
Setelah bergelut dengan panas di siang hari mereka sudah kembali bersiap dam rapi dalam setelan baru merek.
Demgan sang Nyonya mengenakan Dress tanpa lengan selutut keluaran Brand ternama Dunia Chanβ¬l.
" Hubby...Ayo cepat. Kita akan berkencan hari ini. Aku ingin belanja, Makan seafood dan Salad buah. Ayooo " Sang Nyonya sudah tidak sabar untuk pergi.
" Iya Schatzi, Tenang lah. Mall nya tidak akan lari dari sana "
" Ck, Bisa saja " Gerutu nya kembali.
Mereka keluar dari ruangan dengan Kirana dan Jack yang ternyata sudah menunggu mereka sejak tadi di depan pintu ruangan.
" Maaf Nyonya, Kami lancang " Jack membuka suara.
" Aku Lelah dan ingin tidur di pelukan suami ku. Apa ada masalah Kak Kirana ?" Tanya Lily lagi.
" Ahh...tidak apa Nyonya...kami tidak apa " Kirana sedikit gelagapan menjawab sang Nyonya.
" Ayo Kak, Temani aku berbelanja. Aku lihat setelah kantor mu sudah ketinggalan jaman. Biar Jack yang membelikan untuk mu " Skak matt !
Jack kena imbas dari kenakalan sang Nyonya kali ini.
" Tidak usah gugup Kak Jack. Kirana cantik bukan ? Aku tau kau memandang nya dengan arti berbeda. Bukan sebagai partner kerja saja. Melaikan sebuah ketertarikan seorang Pria ke Wanita. Aku betul bukan sayang ?" Lily melempar pertanyaan jebakan ke Suami nya.
Lantas Alvian hanya tersenyum dan mengelus pucuk kepala sang Nyonya istri dengan penuh kasih sayang.
" Bawa mobil nya Jack, Istri ku membawa Vellfire nya kali ini. Seperti nya Nyonya mu sudah merencanakan hal ini " Alvian berkata ke Jack setelah Lily kembali bergelayut manja di lengan nya.
Saat keluar dari Lift di lantai dasar, Sikap Lily yang tadi nya manja berubah drastis menjadi Sikap Dewasa dan anggun untuk seorang Nyonya.
" Selamat Sore Tuan, Selamat Sore Nyonya " Begitu lah sapaan para karyawan suami nya saat mereka melewati atau hanya sekedar berpapasan saja dengan pasangan Romantis itu.
" Fell, Pesan Cake dari Caffe milik Uncle Park, Bagikan keseluruh karyawan dan pesan kan juga Coffe untuk mereka. Jika lembur mereka bisa mamdapat kan jatah makanan juga. Aku Pergi Fell" Titah sang Nyonya lagi.
" Siap Nyonya " Fellio juga berlalu pergi dari sana.
Kembali melanjut kan perjalanan mereka Keluar dari gedung perusahaan menuju mall dengan mobil dengan kenyamanan mewah itu.
Saat mereka keluar dari kantor Alvian sebuah mobil memasuki halaman kantor dan keluar lah sosok Dewasa yang cukup cantik dimata Semua Karyawan dengan setelan mahal nya.
Turun dari mobil menuju Resepsionist beemaksudh menanyakan sang Tuan pemilik gedung, Namun sayang, Dya harus kecewa. Bahwa sang pemilik gedung bertingkat 25 itu tidak ada di tempat.
Dikarenakan baru saja keluar bersama Asistem Jack dan Skertaris Kirana..
Satu yang tidak di sebut sang pemberi informasi, bahwa sang Nyonya juga ikut serta di dalam mobil.
" Terima kasih " Wanita itu bergegas pergi entah kemana.
__ADS_1
Sementara di Mobil mewah itu Sang Nyonya masih saja bergelayut manja di Lengan sang Tuan Alvian.
Namun sayang, Karna kursi mereka yang terpisah memaksa Lily sang Nyonya duduk di pangkuan Suami nya.
" Aku tidak suka mobil ini. Kursi nya terpisah. Aku tidak bisa leluasa bersama mu " Nah, Sang Nyonya kembali menyuarakan kekesalan nya pada mobil ini.
" Kamu sendiri yang memilik mobil ini Nyonya. Kenapa mengeluh heum ?" Jawab Sang suami.
" Ck, Aku membenci mu " Lily mulai merajuk dan memaling kan wajah nya dari hadapan suami nya.
" Sudah, Jangan terus begitu. Kamu cantik Nyonya. Jadi jangan Merusak kecantikan ini karna wajah cemberut mu " Kirana yang melihat Tuan nya begitu sabar dan lembut dalam menyikapi sikap manja istri nakal nya hanya bisa tersenyum dan membatin dalam hati.
Betapa beruntung nya Lily mendapat kan Pria sepeeti Tuan Alvian yang sangat mencintai nya.
" Jangan berpikir berlebihan Rana, Kamu tidak tau saja sikap manja dan imut itu hanya kamuflase semata. Jika sudah di ganggu milik nya dan daerah kekuasaan nya Wanita yang kau kagumi dengan sejuta kelembutan dan kemanjaan itu akan berubah menjadi singa betin. Atau Tuan Keynan Daddy nya menyebut nya Macan Asia. Bisa kau bayangkan ? seberap berbahaya nya Nyonya kiya itu ?" Kirana terperanjat mendengar penuturan pria di samping nya yang sedikit berbisik menyikap Nyonya mereka.
" Aku mendengar nya kak Jack, Hubby, Lihat Asisten mu menggosipkan ku. " Kena lah kau Jack, Nyonya mu mendengat semua nya.
" Maaf kan saya Nyonya " Jack meminta maaf.
" Ck, Kau harus mentraktir ku nanti. Karna telah berani menggosipkan aku " Alvian hanya tersenyum melihat istri nya.
" Sudah, Jangan terus merengut Schatzi, Nanti Baby juga ikut cemberut " Alvian mengusap lerut membuncit itu.
Memakan waktu selama 17 menit mereka sampai di Mall pusat kota Seoul.
" Silah kan Nyonya " Sapa Jack sopan.
" Hati hati Schatzi, jangan melompat seperti itu. kamu memakai heels " Alvian sedikit meninggikan suara nya kerna terkejut perihal melomoat mya sang istri.
" Maaf " Sesal nya lagi.
" Sudah ayo " Alvian menggandeng sang istri masuk ke dalam mall.
" Selamay datang Nyonya " Sapa para pelayan toko.
Saat ini Lily sedang melihat koleksi sepatu Sneakers di salah satu toko berlogo ceklis itu.
" Aku ingin Sneakers yang nyaman untuk ibu hamil " Kata nya sopan.
Saat seperti ini Lily menunjukan betapa anggun dan berkelas nya seorang Nyonya Arrasha.
" Silah kan duduk Nyonya " Pelayan membawa Lily ke sofa di ruangan tunggu.
Tak lama datang beberapa pasang sepatu yang di tunjukan sesuai ukuran nya dan ukuran suami nya saat tadi Lily menambah kan permintaan nya untuk sepatu yang sama.
__ADS_1
" Bungkus semua nya. Oh iya Kak Kir, Ambil apa yang kau mau. Aku membayar untuk mu. " Kata Lily lagi..
Kiranna hanya menggeleng, Dya tidak mau merepot kan sang Nyonya" Tidak, Terima kasih Nyonya " Ucap nya menolak dengan lembut.
" Hubby...Kak Kirana menolak ku " Rengek Lily lagi.
" Ambil lah Kirana. Istri ku yang membayar nya. Turuti keinginan nya. " Jika sang Tuan sudah bicara Kirana hanya bisa mengangguk mengiyakan nya.
Jack ? Kena imbas nya membawa barang belanjaan itu.
Kembali berjalan ke toko selanjut nya Lily memasuki butik ternama Dunia, Di*r.
" Aku ingin gaun yang nyaman untuk ibu hamil " Kata Lily lagi.
" Sebentar Nyonya, kami akan membawakan nya. " Tak lama Datang para pelayan membawa beberap gaun mewah dengan harga selangit untuk Lily.
Alvian hanya menatap istri nya yang sesang sibuk memilih beberapa gaun mahal itu.
Dya terlihat tenang mengamati sang istri yang bergerak aktiv dan sesekali merengut dengan ukuran gaun nya yang di sukai nya tidak sesuai.
Alvian hanya tersenyum saja memeperhatikan nua.
Namun, saat sedang asyik memilih datang seorang wanita high Class menyerobot deretan gaun mahal yang sesang di pilih Lily.
" Hey !!!" Teriak Lily saat wanita itu merebut paksa gaun nya dri sang pelayan toko.
Alvian yang melihat itu langsung bangkit dari duduk nya. Dya khawatir untuk keadan istri nya. Takut terluka.terlebih jika istri nya berulah.
" Aku ingin gaun ini " Mengambil sepotong gaun panjang berwarna putih gading warna kesukaan Alvian untuk Lily.
" Itu milik ku " Teriak Lily lagi.
" Kau belum membayar nya bukan ? Aku ambil ini " Wanita itu memberikan kartu hitam nya ke Pelayan.
Pelayan itu hanya diam bingung harus menuruti atau tidak.
Pasal nya kedua wanita itu sama kuat nya disini. mereka sam sama memegang kartu sakti.
" Kau wanita kelas atas. Tapi sikap mu tidak mencermin kan sama sekali untuk itu. Pakaian mu berkelas. tapi sikap mu lebih buruk dari wanita kelas rendah " Lily berucap dengan arogant nya.
Sadar Emosi nya terpancing wanita tersebut dengan angkuh nya menjawab " Jika aku mau aku bisa membeli mall ini beserta isi nya "
Lily hanya tersenyum sini melihat nya " Tapi sayang nya Aku tidak menjual Mall ini. Karna Mall ini milik ku " Jawab Lily tak kalah angkuh nya membuat sang lawan bungkam.
Dya rupa nya menemukan lawan yang sepadan dengan nya kali ini.
__ADS_1
...πππ...
Siapa wanita itu ???