Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
Bertemu Aldi


__ADS_3

Sepulangnya Rian dan Geri saat ini Sifa sudah terduduk di samping ranjang Vino, sedangkan Mamah dan Papah Sifa bujuk untuk pulang agar bisa beristirahat di rumah. Tinggallah Sifa sendiri yang menjaga Vino, Sifa kembali menggenggam tangan Vino, gadis itu melihat wajah tampan idaman para gadis di sekolahnya yang kini memucat.


"Maafin gue Vin, ayo bangun jangan lama-lama tidurnya, gue tau loe sebenernya dengar kata-kata gue kan Vin? Vin loe nggak pengen berantem lagi sama gue?" ucap Sifa dengan mencoba untuk tidak menitikkan air mata.


"Vin loe bilang gue harus ingat terus akan status gue, sekarang gue ada di sisi loe terus Vin, ayo bangun Vin gue rela loe sakiti hati gue tiap hari dari pada loe diemin gue kayak gini Vin. Loe jahat banget kalo gini Vin," ucap Sifa yang menundukkan kepalanya menempelkan keningnya pada lengan Vino.


Setelah meracu Sifa akhirnya terlelap dengan posisi terduduk bersandar lengan Vino, gadis ini begitu pulas hingga menjelang subuh dirinya terjaga saat badannya mulai terasa remuk akibat posisi tidur yang tidak seharusnya.


"Eeegghhh.....pada ngilu gini badan gue," gumam Sifa seraya merenggangkan ototnya. Sifa melirik Vino yang masih dengan posisi yang sama, tangannya menyentuh kening Vino yang berbalut perban.


"Pagi Vin, loe nggak capek tidur terus? Gue aja pegel banget Vin, hhmmm hari ini gue sekolah ya, loe gue tinggal sama mamah, ntar gue langsung balik kesini kalo udah pulang sekolah, oh iya loe mau gue bawain apa Vin, cilok? somay? basreng? apa.....loe mau gue bawain tahu bulat Vin? loe mau apa?" oceh Sifa yang sudah sedikit membaik hatinya, sudah mulai berusaha ikhlas dan menerima keadaan, tetapi dia tidak akan putus berdoa dan yakin jika Vino akan cepat sembuh seperti sedia kala.


"Ya udah gue rapi-rapi dulu ya, loe kalo mau mesen apa ntar kirim pesan aja ke gue ok! gue beliin apa mau loe kalo perlu Abangnya gue bawa kesini." ucap Sifa yang hanya memanyunkan bibirnya saat tak ada juga pergerakan dari Vino. Kemudian dia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap, beruntung mamah mertuanya baik dan perhatian, sampai baju seragamnya serta perlengkapan sekolah beliau bawa kesini karena tau jika menantunya bahkan tidak ingin pulang. Berangkat sekolah saja karena Sifa memikirkan nilai dan olimpiade yang beberapa hari lagi akan di selenggarakan.


Setelah rapi Sifa keluar dari toilet yang sudah disambut oleh mamah mertua yang datang dengan membawa berbagai macam makanan.


"Sayang, gimana semalam nak kamu bisa tidur tidak?" tanya mamah dengan wajah cemas.


"Bisa kok mah, Sifa tidur pulas lihat aja sekarang Sifa begitu fresh kan mah?" jawab Sifa dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya membuat mamah lega karena Sifa sudah mulai mau tersenyum lagi dan tidak larut dalam kesedihannya.


"Syukurlah kalo gitu nanti malam gantian mamah dan papah yang berjaga disini ya, kamu pulang biar nyaman istirahatnya!"


"Mah, Sifa mau disini aja, Sifa mau menjadi orang pertama saat Vino sadar nanti mah," ucap Sifa dengan mata sendu yang membuat mamah tidak tega.

__ADS_1


"Ya sudah kalau itu mau kamu, mamah izinkan asal jaga kesehatan kamu juga ya nak!"


"Siap mah!" jawab Sifa yang kembali memamerkan senyumannya walaupun sebenarnya hatinya masih sangat sedih.


"Ayo sayang kita sarapan dulu, mamah bawa makanan banyak nich buat kamu," ucap mamah yang sedang membuka bungkus kemasan makanan yang beliau bawa.


"Mamah bawa banyak banget, mana abis mah kalo kita makan berdua aja," ucap Sifa yang melihat begitu banyak makanan di atas meja dengan berbagai macam jenisnya.


" Oh iya mah, Papah mana Mah?"


"Papah kamu tadi nurunin mamah aja di depan, ada meeting penting hari ini jadi Papah harus segera berangkat, ayo sayang makan dulu, mamah beli banyak karena mamah belum tau makanan kesukaan kamu sayang makanya mamah beli aja yang sekiranya kamu suka," ucap sang Mamah yang sibuk menyiapkan makanan, melihat sikap mertuanya Sifa sungguh sangat beruntung dan terharu. Gadis itu langsung memeluk Mamah mertuanya dengan sayang.


"Eh...." Mamah terkejut saat mendapat pelukan dari Sifa.


"Iya sayang, kamu kan anak Mamah sekarang, Mamah sayang sama kamu seperti sayangnya mamah sama Vino." Mamah mencium kening Sifa, Mamah juga sangat bersyukur memiliki menantu sebaik dan sepintar Sifa.


"Udah, sekarang kamu makan dulu terus berangkat sekolah ya," ucap Mamah lalu melepaskan pelukannya "nah ini kamu mau yang mana sayang, ada nasi goreng, terus Mamah juga beli jajanan pasar nak, enak loh ini nak apa lagi yang ini nih risoles ini dalamnya full ayam, sama sayur jadi gurih banget sayang."


" Sifa bingung loh mah, ini ada nasi kuning juga ya mah, Sifa mau ini aja dech mah kasih daging rendang lauknya ya mah," ucap Sifa dengan mata yang berbinar.


"Boleh sayang, ini telurnya mau nggak sayang?" Mamah menunjukkan telur mata sapi yang membuat senyum Sifa melebar.


"Ini bentuknya rapi banget loh mah telornya, hehehe bikin nggak sabar mau nyobain mah," Sifa tampak lahap menikmati makanan yang sudah di sediakan. Mamah senang melihatnya karena Sifa sudah tidak sesulit kemarin makannya.

__ADS_1


"Mah, Sifa pamit ya nanti kalo ada perkembangan dari Vino segera kabari Sifa ya Mah," ucap Sifa lalu mencium telapak tangan Mamahnya.


"Pasti sayang, kamu nggak usah khawatirkan itu, yang penting kamu fokus dulu belajarnya ya sayang," Mamah mengecup kening Sifa kemudian mengantarkannya sampai depan ruangan.


Sifa berjalan menuju parkiran melewati setiap lorong rumah sakit yang sudah ramai oleh pengunjung. Hingga satu panggilan menghentikan langkahnya, Sifa berbalik melihat siapa gerangan yang memanggil namanya.


"Sifa kamu ngapain disini?" tanya Aldi yang sudah berdiri di hadapan Sifa.


"Aku...emmhh aku nengokin saudara aku yang sakit Al, eh iya kamu sendiri gimana Al maaf ya aku belum bisa jenguk kamu," ucap Sifa mencoba bersikap biasa agar Aldi tidak menaruh curiga.


"Aku hari ini udah bisa pulang Fa, Alhamdulillah hanya luka ringan aja Fa, sekarang sudah membaik."


"Kamu mau berangkat sekolah?" tanya Aldi saat melihat Sifa sudah rapi dengan seragam sekolah yang tertutup Hoodie besar membuat Sifa nampak lebih imut karna hampir menutupi separuh badannya.


"Iya Al, aku berangkat dulu ya, kamu hati-hati pulangnya sampai ketemu besok di sekolah Al." Sifa segera melangkah menuju parkiran tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat tangan Aldi yang sudah mencekal tangan kiri Sifa.


"Ada apa lagi Al?" tanya Sifa yang sudah kembali berbalik menghadap Aldi.


"Hoodie ini kayak aku kenal," ucap Aldi yang sudah memicingkan matanya menatap Sifa.


Sifa lupa jika ia menggunakan Hoodie milik Vino karena miliknya kotor dan Mamah memberikan milik Vino untuknya, berhubung jarak rumah sakit menuju sekolah lumayan jauh jadi Sifa terpaksa menerimanya.


"Mungkin kamu kebetulan aja Al kenal Hoodie ini, ya udah ya Al aku takut telat ke sekolah," ucap Sifa segera pergi meninggalkan Aldi yang masih menatap Sifa dengan pandangan yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2