Cinta Online

Cinta Online
aura jahat


__ADS_3

"Hallo Reno, maaf ya sore ini papa gak bisa menemani kamu bermain." ijin ayah pada Reno.


"Papa lembur ya? banyak kerjaan ya pa?" tanya Reno mencoba mengerti keadaan papanya.


"Bukan lembur nak, tapi sahabat papa datang dari luar negeri jadi papa harus menjemput nya dan mengantarnya keliling keliling."


"Wahh kenalin ke Reno pa...bawa teman papa ke rumah oma" pinta Reno.


"Iya Reno ..., ntar papa kenalin ke Cantika juga " ucap papa.


"Oya kamu tahu gak ..kira kira Gavin pacar kakakmu itu kapan ya datang kerumah lagi?" tanya ayah.


"Hmm Reno gak tahu, kak Gavin datangnya suka dadakan pa" jawab Reno apa adanya.


"Hmm ok baiklah ntar papa mau ngomong sama Oma mau undang Gavin makan malam bersama kita." angan ayah yang ingin melihat sahabatnya bahagia.


..............................................


(Di rumah Viona)


"Biii....! teriak Viona menumpahkan kekesalannya.


"Iyaa non , ada yang bisa bibi bantu?"


"Aku mau makan enakk,


bikinkan aku jus buah" timpal Viona penuh kekesalan.


' Baik non " kemudian bibi langsung menjauh melihat gelagat berbahaya.


Viona terkenal dengan gadis manja, bila sedang tidak enak hati, apa saja pasti kena sasaran kekesalan hatinya.


'Pyaarr" bunyi gelas di banting, hingga pecah


Semua pelayan terdiam, takut mereka akan menjadi sasaran kemarahan Viona yang biasa random..


"Vii! ada apa lagi ini?!" tanya ibu Viona tergopoh gopoh turun menghampiri Viona dari lantai atas


" Papa ma... papa mana?!" jerit Viona histeris.


"Papa janji akan bikin om Jevaro melarang anaknya berhubungan dengan Cantika mana ...ma..justru mereka makin dekat sekarang. Papa bohong! papa gak sayang Viona lagi!" protes Viona .


Mama lalu berusaha menenangkan Viona. Mama meraih tubuh Viona dan langsung dipeluknya. Sejak kecil Viona selalu saja seperti ini, bila apa yang diinginkannya tidak terpenuhi dia akan tantrum.


"Nanti coba mama tanyakan ke papa, apa ia sudah bilang ke om Jevaro atau belum"

__ADS_1


"Sekarang kamu ganti baju dulu dan beristirahat lah bersama teman temanmu di kamar dahulu." pinta mamanya .


"Janji ya ma" Viona merajuk manja pada mamanya yang hanya menjawab dengan anggukan kepala, sambil membelai rambut Viona dan mengecup kening Viona.


Kemudian Viona melangkah menjauh meninggalkan ibunya, menuju ke kamarnya, dan diikuti oleh teman temannya.


"Permisi Tante..." ijin teman teman Viona untuk mengikuti Viona ke kamarnya.


Dengan kasar Viona membuka dan menutup pintu kamarnya.


"Vi, sepertinya pangeran kamu beneran deh jatuh cinta sama---" ucap Kinan yang langsung dipotong oleh Viona.


"Tidak...tidak mungkin, Gavin tidak mungkin jatuh cinta pada cewek kelas rendah seperti itu" Viona terus menolak kenyataan.


"Tapi Vi.." balas Bella.


"Kalian ini ya .... lama lama tidak akan aku bantu lagi! ingat nilai nilai kalian yang seharusnya kebakaran semua" ucap Viona mengungkit jasa dirinya kepada kedua temannya tersebut.


"Bukan begitu Vi, tapi kamu lihat sendiri kan, beberapa kali kita berusaha membuat malu Cantika, ujung ujungnya kita juga yang dipermalukan Gavin" sahut lirih Kinan.


"Tolol! itu karena kalian semua tolol! makanya sebelum bertindak selidiki dulu! jadi kita tidak dipermalukan berulang ulang!" jerit Viona .


"Kok kita sih yang disalahkan, ide menyebarkan cerita Cantika menpunyai Sugar Daddy kan dari kamu sendiri Vi, waktu lihat Cantika dicium papa nya" protes Bella.


Bella dan Kinan pun hanya bisa terdiam dan saling melirik satu sama lain


Ada perasaan dongkol di hati, mereka ingin berontak tapi tidak bisa dipungkiri mereka masih membutuhkan bantuan Viona untuk meng-upgrade nilai-nilai mereka


Pyarrr...


Brakk.....


Semua barang yang ada di meja dihadapan Viona berhamburan di lantai. Vas bunga pecah, buku-buku berantakan, alat-alat tulis berhamburan di meja dan lantai.


"Aaaarghhhhh" teriak Viona mengeluarkan kekesalan hatinya.


Tanpa disadari Kinan dan Bella sudah saling menggenggam tangan. Mereka sangat tahu sekali watak sahabatnya itu bila keinginannya tidak tercapai semua yang ada dihadapannya, baik mahluk hidup ataupun benda mati pasti akan jadi sasaran kemarahannya.


Dengan penuh rasa kesal dan amarah Viona meraih hape nya dan memencet beberapa nomer dengan kasar.


"Hallo" terdengar suara dari seberang.


"Papa! Viona benci papa! papa jahat!!" seru Viona Tiba-tiba.


"Hei ada apa sayang?!!" sahut papa.

__ADS_1


"Papa bilang papa akan menyuruh om Jevaro melarang anaknya bergaul dengan anak udik itu dan menjelek jelekannya, tapi buktinya mereka bukannya makin menjauh justru makin dekat. Papa bohong papa gak sayang Viona lagi" merajuk Viona pada papanya.


Terdengar hembusan nafas dari seberang " Papa sudah sampaikan pada Jevaro, tapi papa tidak tahu kalau anaknya masih berhubungan dengan anak penerima beasiswa itu."


"Tekan dong pa tekan! jangan beri om Jevaro tander, bilang saja bila masih ingin tetap bekerjasama dengan papa, Anaknya harus menjauhi Cantika. Kalau tidak semua kerjasama antara papa dan om Jevaro batal!' seru Viona mengatur papanya.


"Tidak sesimpel itu nak banyak yang harus dipertimbangkan dalam dunia bisnis." sahut papa Viona.


"Viona gak mau tahu bagaimana cara papa, pokoknya kalau kak Gavin masih berhubungan dengan cewek udik itu, berarti papa tidak sayang Viona!' seru Viona lalu membanting hapenya ke atas tempat tdr.


Viona lalu menangis sejadi jadinya diatas tempat tidur. Dia tidak terima Gavin lebih memilih Cantika daripada dirinya.


Viona merasa dia lebih segalanya dari Cantika dari segi apapun kecuali nilai akademik.


"Bagaimana mungkin seorang Viona kapten tim Cheerleaders sekolah. Orang tuanya donatur utama yayasan sekolahnya, cantik idola cewek cewek cupu di sekolahnya, bisa bisanya dikalahkan oleh seorang anak penerima beasiswa di sekolahnya, sudah miskin udik lagi" batin Viona berulang ulang.


Teman-temannya memberinya semangat pada Viona.


"Sabar Vi, kita pikirkan lagi bagaimana cara menjatuhkan Cantika, hingga Gavin benci dan menjauhinya." ucap Kinan sambil mengelus rambut Viona


"Iya Vi mulai sekarang kita pantau saja kehidupan si Cantika, kalau kita ketemu celah untuk menjatuhkannya kita jatuhkan dan kita permalukan dia didepan semua siswa dan guru guru di sekolah kita. Bagaimana menurutmu.?" tanya Bella.


Viona bangkit duduk diatas kasur, dan menghapus air matanya.


"Aku sangat menantikan peristiwa memalukan itu terjadi, aku ingin sekali mempermalukan dirinya dihadapan Gavin, hingga membuat Gavin jijik padanya dan menjauhinya." Viona menyeringai membayangkan kejadian buruk dan memalukan akan terjadi pada Cantika.


Kedua sahabatnya itu sangat tahu sekali bila Viona sudah menyeringai seperti tadi. akan banyak bermunculan ide ide jahat di otaknya untuk menjatuhkan musuh dirinya.


Apapun akan ia lakukan bila ia mempunyai keinginan kuat untuk memiliki, menginginkan dan menyukai sesuatu baik barang ataupun seseorang.


Viona sudah terkenal di antara sahabat- sahabatnya sebagai anak manja yang apapun keinginannya pasti ia dapatkan.


..................................................


Maaf ya agak lama munculnya masih banyak kesibukan yang harus dikerjakan ...


Tetap ikuti yuk kisah Cantika dan cerita cintanya.


Jangan lupa LIKE. KOMEN serta hadiah hadiah lainnya untuk Cantika ya biar tetap bisa melanjutkan kisah cintanya ....


Bagi yang masih punya VOTE bagi donk...


Lope you all


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2