Cinta Online

Cinta Online
Temu kangen


__ADS_3

Setelah perjalanan panjang naik kereta dari New Delhi ke Kashmir akhirnya mereka berganti angkutan bis untuk sampai ke Barramula Kashmir.


Masih dengan pemandangan yang menakjubkan Cantika tak henti-hentinya berdecak kagum.


Matanya terasa segar kembali dari segala kepenatan selama ini.


"Sepertinya kamu suka ya ... indah kan?" goda Kimberley.


"Iya Tante indah sekali!" sahut takjub Kimberley.


"Ntar deh kalau sudah sampai Barramula minta antar Gavin dan paman Aqib jalan-jalan ke tempat wisata keren kamu pasti suka deh!" Kimberly membelai rambut Cantika.


"Hmm mertua mana lagi yang sayang nya seperti ini ke anak menantunya.Beruntunglah kamu Cantika'" goda paman Aqib


Kimberley pun melirik suaminya yang terlihat termenung dengan sorot mata sedih dan tersirat sesuatu yang entah apa itu.


Kimberley menghampiri suaminya dan memeluknya dari belakang sambil menyandarkan kepalanya manja di punggung Jevaro.


Jevaro menyadari istrinya memeluknya lalu ia memutar badannya.Kemudian ia pun memeluk Kimberley dan mencium ujung kepala Kimberley.


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat risau?",tanya Kimberley pada suaminya.


Jevaro menarik napas dalam-dalam.Dia hanya tersenyum sekedarnya.


Entahlah melihat semua ini aku merasa Yasir ada di tengah kita.


Kimberley pun menatap lekat suaminya.

__ADS_1


"Aku tiba-tiba bisa merasakan rasa cintanya padamu." ucap lirih Jevaro.


Kimberley meraih kedua tangan Jevaro lalu menciumnya.


"Heii yuk kita sudah sampai" teriak Aqib saat bis berhenti.


Kimberley dan Jevaro pun baru menyadari bahwa bis telah berhenti dan itu tanda buat mereka turun dan bertemu buah hati mereka.


"Itu Gavin !" tunjuk Aqib.


"Kak Gavin mana om?" tanya Cantika bingung karena banyak orang yang menunggu kedatangan kerabat mereka .


"Oh My God Gavin!" seru Kimberley lalu berlari ke arah Gavin.


Cantika dan Jevaro masih bingung mencari tetapi seorang ibu tidak mungkin tidak dapat menemukan keberadaan anaknya.


"Mama!" Lalu Gavin pun berlari menemui mamanya lalu mereka pun berpelukan.


"Wow itu kak Gavin?!" Cantika takjub melihat perubahan penampilan Gavin.


"Haii nak kamu ...." Kimberley menyentuh wajah anaknya dengan bergetar.Lalu menciumnya berulang ulang.


"Kim...cukup dilihat orang tuh! " Jevaro menyadarkan istrinya untuk tidak terus mencium anaknya .


"Biarin anak-anak aku.Sirik amat!" ucap Kimberley yang disambut gelak tawa Jevaro, Aqib dan Cantika.


"Papa!" Gavin mencium tangan papanya lalu mereka berpelukan.

__ADS_1


"Wow kamu berubah jadi Kashmir boy!" celetuk Jevaro sambil menepuk pundak anaknya.


"Kamu benar mirip Yasir kalau begini" senyum papa Jevaro.


"Cantika..." sapa Gavin pada Cantika.


"Hai..." Lalu entah siapa yang memulai mereka pun berpelukan.


"Aku kangen kamu" bisik Gavin.


Cantika pun mengangguk dalam tangis keharuan.


"Tinggal beberapa langkah lagi kita akan selalu bersama." Gavin memandang Cantika dengan lembut.


Kimberley yang melihat sorot mata Gavin pada Cantika.Mendadak merasa ada sesuatu yang bergetar di tubuhnya tatapan dan sorot mata itu mengingatkannya pada sorot mata Yasir.


"Yasir... benarkah saat ini kamu bersama kami disini?...Tadi Jevaro pun merasakan kehadiran kamu." batin Kimberley sambil merasakan hembusan angin semilir.


Kimberley tak pernah bisa melupakan tatapan mata itu tatapan mata milik Yasir yang dulu selalu bisa membuat dirinya meleyot.


"Haii...yuk cukup kangen-kangennya.kita lanjutin di rumah saja Vin. Papa, Mama dan Cantika pasti sangat lelah setelah perjalanan panjang .Mereka pasti ingin segera beristirahat" Aqib membantu membawakan koper Kimberley dan Cantika.


"Biar saya saja Om!" Gavin mengambil koper Cantika dan papanya lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Keluarga Yasir.


Sekali lagi mereka disuguhi pemandangan perkebunan yang indah dan sangat luas di sepanjang perjalanan mereka .


.............................

__ADS_1


Ikuti yuk kelanjutannya.


__ADS_2