah ini " Jelas Alvian
" Iya aku tau By, Aku hanya godain kamu doang kok, Oh iya By, Aku mau rubah dapur kamu deh kayak nya monoton banget, Tua banget dekokari nya "
" Terserah kamu Nyonya, ini nanti rumah kamu " Ucap Alvian
" Ini rumah harus di cat ulang boleh ? Mama sama Papa marah gak ya ? Kalau aku cat rumah nya ? "
" Gak papa yangpenting niat kamu bagus sayang " Jawab Alvian disini mereka sudah duduk di gazebo dengan Alvian merebahkan kepala nya di paha Lily dan Lily mengelus Lembut kepala Alvian dengan sayang nya
__ADS_1
" By, Kamu rencana hm...mau punya anak berapa ? "
" Hah ? Kamu tanya anak ? emang kamu siap punya anak cepat ? Aku sih berharap kamu gak nunda Schatzi "
" Aku ikut kamu aja deh, Eh iya kamu bisa kan siapain tempat untuk Andreas ? Kamu mau kan terima dya sebagai anak kita juga ? Kamu gak boleh beda bedain dya nanti nya pokok nya dya harus terdaftar sebagai anak kita nanti nya " Ucap Lily
" Iya, Dya akan tinggal disini bareng kita biar rumah ini rame eh, Dya seusia kembar ya ? "
" Dya sstu tahun lebih muda dari kembar By, Kasihan tau orang tua nya meninggal karna kecelakaan, Aku udah lama pantau dya dan selama itu dya itu baik bahkan dya juga sering kasih uang hasil jualan nya ke orang lain "
" Kita akan menjadi orang tua yang hebat buat anak anak kita nanti nya " Tegas Alvian
Mereka kembali hening setelah perbincangan tentang anak dan rumah tangga nanti nya.
Alvian yang merasakan usapan Lily berbeda dari yang sebelum nya langsung membuka mata nya.
" Sedang apa Schatzi ? " Tanya Alvian saat melihat Lily sibuk dengan ponsel nya..
" Ini bagus gak By ? Aku suka warna hitam gini " Lily menunjukan ponsel nya pada Alvian
" Bagus " Alvian terua menggeser lagi ponsel Lily sampai dya melihat tas yang hamlir sama hanya beda merk saja dan kali ini warna merah
" Ini juga bagus sih By, Warna merah kayak nya aku ambil yang merah aja deh " Putus Lily
" Mana sini coba lihat " Alvian kembali melihat ponsel Lily
" Is apaan sih ? belum resmi juga "
" Setidak nya saat kamu masuk kerumah ini semua keperluan kamu udah tersedia sayang, Tinggal pakai aja " Ucap Alvian lagi
" Kamu laper gsk By ? Masak yuk aku mau masakin kamu "
" Aku gak butuh pelayan sayang, aku butuh istri yang bisa manja manja sama aku, Aku gak suka wanita Karier yang mandiri, Aku lebih suka wanita pintar dan manja sama aku, Merasa bergantung sama aku tuh kebahagiaan tersendiri buat aku yang hidup nya terlalu monoton dengan berkas berkas yang menumpuk "
" Aku butuh istri yang setiap saat kepulangan ku dari kantor di sambut dengan senyum tulus nya dan sikap manja nya "
" Iya udah jalan aja yuk, Bosen dirumah mulu atau gak golf aja "
" Golf ? Yakin kamu bisa ngalahin aku ? " Tanya Alvian menggoda Lily
" Kamu ngeremehin aku By ? Aku udah jago loh golf nya di Paris aku ikut club sama Camila,Stevi dan Meela loh " Jawab Lily angkuh
" Kalau aku menang aku dapet apa ? " Alvian kembali menggoda Lily
" Apaan sih ? Pake acara taruhan segala " Cemberut Lily
" Jadi golf nya gak nih ? Ingat ya aku gak suka kamu pakaian pendek itu gak sopan dan gak pantas di lihat orang banyak karna kamu itu bukan konsumsi publik " Tandas Alvian membuat Lily menciut
" Iya ih, Bawel bangey sih kamu "
" Yaudah buatin aku roti isi ya, Aku suka roti isi buatan kamu "
" Yaudah ayo kita bawa bekal aja "
__ADS_1
Setelah membuat roti isi untuk Alvian dan salad buah mereka memutus kan untuk ke rumah utama karna cuaca tidak terlalu terik dan cenderung mendung mereka memutus kan untuk golf day hari ini.
" Dimana Opa dan Oma bibi ? " Tanya Lily pada salah satu pelayan yang sedang bekerja
" Tuan dan Nyonya besar sedang ada tamu Nona, mereka sedang di lapangan golf " Jawab sang pelayan
" Makasih ya bi, Tolong ini pindahin ke piring dan mangkuk ya, Siapin juga air hangat di termos air " Pinta Lily lagi dan pelayan tersebut pergi melakukan perintah Lily
Mereka kembali berjalan ke lapangan Golf dengan sudah berpakaian olahraga.
Anggep aja ini Lily ecek nya mau main golf yaa.
Ini mah Alvian mau golf day sama Lily kaos nya ssma sama putih ya gaes.
" Opa Oma " Teriak Lily saat melihat Opa dan Oma nya sedang bicara dengan dua orang yang membelakangi Lily dan Alvian
" Sayang, Kamu gak tinggal di hutan jadi jangan teriak teriak " Alvian memperingatkan
" Iya "
" Oh sayang sini kenal kan ini Tuan Frans Alexander dan ini Anak nya Christian Alexander " Opa Edwin mengenalkan rekan nya
Deg...
Jantung Alvian berdetak kencang seketika jiwa cemburu nya muncul melihat sosok yang sama.
Orang yang sama pula yang dengan bernai mencium Lily malam itu
" Salam kenal nak, Maaf tidak bisa hadir di pertunangan mu karna kami ada acara keluarga " Tuan Frans menjabat tangan Lily
Bergantian dengan Christian yang hendak menjabat tangan Lily.
" Christian Alexander "
" Oh iya Lily " Dengan ragu Lily menjabat tangan Christian dan melirik ke arah Alvian
" Kenal kan ini Alvian Tunangan ku " Ucap Lily agar Alvian bersalaman dengan Christian
" Alvian Arrasha "
" Christian Alexander " Christian menjabat tangan Alvian dan sedikit meremas nya merasa tersaingi
Alvian yang tak mau kalah pun hanya diam saja menanggapi Christian disana hingga Jabatan tangan nya terlepas
Karna kulit Alvian yang begitu putih hingga meninggalkan bekas jabatan tangan tadi meninggalkan bekas memerah disana
" By, Tangan kamu merah banget kenapa ? Kok kayak bekas cengkraman gitu " Lily khawatir
" Udah gak papa yaudah yuk main, Kamu bilang mau main tadi " Alvian menarik Lily dan pamit kepada semua orang
" Opa Oma dan semua nya kami main dulu ya " Pamit Alvian dan meninggalkan mereka disana
__ADS_1