
Malam sudah berganti, Rembulan sudah Pergi. Datang lah mentari yang menyinari pagi.
Seperti saat ini, Di kamar yang tadi malam terjadi pergulatan panas sepasang suami istri yang melakukan kegiatan panas nya karna tragedi.
" Ya Tuhan...Apa yang sudah aku lakukan ?" Tiba tiba Alvian sadar dadri tidur nya yang saat ini sedang memeluk seorang wanita yang sama polos dengan diri nya.
Mencoba memberanikan diri melihat sosok di balik rambut indah yang masih di kenali nya Alvian menyibak rambut itu.
" Astaga...Syukur lah...Tuhan..." Alvian mengehela nafas lega karna itu Lily.
" Tapo bagaimana bisa ?" Gumam nya Lagi.
Merasa tidur nya terganggu Lily bangun dan langsung menangis kencang...
" Jahat...ih...aku masi ngantuk...Huaaa...Hiks...hiks...hiks..." Tangis Lily pecah seketika.
Alvian yang kaget karna Lily langsung menangis lantas mendekap erat nya dengan sayang.
" Sayang...Schatzi,...Jangan menangis...maafkan aku "
" Kamu jahat ih...badan aku capek...pinggang nya sakit, Aku mau pulang...hiks...hiks...Mommy...Daddy..." Lily semakin menangis.
Sementara di dalam kamar nya Keynan kaget mendengar tangisan Lily dari layar menitor yang menamlilkan pagi di kamar itu.
" Ck, Dya manja sekali pada suami nya. hanya karna tidur nya terganggu dya sampai menangis seperti itu. " Decak Keynan sebal melihat putri nya yang manja itu.
" Biar kan saja. dya menumpahkan kesal nya pada Alvian. Matikan monitor nya. Apa kau mau melihat acara live setelah ini ? Beruntung kalian tadi malam langsung mematikan monitor nya. Jika tidak kalian bisa botak menahan hasrat kalian. "
" Ck, Ayah menyebalkan !" Walau begitu Keynan tetap menuruti Apa yang di katakan ayah nya.
Kembali ke kamar Alvian dan Lily saat ini.
Alvian masih berusaha membujuk istri nya ynag sedang merajuk mengabsen satu persatu kesalahan nya.
" Kamu udah bohongin aku. mana ada meeting di luar kota berakhir di ranjang. Kalau gak ada yang ajak aku buat ke sini aku pasti gak tau apa yang terjadi. Bisa aja kamu tidur sama wanita lain !"
" Lagian juga. Pesen kamar ribet banget sih ? Alasan Privasi pula. Sebel tau gak. Aku kesini bawa mobil sendiri demi kamu. kamu nya malah enak enakan libutan sama macan kumbang itu. " Lily semakin kesal saja.
" Kenapa membahayakan diri dengan menyetir sendiri Schatzi ? " Alvian kaget karna Lily menyetir sejauh ini.
" Itu aku lakuin demi kamu tau gak ? Aku lakuin demi anak anak aku. Tau ah...sebel sama kamu " Lily kembali merebahkan diri nya di ranjang dan memunggungi Alvian.
__ADS_1
" Mandi Schatzi, Tadi malam aku gak sadar. Gak bisa bersihkan diri kamu. ayo mandi. Biar bakteri nya gak menyebar. Ayo bangun sayang..."
" Sana pergi suami jahat. suami yang suka marah marah. Sana pergi sana " Lily merajuk.
" Mana ada aku marah Schatzi, Ayo bangun, Kita mandi dan sarapan. kata nya disini ada pisang coklat keju yang enak banget. Mau ya...ayo mandi aku bantu "
Merasa dya juga lapar Lily bangkit dan merentang kan tangan nya ke Alvian.
Seperti biasa nya memang Lily selalu manja dan meminta gendong setiap pagi nya.
" Jangan gendong depan lagi ya...nanti Baby terjepit " Kata Alvian saat sudah mengangkat Lily di dalam gendongan nya.
" Gendong aja. jangan liat liat. nanti nafsu !" Ketus Lily.
" Nafsu juga gak ada yang ngelarang Schatzi, Kita sah. dimata Dunia dan Akhirat. Kamu lupa siapa aku ?"
" Gak...aku gak lupa siapa kamu. Aku ingat siapa kamu. suami yang hampir gila menahan birahi nya. untung istri cantik kamu sampai tepat waktu. " Bangga Lily dengan sikap sombong nya itu.
" Iya Nyonya, maaf "
" Gosokin punggung nya ih...capek tau " Kata Lily dengan nada manja nya.
" Coba kamu lihat dada aku ? Ini semua hasil karya kamu "
" Iya, Maaf Schatzi" Sesal Alvian semakin dalam saat menyadari kebuasan nya malam tadi.
Di tambah ada para Baby di perut sang istri tercinta nya.
" Maaf kan Papi Baby, Jangan marah dengan Papi ya karna sudah menganggu kalian di sani ." Alvian mengelus perut buncit Lily yang mulai membulat.
" Baliin kapal pesiar kalau mau di maafin " Kata Lily asal.
Namun di pikiran Alvian Lily benar benar menginginkan nya.
Setelah melakukan kegiatan mandi nya saat Ini Lily dan Alvian sedang berada di restoran Resort dengan memesan banyak makanan yang di pesan istri nya.
" Sudah, jangan cemberut. Nanti Baby kasihan Mami nya cemberut aja. " Alvian menggoda Lily yang masih menyeruput Jus Jambu Biji milik nya dengan wajah merajuk nya.
" Apa lihat lihat ?" Ketus Lily masih merajuk juga.
__ADS_1
" Lily, Aku memang bersalah. Tapi bukan berati kamu bisa membentak ku sesuka mu. boleh marah. tapi harus tau tempat dimana kamu mengeluarkan kekesalan mu. Bagaimana pun aku tetap suami kamu. Mengerti Schatzi ?" Jika Alvian sudah menyebut nama nya berarti suami nya itu sedang menurunkan tingkat emosi dalam diri nya.
Tertunduk karna memang merasa bersalah Lily berkata " Maafin aku By" Cicit nya pelan dengan wajah bersalah nya.
" Sudah, Aku tidak apa apa. Mari baikan " Alvian memberikan jari kelilingking nya dan tersenyum manis ke Lily.
Dengan rambut nya yang mulai mengering Alvian semakin tampan di usia nya yang ke memasuki ke 31 tahun itu.
" Udah cepetan makan nya. Kamu di liatin banyak orang. Ganjen banget sih liat liat suami orang " Lily melirik ke arah mata para wanita yang menatap lapar ke arah suami nya.
" Kamu tetap istri ku sayang. Hanya kamu. aku tidak akan melirik siapa pun kecuali kamu ." Alvian menenang kan istri nya.
...🙄🙄🙄...
Di kamar nya Kikan baru terbangun dari tidur panjang nya.
Merasa tubuh nya remuk setelah bergulat panas dengan yang di ingat nya adalah Alvian, Kikan bangun dengan wajah bahagia nya menatap tubuh polos nya yang di penuhi tanda cinta merah keunguan di seluruh tubuh nya.
" Begitu rasa nya bercinta panas sama kamu kak ? Aku menyukai nya.Setelah ini kita akan sering melakukan nya. " Gumam Kikan lagi.
Mencoba turun dari tempat tidur nya merasakan sakit di bagian inti nya.
" Sudah bangun sayang ? Bagaimana ? Memuaskan bukan ?" Tiba tiba suara Pria asing di dengar Kikan.
" Si...siapa kau ?" Kikan sudah ketakutan.
" Aku ? " Tunjuk nya ke diri nya sendiri.
Kikan yang penasaran semakin tau saat pria itu menatap ke arah nya dan di sadari Kikan saat ini tubuh nya polos tanpa penghalang apa pun.
" Kau menggoda ku heum ? Ingin mengulang yang semalam dengan sadar ? Aku ingin lihat, Seberapa hebat nya kau saat bercinta dalam keadaan sadar " Kata nya dengan seringai menakut kan.
" Jangan mendekat. Ku bilang jangan mendekat ke arah ku. Pergi kau dari sini " Usir nya dengan sinis.
" Ini bayaran mu atas tadi malam. Jika kau merindukan malam panas kita lagi aku dengan senang hati memberikan nya untuk mu. Sampai jumpa kembali " Kata Pria itu sambil berlalu pergi dari kamar Kikan setelah memakai pakaian nya.
Setelah Pria asing yang tidak di kenal Kikan itu pergi Kikan menangis histeris.
" Kenapa Tuhan ??? Kenapa ini terjadi pada ku ? Kenapa ??? Aku hanya ingin Alvian melihat ku. Apa salah ku Tuhan...???" Kikan menangis tersedu sedu karna kerjadian yang di alami nya ssat ini.
__ADS_1
...🔥🔥🔥...
Next gak nih ?