
Makan malam di keluarga Baratajaya kali ini penuh dengan pembahasan tentang persiapan pernikahan Vino dan Sifa. Nenek Ningrum dan mamah Vino sangat antusias dalam mengurus semuanya padahal sudah di sepakati jika pernikahan mereka di gelar dengan cukup sederhana, tanpa mengundang para teman dan sahabat dari kedua mempelai dan hanya kerabat dan teman bisnis Papah Vino tidak lupa dengan kepala sekolah sebagai perwakilan dari sekolah, begitupun dengan keluarga nenek Arum, hanya saudara dan kerabat dekat saja yang di undang.
"Vin, besok tolong sampaikan pada Sifa ya sepulang sekolah kalian ada jadwal fitting baju pengantin, nanti mamah dan nenek tunggu di sana" ucap mamah Vino.
"Hhmm"
"Oh iya Vin, Sifa itu bekerja pulang malam loh, apa nggak sebaiknya kamu jemput dia, kasian anak gadis pulang malam-malam" ucap nenek yang membuat papah dan mamah langsung menoleh kearah nenek.
"Loh Bu, ibu kenapa baru bilang kalau Sifa bekerja?" tanya mamah Vino dengan tatapan sendu.
"Iya ibu lupa, waktu janjian bertemu dengan Arum ibu nggak sengaja bertemu di cafe tempat Sifa bekerja"
"Sifa kerja di cafe Bu?" tanya mamah lagi tak percaya.
"Tapi setelah papah cari tau dia siswi cerdas loh mah, bahkan pemenang olimpiade, beberapa Minggu lagi juga dia yang menjadi perwakilan dari sekolah" jelas papah membuat sang mamah semakin antusias mendengar kehidupan calon menantunya.
"Vin, kamu beruntung lho nak mendapatkan istri seperti Sifa, sudah cantik, pintar, pekerja keras lagi, mamah sangat bangga sama dia Vin, makasih ya nak kamu mau menikah dengan Sifa"
" Iya mah" Vino sungguh tersentuh melihat pancaran bahagia dari wajah mamahnya yang sudah lama tidak terlihat, mungkin karena kenakalannya membuat sang mamah kerap kali merasa sedih, bahkan tak jarang Vino melihat mamah menangis setiap melihat dia pulang dalam keadaan mabuk dan berantakan.
"Vino dah kenyang, vino duluan" ucapnya langsung berlari menaiki tangga.
Nenek, mamah dan papah hanya menggelengkan kepala melihat Vino yang meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan makanan yang ada di piringnya.
Belum hilang rasa gereget nya, ketiga orang tua itu di buat kesal dengan Vino yang sudah siap pergi lagi malam ini dan sudah dipastikan pulang menjelang pagi.
" Kamu mau kemana Vin?" tanya papah melihat Vino sudah lengkap dengan jaket kulitnya.
" Biasa Pah" ucap Vino terus melangkah keluar rumah.
"Vin jangan lupa jemput Sifa" teriak sang mamah mengingatkan.Tapi Vino tak menghiraukan teriakan mamahnya, dia mengambil motor sport yang terparkir rapi di bagasi dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Anak itu" ucap papah yang sudah memijat pelipisnya.
" Vino...kapan kamu berubah nak" lirih mamah dengan wajah sendu menunduk sedih.
"Semoga kehadiran Sifa bisa merubah anak itu" ucap nenek segera beranjak menuju kamarnya.
*****
"Sifa, ini gaji kamu selama sebulan ya dan ini bonusnya" ucap manager cafe.
__ADS_1
"Makasih pak, tapi ini kayaknya kelebihan ya pak?"
"Itu ada tambahan bonus uang tips dari para customer dan ada sedikit lebihan untuk meringankan kamu membayar kost bulan ini.
"Makasih banyak ya pak" ucap Sifa dengan mata berbinar dan mencium tangan managernya.
"Kamu sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, semoga lebih bermanfaat lagi ya, kalau ada apa-apa jangan sungkan meminta bantuan saya"
"Baik pak, sekali lagi makasih ya pak" kemudian Sifa keluar dari ruangan dan bergantian Bang Ale masuk ke ruangan tersebut.
Sifa segera memasukkan amplop coklat tersebut dan bersiap ingin pulang, dengan tas punggung di pundak dan paperbag ditangan Sifa segera menaiki motor maticnya.
" Fa, hati-hati pulangnya" seru bang Ale yang baru saja keluar dan bersiap ingin pulang.
" Iya bang"
"Mau Abang anterin nggak?" tanya bang Ale menawarkan diri karena mereka pulang cukup telat sebab menunggu manager membagi uang bulanan karyawan.
"Nggak usah dech bang kasian Abang capek, Sifa pulang sendiri aja nggak terlalu jauh juga kok"
"Ya udah kalo gitu hati-hati"
Sifa segera melajukan motornya, hatinya bahagia rasa letih sebulan penuh bekerja telah terbayar membuat Sifa semakin semangat. Perjalanan yang sudah larut membuat Sifa sedikit berhati-hati pasalnya jalan menuju kost Sifa agak sedikit sepi jika sudah terlalu larut. Sifa menaikkan lagi laju kecepatan motornya, dari spion belakang Sifa melihat ada pengendara motor yang sejak tadi mengikuti. Mencoba tetap tenang Sifa tetap melajukan motornya dengan kecepatan yang sama. Tapi saat Sifa merasakan ponselnya yang bergetar, laju kecepatan motornya agak berkurang dan Sifa segera membanting setir ke kiri saat ada pengendara yang sengaja memotong dan berhenti mendadak di depannya.
"Aakhh....ssstttt" lutut dan lengan Sifa terasa ngilu karena mencium aspal, saat Sifa mencoba untuk bangkit tarikan tas punggungnya membuat Sifa terhuyung ke belakang, dengan kecepatan tubuhnya Sifa segera berbalik dan melihat orang yang menarik tasnya tersebut dan mencoba merampasnya lagi tapi dengan cepat Sifa menghindar.
"Cantik cepet serahin barang-barang berharga yang loe punya" ucap orang yang berbadan gempal dan berjaket kulit.
" Jangan macem-macem loe ya!" ucap Sifa melangkah mundur tapi saat langkahnya mulai agak kencang justru Sifa menubruk dada bidang orang di belakangknya, saat dia menoleh ternyata ada pria dengan kostum yang sama.
"Cantik bro, ikut kita aja yuk neng..." ucap pria asing tersebut dengan mencoba meraih wajah Sifa.
"Gue laporin polisi kalo kalian macam-macam" ucap Sifa mulai ketakutan, dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya.
"Laporin aja kalo bisa, tapi setelah kita bersenang-senang ok" kemudian kedua pria asing itu terus mendekati Sifa dan meraih tubuh Sifa.
"Gila udah cantik sexy lagi"
Saat ini kedua tangan Sifa sudah di cekal kebelakang dengan satu tangan pria itu dan tangan kirinya melingkar di atas dada Sifa.
"Tolong .......tolong........to...." tangan pria yang ada di hadapan Sifa mengapit dagu Sifa sampai suara Sifa tak terdengar.
__ADS_1
" Teriak lagi, gue nggak segan-segan bunuh loe! Cantik-cantik nggak usah banyak ulah, kita bersenang-senang dulu baru loe gue lepasin"
"Mmmmm....mmmmmm" Sifa mencoba berontak tapi tidak bisa, dagunya di tekan erat sampai dia tak mampu bersuara.
"Ya...Allah tolong Sifa Ya Allah, Sifa mohon" batin Sifa.
"Sini cantik" pria di hadapan Sifa terus mendekat dan mencoba mencium Sifa.
"Awas bos!" teriak pria yang mencekal tubuh Sifa melihat ada orang yang berlari ke arah nya.
Bug
Bug
Bug
"Kurang ajar berani loe sama gue bang**t" seru pria yang mukanya sudah babak belur mencoba membalas dengan tendangan yang mengenai perutnya.
"Eugh"
"Segitu doank kekuatan loe hah!" seru pria itu saat melihat lawannya tersungkur, tapi dengan kekuatannya dia mampu kembali bangkit dan meninju hidung kemudian menendang bagian intinya yang membuat pria jahat itu tersungkur.
"Bos ..." Seru pria yang mencekal tubuh Sisil segera melepaskan dan membantu bosnya untuk berdiri.
" A.....yo per......gi..." keduanya segera pergi meninggalkan tempat itu.
Sifa langsung berlari memeluk lelaki yang sudah menolongnya, menangis ketakutan di dekapan lelaki tersebut.
"Makasih Vin.." ucap Sifa terisak.
Ya....lelaki itu adalah Vino yang sejak tadi terus mendapat telpon dari mamahnya menanyakan keberadaan Sifa, dan memaksanya untuk menjemput gadis itu. Mendengar Isak pilu Sifa, vino membalas pelukan Sifa.
"Tenang, ada gue sekarang" ucap Vino berbisik. Vino merenggangkan pelukannya tampak Sifa yang berantakan dengan tas yang masih ada di punggungnya, wajah pucat dengan dagu memerah dan air mata yang sudah membanjiri pipi Sifa membuat Vino merasa iba.
"Gue anter loe pulang ya" ucap Vino yang di balas anggukan oleh Sifa.
"Ayo" ajak Vino dengan tangan Sifa yang masih berada di lengannya tapi seketika cekalannya melemah dan Sifa ambruk di pelukan Vino.
" Sifa"
"Sifa bangun Sifa"
__ADS_1
"Tolong......tolong.....tolong!"