Cinta Online

Cinta Online
Kedatangan sang Ayah


__ADS_3

"Tidak Oma ! Tika gak mau " teriak Cantika


"Cantika tapi dia papa kamu! kamu tidak boleh bersikap acuh seperti ini!" jelas Oma membujuk Cantika untuk mau bertemu dengan papanya


"Acuh? Tika acuh? kemana saja dia selama ini kenapa baru muncul sekarang?!" keluh Cantika mengeluarkan segala kegundahan hatinya selama ini.


"Kemana papa disaat anak anak lain di sekolah Tika dulu memanggil Tika anak pungut?! anak yang dibuang di tong sampah?! kemana Oma? apa papa ada saat itu, apa papa membela aku saat itu?! apa papa tahu perasaan Tika?!" jerit pilu Cantika .


Oma sangat mengenal Cantika, ia tahu persis apa yang dirasakan cucunya, tapi bagaimana pun juga ia tetap harus hormat pada orag tuanya walaupun bukan orang tua kandungnya.


Hampir sepuluh tahun lebih sejak Cantika ditinggal pergi mamanya untuk selamanya, papa Cantika pun pergi meninggalkannya sendiri bersama adiknya Reno.


Banyak sudah hal yang terjadi sejak papa meninggalkan mereka.


Bahkan Reno pun belum pernah mengenal dan bertemu papa.


Sekarang dengan tanpa bersalahnya papa datang begitu saja dan Cantika harus bersikap seperti tidak ada kejadian apa-apa?


Rasa sedih dan iri melihat teman-temannya bisa berlindung di punggung ayah mereka, atau diperlakukan bagaikan seorang putri oleh ayahnya,sedangkan dirinya hanya bisa membela diri sediri tanpa ada papa disisinya. apa bisa semudah itu dilupakan? apa bisa semudah itu perasaan yang terluka itu sembuh tanpa bekas dengan kehadirannya saat ini yang tiba-tiba.


"Kak Cantika jangan sedih? Reno juga sedih kalau kak Cantika sedih.Memangnya om yang di luar itu papa kita ya kak? " tanya Reno hati-hati.


"Jangan sebut dia papa dia bukan papa kita kalau ia memang papa kita dia gak akan mungkin menelantarkan kita begitu saja, Untuk kita makan dan sekolah saja ia tidak pernah bertanggung jawab terhadap kita, semua Oma yang menanggung dan kakak pun harus selalu berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa bila ingin lanjut sekolah di sekolah yang ternama dan bahkan harus rela dihina sebagai murid penerima beasiswa.Kemana dia selama ini, mana rasa tanggung jawabnya sebagai orang tua ?" jelas Cantika pada Reno yang masih belum terlalu paham dengan apa yang dikatakan kakaknya.


Oma merasa serba salah, disisi lain Oma harus mendidik Cantika menghargai orang tuanya bagaimanapun keadaannya. Tetapi ia juga sangat memahami betapa terlukanya batin Cantika sejak kepergian papanya.


Sosok ayah yang seharusnya ada disisinya saat Cantika membutuhkan kasih sayang, perlindungan, hilang pergi begitu saja tanpa pamit. Menelantarkan dua anak yang masih sangat membutuhkan sosok ayah dalam tumbuh kembangnya


Betapa sakit dan hancurnya perasaan Cantika, mengetahui sang papa tidak mempedulikan keberadaan dirinya dan adiknya dengan alasan masih trauma, bila melihat Cantika dan adiknya, karena mengingatkan dirinya pada sosok istrinya atau mama Cantika.


Semua alasan yang diutarakan serasa tidak sebanding dengan derita yang dirasa Cantika. Merasa diabaikan, ditelantarkan dan dibuang.


"Oma, Cantika mengerti sekali maksud Oma, hanya saja untuk saat ini Cantika belum bisa memaafkan papa, mungkin suatu saat jika sakit yang Cantika rasakan berangsur hilang, Cantika akan temui papa." tutur Cantika menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.


"Iya sayang, Oma ngerti kok. tapi tidak apa kan kalau Reno menemui papa nya, kasihan dia belum pernah ketemu papanya dan Reno pasti ingin merasakan memiliki papa." bujuk Oma sambil mengusap punggung Cantika.


Cantika mengangguk pelan.


"Reno ayo kita ke bawah, temui papa kamu dari tadi ia sudah menunggumu" ajak Oma kepada Reno.


Reno menatap Cantika meminta persetujuan.


Reno sangat patuh dan mengidolakan kakaknya, bagi Reno Cantika adalah sahabat, orang tua sekaligus kakaknya.


"Kak..." ucap lirih Reno sambil menyentuh tangan Cantika.


Oma paham sekali perasaan Reno , dari kecil Cantika lah yang merawat dan mengurus Reno.


Oma sangat terbantu sekali degan sikap Cantika yang begitu sayang dan peduli pada adiknya.

__ADS_1


Tidaklah heran bila sekarang Reno begitu sayang dan patuh pada Cantika, karena Reno merasa dia hanya memiliki Oma dan Cantika yang peduli dan menyayangi dirinya.


Cantika menoleh ke arah Reno.


"Iya sayang, pergi temui papamu bersama Oma" Cantika mencoba tersenyum untuk Reno.


"Kakak tidak ikut?" tanya Reno.


Cantika tersenyum dan memegang kedua pundak Reno.


"Kamu temui papa. katanya kamu ingin ketemu papa, tuh papa dah datang buat kamu" bujuk Cantika pada Reno.


Reno masih terdiam di tempat sambil menatap Cantika berharap untuk ikut bersamanya.


"Reno ..., kakak masih ada peer banyak nih, kamu temui papa dulu oke! kasihan papa sudah nunggu kamu lama, pasti kangen deh, kan kalian belum pernah bertemu sebelumnya." Cantika menggandeng Reno dan menyerahkan pada Oma.


"Pergilah sayang" Cantika berusaha tersenyum.


Reno terus menoleh ke arah Cantika, tatapan Reno tersiratkan keraguan .Cantika terus tersenyum pada Reno agar mau menemui papanya.


Setelah Reno menghilang dari pandangannya, Cantika masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.


"Maafkan Cantika ma..., Cantika belum bisa memaafkan papa.Luka ini terlalu dalam " Cantika terduduk dan menenggelamkan kepalanya diantara kedua kakinya.


Bayangan teman-teman yang mengejeknya "anak pungut...anak pungut" kembali terngiang di kepala Cantika.


Air matanya mengalir dengan deras. Perasaan terbuang, tak diinginkan, tak disayangi kembali muncul di benak Cantika.


Cantika segera menghapus air matanya, ia mencari ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


Setelah mengetahui yang meneleponnya adalah Gavin, Cantika kemudian menerimanya.


"Iya hallo"


'Haii Cantik, aku jemput kamu ya sekarang? kita----" belom selesai Gavin meneruskan kalimatnya Cantika sudah langsung berkata " Oke, aku sudah siap " kemudian Cantika menutup teleponnya.


Gavin merasa ada yang aneh, tumben Cantika dengan cepatnya mengiyakan ajakannya, biasanya selalu ada saja alasan untuk menolak pergi berdua dengannya.


Viona selalu jadi alasan utama Cantika susah diajak keluar berdua di tempat umum.


Alasannya tidak suka jadi bahan bully-an geng Girly. Berulang kali Gavin berusaha menjelaskan pada Cantika tidak perlu merasa sungkan atau terintimidasi oleh kehadiran Viona . Tetapi Cantika masih saja berusaha untuk terus menghindar.


Setelah sampai di depan rumah Cantika, Gavin kembali menghubungi Cantika untuk memberitahunya bahwa ia sudah ada di depan.


Cantika dengan secepat kilat menyambar tas kecilnya serta jaket jeans berwarna biru.


Ketika Cantika menuruni tangga, " Kak Cantika!" suara nyaring Reno menyapa Cantika.


Dengan kompak baik Oma dan ayah Cantika melihat ke arah tangga.

__ADS_1


"Cantika?" Ayah tidak menyangka gadis kecilnya dahulu yang masih ia gendong kemana-mana dan yang selalu minta keliling kampung terlebih dahulu sebelum dirinya berangkat kerja, sekarang telah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik.


"Cantika kamu mau kemana?" tanya Oma melihat penampilan Cantika yang rapi dan siap untuk pergi.


Reno yang melihat kakaknya sudah rapi, lantas berlari keluar


" Hallo kak Gavin! mau kemana? ayo sini Reno kenalkan dengan papa Reno, ganteng lho seperti Reno ya kan pa?!" tanya Reno sambil minta persetujuan papanya.


"Cantika pergi dulu ya Oma" Cantika mencium tangan Oma, kemudian ayah, tanpa menatap wajah ayahnya.


Cantika setengah berlari berusaha secepat mungkin keluar dari rumah.


Ayah paham Cantika masih terlalu sakit hatinya karena ia telah meninggalkan dia sejak ia masih duduk di bangku Taman Kanak Kanak. Tetapi Cantika mau mencium tangannya saja sudah merupakan penghormatan bagi dirinya, cukup membuatnya terharu.


"'Ma tolong berikan nomer hape saya ini pada Cantika ya, bilang padanya ia bisa menghubungi saya kapan saja ia mau, saya akan membayar hutang saya karena tidak pernah mendampinginya sewaktu ia masih kecil dulu" jelas papa Cantika.


Cantika pergi begitu saja, tanpa pamit pada Reno. Semua yang dilakukan Cantika hari ini sangatlah berbeda dengan kebiasaannya sehari hari.


Reno hanya bisa menatap sedih, pada Cantika dan Gavin yang langsung pergi begitu saja.


Walaupun Gavin masih sempat tersenyum pada Reno untuk berpamitan tapi Reno masih merasa tidak terima kakaknya pergi begitu saja mengabaikan dirinya


"Reno ayo masuk " ajak Oma.


"Reno papa pulang dulu ya, besok papa akan kembali lagi , semoga besok kakak kamu mau menemui dan tidak marah lagi pada papa." harap Papa Cantika sekaligus pamit .


"Iya pa" jawab Reno lesu.


"Oya jangan lupa sampaikan permintaan maaf saya pada Cantika ma" pesan Papa


"Oke akan mama sampaikan, kamu yang sabar ya menghadapi anak SMA yang masih labil dalam perasaannya." pesan Oma.


"Iya ma, saya pamit dulu"


"Reno papa balik dulu ya, besok kesini lagi kita main bareng lagi ya " pamit ayah.


"Siap pa ditunggu" ucap Reno girang.


Papa memeluk Reno dan menciumnya lalu mengacak-acak rambut Reno, lalu pergi.


Oma dan Reno menatap kepergian papa hingga hilang dari hadapan mereka, dengan pikiran yang berbeda.


..............🌹🌹🌹🌹...............


Hai ...terima kasih masih setia menunggu kelanjutan cerita Cantika


Jangan lupa ya goyang jempol nya like komen dan favorit 😊 karena sangat berarti untuk kelangsungan kisah Cantika dalam Cinta Online.


❤️Happy Reading ❤️

__ADS_1


"


__ADS_2