Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Kembali Sakit hati


__ADS_3

Memberanikan diri untuk kembali melangkah menuju Kamar Lily, Alvian memberanikan diri nya untuk mengjadapi kemarahan istri nya yang sedang mengandung itu.


Pasal nya selama dalam masa kehamilan nya Lily banyak berubah di tambah sakit hati nya yang belum hilang pada Alvian dan Alvian sadar akan hal itu.


Ceklek...


Suara pintu sudah di buka, Namun baru selangkah Alvian masuk dya sudah menerima amukan dari Lily.


Brugh...


Brugh...


Brugh...


Brugh...


Lemparan bantal sofa sudah mendarat di tubuh nya dan sebagian tidak mengenai nya karna Alvian menghindar.


" Sayang, Schatzi, Maaf kan aku " Sesal Alvian penuh arti karna saat ini Lily nya bukan hanya sekedar merajuk biasa namun kembali merasakan sakit hati nya.


" Pergi dari kamar ku...pergi ! Aku tidak ingin melihat mu. Kamu pembohong. Kamu pembohong !!!" Teriak Lily lagi.


" Sayang...maaf kan aku. Aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku "


" Pergi...Pergi saja bekerja sanaaaa...pergi...Aku membenci mu...aku membenci mu..." Teriak Lily lagi.


Alvian terus berjalan menuju Lily di dekat ranjang mereka.


" Jangan mendekat. Aku bilang jangan mendekat. Aku bilang jangan mendekat "


Bugh...


Pyar...


Sebuah gelas sudah menghantam kening Alvian dan berakhir hancur di lantai.


" Kakak " Lagi lagi Kikan melihat itu langsung panik dan berlari menghampiri Alvian disana dan Kikan melihat Kening Alvian berdarah.


Seketika Alvian berhenti berjalan dan memaku disana melihat tubuh Lily yang sudah bergetar menahan tangis nya..


Alvian panik hendak mendekati Lily namun langkah nya tertahan oleh Kikan.


" Kak, Kening kakak berdarah. Aku bersihin dulu sini kak " Kikan panik

__ADS_1


Lily yang melihat itu semua merasa semakin muak dan sakit hati nya kembali naik ke permukaan.


" Pergi dari kamar ku !! Pergiiii..." Teriakan Lily kembali menggelegar di kamar itu membuat Kikan yang hendak pergi keluar terpancing emosi nya juga.


" Kau keterlaluan Lily. Suami mu baru pulang kerja dan kau melakukan ini dengan nya. dimana pikiran mu ?" Ucap Kikan dengan sinis.


" Aku bilang pergi...a...aku sudah membantu mu bukan ? Kau bilang ingin mencari perhatian nya dan merebut nya dari ku bukan ? Ka...kau juga ingin bermalam dengan nya kan ? si..silahkan ! Lakukan itu sekarang dan pergi dari kamar ku !!! A...aku membenci kalian " Lily sudah menangis dengan tubuh yang semakin bergetar disana.


Mendengar penjelasan Lily tubuh Alvian semakin memaku. Dya sadar dan dengar apa yang di katakan Lily tadi.


Sekatika sakit di kepala nya pun hilang begitu saja.


" Keluar Kikan !" Titah Alvian.


" Tapi kak kening mu " Cegah Kikan lagi.


" Keluar Kikan ! Ini bukan daerah mu. Keluar kat ku !" Tehas Alvian.


Mau tidak mau Kikan terpaksa keluar dari Zona merah itu.


Sepergi nya Kikan dari sana Alvian mengunci pintu dan menghidupkan mode kedap suara.


Berjalan mendekat ke arah Lily, Alvian membuat Lily semakin terisak disana.


Lily diam masih menangis dan enggan menanggapi Alvian.


" Apa yang kamu ingin kan ? Aku tidur dengan nya iya ? Agar kamu bisa melupakan sakit hati mu ? Agar kamu bisa membalas ku ? "


" Jika memang cara ini yang bisa membuat mu senang dan kembali seperti semula aku akan lakukan ! Akan aku lakukan jika itu bisa mengembalikan istri nakal ku lagim Aku akan melakukan itu jika bisa mengembalikan istri manja ku kembali. "


Alvian berbalik arah hendak keluar dari sana karna tidak mendapat jawaban atas apa yang ingin di dengar nya.


" Tahan aku Lily, Tahan Aku Schatzi, Aku tidak bisa bermalam dengan wanita mana pun selain itu kamu " Batin Alvian


Brugh...


Brugh...


Brugh...


Lagi lagi bantal tidur dengan guling meraka sudah melayang di punggung Alvian.


" Ya pergi sana dengan nya. Habis kan malam mu dengan nya. A...aku membenci mu. Kau berbohong. Ka...kau bilang akan segera pulang dan membakar daging untuk ku. Aku menunggu mu. Aku menunggu mu pulang sampai aku rela tidak makan karna menunggu mu. Aku dan anak anak rela tidak makan karna menunggu mu pulang karna kau berjanji pada ku akan pulang. " Teriak Lily sambil berderai air mata.

__ADS_1


" Aku tidak butuh uang mu hiks...hiks...aku tidak butuh kemewahan...aku tidak butuh semua ini...hiks...hiks...aku membenci mu...pergi...pergi kau dari sini orang jahat ! Pergi kau dari kamar ku suami pembohong. Pergi dari sini Papi gila kerja ! pergi..." Teriak Lily kembali dan itu membuat Alvian merasakan sakit nya hati Lily karna kecewa dengan nya.


" Sayang, Maaf kan aku, Aku harus menyelesaikan meeting itu. Sekarang tidak ada Angel lagi di kantor. tidak ada yang menghandle nya lagi " Alvin mencoba menjelas kan nya.


" Terserah. aku tidak perlu semua uang mu. aku tidak butuh semua mobil mu. Aku akan mengahncur kan semua nya. Akan ku jual semua mobil itu jika karna mereka aku harus berbagi. Aku tidak ingin tinggal dirumah ini jika karna kemewahan ini aku harus berbagi waktu dengan semua berkas berkas mu. Aku sudah cukup bersaing dengan kertas kertas sialan itu. Aku sudah cukup bermusuhan dengan bangunan bangunan megah atas nama Keluarga ku. Dan sekarang aku harus kembali bersaing dengan mereka karna suami ku. bahkan saat anak anak ku belum lahir pun mereka sudah bersaing dengan itu semua. di tambah wanita itu yang nama nya sebagai istri mu. Kau tau kenapa Reas tidak ingin lagi tinggal disini ? Dya bilang dya tidak ingin melihat Mami nya menangis lagim Dya tidak ingin melihat Mami Papi nya bertangkar. Dya tidak ingin melihat ada wanita lain yang menyakiti Mami nya. Dya memilih tinggak bersama Daddy karna dya tidak ingin melihat Mami nya terluka. Tapi kau terus membuat ku menangis dan terluka !"


" Aku membenci mu Alvian Arrasha. Aku membenci mu sebagai Papi nya anak anak ku ! Aku..."


Brugh...


Seketika tubuh Lily merasa lemas dan pandangan nya menggelap sekatika.


" Lily...!!!" Pekik Alvian menghampiri Lily yang terjatuh pingsan.


Dengan segera Alvian membawa nya ke ranjang mereka dan membaringkan nya disana.


" Maaf kan aku Schatzi, Maaf kan aku " Alvian menggenggam tangan Lily dengan gemetar.


" Sayang, Bangun. ayo bangun sayang. Jangan menutup mata indah mu. Ayo bangun ! Semesta ku tidak boleh berduka. semesta ku harus terus memberikan Pelangi indah nya. Kau semesta ku. Kau Dunia ku. muka mata mu sayang. Perlihat kan mata indah itu lagi " Alvian semakin panik saat di rasa nya suhu tubuh Lily semakin menurun dan itu membuat nya semaiin panik.


Di gosok nya terus telapan tangan Lily yang semakin mendingin itu.


" Ayo sayang. Bangun lah. Buka mata indah mu itu. Ayo sayang " Alvian semakin panik.


Tak lama Lidya masuk membawa Nampan berisi makan malam Lily karna dya sudah di beri paswors kamar nya oleh Lily jika mengetuk tidak ada jawaban Lidya boleh langsung masuk saja.


Lidya kaget melihat pecahan kaca dan Lily yang terbaring di Kasur nya dengan Alvian yang panik dan tidak menyadari kehadiran Lidya disana.


" Tuan, Ada apa dengan Nyonya ?" Tanya Lidya panik.


" To...tolong aku. Lily ku, Lily ku pingsan dan suhu tubuh nya semakin menurun. apa yang harus aku lakukan ?" Tanya Alvian panik.


Lidya yang mantan perawat pun langsung mengecek suhu tubuh Lily yang memang terasa sangat dingin itu.


" Skin to Skin Tuan. Lakukan Skin to Skin untuk merangsang Nyonya. Maaf, Lakukan Itu Tuan " Jelas Lidya lagi.


" Maksud mu ?"


" Lakukan saja Tuan, Setidak nya harus mencoba nya dulu " Kata Lidya lagi.


" Naikan suhu ruangan ini Tuan, Maaf saat ini Nyonya membutuh nya hawa yang sedikit panas. Lakukan Skinship untuk itu. Berbagi panas lah dengan Nyonya melalui tubuh anda. Bukan berarti harus melakukan itu. Jika memang tidak beraksi lakukan penyatuan agar suhu nya kembali normal Tuan, itu yang saya tau " Jelas Lidya.


" Baik, Aku akan mencoba nya. Kaluar lah dan kunci kembali pintu nya "

__ADS_1


__ADS_2