Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
tinggal di apartemen


__ADS_3

Saat ini masih di Vila keluarga Baratajaya semua keluarga sedang menikmati sarapan pagi. Siang ini mereka akan kembali ke Jakarta karena besok Vino dan Sifa harus bersekolah lalu papah pun harus segera berangkat ke kantor.


" kalian tinggal di rumah mamah atau rumah Sifa?" tanya mamah pada pasangan muda tersebut tapi tidak ada jawaban dari keduanya, Sifa terlihat bingung mau menjawab pertanyaan mamah.


" dirumah Vino juga nggak apa kan Fa? nenek besok harus kembali ke desa. Tapi kalau kalian mau di rumah almarhum papah kamu juga malah bagus biar nggak sepi rumahnya" ucap nenek Arum yang masih belum dijawab oleh keduanya.


"kalau di kos Sifa......."


"di apartemen aku aja" tegas Vino yang membuat semua di sana langsung melihat kearahnya.


"kamu punya apartemen?" tanya mamah.


"punya mah"


"sejak kapan?"


"sejak hari ini" jawab Vino membuat mamah dan papah tersenyum.


" kamu nggak ingin tinggal sama mamah lagi Vin?"


"Vino mau mandiri mah" ucap Vino jengah melihat senyuman kedua orangtuanya yang Vino tau maksud mereka.


"bilang saja nggak mau di ganggu" celetuk papah membuat yang lain langsung tersenyum kecuali Sifa dan Vino. Tampak pipi Sifa memerah mendengar ucapan papah yang meledek mereka.


Setelah berkemas mereka segera pamit untuk pulang, karena tujuan mereka yang berbeda-beda. Mamah papah yang langsung pulang kerumah bersama nenek Ningrum, dan kebetulan nenek Ningrum besok juga harus kembali ke Surabaya. Sedangkan nenek Arum yang langsung kerumah Sifa dan kedua pasutri ini menuju apartemen Vino.


" nenek hati-hati ya besok pulangnya maaf Sifa nggak bisa nganter nek"


"nggak apa-apa sayang, nenek sudah tenang sekarang kamu sudah ada yang menjaga, jadilah istri yang berbakti pada suami ya fa" ucap nenek Arum yang memeluk cucunya.


"Vin, jaga cucu nenek ya jangan kasari dia apa lagi memukulnya, jika sudah tidak suka pulangkan pada nenek" pesan nenek Arum pada Vino.


"iya nek" ucap Vino mencium tangan nenek Arum.


"Vin mamah dan papah pulang ya, jaga istri kamu. Mamah tunggu kabar baiknya ya Vin"


"iya nak, jangan lama-lama ya" ucap papah meledek membuat Sifa menunduk menahan malu.


"besok nenek balik ke Surabaya, kalian yang akur ya jangan cepat mengambil keputusan, segala sesuatu di bicarakan baik-baik" pesan nenek Ningrum pada Vino dan Sifa yang hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Diperjalanan Sifa hanya melihat keluar jendela, tidak ada yang mau membuka suara. Hening selalu begini.......sampai suara Vino membuyarkan lamunan Sifa.


"ada yang mau diambil nggak?"


"mampir ke kost ya, mau ambil seragam sama buku"


"hhhmmm"


Perjalanan yang memakan waktu tidak cukup satu jam ini membuat Sifa tertidur, hingga sampai Jakarta Vino yang tidak tau tempat kos Sifa segera membangunkannya.


"Fa......"


" Sifa...."

__ADS_1


"eeeuuugghhh......iya Vin" ucap Sifa dengan suara yang serak.


"eehhemmmm......udah sampe Jakarta tempat kost loe dimana?"


"oh....dua kilo dari sekolah di jalan mekar abadi"


Vino segera melajukan mobilnya menuju alamat yang Sifa ucapkan. Tepat sore hari mereka sampai di depan gerbang kost Sifa, Sifa segera turun dari mobil untuk mengambil segala perlengkapan sekolahnya.


"gue masuk dulu"


Sesampainya di depan kamar Sifa segera membuka kunci pintu dan masuk kedalam, ada rasa sedih harus meninggalkan kamar ini, tempat ternyaman setelah kedua orangtuanya berpulang.


Setelah melihat sekitar ruangan Sifa segera mengemasi barang-barang yang ingin ia bawa. Dan tidak ketinggalan foto sahabat kecilnya yang masih ia simpan rapi di atas meja belajar.


" sudah semua.....yang lain biarin aja dech, yang penting-penting aja gue bawa"


Sifa segera mengangkat tas yang sudah terisi penuh dengan baranganya tapi tangan Vino merebut tas tersebut.


"eh......" Sifa terkejut dengan kehadiran Vino yang sudah ada di belakangnya kemudian mereka keluar dari kamar dan Sifa mengunci pintu kamar kostnya.


"kak ..."


"loh bunga...tumben libur di kamar aja"


" biasa kak" kemudian ada pemuda seumurannya keluar dari kamar kos Sifa.


" eh kak Sifa, mau kemana?"


"mau pulang, udah lama to?"


" jangan lama-lama To ntar bunga bablas melendung loh" ledek Sifa.


"itu siapa kak?" tanya bunga saat melihat Vino yang masih berdiri di samping Sifa.


"oh ini....."


"pacarnya ya kak?" tanya Anto.


" ikh apa sich.....udah akh gue pulang dulu ya, hati-hati kalian di gerebek baru nyahooo" ledek Sifa dengan lengkah menuju mobil Vino.


Di mobil kembali hanya ada keheningan yang menyelimuti kedua pasutri itu. Sifa rasanya jengah berlama-lama dengan Vino, gadis itu hanya memperhatikan jalan melihat dan menghafal rute kearah apartemen milik Vino agar bisa mudah pulang pergi sendiri naik motor jika berangkat sekolah nanti.


Sesampainya diparkiran apartemen keduanya segera keluar dengan Sifa menggeret koper dan Vino yang membawa tas Sifa ditangan kanannya lalu tangan kiri menggeret koper miliknya sendiri.


Sifa mengikuti langkah Vino sampai berhenti di lantai empat nomer kamar 209.


Vino memasukkan kode akses kemudian masuk kedalam yang diikuti oleh Sifa di belakangnya. Apartemen modern dengan dua kamar didalam nya.


"kamar loe yang sebelah sana" ucap Vino kemudian meletakkan tas Sifa ke dalam kamar gadis itu. Setelah itu dia pergi ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Sifa.


"nggak sekamar, tapi bagus lah" gumam Sifa.


Gadis itu segera menutup pintu dan tidak lupa menguncinya kemudian membereskan semua barang-barangnya. Saat Sifa membuka jendela kamarnya tampak pemandangan malam yang indah dengan kelap kelip lampu kota.Setelah di rasa sudah rapi semuanya, Sifa segera memutuskan untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Tepat pukul delapan malam Sifa memutuskan untuk belajar, sudah seminggu dia tidak masuk sekolah, setelah menanyakan tugas besok pada kedua sahabatnya Sifa segera mengerjakan.


Suara ketukan pintu membuat Sifa yang sedang berkutat dengan buku dan pulpen segera beranjak menuju pintu kamar.


ceklek


Terlihat Vino dengan wajah segarnya dan rambut yang masih agak basah berdiri di depan pintu kamar.


" ada apa Vin?" tanya Sifa, semenjak Vino menolongnya Sifa selalu berusaha untuk bersikap baik dengan Vino, apa lagi sekarang sudah menikah. Sifa betul-betul berusaha untuk baik, setidaknya dosa terhadap suami tidak terlalu banyak pikir Sifa.


"ayo makan!"


"loe beli makan?"


"iya pesen lewat aplikasi" ucap Vino menuju meja makan di ikuti oleh Sifa. Ada dua bungkus nasi goreng di sana, Sifa segera menuju dapur untuk mengambil piring dan sendok.Mereka makan dengan lahap tanpa memperdulikan satu sama lain alias cuek.


Setelah makanan habis Sifa segera membereskan meja makan dan membuang sampah bekas nasi goreng kedalam tempat sampah.


"Vin" seru Sifa saat melihat Vino yang sedang duduk di sofa.


"hhhmmm" jawaban itu sudah biasa Sifa dengar dan membuatnya tidak heran lagi, Sifa segera menghampiri Vino dan duduk di ujung sofa.


"besok masak aja nggak usah beli makan, biar gue yang masak. Tapi buat makan sore ya, biar pulang sekolah gue belanja dulu ke pasar"


"bisa masak?"


"loe nyepelein gue?"


" buktiin aja kalo bisa" ucap Vino kemudian pergi memasuki kamar.


"ngerasain masakan gue ketagihan loe Vin" gumam Sifa melihat Vino yang memasuki kamar.


Denting alarm membangunkan gadis cantik yang berstatus istri tersebut. Sifa segera membereskan tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah rapi dengan seragamnya Sifa melirik jam yang masih pukul 05.30.


"masih keburu kalo gue nyari sarapan"


Sifa segera pergi menuju supermarket mencari roti dan selai serta macam-macam makanan dan minuman untuk mengisi kulkas yang masih kosong.


Vino dengan seragam sekolahnya segera keluar kamar dan duduk di sofa untuk memakai sepatu. Pandangannya mengarah ke pintu kamar Sifa yang masih tertutup. Saat Vino hendak mengetuk kamar Sifa, Sifa masuk dengan dua kantong belanjaan di tangannya. Gadis itu segera berjalan menuju meja makan dan mengeluarkan roti beserta selai untuk sarapan.


"sarapan dulu Vin" ucap Sifa menyiapkan sarapan untuk Vino dan menuang susu kedalam gelas Vino.


Vino sejak tadi hanya diam memperhatikan, sampai panggilan dari Sifa membuatnya segera menghampiri meja makan.


"Vin ayo keburu telat"


Vino segera duduk dan meminum susu yang sudah di sediakan kemudian melahap roti dengan selai coklat didalamnya.


Setelah keduanya sarapan Sifa keluar dari kamar dengan tas di punggungnya, Vino segera berdiri dari sofa untuk segera berangkat.


" gue berangkat sendiri aja Vin" ucap Sifa ketika mereka berada di dalam lift.


"lagian gue juga mau jemput Nita"

__ADS_1


deg


"gue lupa kalo loe punya pacar, sorry...." ucap Sifa segera keluar meninggalkan Vino saat pintu lift sudah terbuka.


__ADS_2