
Sudah hampir setengah tahun sejak Gavin meninggalkan Cantika.
Sebagai pelarian kekecewaannya Cantika kerap kali menjalin hubungan atau pertemanan secara online.
Bersama Vera dan Amanda, Cantika sering mengerjai cowok-cowok iseng.
Setelah janji meet up di suatu tempat, biasanya Cinta selalu membawa pasukannya Vera dan Amanda untuk ikut menemaninya meet up, setelah mereka makan bersama dan si cowok lah yang mau tidak mau membayar semua makanan yang mereka pesan dan makan kemudian fiuhhh setelah pulang kerumah masing-masing Cinta kemudian memblokir semua medsosnya yang terhubung dengan cowok tersebut.
Dan biasanya akan memulai pertemanan baru lagi.
Hanya Afridi lah, Cantika sedikit serius dalam berhubungan dengannya
Bagi Cantika Afridi berbeda, dia bukan tipe pemaksa, dan selalu sukses membuat Cantika terbayang dan merindukannya bila tidak berjumpa dengannya.
Sebelum Cantika akan memejamksn mata untuk tidur di malam hari, beristirahat dari segala aktivitas yang ia jalani sepanjang hari. Afridilah orang terakhir yang ia lihat dan tempat ia bercerita apa yang terjadi seharian ini, begitu pula sebaliknya.
Afridi jugalah orang pertama yang Cantika lihat dan tempat ia berbagi jadwal aktivitas nya hari ini.
Ada yang aneh bila momen saling sapa dan berbagi cerita itu terlewatkan. Serasa ada kurang dalam menjalani hari.
Seringkali mereka bila malam tiba saling berbagi cerita, sampai masing-masing tertidur dengan pulas.
Ada perasaan damai bila tidur sambil mendengar nafas Afridi.
Tidak terasa hari demi hari Minggu berganti Minggu dan bulan pun telah berganti , hubungan Cantika pun dengan Afridi semakin dekat mereka saling berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lainnya.dari hubungan yang selalu terpelihara dengan baik hingga menimbulkan saling ketergantungan karena kebiasaan yang telah mereka rutinkan selama ini.
Sehingga bila salah satu tidak melakukan rutinitas tersebut atau sehari saja tidak ada kabar dari salah satu pihak maka ada rasa yang hilang di hati.
Hingga suatu saat ketika mereka saling melepas rindu, Afridi bertanya pada Cantika ,"Sayang apakah benar kamu menyanyangiku?"
Cantika pun mengangguk yakin. Beberapa bulan terakhir ini Afridilah yang benar-benar menemani dirinya untuk dapat melupakan Gavin. Bahkan saat ini terlanjur terbiasa bersamanya.
Cantika tidak dapat membayangkan bila suatu saat Afridi akan pergi dari sisinya.
"Jangan ! ... aku berharap tidak akan pernah terjadi sesuatu yang akan membuat dirinya berpisah dengan Afridi aku terlanjur menyanyanginya" batin Cantika.
__ADS_1
"Tika kamu tidak bosan dengan aku?" tanya Afridi sambil menatap tajam mata Cantika.
"Kamu ini ngomong apa sih,? Aku tidak akan pernah bosan denganmu." jawab Cantika
"Atau jangan-jangan kamu yang bosan denganku?." tanya Cantika kembali
"Tidak aku tidak akan bosan dengan mu!" jawab Afridi singkat
"Tika .... bila kelak aku butuh kamu, maukah kamu, membantuku?" tanya Afridi.
"Tentu sayang ... kapanpun kamu membutuhkan bantuan ku, aku akan selalu membantumu.Selama aku bisa membantu." sahut Cantika.
"Emangnya kamu butuh apa? " tanya Cantika menyelidik.
"Tidak sekarang cantik. nanti ... suatu saat kalau aku butuh bantuanmu, aku kan beritahumu." ucap Afridi.
"Baiklah ." sahut Cantika sambil tersenyum manis.
'"Cantika apa kamu mau menolong aku ? tanya Afridi .
"Cantikaaa! "panggil Oma.
"Iya Oma bentar!" jawab Cantika.
"Afridi aku hubungi kamu lagi ya. Oma aku manggil tuh!' ucap Cantika pamit pada Afridi
"Baik sayang, i love you!" ucap Afridi sambil mencium Cantika via jarak jauh .
"Daaaa sayang nanti malam aku akan hubungi kami lagi okay " ujar Cantika.
"Okayy bye.... " jawab Afridi.
Setelah mengakhiri hubungan telepon mereka, Cantika pun turun untuk menemui neneknya.
"Iya Oma ada apa? " tanya Csntika.
__ADS_1
"Tuh temui tamu di ruang tamu, nanti Oma akan menyusul setelah menyiapkan makanan kecil dan minuman." ujar Oma.
"Emang siapa Oma tamunya?" tanya Cantika penasaran
"Lihat saja sendiri." Oma tersenyum penuh arti.
"Baiklah oma, Cantika temui tamu dulu ya" sambil berlari kecil menuju ruang tamu.
"Iya...sana cepat !" sahut Oma sambil tersenyum
"Selamat sore Cantika ... apa kabar kamu?!"
"Kak Cantika ... ini makaroni schotel kesukaan kakak, tadi Laura yang bikin special untuk kakak!' seru Laura sambil tersenyum.
"Cobain deh! Kata mama dan papa aku sih enak" sekali lagi senyum mengembang di bibir Laura .
Cantika yang tidak menyangka akan mendapat kunjungan special dari mama dan adiknya Gavin jadi diam seribu bahasa .
Lidahnya kelu tak mampu berbicara sedikitpun. Pikirannya melayang mencoba menerka-nerka maksud kedatangan mama Gavin ke rumahnya
Ada perasaan bahagia menyelimuti hati Cantika, karena mereka masih mengingat dirinya tapi sekaligus ada rasa pedih bila ingat Gavin tidak ada di antara mereka saat ini.
.......................................................
Ikuti kisah selanjutnya ya
Ada apa mama Gavin menemui Cantika ?
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Online Cantika dan Afridi?
Yukkk ditunggu yaa
Jangan lupa like komen dan hadiah hadiah lainnya untuk Cantika.
Happy Reading 🌹
__ADS_1