Cinta Online

Cinta Online
Cantika hilang


__ADS_3

Jevaro menghampiri Anaknya saat terlihat termenung melihat padat nya lalu lintas di udara bergantian berbagai pesawat dari maskapai yang berbeda turun dan naik ke udara.


Hampir lima belas menit Jevaro memperhatikan anaknya yang termenung menatap kosong ke arah luar jendela bandara yang memperlihatkan hilir mudik pesawat.



Jevaro menepuk punggung anaknya perlahan. "Papa lihat dari tadi kamu hanya diam, apa yang sedang menganggu pikiran kamu saat ini nak, kamu berat ya meninggalkan tanah air?"


Gavin menoleh perlahan ke arah sumber suara.


Kemudian ia memeluk papanya erat, dan menangis.


Papa nya sadar betul kalau semua ini bukanlah keinginan nya, sejak kecil Gavin tidak pernah berpisah jauh dari keluarga inti mereka.Bahkan bila berkunjung ke rumah orang tua Jevaro maupun Kimberley pun, tidak pernah sekalipun anak anak menginap sendirian tanpa kedua orang tuanya


Jevaro menepuk nepuk punggung Gavin berusaha menguatkan .


"Gavin sayang papa, mama dan Laura pa?" tangis Gavin.


"Iya nak, papa tahu" Jevaro terharu walau Gavin bukan anak kandungnya dan diapun sudah mengetahui kenyataan itu tetapi hubungan batin dengannya yang sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan sangatlah erat.


"Gavin .... sebagai laki- laki kita harus kuat, mandiri dan tidak cengeng. Hidup ini keras nak kamu harus menjadi laki-laki yang kuat mental dan fisik."


Kamu ingin membahagiakan kekasihmu bukan? Jadilah laki laki yang kuat dan mampu menyanyangi dan melindungi kekasihnya..


Gavin pun menyeka air matanya.


"Nah ini baru Gavin papa, tidak apa apa menangis, tapi ingat harus cepat sadar, kita tercipta sebagai mahluk yang kuat dan pelindung wanita." nasehat Jevaro.


"Iya pa Gavin ngerti kok'


Jevaro mengecup kening anaknya.


"Sudah hampir jam sepuluh yuk kita jemput paman kamu." ajak Jevaro.


"Pa ... Gavin takut!" jawab lirih Gavin.


Jevaro terdiam memandang intens wajah Gavin.


"Coba cerita sama papa, apa yang membuat kamu takut, apa yang kamu takuti?" selidik Jevaro.


"Gavin cuman kenal Paman Aqib disana , Gavin gak kenal keluarga papa Yasir yang lainnya selain paman Aqib." sahut lirih Gavin.


"Vin seperti yang sering papa ajarkan padamu selama ini pintar pintarlah membawa diri dimanapun kamu berada, hargai dan hormati budaya dan peraturan yang ada dimanapun kamu berdiri, maka merekapun akan melakukan hal yang sama terhadapmu."


"Apa yang kamu takutkan, coba deh kamu tanya paman kamu atau mama kamu atau semua orang yang kenal dengan papa Yasir' akan bilang kamu itu fotocopy nya papa Yasir." ucap Jevaro sambil mengoyak rambut Gavin.


"Pasti deh papa jamin keluarga disana pasti senang bertemu kamu. " jelas Jevaro.


"Jev ..... Gavin!" teriak Aqib dari kejauhan.


"Nah tuh paman kamu !" seru Jevaro


Akhirnya mereka bertiga pun menuju rumah Jevaro .


.................................................


Sejak pagi Cantika, Vera dan Amanda menunggu Gavin di taman sekolah deket parkir mobil yang biasa Gavin memarkirkan mobilnya

__ADS_1


"Hmm Tika sepertinya Kak Gavin gak ke sekolah deh " jelas Amanda.


"Tapi memang sudah tidak ada keharusan lagi untuk anak kelas dua belas masuk sekolah." timpal Vera.


"Kamu kemarin tidak bikin janji dengan kak Gavin ketemuan dimana?" tanya Vera lebih lanjut.


"Hmm tidak sih, aku pikir kak Gavin ke sekolah hari ini " sahut lesu Cantika.


Dari kejauhan nampak kelompok Girly, perlahan tapi pasti menghampiri Cantika.


"Hei anak pungut! ternyata bukan hanya udik tetapi ternyata anak pungut juga cuih! ...' sindir Viona .


"Sadar diri donk, masak anak pungut mau bersanding dengan seorang Gavin yang orang tuanya jelas, berkelas dan harmonis " cerocos Kinan.


"Nunggu Gavin ya? ... Mimpi lu! Gavin tidak akan lagi menemui mu, dia sadar anak pungut sepertimu tidak pantas bersanding dengannya." timpal Bella


"Orang tua nya aja gak jelas pantas karakter nya pun gak jelas mana mungkin orang tua Gavin merestuinya " mereka terus mengolok ngolok Cantika.


"Kalian ini bilang apa sih! jaga tuh mulut jangan sembarangan nyerocos " hardik Vera.


"Yeee emang Cantika anak pungut kok! tanya saja sendiri." lalu Vionapun pergi begitu saja.


"Lain kali kalau milih teman itu tanya asal usulnya, biar ga malu maluin .Dasar anak pungut tak tahu dirii.!" celoteh Kinan dan akhirnya mereka semua meninggalkan Cantika , Vera dan Amanda.


Baik Vera dan Amanda pun menatap intens kearah Cantika.


Cantika hanya terdiam menahan segala emosi yang ada.


Kenangan suram masa kecilnya kembali terlintas jelas.


"Anak pungut .... anak pungut .... dipungut dari Tong sampah"


Tapi ternyata kenangan buruk itu hanya pergi untuk sesaat dan kini kembali lagi disaat ia mulai bermimpi menjalani hari bahagia bersama Gavin .


Semua kenyataan pahit yang telah Cantika upayakan untuk terhapus dari ingatannya kini datang lagi seolah olah menyadarkan dirinya akan siapa Gavin dan siapa dirinya. Diantara mereka terhalang tembok yang sangat tinggi dan tebal .


Cantika mengepalkan tangannya.menahan segala emosi yang ia rasakan.


Lalu berlari secepat mungkin dari hadapan Vera dan Amanda.


"Tikaa!" seru Vera.


Cantika berlari sekuat tenaga keluar gerbang sekolah.


"Cantika!" teriak Amanda.


Vera dan Amanda pun saling berpandangan. Lalu serentak mengejar Cantika.


Tetapi Cantika sudah tidak terlihat lagi, seolah ditelan bumi .


Vera dan Amanda menata nafas terlebih dahulu, " Tika sudah hilang, bagaimana ini?"


"Coba kita cerita ke Rio dan William , kemudian kita cari bareng-bareng dimana Cantika sekarang berada." usul Vera.


"Tapi ... Cantika nya sudah gak ada? " balas Amanda.


"Justru itu Manda, kita ceritakan semua kejadian tadi pada William dan Rio. trus kita sama sama mencari Cantika" jelas Vera.

__ADS_1


"Okay yuk kita temui mereka!" jawab Amanda.


.................,😥😥😥.............


Cantika terus berlari tanpa henti sambil sesekali mengusap air matanya.


Ia sadar sejauh apapun dan se-berusaha bagaimanapun ia menyembunyikan jati dirinya, julukan anak pungut itu akan selalu melekat dalam hidupnya.


"Aaargghhh" teriak histeris Cantika.


"Aku tidak pantas bersanding dengan mu Gavin tidak! ..... aku tidak ingin kamu dipermalukan hanya gara gara diriku, si anak pungut " tangis Cantika di taman kota yang ia temui sewaktu ia kabur dari Vera dan Amanda.


.............................................


Setelah Vera dan Amanda menceritakan semua yang baru saja terjadi pada William dan Rio, akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul Cantika.


Vera berusaha menelepon Gavin tapi usahanya nihil. Karena Gavin tidak bisa dihubungi.


"Bagaimana ini kak Gavin tidak bisa dihubungi." jawab lesu Vera.


"Atau jangan-jangan benar kata Viona dan kawan-kawan nya, bahwa Gavin sudah tidak peduli lagi pada Cantika."


"Coba kamu hubungi papa Cantika " usul Rio


Vera menekan nomer yang diberikan padanya.


"Iya hallo"


'Hallo om, om ... Cantika kabur dari sekolah.Ini kami pun berusaha untuk mencarinya."


"Hah ....Cantika kabur dari sekolah?!" terkejut lah papa Jason mendengarnya.


Vera pun menceritakan pada papa Cantika apa yang barusan terjadi, sehingga membuat Cantika kabur dari sekolah.


Lalu papa Cantika meraih kunci mobilnya dan pergi mencari Cantika.


Sepanjang jalan papa Jason berusaha mencari Cantika dengan perasaan cemas .


Begitu juga dengan Vera dan teman temannya, mereka semua pun berusaha mencari Cantika sepanjang jalan dekat sekolah mereka.


...............................................


Dimanakah Cantika berada saat ini?


Siapa yang berhasil menemukan Cantika?


Ikuti terus kisah nya ya....


Love komen dan hadiah hadiah lainnya ditunggu ya....


Sambil menunggu up yuk intip karya teman aku yang berjudul


Mendadak Nikah


Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat. Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan. "Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!" Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?


__ADS_1


.


__ADS_2