
Pagi ini cuaca terasa sangat cerah. Burung-burung berkicau dengan begitu nyaring.
Sinar mentari berusaha menerobos masuk di celah-celah jendela kamar Cantika.
Cantika menggeliat malas. Entah kenapa hari ini seperti ada yang menyuruhnya segera mandi dan merapikan diri.
Cantika mengambil handuk dan melakukan rutinitas pagi nya dengan hati yang begitu riang.
Terdengar samar suara dibalik pintu kamarnya.
"Cantika..., bangun Tika! Ikut Tante yuk! Kamu pasti sangat menyukainya." panggil Tante Rose dari balik pintu.
"Iya Tan! Bentar yaa...! Cantika masih mandi." sahut Cinta dari dalam kamar mandi.
"Tante tunggu dibawah ya!" lanjut Rose.
"Siappp Tante." sahut Cantika.
......................................
Rose meninggalkan kamar Cantika dan turun ke bawah untuk menunggunya di ruang tamu.
Sesampai di ruang tamu terdapat sepasang mata yang menatap Rose tajam.Sorot mata penasaran dan berharap.
"Haii Reno, ada apa? Kok gitu amat lihatnya?" tanya Rose sambil memegang dagu Reno.
Setelah Rose duduk dan mengambil ponselnya.Reno diam-diam bergeser mendekati Rose.
"Tante mau kemana?" tanya Reno penasaran.
'Hmm?" Rose menoleh ke arah Reno sambil tersenyum.
"Tante mau kemana? Kak Cantika ikut?Kok Reno tidak diajak?" ucap Reno lesu.
Rose tertawa melihat raut wajah Reno yang memelas ingin ikut juga.
"Kamu mau ikut? yakin?" tanya Tante Rose
"Boleh Tante?" Mata Reno berbinar penuh harap.
"Tentu saja boleh. Kak Cantika pasti senang kamu ikut juga." ujar Rose sambil membelai lembut Reno.
Reno mengangguk yakin.
"Tuh Kak Cantika!" tunjuk Reno ke arah Cantika yang sedang menuruni tangga.
"Okay! sudah siap semua. Yuk kita berangkat." ajak Rose.
"Siaapp!' sahut Cantika dan Reno kompak.
"Kamu! Ikut juga?!" tunjuk Cantika pada Reno
"Pastinya... Reno akan selalu ada di hidup kakak.!" sahut Reno tengil.
Rose tertawa saat melihat tingkah tengil Reno. Ia masih ingat wajah sedih memelasnya. Saat belum diajak pergi. Perbedaannya jauh sekali dengan saat ini dengan penuh percaya diri Reno menggoda kakaknya.
Kemudian merekapun pamit pada Oma."Cantika .... Reno, kalian tunggu di mobil dulu ya. Oma masih mau bicara sama Tante Rose sebentar." pesan Oma.
"Baik Oma." jawab Cantika yang langsung menggandeng tangan Reno untuk menjauh dan menunggu Rose di mobil.
"Emang ada apa sih kak!"
Cantika hanya menaikkan kedua bahunya."Entahlah."
"Hmm, seharusnya kita tetap disana saja kak. Biar bisa tahu ada apa sebenarnya." protes Reno.
"Hush nguping itu namanya. Kita tidak boleh ikut campur urusan orang lain. Bila tidak diminta.' jelas Cantika. Sambil terus menarik tangan Reno.
"Itu namanya tidak sopan!" lanjut Cantika.
__ADS_1
"Tapi kak!" Reno masih terus protes.
"Lho ... papa mana Re?" Cantika mencari papa nya yang tidak nampak sedikitpun.
"Papa kan ke luar kota kak! Kakak lupa ya??' goda Reno.
"Iya! Papa kalian ada kerjaan di luar kota. Kenapa Cantik .... kangen ya!' seru Rose.
" Bukannya kangen, Tante. Tapi terbiasa kemana mana bersama- Papa" lanjut Cantika.
"Okayy sekarang Tante yang gantiin Papa kamu. Bagaimana Para penumpang ?.Apa kalian telah siap untuk segera meluncur??!" tanya Rose sambil memasang sabuk pengamannya.
"Siapppp!!" seru Reno.
Kemudian mobil pun meluncur meninggalkan halaman rumah.
"Beberapa hari kemarin Tante nginap dimana? " tanya Cantka.
"Kemarin Tante nginap di rumah sahabat lama Tante." jelas Rose hati-hati.
"Lho kata Tante waktu itu, mama Reno sahabat Tante? " Reno protes pada Rose.
"Iya mama Reno memang sahabat Tante. Tapi Tante juga punya sahabat yang lain juga" jelas Rose.
Reno menatap bingung ke arah Rose
"Gini deh ... Kak Cantika sahabatnya siapa?" ucap Rose memberikan perumpamaan.
"Kak Vera dan Kak Amanda!" teriak Reno merasa yakin benar jawabannya
"Nah itu pintar." jawab Rose.
Sahabat tidak hanya satu bisa beberapa orang. Sahabat adalah teman yang paling dekat dengan kita yang sangat kenal kita apa adanya. Dan selalu ada dalam suka dan duka.
Reno pun manggut-manggut tanda mengerti.
Rose hanya mengangguk dan tersenyum.
"Iya kita Bandara dulu jemput keponakan Tante dulu. Baru kita makan siang bersama. Bagaimana?"
"Yes asyik kita makan siang di luar!" seru Reno dengan girangnya.
Rose pun tertawa melihat tingkah Reno yang polos.
Semakin mendekati Bandara, entah kenapa perasaan Cinta semakin tidak enak. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.
"Ada apa ya? kenapa jantungku berdetak lebih cepat?" batin Cantika.
"Kak Cantika! Woii ayooo!" teriak Reno yang dari tadi memanggil dan berusaha menyadarkan Cantika dari lamunannya.
Rose pun tidak ketinggalan mencoba menyadarkan Cantika.
"Cantika! Kita sudah sampai sayang.... Cantika!" Sambil menguncangkan pundak Cantika
Cantika mencoba kembali ke dunia nyata sambil berusaha mempelajari lingkungan sekitar.
Cantika menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Iyaa.." jawab singkat Cantika.
"Yaelah kak Cantika. Ngelamun apaan sih?! Kita dah sampai kak!" Reno berusaha menjelaskan pada Cantika.
Lega Rose saat melihat Cantika telah tersadar dari lamunannya.
"Dia benar-benar mirip denganku. Aku pun bila masuk ke dalam dunia khayal, juga membutuhkan beberapa waktu untuk tersadar dan kembali ke dunia nyata." batin Rose dalam hati.
Rose dan Reno pun berjalan berdampingan saling bergandengan tangan.
Rose tersenyum bahagia melihatnya.
__ADS_1
"Kamu pasti sangat mencintai adikmu begitu juga sebaliknya. walaupun terkadang kalian bertengkar lucu tiap bersama. Persis dengan cerita Kimberly tentang Gavin dan Laura. Bertengkar, saling mengejek bila bersama tapi selalu mencari dan kangen bila berjauhan." batin Rose dalam hati.
Tiba-tiba bunyi telepon Rose berbunyi.
'Yaa hallo ! Okay kami sudah hampir sampai, sedang berjalan kesana kok!" jawab Rose.lalu telepon pun terputus.
"Keponakan Tante? Sudah datang ya Tante?Cowok atau cewek? Umur berapa Tante?" Berbagai pertanyaan Reno tujukan kepada Rose.
"Hush! Diam! Apaan sih kamu.Bertanya itu satu-satu bukan beruntun seperti itu." sewot Cantika mendengar keberisikan Reno dengan pertanyaan panjangnya.
Tiba-tiba Reno yang bawel dan cerewet menghentikan langkahnya dan terdiam.
Rose melambaikan tangan pada sahabatnya sebagai tanda memberitahu keberadaan mereka.
Cantika sibuk mengamati keadaan Bandara yang begitu ramai dengan lalu lalang orang yang datang dan pergi.
"Kak Cantika! Bukannya itu ---" Reno menunjuk ke arah jam sebelas.
"Apa?!" Cantika menoleh ke arah Reno lalu berganti ke arah yang ditunjuk Reno.
Cantika sangat terkejut dan mencoba meyakinkan lagi apa yang dilihatnya.
"Gavin?!" seru Cantika terkejut.
"Haii kalian! Ayo Tante kenalkan sahabat Tante!" seru Rose kepada Reno dan Cantika.
"Hai Cantika! Apa kabar sayang!" sapa Kimberley.
"Wah nih si jagoan Reno juga ikut!" lanjut Jevaro.
Gavin dan Cantika saling pandang dalam kebisuan.
"Tante Kimberley ini sahabat Tante Rose!?" tanya Reno yang masih sedikit bingung.
Rose pun mengangguk yakin.
Kimberley pun tersenyum lembut pada Reno.
Reno berusaha untuk mengerti dan memahami.
"Hai Cantik ... apa kabar?" sapa Gavin lirih pada Cantika. Dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Cantika.
Cantika hanya terdiam. Air mata kerinduan tiba-tiba terjun bebas di pipinya yang mulus.
Kemarahan, sakit hati dan perasaan sebal pada Gavin tiba-tiba sirna, begitu melihat Gavin berada dihadapannya.
Gavin pun menghampiri Cantika lalu memeluknya.
Semakin deras tangisan Cantika dalan pelukan Gavin.
Gavin pun tak henti-hentinya membelai lembut Cantika dalam pelukannya dan mencium kening Cantika.
"I Miss you Cantik.." bisik Gavin.
"I Miss you more" sahut Cantika.
Melihat dua insan yang saling melepas rindu dalam kebahagiaan membuat Rose dan Kimberley pun meneteskan air mata bahagia.
..............................................
Haiii kita biarkan Gavin dan Cantika melepas rindu dulu yukk
Jangan lupa bila suka, like komen jadikan favorit dan bagi hadiah yaa biar Cantika semakin berbunga bunga.
Sambil menunggu up kalian bisa mampir juga ke karya teman aku
yang berjudul Gadis Scorpio.
__ADS_1