Cinta Online

Cinta Online
Merencanakan melawan ancaman dengan otak


__ADS_3

"Selamat pagi oma" sapa Gavin pada Oma yang sedang menanam tanaman di halaman depan.


"Haii Gavin ..., tumben nih pagi- pagi sudah muncul." tanya Oma sambil membersihkan tangannya setelah selesai menanam.


"Iya nih Oma, ijin ngajak Cantika jalan-jalan keliling kota." sambil membantu Oma membereskan peralatan berkebun.


"Renoo ,... panggil kakakmu! bilang ditunggu Gavin." teriak Oma memanggil Reno yang sedang asyik bermain game di ponsel nya.


"Pagi kak Gavin,!" sapa Reno sambil nyengir penuh arti .


"Sudah kamu panggil, kakak kamu?!" tanya Oma pada Reno.


"Sudah dong oma, masih ganti baju kata kak Tika." sambil melirik ke arah Gavin penuh arti.


Gavin yang menangkap ada maksud terselubung dari tatapan dan senyum Reno, berpikir sebentar lalu menebak.


"Kamu mau ikut Reno? keliling keliling kota?" tanya Gavin berusaha menebaknya


Reno langsung mengangguk cepat.


"Boleh ya kak Gavin...," sambil memasang muka berharap.


Gavin pun tertawa melihat tingkah pola Reno yang kadang lucu, nyebelin, semaunya sendiri tapi sebenarnya anak yang baik dan penurut.


"Kok kak Gavin tertawa sih. emang ada yang lucu?" Reno memasang wajah cemberut sambil menunduk.


Oma yang melihat tingkah Reno yang sedang merayu Gavin lantas tersenyum, "Reno ...,ntar keliling-keliling nya sama papa saja.Sebentar lagi papa juga datang kok"


"Tidak apa-apa Oma, yuk Reno kita keliling-keliling kota, tunggu kakak kamu ya ?" Gavin merangkul Reno dan mengacak rambut Reno.gemas.


"Tuh kak Cantika!" tunjuk Reno ke arah Cantika yang sedang menuruni tangga.


"Kamu masuk duluan ke mobil." perintah Gavin pada Reno.


Reno langsung berlari menuju mobil Gavin, tapi sebelumnya Reno berpamitan terlebih dahulu pada Oma.


"Nak Gavin, Reno biar sama papa nya saja, nanti merepotkan kalian berdua." Oma sangat mengerti maksud kedatangan Gavin, yang sebenarnya ingin kencan berdua dengan Cantika, tapi malah direcoki Reno.


"Tidak apa-apa kok Oma, biar makin seru jalan-jalannya." Gavin mencoba meyakinkan bahwa ia senang bila Reno ikut bersamanya.


"Yuk kak Gavin, maaf nunggu lama ya" Cantika merasa bersalah karena terlambat bangun.


"Oma, Cantika berangkat dulu ya" pamit Cantika pada Oma.


"Iya sayang. jaga adikmu ya jangan boleh ngilang dan jauh- jauh dari kamu" pesan Oma.


"Maksud Oma?" tanya Cantika bingung.


"Reno ikut dengan kita Cantik, Gavin pamit dulu Oma." jelas Gavin sambil mencium tangan Oma.


"Yuk Cantika" sambil membukakan pintu buat Cantika.


Cantika masih berusaha mencerna kata-kata Gavin.


Kedua alis Cantika bertemu.


Setelah masuk ke mobil.


"Yes berangkat! Kita kemana dulu kak Gavin?" seru Reno kegirangan.


Cantika membelalakan mata "Suara itu kan..." batin Cantika.


Kemudian Cantika pun menoleh ke bangku belakang."Kamuu!!"


Reno menjulurkan lidahnya menggoda Cantika.

__ADS_1


"Dia----" tunjuk Cantika ke arah Reno sambil menatap Gavin.


"Aku yang mengajaknya, maaf aku belum sempat bilang kamu tadi. Daripada dia bengong sendiri di rumah, ya aku ajak aja sekalian keliling keliling kota. Kamu suka kan Reno" sambil melihat spion tengah, Gavin mengedipkan mata ke arah Reno.


"Suka sekali kak Gavin, terima kasih ya" seru Reno.


Cantika berpikir curiga, "ini pasti ulah Reno."


Akhirnya mereka bertiga keliling Keling kota dan bercanda bergurau bersama.Tingkah laku Reno sangatlah menghibur mereka. Sampai akhirnya Reno tertidur karena letih.


Melihat adiknya telah tertidur lelap, Cantika tersenyum bahagia, Reno terlihat senang dan menikmati kebersamaan mereka hari ini. Sudah lama Cantika tidak melihat Reno sebahagia hari ini.


"Terima kasih ya kak, " ucap Cantika.


"Terima kasih untuk apa?" tanya heran Gavin, sambil melirik Cantika.


"Sudah membuat Reno bahagia" sahut Cantika.


"Hmm, jadi...., hanya Reno nih yang bahagia?." sambil melirik Cantika.


Cantika sudah mengetahui ke arah mana ucapan Gavin itu.


"Aku juga bahagia kak, terima kasih sudah mengajak kami berdua menikmati hari Minggu pagi yang menyenangkan'" ucap Cantika.


Gavin pun tersenyum bahagia, karena sudah membuat kekasih dan adiknya hari ini merasa Bahagia.


.................🌹🌹🌹...............


(Di rumah Gavin)


"Pagii bi..." sapa Aqib pada asisten rumah tangga Jevaro.


Bi Ina terdiam di tempat menatap Aqib terheran heran.


"Bi ...." Aqib menggoyang goyangkan telapak tangannya di depan wajah bi Ina.


"Ohh ehh...tu- tuan bisa berbahasa Indonesia?" tanya bi Ina terkesima.


Aqib hanya tersenyum tipis, dan mengangguk.


"Saya lama tinggal di Indonesia bi, sebelum saya kembali ke negara saya." jelas Aqib.


"Oohh " jawab Bi Ina masih terheran-heran.


"Bi..., ibu dan bapak Jevaro belum bangun ?" selidik Aqib sambil matanya menatap lekat pintu kamar mereka.


"Mungkin sebentar lagi pak, biasanya mereka mandi dulu baru keluar sarapan " sahut bi Ina.


"Click.." pintu kamar terbuka.


Tampak Jevaro keluar mengenakan celana pendek dan T-shirt putih.


"Hei Kak ..sudah bangun?" sapa Jevaro saat membuka pintu, Aqib sudah terlihat di dapur.


"Baru aja Jev," sambil menengok mencari sesuatu.


"Cari apa kak?" tanya Jevaro sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Ga-Gavin kok belum bangun ya" tanya Aqib lebih lanjut.Mencoba mengalihkan jawaban .


"Hmm..., a-anu tuan Akib, tadi nak Gavin sudah ijin keluar keliling keliling kota bersama pacarannya." bi Ina menyampaikan pesan Gavin.


"Jam berapa tadi Gavin keluar?" sahut Jevaro panik.


"Hmm sekitar pukul lima pagi pak" sahut bi Ina.

__ADS_1


"Oke oke makasih bi," lalu Jevaro meraih ponselnya dan menelepon.


"Hallo Gavin, kamu dimana nak?"


"Mau antar Cantika pulang pa, ada apa ya pa? papa mau nitip sesuatu?".


"Tidak ...tidak, setelah sampai rumah Cantika, kamu langsung pulang ya" perintah Jevaro.


"Tapi pa.." sanggah Gavin.


"Please nak, kali ini jangan membantah ya" pinta Jevaro pada Gavin.


Jevaro cemas, bila Viona atau orang suruhan pak Gunadi melihat Gavin masih bersama Cantika, bisa kacau semua.


Jevaro ingin membuat kesepakatan dahulu sebelum memisahkan Gavin dan Cantika dengan sangat berat hati.


"Baiklah pa, Gavin langsung pulang" sahut Gavin lesu


"Papa tunggu di rumah, terima kasih Gavin" Jevaro sebenarnya merasa bersalah pada Gavin, tapi bagaimana lagi.


Kemudian Jevaro menutup hubungan telepon nya.


Setelah ia menutup teleponnya, Jevaro menerima tatapan tajam dari Aqib.


"Kenapa? kamu tidak suka Gavin berhubungan dengan Cantika? apa karena kamu merasa Cantika tidak selevel dengan Gavin? aku tidak menyangka Jev pikiran kamu sedangkal itu." Aqib tidak suka Jevaro memandang sebelah mata Cantika.


"Cantika anak yang baik. selalu juara kelas.cantik dan papa Cantika sahabat lama aku " jelas Aqib


Jevaro bingung menjelaskan nya darimana dahulu. Aqib salah sangka, sebenarnya Jevaro dan Kimberley sangat setuju bila Gavin bersanding den Cantika.


Hanya saja....,


"Jangan salahkan Jevaro kak Aqib" bela Kimberley yang ternyata sudah ada di belakang suaminya.


"Kami ini sebenarnya sangat sangat setuju dan merasa senang kalau Gavin berpacaran dengan Cantika ."


"Tetapi ada sesuatu hal yang membuat kami harus dengan sangat terpaksa menjauhkan mereka berdua, untuk sementara.". jelas Kimberley.


Aqib menyatukan kedua alisnya.


Kemudian Kimberley pun menceritakan tentang ancaman yang diterima Jevaro oleh patner kerjanya.


"Gila! orang tua gila itu, sayang anak sih boleh tapi jangan ngawur. Apa hubungannya coba urusan bisnis dan percintaan anak remaja. Benar- benar tidak masuk akal" umpat Aqib berkali-kali.


"Trus rencana kalian selanjutnya bagaimana.?" tanya Aqib.


"Rencananya kami akan membuat kesepakatan dengan pak Gunadi.Bahwa kami setuju memisahkan mereka, hanya sampai Gavin lulus kuliah. Setelah mereka lulus kuliah perjanjian ini langsung batal.


Karena Jodoh ada ditangan Tuhan" jelas Kimberley.


"Dan selama perjanjian itu, setelah Gavin lulus Sekolah Menengah Umum nanti, Gavin aku titipkan padamu di Kashmir. Menurut kamu bagaimana? " tanya Kimberly.


"Iya kak kami ingin Gavin kuliah disana, agar semua rencana berjalan dengan baik.Sampai dengan empat tahun kemudian Gavin selesai kuliah, semua perjanjian ini batal. Jadi bila Gavin dan Cantika memang berjodoh, pak Gunadi tidak lagi berhak menganggu atau mengancam hubungan mereka kembali.".sahut Jevaro.


"Okay setelah Gavin datang ,kita bicarakan lebih lanjut dengannya." sahut Aqib.


...................yuk ditunggu kelanjutannya++++++++++++++


jangan lupa like, fav, bunga, dan vote bila berkenan.


Ditunggu ..


Terima kasih, 🙏


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2