Cinta Online

Cinta Online
Kembali mengenal dunia maya


__ADS_3

Sore hari ini seharian hujan mengguyur bumi, udara dingin mulai merasuki tubuh.


Cantika yang baru saja terbangun dari tidurnya karena bunyi petir yang saling menyambar di langit, kembali menarik selimutnya dan membenamkan diri dibawah selimut tebalnya.


Tetapi entahlah walaupun matanya tertutup tetapi pikirannya masih melayang-layang.


Bunyi petir yang saling menyambar di langit tadi sukses membuat Cantika terjaga dari tidur lelapnya.


"Sialan! kenapa jadi gak bisa tidur lagi." Cantika pun Bagun dan menghampiri jendela kamarnya.


Gelap ... hanya ada titik titik air yang menguyur bumi yang nampak dari jendela kamarnya. Dan sesekali kilat menyambar bagaikan blitz kamera berulang ulang. Daun-daun pun menari nari tertiup angin yang semakin mendominasi.


Dengan perasaan hampa Cantika membuka laptopnya. Ia menyalakan laptopnya dan mulailah ia berselancar di dunia maya.


Ia mulai lagi membuka akun Facebook nya yang sudah lama ia tinggalkan. Mencoba mengecek dan melihat informasi dan status teman-teman Facebook nya baik teman di dunia nyata ataupun di dunia Maya.


Dari beranda Facebook nya ia mulai tahu semua aktivitas teman temannya bersama keluarga maupun kekasih hatinya.


Tidak hanya itu ada juga sumpah serapah atau perasaan gundah gulana terbesit di dalam status mereka.


Tidak ketinggalan pula Cantika pun melihat daftar akun yang ingin berteman dengan dirinya. Mereka pun dari berbagai golongan baik laki-laki ataupun wanita terkadang profil cewek tetapi simsalabim ternyata lelaki.


Begitu ajaibnya dunia Maya itu, terkadang terlalu ajaibnya membuat muak .


Banyak kemunafikan dan kepalsuan di dunia maya itulah yang membuat diri Cantika mundur dari dunia yang penuh drama.


Ting


Notifikasi messenger media sosialnya berbunyi.


Dengan hati gamang Cantika mencoba membukanya.


Disana tertulis nama Jonathan.


Ting


Masuk satu lagi dengan nama William.


Cantika mengamati dua akun yang baru saja mengirim pesan padanya.Jonathan dan William.


"Hmm coba aku lihat apa mau mereka." pikir Cantika.


Kemudian Cantika pun membuka pesan dari William. Akhirnya mereka terlibat perbincangan yang cukup seru ternyata Willam cukup asyik untuk dijadikan teman Chat pada akhirnya merekapun bertukar nomer WhatsApp.


Setelah mereka bertukar nomer WhatsApp merekapun akhirnya pindah kamar istilah mereka bila pindah ruang chat.


Tanpa direncanakan, mereka berdua pun akhirnya menjadi akrab dan William pun sudah mulai memberanikan diri untuk memanggil Cantika dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Cantika semakin larut dalam keisengannya untuk melarikan diri dari perasaaan kecewa dan kesedihannya.


Selesai chat dengan William, diapun mencoba menerima perkenalan dengan Jonathan.


Jonathan lebih lugas, dari awal mereka berkenalan Jonathan sudah memanggil Cantika dengan sebutan Cinta. Mulutnya pun dengan begitu gampangnya melontarkan rayuan rayuan gombalnya. Dan langsung memposisikan dirinya sebagai kekasih Cantika.


Cantika tahu semua ini salah, tapi jujur ia menikmatinya. Ia dengan berpura-pura pada perasaannya pun menyambut segala kegombalan Jonathan.


Bagi Cantika saat ini melupakan dan menghapus kan rasa sakit dan luka yang ia rasakan adalah tujuan utamanya.


Terkadang disaat dalam keramaian, Cantika bisa melupakan segala kesedihan dan kehampaan yang dirasakannya. Tetapi sedih tetaplah sedih, hati masih belum bisa menerima kepergian Gavin dari hidupnya.


...................................................


Di ujung belahan bumi lainnya, terlihat Sosok laki laki yang sedang memandang hamparan salju.Tatapan matanya kosong dan dingin, sedingin salju yang ada dihadapannya.


Tok tok tok


"Gavin .... Gavin! boleh paman masuk?" tanya paman lembut.


"Paman Aqib? Masuklah paman" sahut Gavin dari dalam.


"Hmm kamu lagi ngapain Vin?" Sambil memandang sekeliling kamar Gavin.


"Ini dulu kamar papa kamu, tidak ada yang berubah." Aqib menghela nafas, sedikit terbersit ada kesedihan dan penyesalan di mata Aqib.


Melihat mata pamannya berkaca-kaca, " Paman dekat sekali ya dengan papa Yasir?" tanya Gavin sambil menatap pamannya lekat.


"Uff" Aqib membuang nafas


"Kata orang kami berdua ibarat benda dan bayangannya, dimana ada Yasir selalu ada paman, dan sebaliknya." terlihat samar, senyum paman tersungging tipis di bibirnya.


"Dulu waktu kami kecil, papa kamu sering banget berantem dengan teman-teman sepermainannya, papa kamu memang paling tidak suka kalau ada anak yang bermain curang atau membully teman yang lemah. Jadinya papa kamu selalu jadi pahlawan bagi teman-temannya yang sering di bully itu."


"Nah akhirnya papa kamu banyak musuhnya tuh, karena termasuk masih anak kecil dibanding musuhnya jadi walaupun jagoan dan berani, yaaa kalah besar juga dengan musuhnya, lalu sejak itu kakak lah yang selalu melindungi bila papa kamu dikeroyok." jelas Aqib.


"Sejak saat itu paman dan papa kamu selalu bersama, papa kamu bela yang lemah, sedangkan paman yang membela papa kamu bila diganggu anak-anak nakal itu."


Gavin tersenyum., membayangkan apa yang dialaminya papa Yasir dan pamannya dimasa kecil mereka.


"Begitulah Vin kedekatan kami dulu" senyum Aqib kembali menghiasi bibir tipisnya.


"Papa Yasir pasti sangat bangga memiliki kakak seperti paman, pastinya papa Yasir sangat mengagumi dan hormat pada paman" celetuk Gavin membayangkan kedekatan antara paman dan papanya.


Tiba-tiba airmata Aqib menetes, ada kesedihan yang sangat melingkupi perasaan Aqib.


Penyesalan akan kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi, hanya dirinya, Yasir dan Tuhan saja yang tahu. Betapa jalinan persaudaraan yang begitu dekat diantara mereka retak dan hancur hanya karena perasaan yang tidak seharusnya ada.

__ADS_1


Tidak kuat menahan perasaan bersalahnya, Aqib pun berlari meninggalkan Gavin di kamarnya sendiri.


Gavin cukup terkejut dengan reaksi pamannya.


Aqib berlari menuju beranda atas


Kejadian menyesakan itu telah terjadi hampir delapan belas tahun yang lalu. Tapi perasaan menyesakkan dan penyesalan itu masih sangat menganggu dirinya. Tak jarang semua hal buruk itu masih sering terbawa ke alam mimpi Aqib. Bila mimpi itu hadir ia hanya bisa bangun dengan deraian air mata penyesalan yang sangat dalam.


"Andai saja pertengkaran itu tidak terjadi andai saja ia tidak memiliki perasaan terlarang itu. andai saja .... " Semua penyesalan yang Aqib rasakan, hanyalah tinggal penyesalan.


"Arrrrghhhh"


"Kenapa Tuhan kenapa aku tidak boleh merasakan kebahagiaan dalam mencinta. Kau ambil Reva dariku tapi kenapa justru perasaan cinta terlarang ini yang Kau datangkan padaku, hingga membuat adikku Kau ambil juga! Kenapa!! " Aqib tak mampu lagi menahan segala rasa sesal di dadanya.


"Maafkan kakak Yasir .... maafkan kakak!" tangis dan penyesalan Aqib


"Kakak gagal menjadi kakak yang baik untukmu maaf kan kakak, seharusnya aku tidak melukai perasaanmu seharusnya aku tidak mengecewakan mu seharusnya kecelakaan itu tidak pernah terjadi " kembali Aqib tersungkur dan menangis .


"Kakak adalah kakak yang jahat kakak tidak pantas menjadi kakak mu, maafkan kakak Yasir maafkan.... andai pertengkaran diantara kita itu tidak terjadi mungkin kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi, maafkan kakak"


"Arrrggghhhh" jerit Aqib.


"Pertengkaran apa paman, apa sesungguhnya yang terjadi? Hingga papa Yasir mengalami kecelakaan? Ada rahasia apa ini, ada apa paman? Katakan! ..... Aku Gavin anak Yasir Mir berhak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Ada apa paman?!, Apa yang terjadi sesungguhnya!" Sahut Gavin dengan nada tinggi dan sorot mata tajam


"Apa penyebab kecelakaan papa aku? Tolong paman, jelaskan sejelas jelasnya" timpal Gavin dengan gemuruh dada penuh emosi.


Aqib tidak menyadari bahwa ia tadi diikuti oleh Gavin, dan Gavin mendengar semua penyesalan yang diungkapkan pamannya.


Aqib menoleh ke arah Gavin dengan wajah berlinang air mata.


Untuk sesaat Aqib cukup terkejut dengan kehadiran Gavin yang tiba-tiba. Tak ada satu katapun yang sanggup keluar dari mulutnya.


"Apa sebenarnya yang terjadi paman? paman kah penyebab kecelakaan papa Gavin!?" sorot tajam mata Gavin meminta penjelasan.


.....................................................


Apakah paman Gavin akan menceritakan kejadian belasan tahun yang lalu


Bagaimana kah reaksi dan sikap Gavin pada pamannya?


Akankah rahasia yang selama ini terpendam terkuak?.


Akankah Cantika meneruskan online relationship nya?


yukk ikuti kisah Cantika dan Gavin selanjutnya.


Jangan lupa like komen dan hadiah hadiah lainnya ya kalau ada vote boleh dong dibagi terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2