Cinta Online

Cinta Online
Bertemu Keponakan


__ADS_3

Seharian ini Oma sibuk berkutat di dapur, sejak pagi Oma sudah mempersiapkan berbagai macam masakan.


"Wahhh, Oma masak banyak ya, hmm siapa yang ulang tahun Oma?" Reno berusaha mengingat ingat siapa yang berulang hari ini.


"Tidak ada yang ulang tahun sayang," jawab Oma.


Reno melipat tangannya yang satu di depan dadanya dan yang satu menunjuk pelipisnya sambil berpikir keras.


"Hmm kalau tidak ada yang ulang tahun kenapa Oma memasak makanan sebanyak ini?" tanya Reno penasaran


"Pagii Oma..., wahh Oma masak besar nih ada acara apa Oma?" sambil celingukan kanan kiri Cantika berusaha mencari cari ada acara apa atau ada siapa yang datang.


"Hmm arisan ya Oma, atau pertemuan ibu-ibu komplek?"tanya Cantika.


Reno dengan santainya mengambil satu toples kuker yang sudah dibuat Oma semalam, dan membawanya ke ruang tengah.


Cantika yang melihat adiknya memeluk toples kuker favorit dan memakan kukernya dengan santai sambil menonton film, langsung berteriak"Renoo! kakak juga mau jangan di Kekep juga itu toples,bisa ludes tuh kuker".


Reno hanya mencibir dan terus melanjutkan kegiatan memamahbiaknya.


Dengan gemasnya Cantika menghampiri Reno dan mengambil paksa toples yang dipeluk Reno. Alhasil terjadilah tarik menarik antara Reno dan Cantika.


"Ini punya Reno kak!" Reno berusaha mempertahankan toples kuker yang dipeluknya.


"Bagi Reno..., kakak juga mau!" balas sengit Cantika.


Oma yang mendengar keributan di ruang tamu langsung melerainya.


"Aduh kalian ini selalu saja berebut, Cantika sudah biarkan saja adikmu.Oma bikin banyak kok, ambil satu toples lagi buat kamu." seru Oma.


"Tuh kak! Oma bikin banyak" seru Reno sambil terus memeluk toplesnya dengan erat.


"Dasar pelit!" Cantika menjulurkan lidahnya pada Reno.


Dibalas Reno dengan menjulurkan lidahnya juga.


Kemudian Cantika pun menghampiri Oma " Buat Cantika satu ya Oma? buat nyamil di kamar." ijin Cantika.


"Iya sayang,sudah jangan berebut" sahut Oma.


"Oya Gavin hari ini katanya datang ya? ntar suruh makan siang disini saja ya,Oma masak banyak nih" ucap Oma.


"Iya Oma, tapi sebenarnya Oma masak banyak ini untuk acara apa?" Cantika masih penasaran sambil membatu Oma menyiapkan makan siang.


"Papa kamu mau makan siang disini bersama teman bule nya, dan si bule ingin masakan rumahan." jelas Oma.


"Ohhh begitu, tumben bule kok suka makan rumahan?!." celetuk Cantika.


"Katanya sih dulu lama tinggal disini, partner kerja papa kamu terus balik lagi ke negaranya." Kata Oma sambil menata meja makan dibantu Cantika.


"Ohh begitu, pantas Oma kok tumben masak besar. Cantika yakin teman papa pasti suka dengan masakan Oma, enak sih bikin nagih " puji Cantika sambil memeluk Oma.


"Dasar kamu ini, pinter merayu" ujar Oma mencubit hidung Cantika kemudian mereka tertawa bersama.


"Selamat pagi semua" sapa ayah.


Kompak Reno, Cantika dan Oma menoleh ke arah pintu depan.


"Papa...!" Reno langsung berlari ke arah papanya dan memeluk erat.


"Haii Reno," sapa ayah sambil membelai rambut Reno.


"Papa jahat,! kok lama sih papa gak kesini " protes Reno


"Lho papa kan sudah bilang, sama Reno kemarin. Kalau papa mau jemput sahabat papa dulu di Bandara,nih papa kenalin sahabat papa dari Kashmir" ucap ayah


Reno lalu melepaskan pelukannya, dan melihat ke sekeliling mencoba mencari sosok sahabat sang papa.



"Hello handsome , what your name?kamu mencari aku?'" tanya Aqib pada Reno.

__ADS_1


Reno ragu untuk menjawabnya ia melihat ke arah papa nya minta persetujuan, lalu papa mengangguk sambil tersenyum.


"Hmm my name is Reno, R E N O what your name sir?" tanya Reno sambil menjelaskan namanya.


"Wah anak pintar, nama om Aqib, A Q I B" jawab Aqib menirukan cara Reno memperkenalkan namanya.


"Wahh om ganteng bisa bahasa Indonesia ternyata" celetuk Reno kagum.


Aqib dan Ayahpun tertawa.


"Cantika..sini sayang ..., papa kenalkan sahabat papa" sambil merangkul Aqib menghampiri Cantika dan Oma.


"Qi ini mama aku, jago masak semua masakannya pasti enak . Entar kamu cicipin deh masakannya dijamin nagih" promosi Jason atas kehebatan Oma dalam memasak


Aqib mengulurkan tangannya pada Oma dan disambut dengan senyuman dan uluran tangan Oma.


"Aqib"


"Mamanya Jason" jawab Oma.


"Jason terlalu berlebihan, saya hanya terbiasa memasak jadi sudah terlatih" sangkal Oma.


"Ah bibi merendah, saya yakin masakan bibi enak, seperti yang Jason bilang".sahut Aqib sambil tersenyum.


Oma pun tersenyum senang, ternyata sahabat anaknya ini walau dari luar negeri tapi supel , dan mudah membaur, jauh dari bayangan Oma sosok bule yang kaku.


"Nahh ini pasti anak gadismu ya Jason? what your name sweet heart?" tanya Aqib.


"Om bisa bahasa Indonesia?" tanya Cantika


"Dulu lancar tapi sekarang ada yang agak lupa dan sedikit kagok" sahut Aqib.


"Ohh begitu, nama saya Cantika," Cantika memperkenalkan diri sambil mengagumi sosok Aqib yang manis dengan senyuman khasnya.


"Haii Cantika, kamu cantik" puji Aqib.


'Terima kasih om " jawab Cantika.


"Ok thanks, aku suka ngobrol dengan anak-anakmu, mereka pasti harta paling berharga bagimu" ucap Aqib.


"Iya kamu benar, mereka harta terbesar dan paling berharga buat aku." sahut ayah sambil memandang kedua anaknya.


Reno satu satunya peninggalan terakhir istri Jason, tapi bukannya bersyukur memilikinya dulu ia malah menelantarkannya begitu saja. Cantika gadis cantik periang yang selama lima tahun menemani hari-hari nya selama menanti kelahiran Reno dan Cantika telah memberi warna tersendiri dalam hidupnya.Tapi ia juga menelantarkannya saat ia butuh bimbingan dan perlindungan seorang ayah di masa kecilnya dahulu.


Mengingat kebodohan dan kesalahannya itu, Jason sangat menyesal.Oleh karena itu ia sekarang ingin mengambil kembali kewajibannya sebagai ayah dari Cantika dan Reno. Walau ia tahu mereka masih terluka, terutama Cantika yang sudah sangat memahami perasaannya.


"Anak anak kamu hebat. Pintar-pintar, ganteng dan cantik pula." puji Aqib.


"Qi kamu tidakkah terpikir untuk berumah tangga?dan memiliki anak darah dagingmu sendiri, penerus dirimu?" tanya Jason penasaran.


"Apa iya lelaki setampan kamu, pengusaha terkenal di Kashmir, tidak ada gadis yang ingin dekat denganmu atau..Justru kamunya yang tidak mau membuka hati kamu?"selidik Jason lebih lanjut.


"Hmm aku terlalu sibuk untuk memikirkan hal itu" ceplos Aqib.


"Kamu tidak ingin berkeluarga? memangnya wanita yang bagaimana sih kriteria kamu, jangan terpatok hanya pada Reva dan Kimberley, bukalah hatimu di luar sana aku yakin sebenarnya banyak lho yang bersedia jadi pendamping hidupmu,tapi kamunya sendiri tuh yang menutup hatimu terlalu rapat." sindir Jason.


"Aqib.... keponakanmu saja sudah besar sekarang, seumuran Cantika, lupakanlah Kimberley buka lembaran baru" nasehat Jason.


Aqib hanya bisa menerawang jauh, bayangan Kimberly, Yasir dan bayi mungil yang dulu sempat ia gendong walau hanya sesaat.


"Mungkin Yasir sudah tahu ia bakal meninggalkan pengawal pribadi untuk Kimberley sebagai pengganti dirinya, jadi ia lebih memilih menitipkanmu pada Jevaro untuk menjadi ayah anaknya, daripada diriku karena bagaimana mungkin seorang paman sekaligus ayah anaknya." pikir Aqib dalam hati.


"Asal kamu bahagia Kim, aku pun bahagia, Yasir dan aku yakin Jevaro pasti akan selalu membuatmu bahagia." batin Aqib.


"Selamat siang Om" suara Gavin tiba-tiba memecah kesunyian dan lamunan Aqib.


"Haii Gavin, ayo masuk" sambut Ayah Cantika.



"Iya om, terima kasih. Cantikanya ada?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Ada.Ayo masuk nak.Cantikaa... nih dicariin Gavin." panggil Ayah.


"Gavin..." batin Aqib.


Aqib menatap lekat lelaki muda di hadapannya. Ada perpaduan wajah antara Yasir adiknya dan Kimberley. Cara ia berdiri sama persis dengan Yasir. Aqib seolah olah melihat Yasir ketika masih remaja dalam diri Gavin.Hanya saja gaya ia berbicara sudah mengadopsi gaya bicara Jevaro.


Jason yang melihat Aqib tak lepas memandang Gavin.Berinisiatif memperkenalkan Aqib pada Gavin.


"Oh ya Vin, ini kenalkan sahabat Om baru datang dari luar negeri.'" Jason berusaha memecahkan kekakuan diantara Aqib dan Gavin.


Gavin tersenyum sambil mengulurkan tangan pada Aqib.


Aqib pun menerima uluran tangan Gavin dengan hangat.


"Gavin"


"Aqib".


Sekilas Gavin mengeryitkan keningnya.


"Ada apa Vin?" tanya Jason yang sempat melihat kerutan berpikir di kening Gavin.


"Oh tidak om, hanya seperti pernah mendengar nama om Aqib tapi entah dimana." sahut Gavin.


"Oh mungkin mama---'"


Sebelum Jason menyelesaikan kalimatnya, ia mendapat senggolan dan tatapan tajam mata Aqib yang mengisyaratkan untuk tetap merahasiakannya.


Gavin menatap bergantian kearah papa Cantika dan Om Aqib.


"Mungkin mama kenapa om?" balas tanya Gavin.


"Kak Gavin! Oma ngundang kakak makan siang bersama disini." jelas Cantika


" Vin! jangan pergi dulu ya! kalian makan siang bersama dulu disini, baru kemudian kalau kalian mau kencan silakan" saran Oma.


Gavin tersenyum sambil menatap Cantika. "Baik Oma terima kasih undangannya".


Jason dan Aqib bernapas lega, Gavin tidak lagi meneruskan pertanyaannya tadi.


"Oma tuh ada maunya Vin undang kamu, ingin kamu bandingin masakannya dan masakan mama kamu, lebih enak yang mana? itu maksud terselubung Oma " celetuk Cantika


"Jangan percaya nak itu HOAX" seru Oma yang disambut gelak tawa semua yang ada di situ.


"Kak Gavin main yuk temani Reno" ajak Reno sambil menarik narik tangan Gavin.


"Kak Cantika, pinjam kak Gavin bentar ya! kakak bantu Oma dulu, ntar selesai makan siang kak Gavin aku kembalikan " sahut Reno sok ngatur.


Cantika dan Gavin pun hanya pasrah dan saling memandang.


Melihat kelakuan Reno, Oma dan Ayahpun tertawa.


Hanya Aqib yang masih terus memandang Gavin dalam diam.


"Keponakanmu sudah sangat akrab dengan anak-anak aku" bisik Jason pada Aqib.


"Dia mirip sekali dengan Yasir" gumam Aqib .


Aqib ingin sekali memeluk dan mencium keponakannya itu.Terakhir ia melihatnya saat ia baru lahir ke dunia ini saat itu ia datang untuk menjenguk kelahiran keponakannya itu, sekaligus memberi selamat atas pernikahan Kimberley dan Jevaro walau ada perasaan sakit yang dirasakannya saat itu.


...................................................


Hai pengemar Cantika dan Gavin terima kasih ya sudah sabar menunggu kelanjutan kisah mereka.


Jangan lupa like komen ya karena sangat berati buat mereka.


yang kepo dengan kisah cinta kedua orang tua Gavin yuk cus mampir ke karya pertama aku


Find the Perfect Love disana kalian bisa simak perjalanan kisah kasih orang tua Gavin.


__ADS_1


__ADS_2