Cinta Berawal Luka

Cinta Berawal Luka
Putus


__ADS_3

Senyum hangat menyambut pagi Sifa, Vino yang sudah terbangun sejak tadi membiarkan istrinya yang masih terlelap merasakan nyaman dekapannya. Hingga mata lentik itu terbuka, sedikit tercengang melihat begitu tampannya pemuda yang sudah hampir satu bulan ini menjadi suaminya.


"Pagi," sapa Vino dengan suara serak khas bangun tidur.


"Pagi, udah bangun dari tadi?"


"Lumayan!" jawab Vino dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya.


Sifa melirik jam dinding, masih ada waktu untuk menyiapkan sarapan. Gadis itu melepas pelukan Vino kemudian turun menuju kamar mandi.


"Mau kemana?" tanya Vino yang sudah terduduk di ranjang.


"Aku mau cuci muka lanjut buat sarapan!" seru Sifa langsung melesat masuk.


Setelah siap dengan sarapan dan segala keperluannya, Sifa masuk ke kamar yang sebelumnya ia tempati, membersihkan diri dan bersiap dengan seragam putih abu-abu. Tidak ketinggalan polesan tipis make up yang membuatnya semakin cetar, Sifa tersenyum saat melihat dirinya di pantulan cermin.


"Anak mamah papah memang cantik," gimana Sifa.


"Ehemmm....istri aku emang cantik!"


Mendengar suara yang tidak asing di telinganya membuat Sifa langsung menoleh. Tepat di ambang pintu tampak Vino yang sudah rapi dengan seragamnya, tetapi ada yang beda tidak seperti sebelumnya, membuat Sifa segera mendekat.


"Dimasukin?"


"Hmmmm...." Sifa tersenyum melihat penampilan Vino yang terkesan rapi dengan seragam yang ia masukkan.


"Good boy!" Sifa mengacungkan ibu jarinya kehadapan Vino.


"Suami gadis terpintar satu sekolah!"


"Tapi aku suka kamu yang sekarang! jangan berubah karena aku tapi berubah buat diri kamu sendiri, biar nanti kalo kamu kecewa sama aku, nggak membuat kamu kembali seperti dulu!"


"Siap tuan putri!" jawaban Vino membuat Sifa tertawa kecil.


"Ayo sarapan! nanti keburu telat," ajak Sifa yang sudah menggendong tas punggungnya melangkah menuju meja makan.


"Obat kamu jangan lupa di bawa ya!" sambung Sifa lagi.


Mereka sarapan dengan khidmat, masakan Sifa selalu memanjakan lidah Vino. Sesekali keduanya saling melirik hingga tak terasa isi piring pun habis.


"Aku berangkat ya!" ucap Sifa mengulurkan tangannya, Vino memandang Sifa dengan alis yang ia naikan.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Sifa heran.


"Berangkat bareng!"


"Nggak mau! selesaikan dulu sama Nita, aku capek kalo tiap hari harus mendengar makian dia, lagian aku mau fokus buat besok jadi nggak mau banyak masalah!" Sifa segera meraih tangan Vino dan menciumnya.


Tetapi kakinya urung melangkah saat Vino mendekapnya dari belakang. Vino membalikkan tubuh Sifa dan menghujani wajahnya dengan kecupan bibir Vino yang membuat Sifa sedikit terkejut.


"Pagi-pagi udah cium-cium aku ikh!"


"Aku nggak mau kamu kangen!" jawab Vino yang melangkah menuju pintu dan membukanya.


"Yang ada kamu yang kangen sama aku." Sifa segera keluar dan mereka berjalan menuju parkiran bersama.


"Kamu berangkat duluan, nanti aku mengikuti dibelakang kamu!"


"Iya udah aku duluan ya!" Sifa segera melajukan motor maticnya menuju sekolah, jalanan yang lengang membuat keduanya tidak memakan waktu lama untuk sampai.


Sifa memasuki gerbang berbarengan dengan Aldi yang juga baru sampai dan diikuti oleh Vino dibelakangnya.


Melihat Sifa yang sedang merapikan penampilan dan meletakkan jaket kedalam jok motornya, Aldi segera menghampiri dengan mengajaknya ke kelas bersama.


"Eh....iya," jawab Sifa dengan tersenyum yang membuat sepasang mata di belakang mereka mulai mengepalkan tangannya.


Rian dan Geri yang baru saja sampai dibuat terkejut dengan kedatangan Vino hari ini.


"Widih.......udah sehat bro?" seru Geri segera turun dari boncengan motor Rian.


"Hhmm....."


"Kenapa muka loe di tekuk begitu?" tanya Rian tetapi tidak di jawab oleh Vino, hingga membuat kedua sahabatnya mengikuti arah pandangan Vino.


"Bini loe?" tanya Geri yang langsung paham saat melihat aksi dan Sifa yang berjalan bersama.


"Sabar bro! cepat go publik biar Sifa nggak di deketin dia lagi!" ucap Rian yang mengerti.


Vino segera turun dari motor dan melangkah menuju kelas dan hal itu tak luput dari pandangan kedua sahabatnya. Geri dan Rian saling melirik dan setelahnya Rian tersenyum penuh arti.


"Dah rapi sekarang?" tanya Rian. Vino yang mengerti apa maksud Rian hanya menoleh sekilas dan setelahnya bersikap biasa saja.


"Gue seneng kalo loe balik lagi Vin!" ucap Rian menepuk pundak Vino.

__ADS_1


Sifa yang sejak tadi seperti ada yang memperhatikan langsung menoleh kebelakang dan benar saja Vino and the gang sudah ada di belakangnya yang membuat Sifa reflek memberi jarak aman pada Aldi.


Tetapi baru saja Sifa ingin bergerser dirinya mendengar suara yang membuat dirinya membuang nafas kasar.


"Vino! kamu udah masuk sayang? aku kangen banget loh sama kamu!" rengek Nita yang sudah bergelayut manja di lengan Vino.


Mendengar itu Sifa menolah kembali melihat ke arah lengan Vino dan itu membuat muka Sifa segera di tekuk lalu mengajak Aldi segera berjalan dengan memeluk lengan pemuda itu.


Aldi dan Vino terkejut dengan sikap Sifa, Aldi yang tidak menyangka Sifa akan bersikap sedekat ini di depan umum, sedangkan Vino di buat kesal dengan Sifa yang berani-beraninya menggandeng lengan Aldi dengan menempelkan tubuhnya.


"Minta gue hukum loe Fa!"


Rian yang mengerti langsung mendekati Vino dan berbisik di telinganya.


"Kayaknya udah ada hawa-hawa cemburu di antar kalian, Sifa udah mulai kesal liat loe di deketin sama Nita!" bisik Rian yang membuat Vino sadar akan posisinya, Vino melirik tangan Nita yang masih menempel di lengannya kemudian melepaskan dengan kasar.


"Vino kok gitu sich, tumben kasar banget!" rengek Nita kemudian ingin kembali memegang lengan Vino tetapi malah mendapat tatapan tajam dari Vino.


"Jangan deketin gue lagi!"


"Maksudnya? kita kan pacaran Vin masak nggak boleh deket-deket sama kamu?"


"Kita putus!" seru Vino yang sengaja agar terdengar hingga ke telinga Sifa.


Dan betul saja Sifa yang mendengar kata-kata itu segera menghentikan langkahnya dan melepas lengan Aldi. Aldi yang merasakan perubahan Sifa ikut berhenti dan memperhatikan wajah Sifa yang diam memikirkan sesuatu.


"Tapi Vin!"


"Gue bilang kita putus!" seru Vino kemudian berjalan kembali mendahului Sifa yang masih terdiam di tempat dan sengaja menyenggolnya hingga Sifa terhuyung ke depan beruntung ada Aldi yang segera menangkapnya.


"Biasa aja Vin, loe nggak liat ada orang di sini!" sewot Aldi, mendengar itu membuat Vino berhenti dan menoleh, terlihat Sifa yang masih terdiam dengan kedua tangan Aldi di pundaknya.


"Dan loe juga biasa aja sama cewek yang jelas-jelas bukan punya loe!"


deg


Sifa segera menoleh ke arah Vino dengan menepis kedua tangan Aldi. Mata keduanya saling terkunci dengan pikiran masing-masing.


"Terus dia punya siapa?" tanya Aldi yang mulai tersulut emosi.


"Secepatnya loe akan tau dia punya siapa!"

__ADS_1


__ADS_2