Cinta Dalam Tahta

Cinta Dalam Tahta
Gelora Asmara


__ADS_3

“Jangan pernah lagi kamu temui Evan” ucap Alvin geram di dalam mobil. Nanda mengerutkan dahinya merasa aneh dengan ultimatum yang Alvin sampaikan. Ucapan Alvin memang terdengar aneh. Ucapannya seakan-akan berarti kalau Nanda sengaja ingin bertemu lagi dengan Evan. Lagipula pertemuan mereka pun juga bukan karna kesengajaan. Dan lagi, punya hak apa Alvin mengatur kehidupannya. Kalaupun misal Tuhan menakdirkan dirinya harus bertemu lagi dengan Evan, bukankah itu lebih baik. Jadi rencana perceraian akan dengan mudah terlaksana. Alvin bisa kembali bersama Celine, dan Nanda bisa melanjutkan kembali kehidupan barunya yang entah akan ia habiskan dengan laki-laki mana dan siapa. Entah itu Evan atau pun bukan.


Sang bodyguard mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan lokasi menuju hotel. Sejak bertemu dengan Evan musuh bebuyutannya, wajah Alvin berubah menjadi lebih garang. Api yang lama sudah padam, kini seakan mulai menyala kembali.


‘’Jhony, siapkan tiket untuk besok siang. Kita pulang !!”perintah Alvin kepada salah satu bodyguard Oma Ana.


“Tapi Tuan, jadwal kepulangan Anda masih dua hari lagi”


“Saya ga peduli, Siapkan tiket untuk besok siang. Jangan bantah perintah saya!!!”hardik Alvin dengan suara penuh penekanan.


“Baik Tuan”


Nanda menggigit bibir bawahnya. Raut wajah Alvin yang sedang marah membuat bulu kuduknya seketika merinding. Alvin terlihat sangat menyeramkan.


***


Di Apartement Celine


Celine mendongakkan kepalanya ketika bel apartementnya berbunyi nyaring.


“Siapa ya?”Ucap Celine penasaran.


Dengan langkah santai, Celine berjalan menuju pintu dan mengintip dari layar monitor yang terpasang di dinding untuk melihat siapakah sosok tamu yang datang.


Seorang laki-laki bule berparas tampan sedang tersenyum ke arah Celine beradu dengan mata Celine yang sedang memantau ke arahnya. Celine menghela nafas pendek dan tanpa berpikir panjang, Celine pun segera membukakan pintu untuknya.


“Sean”


“Hi, baby…” jawabnya sambil tersenyum manis.


Celine melangkah masuk dan membiarkan Sean masuk mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Sean langsung menangkap tubuh Celine dan meraupnya ke dalam pelukannya ketika Celine memutar tubuhnya menghadap ke arahnya.


“Sean, don't touch me” tubuh Celine menggeliat mendorong tangan kekar Sean yang sedang menahan tubuhnya.


“Hei baby… Why did you reject me? Haven't you been very happy when I hug like this?"


(Kenapa kamu menolakku? Bukankah selama ini kamu sangat senang kalau aku peluk seperti ini?)


‘’It's late, Sean. I'm sleepy. After all, what are you doing here at night"


(Ini sudah malam Sean. Aku ngantuk. Lagipula ada apa kamu malam-malam datang ke sini?)


‘’I really miss you dear… Don't you miss me?"


(Aku kangen banget sama kamu sayang… Memangnya kamu ga kangen sama aku?


‘’Yes, I miss you too. But it's very late. You better go home now"


‘’I want to sleep here with you. can you?"


(Aku mau tidur di sini saja sama kamu. Bolehkan?) ucapnya seraya merapatkan pinggang Celine ke tubuhnya.


‘’Seaan, don't. Please… I'm tired. I want to go to bed. Tomorrow I have a meeting schedule with a new client"


(Seaan, jangan. Please… Aku lelah. Aku mau tidur. Besok aku ada jadwal meeting dengan client baru)


“You left me for a long time baby... I want to be spoiled with you, pleasee... I Miss you so much baby..."


(Kamu sudah ninggalin aku lama sekali sayang… Aku ingin bermanja-manja dengan kamu, pleasee... I Miss you so much baby...) ucapnya seraya menyusupi leher jenjang Celine. Celine mendesah menikmati sentuhan Sean yang mulai membuatnya labil.


“Seeaaannn….”panggil Celine menahan hasrat.

__ADS_1


“Yes baby…” jawabnya singkat dengan tangan yang masih sibuk menyusuri lekuk tubuh Celine.


“Don't be like this Sean. Please let me go"


(Jangan seperti ini Sean. Tolong lepaskan aku) Celine mencoba melepaskan diri sambil menahan rasa geli.


Bukannya melepaskan, Sean malah semakin menenggelamkan kepalanya di lekukan leher Celine yang mulus. Sebuah ciuman panas ia daratkan di bibir Celine. Tangan Sean juga semakin liar menjelajahi lekuk tubuh Celine yang selalu membuatnya rindu. Celine mulai menikmati ciuman panas yang Sean labuhkan di bibirnya. Sean selalu berhasil membuat dirinya diam dan sulit untuk menolak sentuhan lembut dan menggoda.


‘’I miss you so much baby… I need you” bisik Sean dengan suara parau menahan hasrat.


Sean kembali melabuhkan ciuman panasnya dan mendorong tubuh Celine ke arah ranjang tanpa melepaskan pagutan bibirnya. Malam ini Celine terlihat sangat sexy dengan balutan kimono satin sutranya yang memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnynya yang semakin terlihat menggoda.


Note :


Sean adalah kekasih Celine di Amerika. Awalnya mereka hanya sebagai partner kerja di sebuah project. Sean berprofesi sebagai fotografer professional sebuah iklan dan saat itu bertugas mengambil gambar Celine untuk pemotretan iklan foto sebuah product. Intensitas pertemuan mereka yang cukup sering membuat hubungan mereka menjadi semakin dekat.


Selain memiliki wajah yang tampan, Sean juga mempunyai bentuk tubuh yang tidak kalah bagusnya dengan tubuh Alvin. Otot dadanya yang kuat dan kekar, serta lengan yang kuat membuat banyak para wanita terpesona kepadanya, termasuk Celine. Bedanya, Sean tidak cukup kaya secara materi seperti Alvin. Namun Sean memiliki sifat lembut dan sabar yang tidak dimiliki Alvin.


Makin hari, hubungan Celine dan Sean semakin lebih intens. And finally, hubungan merekapun berakhir di ranjang. Ternyata Sean sangat kuat di ranjang dan sangat memanjakan Celine yang suka dengan berbagai variasi gaya. Jika dengan Alvin, Celine lebih sering mengalah dan pasrah dengan perlakukan Alvin kepadanya. Sangat berbeda jauh dengan Sean yang bisa mengikuti arah dan kemauannya. Hal itulah yang membuat Celine sulit untuk melepaskan Sean dari hidupnya, meskipun ia tau kalau Alvin sampai mengetahui hal itu akan membuat hubungannya dengan Alvin akan berakhir kandas tanpa sisa.


***


Pagutan bibir Sean yang memabukkan membuat Celine tak menyadari kapan kimononya sudah terlepas dari tubuhnya. Bibir Sean mulai turun menjelajahi wilayah teritorial kembar dan mulai asik bermain di sana. Tubuh Celine berkali-kali menggelinjang menahan geli dan nikmat yang tak terlukiskan. Puas bermain disana, Sean pun melanjutkan melancarkan aksinya ke wilayah lain yang semakin membuat Celine semakin lemah dan pasrah.


Malam semakin larut. Namun larutnya malam tak lantas menyurutkan dua insan yang sedang bercinta ini untuk menyudahi kegiatan malam indah mereka. Yang ada, kegiatan ranjang mereka semakin panas dan menggila. ******* demi ******* memenuhi sebuah kamar apartement mewah yang sangat nyaman. Erangan panjang dan sedikit keras dari keduanya terdengar nyaring sebagai tanda usainya pergulatan panas malam ini.


Celine menyusupkan wajahnya di dada Sean. Pergulatan panas yang baru saja berakhir, sungguh menguras tenaga keduanya dan membuat keduanya tidur pulas hanya dalam balutan selimut tebal saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2