
Perasaan Cantika masih kacau sangat kacau sehingga dirinya sendiri tak mampu mendeskripsikan perasaannya apakah ia saat ini bahagia ataukah sedih.
Bahagia karena setelah kepergian tanpa pamitnya ...., kini Gavin muncul kembali.
Di sisi lain Cantika sudah terlanjur mengisi hatinya dengan kehadiran Afridi yang sedikit demi sedikit dengan kebiasaan kebiasaan dan kebersamaan mereka yang intens membuat dirinya takluk pada pesona Afridi lelaki yang ia kenal di dunia Maya. Dan bahkan mampu perlahan lahan mengobati luka yang ia rasakan
Telepon terus berdering, dan akhirnya menyadarkan Cantika untuk meraih dan menjawabnya.
"Haii how are you?"
"I am good and how about you" tanya Afridi kembali.
"Kemana aja .. .sudah lupa sama aku atau sudah ada yang lain?" tanya Cantika beruntun.
"Maaf Cantik, aku-----"
"Sibuk...?! Dua puluh empat jam seharian sibuk??? Good " luapan amarah dan kekecewaan Cantka tertumpah.
"Kamu tahu kan kerjaan aku dua puluh jam tanpa berhenti." jelas Afridi.
"Ya sangat tahu. Tapi tidak bisakah one minute or one second kamu memberi kabar padaku. Awal dulu kita kenal, disela sela pekerjaanmu kamu masih punya waktu untuk menghubungiku, untuk memberi kabar tapi sekarang ...???" ungkap kecewa Cantika
"Maaf ... maaf...., aku salah. Percayalah aku sangat mencintaimu. Kamulah hidupku " ucap Afridi mencoba meluluhkan hati Cinta yang sedang marah.
"Maaf ..... ?? Hmm berapa kali sudah permintaan maaf yang kamu ucapkan dan berapa sering juga aku telah memaafkan mu . Tetapi ....tetap saja kamu ulangi lagi dan lagi" protes Cantika.
*Kamu datang dan pergi sesuka hatimu. Kamu pikir hati ini angkot yang bisa naik turun seenaknya??? Aku lelah... aku capek!!" tangis Cantika mengungkapkan kepedihan hatinya. Lalu ia pun memutuskan sambungan teleponnya.
Cantika melempar begitu saja ponsel nya. Dan merebahkan tubuhnya di atas kasur..
Air matanya tak terasa membasahi pipinya.
__ADS_1
"Kenapa semua yang mengaku mencintaiku pada akhirnya mengecewakan." tangis sesal Cantika dalam hati.
Ponsel Cantika kembali berbunyi.
Cantika mengambil bantal dan menutupi wajah dan pendengarannya menggunakan bantal tersebut.
Hatinya telah lelah sangat lelah.
Cantika hanya ingin bahagia, dihargai dan didengarkan. Salah kah bila ia ingin selalu mendengar kabar dari kekasihnya, salahkah ia bila ingin menjadi yang diprioritaskan?.
Hanya butuh satu menit bahkan dua detik pun tak apa asal ia tahu bahwa kekasihnya dalam kondisi baik-baik saja hanya itu.
Tetapi sayangnya semua yang ia cintai baik Gavin dan Afridi tidak ada yang memahami keinginan sederhananya tersebut.
Andai saat itu Gavin berani jujur padanya, mungkin hatinya tidak sesakit dan se-kecewa saat ini.
'Kenapa Vin ... kenapa?!" jerit hati Cantika.
"Jujur bila ditanya apakah aku masih mencintaimu?Dengan tegas dan yakin aku akan menjawab Ya aku masih mencintaimu tapi .... kepergianmu yang tanpa pamit dan tanpa kabar, hanya melalui sepucuk surat telah membuat hatiku sangat kecewa!" batin pilu Cantika.
Kembali Cantika menangis dalam diam dan kecewa.
Setelah beberapa saat Cantika baru menyadari suasana hening menyelimuti kamarnya hanya isak tangisnya sendiri yang mendominasi pendengarannya.
Hening ... sunyi .. sehening hatinya saat ini.
Tiada lagi suara dering ponsel bahkan suara cicakpun tak di dengarnya.
Perlahan Cantika menyingkirkan bantalnya dari wajahnya. Lalu menatap langit-langit kamarnya.
Kenangan indah dirinya bersama Gavin kembali berputar.
__ADS_1
Awal dirinya memasuki gerbang sekolah dan melihat sosok keren yang begitu tampan dengan senyumnya yang khas sedang bercanda bersama teman temannya, hatinya pun entah kenapa mulai tertarik.
Ada getaran asing yang ia rasakan setiap ia melihat atau berpapasan dengan Gavin.
Tetapi karena dirinya bukanlah tipe cewek yang mampu tebar pesona dan bersikap ramah pada lelaki, Cantika pun hanya mengangumi nya dalam diam.
Hanya dirinya dan sahabat sahabatnya lah yang mengetahui cinta rahasianya.
Kedua sahabatnya sangatlah paham tentang perasaan Cantika, dan kesulitannya dalam menjalin komunikasi dengan orang yang disukainya.
Tetapi untunglah Gavin bisa menyembuhkan penyakit kaku Cantika dalam berkomunikasi.
Tetapi kebersamaan dan kebahagiaan itu hanya ia rasakan sesaat saja.
"Kenapa .... kenapa aku tidak boleh merasa bahagia Tuhan ??! Kenapa?!!" jerit Cantika pilu dan kembali menangis histeris
"Sejak kecil aku selalu berteman dengan air mata, kedua orang tuaku sendiri tak menginginkan kehadiran diriku, bahkan teman-temanku sendiri selalu menghina diriku sebagai anak pungut. Anak pungut dari tong sampah dan Kini ... Gavin yang mampu membuat diriku tersenyum dan merasakan indahnya dunia Kau ijinkan dia pergi dari diriku kenapa ..... kenapa Tuhan?! Apakah diriku tidak pantas untuk bahagia?!" tangis sedih Cantika.
"Kak Cantikaaa!"panggil Reno dari balik pintu kamar Cantika
Mendengar suara panggilan Reno semua lamunan Cantika sirna ditelan kenyataan yang ada saat ini.
Kesendirian, kesedihan, dan kekecewaannya. Tiga hal itulah yang Cantika hadapi dan harus ia terima saat ini.
....................................................
Haiii ...
Terima kasih yaa sudah setia menemani Cantika ...
Ikuti terus kisah cinta Cantika yaa
__ADS_1
Bila suka jangan lupa like komen dan favorit.
Happy Reading.