Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
Nita Meminta Maaf


__ADS_3

Selama tiga hari Sifa dan Vino fokus pada ujian mereka sampai tak ada waktu bersama, tidur pun Sifa dan Vino memilih untuk berbeda kamar agar bisa lebih fokus dan bangun pagi dengan segar.


Sekolah tampak hening karena ujian di hari ke tiga sudah dimulai, Sifa yang memiliki kadar fokus yang tinggi akhirnya mampu menyelesaikan lebih dulu dari pada teman sekelasnya yang lain.


Sifa keluar kelas dengan hati lega, tiga hari dia bisa menjalankan semuanya dengan baik. Sampai diluar pun masih tampak sepi, hingga ia memutuskan untuk pergi ke toilet untuk mencuci mukanya agar lebih fresh lagi.


Dia sempat melirik ke dalam kelas Vino, melihat sang suami yang masih fokus mengerjakan dengan senyum mengembang. Hingga guru yang bertugas mengawasi kelas Vino pun menggelengkan kepala, baru tiga puluh menit Sifa sudah keluar dari kelas.


"Sudah selesai Sifa?" guru itu menghampiri Sifa. Mendengar nama istrinya di sebut membuat Vino melirik ke arah pintu kelas dan melihat Sifa yang sudah keluar ruangan dengan tas punggungnya.


"Sudah Bu."


"Kamu memang hebat, mau bantuin ibu mengawasi nggak?"


"Akh nggak lah Bu, Sifa kan bukan guru di sini, masak sesama murid saling mengawasi. Ntar menimbulkan ke irian di hati murid lain Bu," jawab Sifa.


Guru itu pun tertawa, dia memang hanya ingin meledek Sifa. "Ya sudah ibu masuk kembali ya."


"Iya Bu," jawab Sifa kemudian kembali melirik Vino yang ntah sejak kapan meliriknya juga.


Tangan Sifa terangkat dengan senyum mengembang " semangat!"


Kemudian Sifa segera lari ke toilet karena tiba-tiba ia ingin buang air kecil. Setelah selesai membuang hajatnya dan membersihkan muka, Sifa di buat terkejut dengan adanya Nita di sana.


"Nita..."


"Hallo Fa," nita mendekati Sifa dan berdiri di hadapannya.


"Ada apa Nit?"


"Gue cuma mau minta maaf sama loe Fa," ucap Nita dengan wajah sendu.


"Gue punya banyak salah sama loe, gue udah ganggu suami loe, Vino!"


Mata Sifa melebar saat dia mendengar ucapan Nita, berarti Nita tau jika dia sudah menikah dengan Vino.


"Nggak perlu kaget, gue tau loe bingung kan kenapa gue tau status kalian? Vino yang ngasih tau semuanya sama gue, selama ini gue ngilang gitu aja karena Vino yang benar-benar ngasih pelajaran buat gue. Tanpa semua tau ,gue di skors dari sekolah selama dua Minggu karena kelakuan gue yang udah mau menjebak Vino."

__ADS_1


"Awalnya gue nggak terima, tapi setelah Vino menceritakan semua ke gue, ngasih pengertian ke gue, gue sadar yang gue lakukan jelas salah. Dan disini bukan cinta tapi obsesi yang main, gue terlalu terobsesi dengan Vino sampai nggak bisa bedain mana yang bener dan mana yang salah."


"Selamat ya kalian sudah menikah, semoga cepat di karuniai anak yang lucu-lucu, maafin kelakuan gue, gue udah hampir jebak suami loe dan buat loe hampir menjadi janda muda," Nita mengulurkan tangannya pada Sifa.


Dengan ragu Sifa membalasnya dan menggenggam tangan Nita.


"Maafin gue Fa!"


"Iya, makasih udah bisa ngertiin.."


"Nggak perlu makasih, gue banyak salah sama loe, semoga setelah ini kita bisa berteman dan semoga loe nggak ada rasa dendam sama gue Fa," ucap Nita tulus.


"Eh nggak ada kok, gue nggak dendam sama loe...bahkan gue udah lupain semuanya, kalopun hari ini loe nggak nemuin gue dan minta maaf, gue udah nggak mempermasalahkan semuanya."


"Loe emang baik Fa, beruntung Vino dapatin loe."


"Jangan berlebihan Nit, ya udah gue ke kelas dulu ya kayaknya teman-teman gue udah nunggu." Sifa segera mengambil tasnya yang ada di atas wastafel.


"Bukan cuma temen loe Fa, laki loe juga udah pasti gelisah nunggu loe di luar, apa lagi tau gue ke toilet nyusul loe." Nita tersenyum kemudian keluar lebih dulu.


Sifa segera ikut keluar dan benar saja Vino sedang berlari menghampirinya.


"Sayang kamu nggak apa-apa? Nita nggak ngapa-ngapain kamu kan?" Tanya Vino dengan wajah khawatir dengan memegang kedua pundak Sifa.


cup


"Sayang kamu......."


"Kenapa? nggak boleh nyium suami aku?"


"Tumben berani, ini di sekolah loh!" Vino heran dengan sikap Sifa, kemudian Sifa tersenyum dan menggenggam tangan Vino.


"Semua orang tau hubungan kita juga nggak apa-apa, udah selesai ujian juga kan?"


Vino tersenyum setelah mendengar ucapan Sifa, kemudian tangannya terulur mengacak lembut rambut Sifa.


"Pertanyaan aku belum kamu jawab loh, Nita apain kamu di dalam toilet?"

__ADS_1


"Nggak ngapa-ngapain aku, dia minta maaf karena udah pernah berbuat nggak baik sama kamu dan kita juga udah berteman, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi oke!"


Vino memeluk Sifa, dirinya lega jika sang istri baik-baik aja, bahkan bisa akur dengan mantannya yang hampir membuat mereka berpisah.


"Udah nggak nolak loh aku peluk begini, bener-bener udah mau go publik?"


Sifa tersenyum, "seenggaknya udah nggak perlu jaga jarak lagi dan nggak perlu ketauan yang lain juga, biarin aja mereka tau dengan sendirinya, palingan mereka semakin yakin kalo kita pacaran."


"Pacar halal."


"Ke kantin yuk!"


"Gimana kalo kita ke kedai? sekalian ajak kedua sahabat kamu juga, kita makan di sana aku yang traktir."


"Boleh, ya udah yuk....." Sifa dengan sangat mengajak Vino untuk ke kelasnya. Tapi ternyata kedua sahabat mereka sudah datang menghampiri dengan kedua sahabat Vino juga.


"Kalian...."


"Kita-kita sengaja kesini karena mau nagih janji sama si pemilik kedai, bener-bener loe ya Fa, diem aja nggak bilang-bilang sama kita-kita kalo laki loe yang punya kedai yang Viral itu!" oceh Meri.


"Sorry lupa dan belum sempat! ini kok loe udah berempat aja?" tanya Sifa yang melihat kedua sahabatnya bisa seakrab itu dengan sahabat Vino.


"Bisa lah, udah ayo nggak usah ngurusin kita, yang penting sekarang kita pengen banget bisa masuk ke kedai itu!" ucap Nisa yang sudah menarik tangan Rian agar segera jalan.


"Eh loe kok, pegang-pegang tangan Rian Nis?" tanya Sifa heran.


"Eh iya lupa!" Nisa segera melepas tangan Rian dari genggamannya.


"Udah sich yang, pake di tutupi segala lama-lama juga mereka tau!" ucap Rian kemudian merangkul Nisa dan pergi duluan.


Geri pun melakukan hal yang sama pada Meri, malah Geri sempat mencium kening Meri kemudian berjalan melewati Sifa yang masih diam menganga di tempatnya.


"Mereka ...." lirih Sifa kemudian menggelengkan kepalanya.


"Heh....loe pada bener-bener ya, abis ngoceh sama gue gara-gara nggak jujur, eh malah kalian sendiri yang udah nggak terbuka sama gue!" seru Indah kemudian melangkah menyusul kedua sahabatnya.


"Sorry Fa!" seru Nisa dan Meri yang sudah menarik pasangan mereka untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2