
"Sore Oma...bisa bertemu dengan Cantika Oma?" sapa Vera .
"Oh kalian ayo masuk ..Cantika masih mandi" sahut Oma ramah " Reno tolong panggilkan kakakmu bilang teman-temannya datang."
"Haii kakak kakak cantik mau bertemu kakak aku ya?" Reno mencoba menyapa dan berbasa basi.
"Iya Reno tolong panggilkan kakak kamu ya" ucap Vera.
"Hei Reno kamu lagi ngapain? main PS yuk" sahut William berangkulan dengan Rio berharap Reno mengiyakan.
"Haii kak Willi yuk Reno tadinya main sama papa tapi papanya lagi sibuk dari tadi telepon terus." Reno menunduk sedih.
"Sudah jangan sedih yuk main sama kita " ucap Rio.
Lalu Reno, William, dan Rio sedetik kemudian sudah terlihat asyik bermain game.
"Vera ...Manda, kalian langsung keatas saja Cantika lama mandinya." nasehat Oma.
"Baik Oma, ntar kami bilang Gavin menunggunya di bawah, pasti deh acara mandinya dipercepat" ucap Vera yang disambut tertawa renyah Oma dan Vera.
Amanda berpikir keras menoleh ke kiri ke kanan " Ver....mana kak Gavin kok aku gak ngeliatnya?" sambil menggaruk garuk kepalanya.
Vera dan Oma saling berpandangan sebentar lalu tertawa terbahak bahak.
"Aduh nona Manda tolong ya otaknya dikondisikan." sahut Vera sambil mencubit kedua pipi Manda." Yuk ah Manda, Oma kami naik dulu ya" pamit Vera.
"Iya sayang Oma siapkan camilan ya";sahut Oma masih menahan ketawanya mengingat kelakuan Amanda .
Oma sangat kenal sekali sifat sahabat-sahabat cucunya itu. Amanda lah yang selalu membuat suasana menjadi segar dengan kepolosannya.
"Yes goll! kakak menang Reno!" seru William.
"Ah kakak curang!" sahut Reno
"Curang bagaimana?" William tidak terima dibilang curang.
"Curang ya curang! kak Rio ayo main kak William curang !" seru Reno merajuk sambil memberikan stik game ke Rio.
"Yee ..dasar anak kecil!" seru William
"Yee" Reno menjulurkan lidahny ke William.
"Reno! hayoo yang sopan dengan yang lebih tua" nasehat Oma sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Reno.
.....................................................
"Tika ...Tika.. ditunggu Gavin tuh!" jahil Vera pada Cantika.
"Vera itu kamu kan?" tanya Cantika dari dalam kamar.
"Iyaa Tik! cepat Gavin nunggu tuh" teriak Vera lagi.
"Hmm Gavin? sudah selesailah acaranya bersama orangtuanya?" batin Cantika.
Secepat kilat ia meraih handuk dan membukakan pintu untuk Vera.
"Ayo masuk Ver..." Cantika mempersilakan Vera masuk ke kamarnya.
"Lho kok aku gak disuruh masuk?!" tanya Amanda merajuk .
"Lho haii! maaf Manda aku kira cuman Vera." sambil mencari-cari lagi mungkin ada yang lain.
Setelah yakin hanya Amanda dan Vera, Cantika menutup pintu kamarnya.
"Kalian ---" belum selesai Cantika meneruskan kalimatnya Vera langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.
"Tadi kemana saja katanya mau nyusul ke kantin, ditungguin gak nongol nongol" selidik Vera.
"Iya nih Cantika sejak jadi pacar Gavin lupa deh sama kita-kita bahkan kata Vera kita harus bohong dulu baru bisa ketemu kamu" protes Amanda.
Cantika berpikir sejenak, "Berbohong bagaimana? kata siapa kalian tidak bisa menemui ku? Gavin tidak pernah melarang ku bertemu dan berteman dengan siapapun.Jangan ngarang kamu Manda" sahut Cantika
"Iya Vera tadi bilang harus boong dulu biar bisa ketemu kamu cepat" dengan polosnya Amanda menceritakan pada Cantika.
"Eh Manda itu cuman candaan, jangan dibikin serius! Cantika jangan punya pikiran aneh-aneh dulu, kamu tahu Amanda kan?" sambil mengedipkan mata ke arah Cantika.
"Memang aku kenapa?!" sahut sewot Amanda tidak terima
__ADS_1
"Hmm aku paham, jadi tadi waktu kamu bilang Gavin menunggu dibawah itu boong ya" selidik Cantika sambil menyipitkan kedua matanya.
Vera pun tersenyum mengiyakan sambil memegang kedua telinganya tanda meminta maaf.
Detik kemudian,....
"Dasar kamu Vera!" Cantika tiba-tiba melempar bantal ke arah Vera .
Tidak lama kemudian mereka bertiga sudah terlibat perang bantal.
Setelah habis tenaga mereka, berteriak, tertawa dan berlarian akhirnya mereka merebahkan diri di kasur.
"Kemana aja tadi bersama Gavin cerita donk, jangan bilang kamu gak bersama Gavin karena itu tidak mungkin." sahut Vera.
"Orang tua Gavin mengundangku makan siang di rumahnya" jawab Cantika.
"What! hulala honey bunny Orang tua Gavin mengundangmu makan siang di rumahnya? its amazing kalau ketua Geng Girly tahu bisa kebakaran tuh hatinya." sahut Amanda kagum
"Pastinya, terus bagaimana sikap kedua orang tua Gavin ke kamu" selidik Vera penasaran.
Amanda pun menganggukan kepala penasaran "Iya bagaimana orang tua Gavin? kamu tidak takut bertemu dengan mereka?"
Cantika tersenyum lebar."Haha tegang amat wajah kalian"
"Bagaimana kami tidak tegang, orag tua Gavin kan Donatur utama dan tetap sekolah kita." sahut Vera
"Iya nih, mereka tahu tidak, kalau kamu siswi penerima beasiswa?" tanya Amanda serius.
"Iya sih, awalnya aku gemetar ketakutan saat Gavin berhenti di depan rumahnya yang begitu megah" jelas Cantika sambil membayangkan kejadian tadi.
Amanda dan Vera pun ikut membayangkan.
"Pasti sedap-sedap ngeri ya" sahut Vera.
Teringat Vera saat pertama kali bertemu keluarga William .
"Kedua orang tua Gavin baik adiknya juga baik, bahkan mereka sudah tahu kalau aku siswi penerima beasiswa justru mereka memberiku selamat dan bangga." jelas Cantika pada kedua temannya.
"Oh ya, hebat kamu Cantika, selamat ya kamu yang dipilih Gavin jadi ceweknya mengalahkan cewek-cewek pemes disekolah yang sok cantik tuh" Vera dan Amanda pun memeluk sahabatnya itu.
Cantika hanya tersenyum kecil.
Mereka bertiga saling memandang sesaat " Siapa ?" sahut mereka kompak.
"Aku! cowok paling tampan di kelas IPA dua." sahut Rio
"Dan aku cowok terganteng di kelas IPA" sahut William tak peduli tanggapan mereka nantinya.
Vera menepuk jidatnya .
"Aduh ngapain sih mereka pake naik kesini " seru Vera
"Kalian datang bersama Willi dan Rio? kok gak bilang, yuk kita temui mereka" sahut Cantika yang langsung berganti pakaian.
"Haii Will, Rio maaf ya aku gak tahu kalau kalian datang juga, mereka gak bilang sih" senggol Cantika pada Vera dan Amanda
"Sorry guys tadi pembicaraan para cewek, jadi kalian gak boleh ikutan" sahut Amanda polos
"Cantika! nih Oma buatkan camilan buat kalian!" suara Oma dari dapur memberitahukan ada camilan buat mereka berlima.
"Baik Oma, terima kasih" Cantika berjalan hendak mengambil camilan di dapur
"Eh gak usah Tik, biar aku saja bersama Rio yang ambil, kalian ladies duduk manis saja disini oke! yuk Rio" ajak William.
Kemudian mereka kembali bercerita dan bercanda bersama.
"Nih donat bikinan Oma , pasti yummy nih" seru Rio
"Eh enak saja yang itu punya aku!" serobot Wiiliam
"Heii itu punyaku" Rio tidak mau kalah.
Cantika, Vera dan Amanda pun tertawa melihat kekonyolan William dan Rio
"Heii kakak-kakak kata siapa donat itu punya kakak! itu punya Reno!" dengan tanpa bersalah Reno mengambil sepiring donat dan membawanya turun.
Kali ini Cantika yang dibikin sewot dengan kelakuan adiknya.
"Heii Reno! jangan asal ambil, itu punya kakak dan teman-teman kakak! kamu ambil sendiri di dapur!" seru Cantika tidak mau kalah
__ADS_1
Reno terus berlalu sambil memamerkan nikmatnya donat buatan Oma."Hmm, yummy..nyam nyam nyam"
"Dasar bocah tengil! awas ya"
Cantika mengejar adiknya dan Reno pun tidak mau kalah terus berkelit sembunyi di balik tubuh oma.
Baik Vera, Amanda ,William dan Rio pun tertawa melihat tingkah laku Reno yang tengil dan lucu.
"Oma itu donat Cantika, Reno main comot" adu Cantika.
Reno menjulurkan lidah ke arah Cantika.
"Renoo cukup! jangan goda kakakmu terus! itu di meja donat Reno" ucap Oma.
Reno terus menggoda kakaknya dan berlari, Cantika pun mengejarnya.
'Upps,maaf" Cantika menabrak tubuh ayahnya.
"Heii ada apa ini kok berlarian di dalam rumah?" tanya ayah
"Tuh anak kesayangan papa!' sahut Cantika cemberut.
"Reno!" panggil ayah.
"Reno cuman bercanda kok pa! nih kak! maaf" sambil menyodorkan sepiring donat pada Cantika.
"Ehm, gak mau! bekas tangan kamu! kakak ambil yang dimeja aja." sahut Cantika sambil menjulurkan lidahnya.
"Yee.. kakak!" Ayah langsung menahan tubuh Reno.
Cantika pun berlalu naik keatas menemui sahabat-sahabatnya.
Oma hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah pola cucu-cucunya.
Akhirnya Reno pun diajak ayahnya putar- putar komplek agar tidak menjahili kakaknya terus .
Reno senang sekali bisa putar-putar komplek bersama papanya.
Tiba-tiba ponsel papa Reno berbunyi.
"Hallo, Jason disini,"
"Oh hai, ada yang bisa aku bantu?"
"Okay, call me when you arrived, safe flight bro" kemudian ayah menutup teleponnya.
Reno menatap papanya penuh tanya "Papa mau pergi?naik pesawat?"
"Kemana? tidak sayang "
"Kok safe flight?" tanya Reno.
"Oh itu ..teman papa mau datang ke Indonesia, jadi papa bilang semoga lancar penerbangannya,"jelas ayah.
Reno pun mangut-mangut.
"Hem sepertinya dia sudah gak sabaran ingin bertemu keponakannya atau ingin bertemu--" pikir Jason dalam hati.
"Pa...itu ada pasar malam kita kesana yuk!" ajak Reno.
"okay... yuk" kemudian ayah memarkirkan mobilnya
Mereka berdua dengan langkah gembira menyusuri pasar malam dan bermain bermacam-macam permainan dengan gembira.
Ada komedi putar, Rumah hantu, Bianglala, Bom bom car, kereta layang, Rumah kaca dan berbagai permainan game lainnya antara lain menembak, sodok bola, dan memancing ikan. Hampir semua permainan yang ada di pasar malam Reno dan papa mainkan.
Suasana pasar malam sangatlah ramai dengan lampu yang berwarna warni dan musik yang mengalun ikut meramaikan suasana malam, ada juga berbagai stand makanan dan minuman yang berjajar disana .
Ice cream , gula kapas dan masih banyak lagi makanan yang Reno nikmati malam itu bersama papanya.
Malam semakin larut, Reno dan papanya akhirnya pulang dengan hati yang gembira.
Reno tertidur pulas di mobil dengan senyum tersungging di bibirnya.
Jason pun tersenyum bahagia melihat anaknya menikmati kebersamaan bersama dirinya, ia pun mencium kening Reno dengan penuh kasih .
..................................................
Haiii ikuti terus yuk kelanjutan kisah cinta Cantika dan Gavin
__ADS_1
Happy Reading ❤️