Cinta Online

Cinta Online
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Pagi itu banyak anak-anak yang berkumpul di lorong sekolah, mereka semua pada berebut melihat Mading, setelah mereka melihat Mading mereka lalu berbisik lirih "Emang cocok ya, yang satu ganteng yang satu cantik bener-bener pasangan yang pas," kasak kusuk anak-anak.


Vera, Amanda dan Cantika tak ketinggalan penasaran juga dengan apa yang jadi topik pembahasan teman-teman mereka pagi ini.


Mereka juga menyerbu Mading untuk melihat berita apa yang sedang populer hari ini.


Betapa terkejutnya mereka bertiga begitu tahu apa yang terpampang di Mading.


Baik Amanda dan Vera saling pandang lalu kompak melihat ke arah Cantika, yang tertegun melihat artikel yang tertempel .


Terlihat Cantika sempat menarik nafas, dan berusaha menahan gejolak di hatinya.


"Hei cewek cupu bagaimana? keren kan? cocok kan gue ma Gavin?" sindir Viona yang tiba-tiba muncul.


"Pastinya Vi, mana ada pangeran bersanding dengan gembel dimana mana pangeran tuh bersandingnya ya sama princess ya kamulah yang pantas " sahut teman-teman Viona.


"Hei kamu! bisa gak mulutnya di jaga" serang Vera.


"Sudah Ver yuk " ajak Cantika menjauh.


"Itu kan foto yang waktu di kantin kemarin kan? " tanya Amanda.


"Duh Gavin ini bagaimana sih semalam janji gak akan bikin Cantika sedih dan akan membereskan semuanya nah ini apa?!" sungut Vera dalam hati.


Cantika hanya diam mencoba untuk menenangkan hatinya.


Rasa kecewa, terhina, dibohongi dan cemburu campur menjadi satu.


Walau hati terasa hancur tapi Cantika tetap bisa bersikap elegan, dengan santainya ia melewati Viona dan teman-temannya.


"Hai hai haii... selamat pagi.., disini Teddy ingin menyapa teman-teman semua pa kabar semua, pagi ini kalian pasti heboh dengan artikel Mading, jangan terkecoh guys ada titipan nih dari sang modelnya langsung silakan Bambang ganteng--" suara siaran radio sekolah.


"Pagi guys..pasti kenal kan dengan suara saya? yup betul saya Gavin Bintang Pamungkas IPA3 saya hanya ingin meluruskan kepada kalian semua, dengan kasak kusuk heboh yang terdengar pagi ini, saya tegaskan sekali lagi yang terpampang di Mading itu hanya sekedar foto akting saja, karena sesungguhnya pacar saya adalah Cantika Berliana Putri anak IPA2, saya ingin menghargai perasaan pacar saya sehingga saya merasa harus bicara kepada kalian semua, bahwa yang terpampang di foto tersebut hanyalah sekedar foto saja. Cantika.. i love you ... hanya kamu yang ada di hatiku. maafkan aku bila keberadaan foto tersebut telah membuat gusar hatimu " Gavin menyudahi penjelasanya dengan mengutarakan perasaannya.


Riuh suara tepuk tangan bersautan mendengar pernyataan Gavin.


Siswa siswi yang melewati Cantika memberi selamat padanya"Selamat ya Cantika"


Cantika bingung harus bersikap bagaimana antara tersanjung dan malu.


Vera dan Amanda terlihat sangat senang sekali.


Cantika mendekati Viona yang tampak kebakaran jenggot."Wanita elegan dan berkelas tak perlu mengejar lelakinya, ia akan datang dengan sendirinya."Cantika tersenyum penuh kemenangan sambil mengibaskan rambutnya, lalu melangkah pergi .


Vera mengikutinya sambil menyenggol bahu Viona dan tersenyum sinis.


Amanda tertawa bahagia " Yes its my best friend"


"Cantika!"


Cantika yang telah melangkah dengan penuh percaya diri menuju kelasnya, berhenti dan menoleh ke belakang.


Gavin berdiri dengan begitu gagahnya sambil membawa bunga.


Ia melangkah mendekati Cantika lalu memberikan buket bunga pada Cantika."Hai Cantik, maafkan aku ya aku tidak sengaja melukai hatimu, mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi tentang Viona percayalah antara aku dan Viona tidak ada apa apa"


Suit.. suit.. suit..suit tepuk tangan bergemuruh hingga ke seluruh gedung.

__ADS_1


Wajah Viona terlihat merah menahan malu dan amarah.


Akhirnya Viona pergi diikuti pengikutnya dengan wajah seperti kepiting rebus.


"Terimakasih kak Gavin " balas Cantika.


"Sama-sama, jangan ngambek lagi ya? next kalau ada apa-apa cross check dulu dengan ku okey? janji?" jelas Gavin.


Cantika menganggukan kepala cepat.


"Wow Cantika selamat ya! kamu dengar kan radio sekolah tadi, kamu hebat bisa menaklukkan seorang Gavin Bintang Pamungkas" seru William


"Iya nih salut! si Frozen Girl sudah berubah menjadi warm Girl." sahut Rio sambil merangkul Cantika.


"Ehem.. ehemm" terdengar suara berdeham dari belakang mereka.


Perlahan Rio dan William menoleh ke arah sumber suara.


Betapa terkejutnya mereka ternyata Gavin memandang tajam ke arah mereka.


Buru-buru mereka melepas rangkulannya pada Cantika.


"Hahaha" seru kompak Vera dan Amanda.


"Makanya lain kali jangan asal peluk " celetuk Vera.


"Hemm sayang kok gak bilang sih kalau ada Gavin " lirih Rio berbisik pada Vera sambil tersenyum jengah.


"Maaf bro kami sudah biasa, sudah biasa kami bercanda seperti ini" ucap William.


"Untuk selanjutnya dilarang peluk peluk oke hanya aku yang boleh peluk Cantika" Gavin pura-pura marah sambil memeluk Cantika mesra.


Yang disambut dengan gelak tawa mereka berempat.


Bel masuk kelas berbunyi.


Semua murid berbondong bondong masuk ke kelas masing-masing.


"Aku ke kelas dulu ya , nanti aku ke kelas kamu saat jam istirahat, kita makan bersama di kantin, ajak Vera, Amanda dan pacar-pacar mereka sekalian, okey jangan kabur lagi, janji?" Gavin tersenyum manis pada Cantika.


"Siap kak, makasih ya"


Gavin mengusap rambut Cantika dengan penuh kasih sayang.


"Bye Cantik..see you" lalu Gavin berlalu dari hadapan Cantika.


Cantika pun setengah berlari mengikuti sahabat-sahabatnya yang terlebih dahulu masuk ke kelas masing-masing.


🌟🌟🌺🌺🌟🌟


Viona selama jam pelajaran berlangsung samasekali tidak fokus dengan apa yang dijelaskan oleh gurunya.


Emosinya seakan-akan ingin meledak ia tidak terima dengan penghinaan yang diterimanya tadi perkataan Cantika tentang wanita berkelas selalu terngiang di telinganya. "Wanita berkelas tidak perlu mengejar lelakinya ia akan datang dengan sendirinya" .


"Sialan! awas kau cupu akan kutunjukan siapa Viona, kalau aku tidak bisa mendapatkan hati Gavin, aku bisa memiliki raganya lihat saja akan ku buktikan " geram hati Viona .


Viona mulai menyusun rencana untuk merayu papanya agar mengintimidasi papa Gavin dengan kerjasama Mega Proyek yang akan dikerjakan bersama, asal Gavin tidak boleh berbicara dan bergaul dengan wanita siapapun selain dengan dirinya, apalagi berpacaran hanya boleh dengan dirinya.

__ADS_1


Viona tersenyum licik membayangkan rencana nya pasti berhasil mengingat perusahaan orang tua Gavin saat ini lagi butuh patner untuk bekerja sama menjalankan proyek besar dalam jangka waktu dekat ini.


"Viona coba kamu kerjakan soal nomer empat di papan tulis" tunjuk guru kelas.


Semua mata memandang Viona, tak terkecuali Bella dan pengikut-pengikut Viona lainnya


"Ehmm gawat nih pasti Viona tadi gak fokus, jadi ditunjuk deh oleh pak guru" batin Bella .


Viona terdiam sejenak" Saya pak?" tanya Viona ulang


"Iya kamu! memangnya ada berapa Viona di kelas ini?!" sahut Pak guru dengan ketusnya


"Baik pak" jawab Viona


"Bagaimana ini ?" batin Viona sambil menggaruk garuk kepalanya.


Viona berusaha meminta bantuan pada temannya, tapi merekapun tidak bisa membantu


"Ayo Viona cepat! maju ke depan" perintah pak guru.


"Iya pak " Viona gemetar.


"Waduh bagaimana ini?" batin Viona.


"Viona berapa kali bapak bilang sewaktu pelajaran berlangsung fokus ke pelajaran bukan melamun." nasehat pak guru.


"Karena kamu telah melalaikan kewajiban kamu sebagai siswi, kamu bapak hukum,selama jam istirahat nanti kamu salin semua yang ada di papan tulis dan kerjakan hingga benar," perintah pak guru


kring...kring..kring


Jam tanda istirahat berbunyi.


Satu per satu murid-murid meninggalkan kelas untuk istirahat makan siang di kantin atau bermain di halaman.


Hanya Viona yang terpaksa tinggal kelas karena mendapat hukuman menyalin dan mengerjakan soal.


🌹🌹🌹


Mendengar bel istirahat berbunyi Gavin langsung berlari keluar menuju ke kelas Cantika dan sahabat sahabatnya.


"Yuk Cantika" ajak Gavin.


"Kita ikutan boleh kan?" tanya Amanda dengan wajah memelasnya.


"Pastinya come on" ajak Gavin


"Yeahh yuk guys" seru Amanda mengajak Rio, William dan Vera.


Dengan hati gembira mereka berenam menikmati makan siang dengan riang gembira dan penuh canda tawa, tanpa gangguan si genit Viona.


"Terima kasih Gavin kamu telah membuatku bahagia" gumam Cantika saat melihat teman temannya juga merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.


..................🌺🌺🌺..................


Terima kasih sudah jadi pembaca Cinta Online.


Tunggu kelanjutannya ya...

__ADS_1


❀️ Happy Reading ❀️


__ADS_2