
Reno yang juga tidak menduga akan bertemu dengan Gavin. Tidak terasa air matanya pun membasahi pipinya. Terasa hangat .... sehangat perasaannya saat ini.
"Kak Gavin ..." panggil Reno disela sela Isak tangisnya.
Gavin yang tidak asing dengan suara itu. Suara yang suka sekali menganggu kebersamaannya dengan Cantika..
Suara yang selalu hadir diantara dirinya dan Cantika.
Gavin pun menoleh ke arah suara yang sangat familiar di telinga.
Terlihat Reno menghampirinya dengan ragu. Dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Gavin pun tersenyum ke arah Reno dan mengulurkan tangannya pada Reno.
"Haii jagoan! Sini .. jagoan kok nangis?" goda Gavin.
Lalu Reno pun berlari ke arah Gavin dan memeluknya erat. Melepas kerinduannya pada sosok kakak laki-laki yang tidak ia miliki.
Bagi Reno, Gavin sudah seperti kakaknya sendiri. Kepergian Gavin bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi Cantika saja tetapi Reno juga merasa kehilangan.
Kehilangan sosok kakak laki-laki. Yang ia dapatkan pada diri Gavin.
Semua yang melihat pasti lah terharu. Terutama Kimberley. Ia tidak menyangka kehadiran anaknya sangatlah berarti dan sangat dirindukan oleh banyak orang. Itu pertanda bahwa Gavin adalah anak yang baik dan pribadi hangat yang menyenangkan.
Tersungging sebuah senyuman bangga dan bahagia di bibir indah Kimberley.
"Yasir ... anak kamu sungguh luar biasa. Kemampuan menghipnotis orang sekitar untuk menyukainya sepertinya menurun dari kamu. Semua yang mengenal Gavin akan merasa hangat dan dekat . Bahkan mampu membuat cewek terobsesi padanya melakukan berbagai cara untuk dapat memenangkan hatinya. Persis dengan Tini yang dulu juga terobsesi denganmu . Dan mampu menggunakan akal liciknya untuk dapat memilikimu dan memisahkan kita ."
"Tetapi ternyata bukan Tini yang memisahkan kita, tetapi takdir. Maut lah yang akhirnya memisahkan kita ." batin Kimberley mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.
"Semoga kejadian menyediakan itu tidak terulang pada anak kita. Semoga hubungan Cantika dan Gavin bisa berlanjut hingga jenjang pernikahan bahagia. Oh ya sayang, kamu tahu tidak? Ternyata Cantika adalah anak Rose. Iya Rose sahabat aku.Sepertinya dunia itu sangatlah sempit buat kita. Semoga hubungan persahabatan ku dengan Rose bisa berubah menjadi satu keluarga besar." Doa serta harapan Kimberley yang terbaik untuk anaknya
"Yukk kita makan siang bersama sudah hampir jam makan siang nih!' ajak Jevaro.
"Kita makan dimana pak? Katanya Gavin harus disembunyikan kedatangannya?" tanya Rose.
"Sudah ikut kami saja nanti juga tahu. Kalian bawa baju ganti kan? " tanya Jevaro.
Kompak Rose dan Cantika menggelengkan kepala mereka.
Jevaro mengerutkan keningnya lalu melihat ke arah istrinya.
"Oh iya ... maaf aku lupa memberitahu mereka" seru Kimberley sambil menepuk keningnya.
Rose dan Cantika pun menatap bingung ke arah Kimberley.
"Okay maaf ya, istri aku lupa menyampaikan pada kalian semua. Kalau kita akan makan siang dan malam di puncak dan nginap semalam disana ." jelas Jevaro.
__ADS_1
"Tapi tidak apa-apa. Rose, kamu bisa pake baju aku. Cantika aku kira kamu juga bisa pakai baju Laura ukuran kalian tidak jauh berbeda. Dan si jagoan Reno kamu bisa pake baju Gavin waktu kecil dulu kebetulan masih ada beberapa yang tertinggal di villa dulu." atur Kimberley.
'Lho ... Rose, Oma dan Jason mana?" tanya Jevaro.
"Jason ada kerjaan di luar kota. Dan Oma pastinya menunggu anaknya pulang." sahut Rose.
'Oh begitu. Baiklah yuk kita berangkat sekarang." ajak Jevaro.
"Asyikk!! Kita ke Villa yang dulu itu kan Om!" tanya Reno pada Jevaro.
"Iya sayang. Kamu suka?"
'Pastinya... banyak makanan seperti dulu juga om?" Reno terus bertanya dengan antusias.
"Reno!' cegah Cantika.
Jevaro dan Kimberley pun tertawa.
"Tidak apa-apa Tika!"
"Iya sayang banyak makanan disana kan kita merayakan kedatangan kak Gavin.dan Tante Rose." jelas Kimberley.
"Asyikk!!!"
Semua yang disana dibikin gemas oleh tingkah Reno.
"Maafkan Reno ya Tante ..Om karena tidak sopan " ucap Cantika.
Kemudian merekapun meninggalkan Bandara dan menuju ke Villa di Puncak. .
..................................................
Gavin yang ikut di mobil Rose pun merasa sangat bahagia. Akhirnya ia bisa berkumpul dengan keluarganya dan kekasih hatinya.
"Vin... kamu masih kenal Tante tidak?' tanya Rose disela-sela mengendarai mobilnya.
"Hmm ..." Gavin pun mencoba berpikir.
"Dulu waktu kecil kamu memanggil Tante Aunty Rose " Rose mencoba mengingat kan Gavin pada dirinya.
"Oh iyaaa.... Aunty Rose! Yang dulu bawa mainan mobil-mobilan remote control ya.Sampai sekarang masih aku simpan lho, masih bagus dan masih bisa dimainkan." seru Gavin bangga akhirnya berhasil mengingat.
"Hebat euy ingatannya. Padahal waktu itu kamu masih kecil lho." sahut Rose.
"Kakak Gavin kenal Tante Rose?" tanya heran Reno.
"Kok bisa kenal kak? Padahal kakak baru saja datang. Tante Rose juga baru Minggu lalu datang dari Jepang." Reno masih bingung mencari dimana kira-kira Kak Gavin kenal Tante Rose.
__ADS_1
"Kamu tuh Re. Mau tahu ajaa!" sahut Cantika sambil mencibir.
"Iih suka-suka Reno! Yee!" Reno pun menjulurkan lidahnya pada Cantika.
Gavin dan Rose hanya tertawa melihatnya
"Aunty Rose ini, sahabat lamanya mama kakak. Sejak mama masih muda." jelas Gavin.
Reno pun manggut-manggut tanda mengerti
"Hmm" pikir Reno kemudian. Lalu Reno mengerutkan keningnya tanda ia sedang berpikir keras.
Lalu Reno melirik ke arah kak Gavin sambil tersenyum menyeringai.
Cantika yang sempat melihat gelagat aneh Reno. Memandang Reno dengan penuh waspada.
"Hmm ada yang aneh nih. Apa lagi yang ada di otak bocah tengil ini" pikir Cantika
"Kenapa ia tersenyum penuh arti seperti itu?"tanyanya dalam hati sambil terus mengamati Reno.
Perlahan Reno mendekati Gavin.
"Kak Gavin!"
"Yaaa" sahut Gavin.
"Kakak Gavin kan sekarang sudah gede. Boleh tidak mobil-mobil an remote nya buat Reno---"
"Reno!! Kamu ya... kakak laporkan Oma dan papa nanti.Bikin malu saja. Tidak sopan itu !" nasehat Cantika
"Tidak apa-apa Cantika.Benar kata Reno aku kan dah gede. Mobilnya lebih bermanfaat untuk Reno saja.. Tidak apa-apa kan Aunty?" tanya Gavin meminta persetujuan Rose sebagai yang memberi .
"Tentu saja boleh." sahut Rose.
"Asyikkk! Terima kasih kak Gavin. Terima kasih tante Rose !" Reno sangat bahagia sekali. Hari ini merupakan hari yang sangat indah dan membahagiakan baginya.
Menginap di Villa yang penuh makanan lezat. kemudian akan mendapatkan mobil-mobilan remote control dari Kak Gavin.
Akhirnya Reno pun tertidur pulas di mobil, sambil tersenyum bahagia.
.............................................................
Ikuti terus kisah Gavin dan Cantika ya akan banyak kejutan-kejutan di BAB berikutnya.
Sambil menunggu up ..
Nih aku bawakan sesuatu buat kamu ... Rekomendasi novel karya Author Momoy Dandelion yang berjudul Pemuas Ranjang CEO
__ADS_1
Hapoy Reading