Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Beda Sifat


__ADS_3

Belajar menguatkan hati nya, Baik Kikan atau Pun Lily mereka sama sama meredam sakit hati mereka sebisa mungkin.


Seperti saat ini Kikan menatap penuh iri dengan bagaimana perlakuan Alvian terhadap Lily.


Boleh kah Kikan juga berharap cinta nya Alvian ? Perhatian nya ? Kasih sayang nya dan perlakuan manis nya ?


Jahat kah Kikan jika mengingin kan semua itu ?


Jahat kah Kikan jika dya ingin merebut Alvian dari Lily ?


Siapa yang harus di salah kan disini ? Siapa ?


" Kamu mau ikut turun atau nunggu di mobil Kan ?" Walau bagimana pun juga Lily mencoba bersikap baik dengan Kikan.


Jika Kikan baik pada nya maka Lily bisa beraikap baik juga.


Jika Kikan ingin Perang dengan senang hati Lily melakukan nya juga.


" Aku di mobil aja " Sahut Kikan sekena nya.


" Jika ingin jajan di dashboard ada uang cahs, Kamu bisa membeli makanan jika bosan menunggu Kami " Alvian


Kikan tidak menjawab dya hanya diam melihat saat Alvian berjalan menggandeng tangan mungil Lily.


" Boleh kah aku bersikap curang untuk merebut mu kak ? Jika itu yang harus aku lakukan akan aku lakukan !" Gumam nya sendiri.


Berjalan di lorong rumah sakit Internasional Mereka mendaftar kan diri sebagai peserta USG hari ini.


Lama menunggu hampir 50 menit nama Lily di panggil.


" Ny.Arrasha " Panggil sang perawat


Merasa nama nya di panggil Lily bangkit dan segera menuju ruangan tempat pemeriksaan nya.


" Selamat datang Nyonya...Apa kabar ?" Sapa Sang dokter dengan ramah nya.


" Baik Dok "


" Bagaimana? Happy dengan kehamilan nya ? kita cek tekanan darah nya dulu ya Nyonya " Mengambil alih Lily sang perawat dengan cekatan mengecek tekanan darah Lily dan menimbang berat badan nya.


" Tensi nya bagus ya Nyonya, Berat badan nya juga naik ya ? Wuuahhh bagus ya"


" Saya selalu kelaparan dok "


" Ayo Nyonya, Kita periksa dulu "


Naik ke tempat tidur pemeriksaan Lily mulai di periksa dengan alat USG yang sudah di olesi gel terlebih dulu perut bagian bawah nya.


" Twins sehat ya Nyonya, Tuan, Usia nya sudah memasuki 11 minggu ya. Ukuran yang satu juga sudah ikut normal. Makanan tidak terlalu di kekang. makan apa yang ingin di makan. tapi harus seseuai dengan nilai gizi ya Nyonya. Selebih nya semua sehat. Over All Happy terus Nyonya " Sang dokter menjelaa kan dengan detail apa yang di lihat nya tantang kehamilan Lily.

__ADS_1


" Oh iya dok, Apa kami boleh melakukan penerbangan jarak jauh ?" Tanya Alvian yang ingin memastikan diri nya dan Lily bisa terbang atau tidak.


" Boleh, Tapi sebelum itu kita lakukan suntik penguat kandungan dulu ya Nyonya, Tuan. 1 hari sebelum keberangkatan "


" Baik terima kasih dokter "


" Ya sama sama. Happy terus Nyonya. " Dokter dan perawat itu tersenyum ramah dengan Lily dan Alvian.


" Dengar Schatzi ? Dokter bilang baby sehat. Im So Happy. Thanks for your love." Alvian mengungkap kan kebahagian nya di depan Lily langsung dengan mata yang berkaca kaca


" Udah ah...mau ke mall. Mau makan " Mengalih kan Ucapan Alvian yang mampu menyentuh pertahanan Lily.


" Ayo " Alvian kembali mengandeng tangan Lily setelah menebus obat dan vitamin kehamilan Lily.


" Kak, Lama banget sih " Kikan menggerutu saat Alvian dan Lily datang.


" Kan tadi saya sudah bilang, Mau ikut atau nunggu. kamu juga kenapa maksa mau ikut. Lebih baik kamu dirumah. Lagian Jack sudah menunggu kamu untuk pindah. "


" Aku gak mau pindah "


" Selesaikan urusan kalian " Lily melepas kan tautan tangan nya dengan tangan milik Alvian.


Sebenar nya Lily kembali merasakan sesak saat Melihat Alvian bersama Kikan walau hanya bicara.


Hati nya seakan tidak rela berbagi Alvian.


Lily ingin memiliki Alvian sendirian seperti sebelum nya.


" Kenapa mesti aku yang mengerti ? Lily juga sudah mengetahui ini semua bukan ? Apa dya tidak bisa berbagi dengan ku ? Aku juga ingin seperti Lily "


" Berhenti mendebat ku Kikan. Jika Lily bisa berbagi aku yang tidak bisa berbagi. Aku tidak bisa membagi hati ku dengan wanita lain. Mana Pun !" Tegas Alvian.


" Aku istri mu juga kak. Aku juga ingin merasakan di manja dan di cintai."


" Disini aku yang salah Kikan. Aku menikahi mu hanya untuk memenuhi amanah Paman Chow. Tanpa aku sadari aku menyakiti hati Lily ku "


" Kak ! Bukan hanya Lily yang merasa tersakiti disini. Aku juga "


" Ya karna itu mari kita bercerai . Aku akan memenuhi semua nya. semua nya Kikan "


Merasa jengah dengan perdebatan Suami istri itu Lily bergeser dari kursi penumpang ke kursi kemudi.


Menguatkan hati nya Lily mengemudikan Mobil nya ke Rumah nya.


" Lily " Alvian kaget melihat mobil nya pergi meninggalkan mereka.


Saat ini di pikiran Alvian Lily nya marah dan ketakutan Alvian saat ini adalah Lily sedang mengandung Anak mereka.


Dengan perasaan kalut Alvian menghubungi Jack. Tapi sejurus kemudian dya sadar jika menghubunhi Jack dan menunggu nya akan memakan waktu.

__ADS_1


Berlari keluar dari Area parkir Alvian menyetop taksi yang lewat dengan Kikan yang juga ikut.


Di dalam taksi Alvian terus merasakan kekalutan dan ketakutan yang menghantui nya sepanjang jalan.


Sampai saat mereka sampai di rumah 37 menit kemudian Alvian tidak melihat mobil nya disana.


" Jack, Fellio, Ernest " Teriak Alvian saat turun dari taksi nya di susul dengan Kikan.


" Ada Apa Tuan ?" Tanya Mereka bersamaan


" Dimana istri ku ? Dimana Lily ?" Tanya Alvian


" Nyonya belum pulang Tuan. Bukan kah Tuan bersama dengan Nyonya ?" Pertanyaan bodoh keluar dari bibir Ernest.


" Jika Lily bersama ku aku tidak mencari nya Ernest " Geraman tertahan dari Alvian.


" Cari Istri ku Fell. Cari di seluruh kota. Jack cek GPS Mobil Audi milik istri ku yang baru " Titah Alvian.


Dengan perasaan cemas juga Alvian menghubungi Lily namun ponsel nya tidak Aktiv membuat nya semakin di liputi rasa takut yang mendera nya.


Saat semua panik mencari dengan santai nya Lily masuk ke rumah dengan menyeruput es boba dan beberapa camilan di tangan kiri dan kanan nya.


" Ya Tuhan, Schatzi, aku mengkhawatir kan kamu " Alvian hendak memeluk Lily namun dengan santai nya Lily berjalan melewati Alvian.


Alvian tau saat ini istri nya itu marah kembali dengan nya.


" Semua orang cemas memikirkan kamu. Tapi kamu dengan santai nya menikmati hari mu di luar sana dan mengabai kan suami mu. Istri macam apa kau ini " Dengan berani Kikan mencibir Lily.


" Kikan ! jaga batasan mu. apa hak mau memarahi istri ku "


" Apa perduli ku ? Dokter bilang aku harus happy dengan kehamilan ku. Kenapa aku harus memusing kan orng orang yang tidak penting. " Skak dari Lily.


" Schatzi, Aku mengkhawatirkan kamu dan Baby " Kata Alvian.


" Tapi aku tidak butuh rasa khawatir mu "


Deg !


Jantung Alvian seakan berhenti berdetak karna ucapan Lily.


" Lidya..." Teriak Lily mengabaikan Alvian dan Kikan


" Iya Nyonya Ratu" Sapa Lidya dengan senyuman nya.


" Para dayang dayang ku tercinta. Sudah siapkan kamar ku ?"


" Siap Nyonya Ratu "


" Bagus. Weekend kita akan ke Pulau Jeju. bagimana ? Atau mau berlayar dengan kapal pesiar ?" Tawar Lily

__ADS_1


" Nanti kami berdiskusi dulu Nyonya "


" Baik lah. selamat malam "


__ADS_2