Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
Teler


__ADS_3

Saat ini Sifa dan Vino menikmati makan malam buatan Bi Tum, setelah perdebatan di kamar tadi yang berujung Sifa yang akhirnya mengalah membuat Vino lega, karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


Istrinya sudah berani bilang cinta secara langsung tanpa ada kata-kata yang mampu membuat otak Vino bekerja terlebih dahulu baru memahami maksudnya.


"Mau nambah?" tanya Sifa pada Vino.


"Udah cukup, kenyang sayang Alhamdulillah," ucap Vino kemudian membersihkan mulutnya dengan tisu.


Sifa segera beranjak membantu bi Tum untuk membersihkan meja makan. Vino yang sejak tadi mengamati hanya tersenyum tipis, dia bangga memiliki Sifa yang mempunyai hati baik dan mau ringan tangan tanpa memandang status.


"Mau pulang sekarang?" tanya Sifa yang sudah selesai membantu bibi.


"Ayo! Rian tadi kirim pesan sama aku ngajak ngumpul di club' ada salah satu teman kami yang berulang tahun, aku boleh datang nggak sayang?"


"Di club'? diskotik?" Sifa mengkerutkan dahinya.


"Hmm....aku nggak akan berangkat kalo kamu nggak mengijinkan."


"Asal kamu bisa jaga diri, aku izinin Vin!" Sifa percaya akan Vino yang mampu menjaga dirinya dan tidak akan berbuat di luar batas.


"Makasih ya sayang, aku nggak akan pulang lebih dari jam 1, aku janji!" Vino menggandeng tangan sifa menuju mobil dan membukakan pintu mobil untuk Sifa.


Keduanya sudah dalam perjalanan menuju apartemen, Vino mengantarkan Sifa sebelum ia melanjutkan perjalanannya. Bukan dia tidak ingin mengajak Sifa, tetapi karena disana sudah pasti akan ada party dan tak jauh dari alkohol, Vino tidak ingin Sifa terkontaminasi dengan minuman laknat tersebut, cukup dia tidak boleh istrinya.


"Aku jalan dulu ya, kamu tidur aja nggak usah nunggu aku, besok kan sekolah!" ucap Vino saat mereka sudah sampai di apartemen.


"Jangan membuka pintu dari siapapun selain aku ya sayang!" Vino mengusap lembut pipi Sifa, sebenarnya tak tega meninggalkan Sifa malam-malam di apartemen sendiri, tetapi karena tak enak dengan teman-temannya membuat Vino mau tidak mau berangkat.


cup


Vino mengecup kening serta bibir Sifa kemudian mengacak lembut rambut istrinya.


"I love you sayang!"


"I love you too," jawab Sifa kemudian menutup pintu apartemennya.


Sifa sebenarnya berat memberi ijin pada Vino untuk pergi, tetapi dia tidak ingin terlalu mengekang atau membatasi hingga teman Vino tidak nyaman padanya.


Sifa memasuki kamar, baru ditinggal lima menit saja sudah berasa lama, Sifa seakan kesepian tanpa Vino, dia memilih masuk ke kamarnya dan belajar untuk persiapan sekolah besok.

__ADS_1


Vino yang baru saja melewati pintu masuk langsung disambut oleh hingar bingar music disko yang memekakkan telinga, begitu juga indera penciumannya yang langsung di suguhkan dengan bau nikotin dan alkohol yang tajam.


Rian segera melambaikan tangannya saat melihat Vino yang celingukan mencari teman-temannya. Melihat segerombolan temannya yang sudah berkumpul membuat Vino segera mendekati.


"Widih......makin keren aja bro! gimana kabarnya?" tanya Zaki teman Vino yang berulang tahun.


"Seperti yang loe liat," Vino menjabat tangan Zaki, temannya dari SMA teladan yang sempat satu kelas saat SMP dulu.


"Doi nggak di ajak Vin?" tanya Rian yang melihat Vino hanya sendiri sedangkan di sini banyak teman wanita yang hadir.


"Gue nggak mau ngerusak dia dengan mengajaknya kesini, dia begitu berharga buat gue!"


Rian paham arti Sifa bagi Vino maka dari itu dia bisa mengerti tetapi hatinya cukup ketar ketir karena disini ada Nita yang sejak tadi memperhatikan.


"Gue harap loe bisa jaga diri loe di sini karena singa betina sejak tadi mengamati." Rian menepuk pundak Vino agar paham dan berhati-hati.


Acara di mulai dengan meriah, dentuman music menambah kehangatan ruangan yang di kelilingi minuman beralkohol dan wanita sexy. Hingga tanpa sadar Vino yang sedang duduk dengan berbincang bersama temannya tidak menyadari adanya Nita yang sudah duduk di sampingnya dengan bergelayut manja.


Nita dengan menggunakan baju sexy berwarna merah dengan belahan dada rendah serta belahan dress bawah yang hampir memperlihatkan separo pahanya membuat siapa saja tergoda dengan penampilannya. Tapi tidak dengan Vino yang justru merasa risih dan melepas tangan Nita yang terus berusaha menempelkan dadanya di lengan Vino.


"Modelan begini loe tolak Vin, buat gue aja kalo loe nggak mau," ucap zaki yang sejak tadi mulai tergoda oleh Nita yang begitu sexy di matanya.


"Kayak nggak ada cewek lagi aja tau nggak loe, liat noh masih banyak cewek yang bisa loe ajak buat ngabisin malam di ranjang!"


Mendengar ucapan Vino yang membelanya membuat Nita seakan berada di atas awan.


"Makasih ya Vin udah lindungin aku," ucap Nita dengan suara lembut.


"Jangan besar kepala, gue cuma nggak mau nanti hal ini loe manfaatin buat memutar balikkan fakta!" ketus Vino.


Vino yang sudah menghabiskan hampir setengah botol alkohol membuat Rian memberhentikan kebiasaan konyol Vino yang tidak mampu menahan keinginan jika sudah bertemu dengan alkohol yang memabukkan.


Hingga Rian meminta pertolongan pada Geri yang sedang asyik melobi cewek sexy yang merupakan teman satu sekolah dengan Zaki, untuk segera mengajak Vino pulang.


"Belum juga gue dapet nomor WhatsApp nya udah ganggu aja dech loe!" kesal Geri yang merasa di ganggu oleh Rian.


"Temen loe bentar lagi teler be.go!" sewot Rian yang sejak tadi membujuk Geri untuk membantunya menggeret Vino segera keluar dari tempat ini.


"Loe aja dech Ian, gue janji bakal nyusul kalo udah dapetin nomornya, sebentar lagi oke!"

__ADS_1


Disaat Rian susah payah membujuk Geri justru hal itu di jadikan kesempatan untuk Nita terus mencekoki Vino dengan alkohol dan membuatnya mabuk hingga tak sadarkan diri karena Nita ingin mengambil kesempatan ini untuk merusak hubungan Vino dengan Sifa dan melancarkan aksinya.


"Lagi Vin, ini masih banyak loh, enak kan hangat di badan loe!" ucap Nita yang terus menempelkan tubuhnya pada Vino dan menyodorkan lagi gelas penuh berisi minuman memabukkan itu.


Rian yang dari kejauhan melihat gerak gerik Nita yang mencurigakan segera meninggalkan Geri dan mendekati Vino yang tampaknya sudah teler bahkan untuk mengangkat kepalanya saja sudah tidak mampu. Tetapi saat ingin mendekat, Rian dipanggil oleh Zaki yang meminta tolong untuk memfotokan dirinya dengan temannya yang lain.


"Ayo sayang ikut aku," Nita memapah Vino yang sudah lemas keluar dari tempat itu dan menuju mobilnya untuk ia bawa pulang kerumahnya yang kebetulan tidak ada siapa-siapa karena orangtuanya yang sedang dinas luar kota. Nita susah payah membawa Vino yang bobot badannya jauh darinya hingga ia melihat ada bagian keamanan yang sedang berjaga.


"Pak, tolong bantu pacar saya masuk mobil donk, udah mabuk banget nich harus cepat saya bawa pulang!" ucap Nita.


Nita segera berlari ke arah mobil dan membukanya setelah menyerahkan Vino pada petugas keamanan tersebut yang telah bersedia membantu.


"Tolong di masukin sekalian ya pak!" Nita merogoh beberapa uang lembaran berwarna merah lalu memberikan kepada orang tersebut.


"Makasih ya pak, ini untuk bapak!"


"Makasih neng hati-hati!" ucap petugas keamanan itu kemudian kembali bertugas.


Nita segera berlari ke arah kursi kemudi saat memastikan Vino sudah aman. Setelah duduk di samping Vino, Nita segera memakaikan sabuk pengaman pada Vino dan juga dirinya.


"Saat nya kita bersenang-senang sayang!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ini karya pertamaku, semoga kalian suka dan maaf jika ada typo atau kata-kata yang kurang pas🙏🙏🙏


jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar untuk menambah semangat dan ide-ide selanjutnya, terima kasih🤗🤗🤗


__ADS_2