
Cukup lama Rose dan Kimberley saling berpelukan melepas kangen yang telah begitu lama terpendam.
Airnata kerinduan tertumpah sudah. Hampir dua puluh tahun mereka terpisah dan kehilangan kontak satu dengan yang lain.
"Wow kalian masih terlihat keren! dan serasi pasangan yang benar'-benar patut diacungi jempol" seru Rose.
"Kamu ini Rose bisa saja."
"Ayooo masuk! Kita ngobrol di dalam!" ajak Jevaro.
"Aku pamit dulu ya. Rose kalau reuninya sudah selesai hubungi aku ya. Nanti aku jemput." ucap Jason.
Jevaro dan Kimberley menatap Jason dan Rose bergantian.
"Kalian ...." tunjuk Rose ke arah Jason dan Rose.
Paham dengan tudingan Kimberley.Jason langsung memberikan klarifikasi nya.
"Tidak seperti yang kalian bayangkan. Rose tinggal bersama kami sejak pulang dari Jepang tapi tidak seperti yang kalian pikirkan. Kamu tanya sendiri saja ke Rose. bagaimana hubungan Rose dengan keluarga kami. Aku pamit ya !" Lalu Jason pun melangkah menuju ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Jevaro.
Kini Kimberly menatap tajam ke arah Rose. Pandangannya menyiratkan suatu pertanyaan.
Rose pun tersenyum lalu terkekeh. "Kalian ini pikirannya."
"Tidak! .... percayalah kami tidak ada hubungan seperti yang kalian pikirkan sekarang. Jason adalah suami dari almarhum sahabat aku." jelas Rose.
"Sahabat kamu yang mana? Sepertinya sahabat kamu kan cuman aku?" lirih Kimberley menjawabnya.
Rose tersenyum sambil terkekeh.
Kimberley ngambek dengan reaksi Rose "Kamu ini selalu penuh rahasia."
"Rose malam ini kamu nginap disini saja. Kalian bisa bernostalgia dan melepas kangen bersama sepuasnya." tawar Jevaro yang mengerti bagaimana perasaan dua sahabat yang telah lama berpisah.
"Wahh aku pengganggu kemesraan kalian dong " goda Rose.
__ADS_1
"Ngomong apa sih kamu ini." Wajah Kimberley memerah.
"Rose kita ini sudah tidak muda lagi. anak juga sudah dua sudah gede semua." jelas Jevaro.
Rose melihat foto keluarga yang di pajang di dinding ruang tamu.
Lalu terdiam saat menatap Gavin. Sosok yang tampan dengan hidung mancung warisan papanya.
"Itu Gavin?" Walau Rose sudah tahu jawabannya. Tetapi pertanyaan itu meluncur keluar dari mulutnya ingin memastikan.
"Ya Gavin. Sekarang ia sedang kuliah di Kashmir." jelas Jevaro.
Rose menatap Jevaro dan Kimberley bergantian.
"Gavin bersama kak Aqib saat ini." tambah Kimberley.
"Dia sudah tahu tentang ---"
"Iya. Seperti janji aku dulu aku tidak akan menghilangkan asal usul dirinya yang sebenarnya. Bukannya aku tidak mencintai Gavin. Aku sangat mencintainya. Kamu tahu itu kan Rose.Sejak kecil ia anak yang hebat dan membanggakan serta sangat bertanggung jawab dengan apapun yang ia kerjakan. Walau sifat tengil dan dikagumi banyak cewek nya mirip Yasir. " Panjang lebar Jevaro menggambarkan dengan bangga tentang sosok Gavin.
"Kamu masih lama kan di Surabaya? Sebentar lagi Gavin liburan semester. Ia akan pulang selama liburan. Dia masih ingat lho sama kamu." ucap Kimberley
"Kabar kamu bagaimana Rose. Menghilang bagaikan ditelan samudra" sindir Jevaro.
"Itu adiknya Gavin, Kim?" tunjuk Rose ke foto Laura.
"Hmm, sepertinya ada yang berusaha mengalihkan pembicaraan nih." goda Kimberley menyenggol pundak Rose.
"Apa sih kalian ini. Aku baik. Seperti yang kalian lihat sekarang." ucap Rose berdiri dan berputar di hadapan Kimberley dan Jevaro.
Sontak mereka tertawa riuh bertiga.
"Jangan pura-pura tidak paham maksud kami Rose." lanjut Jevaro.
"Lho pak Jevaro tidak ngantor sekarang?Sudah siang lho pak" Rose berusaha menggoda Jevaro.
__ADS_1
"Ngantor sebenarnya tapi berhubung hari ini kedatangan tamu istimewa jadi lebih seru mendengarkan kabar dari seseorang yang hilang dan kini kembali lagi " balas Jevaro sambil tersenyum.
Rose tersenyum sendiri melihat senyuman Jevaro, yang dimatanya masih manis seperti dulu .Dan dulu ia sangat mengidolakan senyuman manis dengan lesung pipi itu.
Terbayang di pikiran Rose kejadian-kejadian konyol dulu, seputar senyum manis Jevaro. Sudah beberapa piring ataupun gelas yang pecah bila ia melihat senyuman manis itu merekah.
Rose pun tidak menyadari kedua ujung bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman.
Melihat sahabatnya itu senyum-senyum sendiri.Kimberley paham sekali apa yang membuat Rose tersenyum.
"Ehem... Rose...,ingat itu sudah bersertifikat dan sudah ada hak miliknya bukan lagi sertifikat kosong." ucap Kimberley bernada cemburu,mengingatkan sahabatnya itu.
Kimberley sangat tahu betul Rose dulu punya rasa terpendam pada suaminya.
Rose tertawa ngakak. "Siapp Buu! maaf tidak ada maksud apa-apa kok!" seru Rose meyakinkan sahabatnya itu.
Jevaro yang jadi bahan pembicaraan istri dan sahabatnya itu terdiam penuh arti. Ia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kamu sudah berkeluarga Rose?"
Kimberley dan Jevaro menatap Rose lekat.
Merasa jadi pusat perhatian pasangan Kimberley dan Jevaro Rose pun menjawab dengan santai "Belum."
"Tetapi aku sudah punya anak gadis yang cantik.Itu cukup buat aku."
"Walaupun ia tidak mengenalku" ucap lirih Rose.
Semua menatap tajam ke arah Rose.Berusaha memahami kalimat demi kalimat yang keluar dari mulutnya.
.......................................................
Tetap ikuti kisah Cantika dan Gavin yuk ...
Jangan lupa komen, like dan jadikan fav yaa.
__ADS_1
Sambil menunggu up bisa mampir ke karya teman aku Haryani dengan judul Wanita Bahu Laweyan