Cinta Online

Cinta Online
keputusan sulit


__ADS_3

Siang hari ini sangatlah terik. Hari ini sebenarnya Cantika ada janji ke toko buku bersama kedua sahabatnya Vera dan Amanda .


"Hmm, kak Amanda mau kemana nih? kok sudah rapi?" selidik Reno sambil tangannya menopang dagu dan mengitari Cantika.


"Ihh kepo ah" Cantika menyenggol bahu Reno, lalu melangkah menjauhi Reno.


"Pacalan dengan kak Gavin lagi ya?!" teriak Reno.


Cantika menjulurkan lidahnya pada Reno.


"Omaaaa..." panggil Reno.


"Kak Cantika pacalan terus Oma!" teriak Reno.


"iihhhj, kamu ini ya ..." Gemes Cantika menghadapi tingkah laku Reno yang menggemaskan, bikin keki, tapi lucu.


"Aduhhh! omaaa kak Cantika penganiayaan! " jerit Reno sambil tertawa geli, karena di iklitiki Cantika.


Reno berguling guling di lantai sambil tertawa geli.


"Aduhh kak Cantika ampunn!"


"Terus ya jahil! ngaku tadi pagi kami kan yang minta kak Gavin mengajakmu pergi.Ayo ngaku" desak Cantika.


"Ha ha ha. Ampun kak, ampun!" tertawa geli Reno terus diklitiki oleh Cantika.


"Ayo ngaku!" desak Cantika kembali.


Oma yang mendengar ribut ribut langsung menuju ruang tengah.


"Aduh...aduh.... kalian ini ya, selalu saja begini ribut terus bila berkumpul" seru Oma menggeleng gelengkan kepalanya.


"Siang semua" terdengar suara Vera.


Cantika langsung menoleh ke arah suara.


"Haii Ver ....,lho Amanda gak ikut?" tanya Cantika melihat Vera datang sendirian.


"Tau tuh Amanda, lagi bertengkar dengan Rio katanya, jadi malas ikutan dianya." jelas Vera.


"Haaaa, bertengkar dengan Rio??ada apalagi?" tanya Cantika heran.


"Kata Amanda sih, Rio punya selingkuhan online." ucap Vera lirih.


"Selingkuhan online? maksud nya?" tanya Cantika. sambil menggaruk garuk kepala yang tidak gatal.


"Iya Rio ketahuan Amanda punya pacar online." Vera menceritakan bagaimana Amanda menemukan perselingkuhan Rio.


Cantika mendengarkan dengan serius. Tidak menyangka Rio yang terlihat good boy, humoris tak banyak bergaul dan gak pernah caper ke cewek- cewek ternyata bisa juga selingkuh.


"Ada apa Tika? apa yang kau pikirkan?" selidik Vera


"Tidak habis pikir saja, Rio yang .....pendiam bisa punya selingkuhan apa kabar Gavin ku yang tak perlu dia menebar pesona puluhan cewek bahkan lebih pasti menginginkan dirinya....arrrgghhh" Cantika menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, tak sanggup ia membayangkan dirinya dikhianati Gavin.


Vera langsung menggeser duduknya lalu mengusap punggung Cantika.


"Jangan Khawatir, kalau Gavin aku kira dia benar-benar mencintai mu tulus, dan tidak akan mungkin menyakitimu.Tapi William??" Vera pun mulai meragukan kesetiaan William.


"Hmm ini semua gara-gara Rio" batin Cantika.


"Tika..menurut kamu mungkinkah William Melakukan hal yang sama seperti Rio?" tanya Vera yang mulai meragukan William.


"Haiii kak Vera. pa kabar nih, tumben kok wajahnya keliatan sedih, hmm diputusin pacarnya ya?" celetuk Reno sok tahu.

__ADS_1


Spontan Cantika melempar bantalan kursi ke arah Reno.


"Dasar sok tahu! bisa gak ya tidak gangguin dan nimbrung urusan orang gede!" omel Cantika pada Reno.


Reno langsung ngacir menjauh sambil terkekeh "Makanya kak, kalau punya pacar itu jangan cuman satu selusin kek. jadi hilang satu masih ada sebelas lagi " lalu tertawa senang menggoda kakaknya.


"RENOOOOOOOO!" jerit Cantika keki dengan adiknya itu


"Eh tapi ada benernya juga sih, jadi bila ternyata kita memang di duakan kita mah santai masih ada stok sebelas lagi" kemudian Vera dan Cantika pun tertawa bersama


"Eh Tik....nih Manda telepon." Vera memberitahu Cantika bila Amanda menelepon dirinya.


"Haii Manda, kamu gak ikut ngumpul di rumah aku?" tanya Cantika pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.


"Aku lagi malas, " terus terdengar suara tangisan di seberang.


Cantika menatap Vera, memberitahu dengan kode kalau Amanda menangis.


"Manda kami jemput kamu ya, terus kita nongkrong di cafe, bagaimana?" tanya Vera dan diimbangi anggukan oleh Cantika.


"Iya Manda yuk, ntar aku traktir ice cream deh" timpal Cantika.


"Okay pokoknya kamu siap-siap ya.... kita meluncur sekarang ke rumahmu " Vera dan Cantika langsung bergegas menjemput Amanda.


...............................................


Seharian ini hati Viona merasa sangatlah bahagia. Papa Viona sudah menjalankan keinginannya, untuk mengancam papanya Gavin agar tidak memperbolehkan anaknya bergaul dengan Cantika.


Kalau masih ingin proyek kerjasama diantara mereka terus berjalan aman.


Viona mengambil ponselnya untuk menghubungi Bella sahabatnya.


"Hallo Bella, kita jalan yuk ajak Kinan juga. Hari ini aku sedang bahagia, apapun yang kalian mau tinggal sebut, aku yang bayar"


"Iya kamu dan Kinan silakan pilih hape dan laptop yang kalian mau" jelas Viona.


"Wowww YES! okay kita langsung ketemu di Mall kan?" tanya Bella antusias. Lalu hubungan telepon diantara mereka terputus


"Hmm... pasti ada sesuatu besar nih, yang sudah didapat Viona hingga ia bagi-bagi hadiah seperti ini. Keinginan terbesar Viona yang sampai saat ini belum terpenuhi kan....GAVIN! " pikir Bella dalam hati.


"Apa mungkin Gavin sudah bertekuk lutut pada Viona?? hingga hati Viona sebahagia itu. Ah peduli amat yang penting ganti Hape dan laptop baru YES!" Bella bersukacita lalu meraih ponselnya untuk memberitahu Kinan berita gembira hari ini.


..................................................


( Di rumah Gavin)


"Sayang..., Gavin mana? sudah pulang kan?" tanya Jevaro pada Kimberley.


"Hmm, sepertinya dia marah padamu, aku pikir sudah waktunya kita bicarakan semuanya pada Gavin sebelum Gavin semakin salah sangka dan membencimu." ucap Kimberley cemas.


"Okay aku akan temui Gavin dan akan aku jelaskan semua padanya." sahut Jevaro lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Di taman belakang terlihat Gavin sedang berbincang bincang dengan pamannya.


"Vin, paman perhatikan hari ini kamu jadi pendiam, boleh paman tahu penyebabnya? mungkin paman bisa bantu" Aqib berdiri di samping Gavin yang sedang berusaha mengelolah perasaannya.


Gavin merasa papanya aneh, tidak mengerti perasaan anaknya yang sedang jatuh cinta.


"Gavin hanya heran paman, tidak seperti biasanya papa bersikap seperti tadi." Gavin mengusap wajahnya, sambil menghembuskan napas kekecewaannya.


Aqib tersenyum dan memegang kedua pundak keponakan nya itu.


"Kamu tahu Vin, kalau seperti ini kamu mengingatkan paman pada almarhum papa kamu Yasir." Aqib tersenyum sekilas.

__ADS_1


"Dulu papamu bila ada masalah selalu saja datang pada paman, walau terkadang paman tidak punya jawaban akan permasalahannya tetapi dia selalu saja ceria kembali bila semua uneg-uneg nya sudah dia keluarkan dan di dengarkan" senyum Aqib pada Gavin.


"Paman dekat dengan papa Yasir?" selidik Gavin lebih lanjut.


"Paman? dengan papa kamu?!" Aqib tertawa kecil


"Kami bagaikan manusia dan bayangannya, kamu sudah tahu kan artinya?" tertawa kecil Aqib kembali terdengar.


"Paman pasti kehilangan sekali saat papa pergi?" Gavin menatap lekat pamannya.


"Iya kamu benar, paman sangat kehilangan papa kamu, sosok yang enerjik, penuh pesona tapi rada tengil hal itu lah pasti yang membuat mamamu cinta mati pada papa kamu." mata Aqib mulai berkaca-kaca.


Gavin yang melihat mata pamannya berkaca-kaca, langsung memeluk papanya.


"Ehem..." tiba-tiba Jevaro sudah berada di belakang mereka.


Melihat papa nya yang datang, Gavin membuang muka, tidak ingin menatap wajah papanya.


Jevaro merasakan ada sesuatu yang terasa sakit di dadanya, saat melihat anaknya membuang muka tepat di depannya.


Tetapi Jevaro sadar hati anaknya saat ini sedang terluka.


Kimberley yang tahu apa yang dirasakan suaminya mencoba memberinya semangat dan dukungannya untuk segera bicara jujur pada Gavin apa yang sedang terjadi.


Kimberley tidak ingin ada kesalahpahaman antara ayah dan anak yang akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.


Jevaro menghampiri Gavin, ia meminta maaf terlebih dahulu atas apa yang tadi pagi terjadi.


Jevaro menjelaskan penyebab ia bersikap seperti tadi, ia hanya tidak ingin suatu hal buruk terjadi pada Gavin maupun Cantika, karena Viona akan menghalalkan segala cara agar Gavin dan Cantika berpisah.


Bahkan urusan bisnis pun bisa diatur oleh Viona. Sebegitu hebatnya pengaruh gadis belia itu pada papa nya.


Jevaro menceritakan pada Gavin ancaman yang ia terima dari papa Viona, bila tidak menuruti kemauan Viona untuk tidak lagi berhubungan dengan Cantika.


Semua yang mendengar menggeleng-gelengkan kepala melihat keegoisan seorang Viona hanya untuk meraih obsesinya. Tanpa memikirkan perasaan dan nasib orang banyak.


Berapa banyak orang akan menderita karena dirinya bila proyek bersama ayah Viona ini gagal, para karyawan, pekerja proyek akan kehilangan pekerjaannya.


Jevaro tahu ini suatu keputusan yang sangat berat tapi karena menyangkut nasib orang banyak juga, Jevaro ingin Gavin memahami situasi rumit yang dihadapinya.


"Vin jujur sebenarnya mama dan papa juga menyukai Cantika, dia gadis manis, lembut ,pintar dan baik hati. Tetapi untuk sementara saja kami ingin kalian tidak berhubungan dulu dengan Cantika." Kemudian papa , mama dan pamannya memberitahu rencana mereka dalam upaya menghadapi ancaman papa Viona, mereka berusaha membuat skenario agar suatu saat Gavin dan Cantika bisa kembali bersama lagi


"Vin , maafkan papa.Hanya ini cara yang bisa menyelamatkan para pekerja dari ancaman kehilangan pekerjaan mereka. Papa akan memastikan kelak kalian masih bisa bersama lagi." jelas Jevaro.


"Ambil sisi baiknya saja Vin , kamu bisa kuliah di kampung halaman papa kamu dan mengenal keluarga papa di Khasmir. Percayalah kamu akan betah disana surga dunianya bumi" jelas Aqib.


"Dan suatu saat kamu juga bisa mengajak Cantika ke Kashmir, dia pasti sangat menyukainya seperti mama kamu dahulu " bujuk Aqib agar ponakannya itu bersedia pulang bersamanya,dan kuliah di sana.


"Beri waktu Gavin untuk memikirkan nya pa" sahut lirih Gavin yang tiba-tiba kepalanya terasa pusing.


Begitu berat baginya untuk melalui ini semua , berpisah dengan Cantika walau hanya sementara bukan hal mudah bagi diri Gavin .


Gavin pun melangkah pergi meninggalkan papa, mama dan pamannya.


Mereka hanya memandang sedih ke arah Gavin tanpa bisa berbuat banyak. Bagaikan memakan buah simalakama.


................................................


haii ikuti terus ya kisah Cantika dan Gavin


jangan lupa Like, Komen , berserta hadiah hadiah lainnya


Happy Reading guys

__ADS_1


__ADS_2