Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
pencarian sifa


__ADS_3

Sejak tadi Meri dan Nisa sibuk dengan ponselnya, rasa khawatir, kesal, gemas semua bercampur di hati mereka dan itu tampak jelas diwajahnya.


"Mer udah bisa belum?"


"Belum Nis, gue telpon pake nomer biasa juga nggak aktif"


" Kemana sich nich anak, nggak biasanya begini apa lagi dia sebentar lagi mau ikut olimpiade nggak pernah-pernahnya dia sampai nggak masuk gini, mana nggak ada kabar lagi"


"Coba telpon cafe bokap loe tanyain dech siapa tau om loe tau"


" Tapi ini kan bukan jam kerja dia, ya kali dia masuk pagi nggak mungkin banget" ucap Nisa mulai frustasi.


"Nanti pulang sekolah kita ke kost dia aja Nis, gimana?"


"Boleh, eh apa jangan-jangan dia sakit ya, kok gue ngeri dia sakit terus nggak bisa bangun buat hubungin kita, kemarin kan dia juga abis pingsan" ucap Nisa yang membuat Meri semakin khawatir.


Sampai jam mata pelajaran hari ini selesai mereka tak henti memikirkan Sifa.


"Naik mobil gue aja Nis....." ucap Meri melempar kunci mobilnya ke arah Nisa, kemudian langsung masuk kedalam mobil tetapi saat ingin menutup pintunya tiba-tiba ada tangan yang menahan.Nisa menoleh kebelakang tampak Aldi dengan nafas yang tersengal sedang menundukkan badannya.


"Aldi loe ngapain?" ucap Nisa kemudian keluar dari mobil.


"Gue nyariin Sifa, dari tadi pagi yang gue liat kalian terus, Sifa kemana?"


"Hhmmmm ini gue mau nyari dia ke kost nya, gue sama Meri juga khawatir sama dia, nggak biasanya dia nggak masuk sekolah tanpa kabar" jelas Nisa dengan wajah sendu.


" Gue nggak bisa ikut kalian nyari sifa karna ada rapat OSIS, gue minta tolong sama loe berdua buat kabarin gue ya kalo dah ketemu Sifa"


"Iya ntar kita kabarin loe tenang aja, muka loe dah kayak kehilangan bini dah" celetuk Meri.


"Nggak perlu gue jelasin kalian dah paham lah"


" Ya udah kita jalan dulu, ntar kalo ketemu gue kabarin loe" ucap Nisa kemudian segera masuk kembali ke dalam mobil.


Pemuda yang sejak tadi berdiri bersandar body mobil mendengar semua percakapan diantara kedua sahabat Sifa dan si ketos.


"Sayang, anter aku pulang ya" ucap Nita yang baru saja datang.


"Bro gue udah hubungin orang yang bisa......." ucapan Rian terhenti kala melihat Nita sudah bergelayut di pundak Vino.


"Malah pacaran disini loe" celetuk Rian.


"Udah biarin kayak nggak tau aja loe, nggak usah ganggu mungkin si Vino sedang mencari vitamin yang bisa buat badan seger kembali" ucap Geri merangkul bahu Rian mengajaknya pergi.


"Jangan lupa pake balon Vin" teriak Geri.


"Mulut sampah kalian" gumam Vino kemudian masuk kedalam mobil di susul Nita yang segera mengambil tempat di samping kemudi.


Mobil Meri berhenti tepat di pagar kost tempat Sifa tinggal, Nisa melirik kedalam tetapi tidak ada keberadaan motor Sifa.


" Ayo mer" ajak Nisa membuka sabuk pengamannya dan segara turun. Mereka memasuki gerbang yang tidak terkunci kemudian berjalan menuju kamar Sifa.


Sudah lima menit ketukan pintu dan panggilan dari kedua gadis itu memanggil si pemilik kamar tersebut tetapi belum juga ada hasil, sampai kamar sebelah membuka pintu dan tampak seorang gadis seumuran mereka menyembul dari balik pintu.


"Cari Sifa kak?"


" Eh iya....maaf ya ganggu" ucap Meri tidak enak.


" Kak Sifa kayaknya udah berapa malam nggak pulang dech kak" ucap gadis itu membuat Meri dan Nisa saling memandang kemudian Nisa mengangkat kedua bahunya.


" Kalo gitu makasih ya infonya, sorry nich kita-kita gang......"


"Siapa sich yank?" suara pria dari dalam kamar gadis tersebut membuat Meri tidak jadi meneruskan ucapannya.

__ADS_1


"Masuk dulu ya kak" pamit gadis tersebut kemudian menutup pintu kamar.


"Oh iya....." kemudian gadis itu masuk dan suara lenguhan terdengar jelas di telinga Meri dan Nisa.


" Ini kost bebas banget apa ya" ucap Meri yang sudah menarik tangan Nisa menuju mobilnya.


"Parah sich tu cewek, tapi susah kalo udah biasa begitu"


"Enak kali ya Nis"


Pletak


"Aaauuuwww sakit bege" ucap Meri mengadu dengan tangan yang sudah mengusap kepalanya.


"Otak loe yang sakit" celetuk Nisa.


"Otak gue traveling dikit nggak apa-apa kali Nis, kita juga kan perlu belajar eh salah belajarnya udah prakteknya belum"


"Lama-lama nggak cuma otak loe yang sakit tapi mulut loe juga minta gue lakban Meri"


"Hahhahaha kapan-kapan jangan cuma Drakor lah yang di buat kita nobar, sekali-kali film enak-enak juga buat nambah wawasan dan pengetahuan"


"Bodo amat!" ucap Nisa kesal kemudian masuk kedalam mobil.


Dalam perjalanan kedua gadis itu bingung harus mencari Sifa kemana, sudah di telpon ke cafe pun pihak cafe belum ada informasi.


"Apa kita kerumah orangtuanya aja Nis?"


" Iya....siapa tau dia lagi kangen orangtuanya terus tinggal disana, ok deh cusss"


Sesampainya mereka di kediaman almarhum orang tua Sifa tampak begitu sepi. Kedua gadis itu memutuskan untuk turun dan mendekati gerbang.


"Assalamualaikum Pak...Pak Dayat !"


"Pak Dayat" teriak Nisa dan Meri saat tahu post tempat pak Dayat tugas terlihat kosong.


" Eh si neng bapak kira teh saha budak geulis teriak-teriak"


"Nte naon-naon Pak" ucap Meri asal.


" Ikh bapak nich kita nggak ngerti" ucap Nisa yang bingung.


"Eneng berdua teh nyari non Sifa?" tanya Pak Dayat lagi dengan tangan membukakan pintu gerbang.


"Iya Pak, Sifa nya ada Pak?" tanya Nisa


" Non sifa nya nggak ada neng kalo kata nyonya kemarin non Sifa kecelakaan.


"Haaahh yang bener Pak?" tanya Meri memastikan lagi.


"Bener neng, kemarin malam nyonya mendapat telpon terus langsung berangkat kerumah sakit"


"Ya Allah pantes di hubungi nggak bisa"


"Pak kira-kira bapak tau nggak tempat Sifa di rawat di rumah sakit mana?" tanya Meri meminta penjelasan lebih.


"Aduh non kemarin nyonya bilang apa ya ...mmmmm rumah sakit permata...."


"Permata kasih"


" Nah iya itu neng"


" Ya udah kita kerumah Sakit dulu ya Pak, makasih infonya" ucap Nisa dan Meri yang segera pergi menuju rumah sakit.

__ADS_1


*****


"Ayo makan lagi sayang" mamah Vino saat ini sedang menyuapi Sifa.


"Sifa sudah kenyang mah"


"Satu suap lagi aja ya, baru dikit loh ini"


Para orang tua disana tiada yang pergi meninggalkan rumah sakit, sejak tadi pagi mereka menemani Sifa asyik mengobrol sampai menunggu Sifa yang tertidur kerena efek obat. Sifa pun sudah mulai merasa nyaman dengan kehadiran mamah Vino dan nenek Ningrum. Sedangkan papah dan Vino mamah minta untuk beristirahat di rumah setelah mereka selesai dengan kegiatan hari ini karena mamah tau kedua lelaki itu semalaman tidak tidur untuk menjaga Sifa.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuat semua yang ada di kamar tersebut langsung menoleh ke asal suara tersebut.


"Assalamualaikum" terlihat Meri dan Nisa membuka pintu.


"Wa'allaikumsalam"


"Meri, Nisa" seru Sifa merentangkan ke dua tangannya meminta sahabatnya memeluk dirinya.


"Kita nyariin loe Sifa" ucap Nisa.


" Iya kita khawatir banget"


"Makasih ya dah nyariin gue sampai kesini " ucap Sifa merenggangkan pelukan mereka.


"Eh iya nenek" keduanya segera mencium tangan nenek Arum.


"Yang ini......" tanya Meri melihat ke arah Sifa, membuat Sifa bingung menjelaskan.


"Mmmmmm......." Sifa tampak berfikir sebelum memperkenalkan.


"Saya mamahnya Sifa dan ini nenek Ningrum ,nenek nya Sifa juga" potong mamah Vino yang sadar akan kebingungan Sifa.


"Oh iya Tante....."


"Indah, nama saya Indah" ucap mamah Vino memperkenalkan diri. Beliau yang jarang mengikuti suaminya setiap kunjungan ke sekolah membuat murid yang tidak pernah bertemu tidak akan mengenali jika dia adalah istri dari pemilik sekolah tersebut.


" Ah iya Tante Indah salam kenal saya Nisa temannya Sifa" ucap Nisa dengan mencium tangan mamah.


"Saya Meri Tante"


Mereka juga mencium tangan nenek Ningrum, di sana tampak mamah Vino dan nenek Ningrum menerima kehadiran para sahabat Sifa terbukti dengan beliau yang tampak mengakrabkan diri pada mereka begitupun nenek Arum yang memang sudah lama kenal.


" Kapan-kapan kalian main ya kerumah Tante, nanti biar Tante masakin menu yang banyak buat kalian"


" Waaahhhhh mau banget Tante, nanti Meri bilang Sifa buat ajak kita-kita main kerumah Tante" seru Meri dengan antusias.


"Pasti Sifa akan ajak kalian, benar kan sayang?"


"Eh i...iya mah"


"Oh iya Fa, tapi pelakunya udah di tangkap belum?" tanya Nisa disela-sela obrolan mereka.


" Gue nggak tau Nis, yang penting gue selamat udah bersyukur banget gue"


"Biar nanti Papah yang urus semuanya nak" ucap mamah Vino yang membuat Nisa mengernyitkan dahinya, sejak awal kedatangannya Nisa sudah mulai janggal dengan sebutan mamah dan ini di tambah papah, sedangkan dia tau jelas jika orangtua Sifa sudah tiada.


"Iya mah"


" Eh iya gue lupa hubungi Aldi tadi dia pesan suruh ngabarin dia Fa kalo kita udah ketemu sama loe" seru Meri yang mengambil ponsel di dalam tasnya.


" Iya Fa si Aldi khawatir banget sama loe tapi karena dia ada rapat jadi nggak bisa ikut nyari loe" ucapan kedua sahabatnya membuat Sifa memejamkan matanya dalam.

__ADS_1


"Aldi siapa nak?"


"Eehh..."


__ADS_2