Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
melayani Vino


__ADS_3

Makan malam dengan status baru membuat Sifa di tuntut untuk belajar melayani suaminya, raut wajah canggung jelas terlihat di wajah ayu Sifa. Apa lagi melihat mamah mertuanya yang luwes dalam melayani papah menyiapkan makan dan minum.


"ayo Fa ambilin makan Vino, kasian suami kamu udah nunggu dari tadi"


" oh i..iya nek" tangan Sifa mengambil piring Vino dan mengisinya dengan nasi lauk serta sayur.


"mau apa lagi Vin?"


"cukup" ucap Vino saat melihat piringnya yang sudah terisi penuh.


Kemudian Sifa meletakkan piring tersebut di depan Vino, sekarang giliran Sifa mengisi piringnya tetapi saat tangannya terulur ingin meraih centong nasi tangan Vino menghentikan pergerakan Sifa. Vino mengambil sendok Sifa dan di letakkan di tangannya.


Sifa yang bingung dengan muka polosnya mengikuti arahan tangan Vino dan setelah sendok makannya terselip di tangan Sifa, matanya menatap kearah Vino.


"makan! perut gue nggak muat habisin ini semua" ucap Vino lirih. Mendengar itu pandangan Sifa jatuh pada piring yang telah terisi penuh bergeser kedepannya.


"cepet makan!"


Sifa terpaksa makan satu piring dengan Vino, tapi hal itu malah membuat orang tua dan nenek mereka merasa sangat senang.


"pengantin baru makannya aja mau nya satu piring ya Mah"


"iya Pah " jawab mamah tersenyum melihat pasutri di depannya yang terlihat malu-malu.


Setelah makan malam dengan diselingi obrolan ringan Vino pamit kekamar.


"Vino ke kamar duluan ya.."


"ajak istri kamu dong Vin,jangan ditinggal" ucap mamah mengingatkan.


" iya Vin, lupa ya kalau kamu sudah memiliki istri, jangan suka ditinggal-tinggal gitu istrinya, nanti kalo di ambil orang gimana" tambah nenek mengingatkan.


Tangan vino langsung meraih tangan sifa dan membawanya masuk ke kamar. Sesampainya di kamar vino segera melepas tangan Sifa dan melangkah menuju kamar mandi. Sifa duduk di pinggir ranjang menatap ranjang yang masih rapi dengan bunga yang indah di sana.


" masak iya gue tidur satu ranjang" gumam Sifa bergidik.


Matanya melirik ke arah sofa, kemudian gadis itu segera mengambil selimut dan bantal lalu berjalan menuju sofa.


" nggak buruk" ucap Sifa setelah merebahkan tubuhnya di sofa, karena matanya yang sudah mengantuk dan tubuhnya betul-betul butuh istirahat akhirnya tidak menunggu waktu lama Sifa segera masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


Vino yang keluar dari kamar mandi langsung menduduki ranjang, dia belum sadar akan keberadaan Sifa. Tapi saat Vino ingin merebahkan tubuhnya dia melirik ke sisi ranjang sebelahnya kosong membuat Vino bangun kembali dan menemukan Sifa yang sudah tertidur di sofa dengan berbalut selimut tebal.


Vino diam dan merebahkan kembali dirinya di atas ranjang, tetapi sulit untuk memejamkan mata saat tidak sengaja melihat Sifa lagi di sofa. Vino segera beranjak dan menghampiri Sifa, tanpa pikir panjang dia segera mengangkat tubuh Sifa untuk memindahkannya ke atas ranjang.


" segitunya loe nolak gue sampe tidur di sofa" ucap Vino setelah meletakkan Sifa di atas ranjang dan menarik selimut untuknya.


Vino berbalik menuju sofa dan memutuskan untuk tidur di sana.


Mentari pagi yang mulai meninggi menerobos masuk ke sela jendela kamar pasutri tersebut. Sinar yang mengenai wajah Sifa membuat dirinya menggeliat dan terjaga dari tidurnya.


"eeegghhh....nyaman banget tidurnya" ucap Sifa dengan melenturkan ototnya mengangkat kedua tangannya keatas .


"eh.....kok di kasur" ucap Sifa segera bangun dan melihat ke arah sofa tempatnya tidur semalam.


"Vino ...kenapa dia yang tertidur disana, apa iya dia yang mindahin gue kesini"


"tapi kok baik, tumben......." gumam Sifa, kemudian turun dari ranjang dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Vino terbangun dengan badan yang sedikit sakit karena sofa yang tidak mampu menampung seluruh badannya, pemuda itu segera mendudukkan diri melihat ranjang yang sudah kosong.


Tangannya mencoba merogoh ponsel dan menghubungi salah seorang kenalannya.


"ya....udah siap belum?"


"oh ok, makasih nanti gue transfer uangnya"


Setelah mematikan ponselnya dia dibuat tegang dengan Sifa yang keluar dari kamar mandi hanya berbalut selembar handuk dengan rambut basahnya.


Sifa yang mengira jika Vino belum bangun dengan santainya mencari pakaian di dalam koper dengan posisi badan membungkuk, setelah menemukan yang dia cari Sifa segera meletakkannya di atas meja rias dan berniat membuka handuk di sana.


"ehhemmm"


Suara yang Sifa kenal membuat dirinya terjingkat, dan menoleh ke asal suara.


"Vino!" teriak Sifa kemudian berlari menuju Vino berusaha menutup kedua mata pemuda tersebut.


"jangan liat Vino" ucap Sifa yang sudah berhasil menutup mata Vino, tapi gadis itu sungguh ceroboh kakinya justru singgah di atas paha vino karena posisi Vino yang terdorong kebelakang.


"loe nyari mati sifa" geram Vino yang merasakan kaki mulus Sifa berada di atas pahanya.

__ADS_1


"loe yang nyari mati, tutup mata loe sampe gue selesai pake baju" oceh Sifa dengan nafas memburu menahan degup jantungnya.


"turunin kaki loe kalo nggak mau gue serang loe sekarang" ucap Vino dengan suara tertahan, mendengar ucapan Vino Sifa segera melihat kebawah dan sungguh terkejutnya dia melihat kakinya dengan santai berada di paha Vino dengan handuk bagian bawah yang terbuka.


Sifa segera menurunkan kakinya tapi tanpa sengaja dia melirik sesuatu di bagian dekat paha Vino.


"aaaakkkhhhhh Vino loe mesum "teriak Sifa yang membuat Vino terjingkat.


"awas tangan loe "


"nggak mau! nggak liat aja loe bereaksi gimana liat gue"


" justru loe begini buat gue gila Sifa" geram Vino menepis kedua tangan Sifa kemudian beranjak menuju kamar mandi.


BRAAKK


Suara pintu kamar mandi yang tertutup keras membuat Sifa terjingkat.


"bodoh bodoh bodoh" Sifa merutuki kecerobohan dirinya sendiri.


"bege banget gue, nich mata juga lihat apa tadi"


Sifa segera beranjak mengambil baju gantinya dengan secepat kilat dia mengenakannya di sana sambil melirik kearah pintu kamar mandi.


"untung dia nggak keburu keluar" ucap Sifa yang terduduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya. Sifa merias wajahnya dengan make up tipis dan memberi lipsbalm pada bibirnya agar terlihat cerah.


ceklek


Vino keluar kamar dengan rambut basah yang menetes ke tubuh nya dan bagian bawah yang hanya tertutup handuk.


"Vino loe mau balas dendam sama gue, ngapa nggak pake baju di dalem" seru Sifa yang menutupi matanya dengan kedua telapak tangannya.


Dengan cuek Vino mengambil baju di dalam koper yang berada di sebelah koper Sifa.


"cepetan Vino, loe mau ngerusak otak gue"


"nggak bisa loe nyiapin baju gue, apa perlu gue minta Nita suruh nyiapin baju gue hah"


deg

__ADS_1


"jangan cuma bisanya teriak-teriak doank dari tadi" ucapan Vino membuat Sifa terpaku, ada rasa nyeri di hatinya ketika nama Nita di sebut, tapi Sifa sadar dia adalah istri sekarang seharusnya dia melayani suaminya dengan baik.


" sorry Vin....."


__ADS_2