Cinta Online

Cinta Online
Hari yang bahagia


__ADS_3

Reno terlihat murung di tengah pesta.


Suasana malam ini sebenarnya sangatlah indah. Angin semilir membuat udara semakin dingin menusuk tulang.Cahaya bulan dan bintang ikut meramaikan indahnya malam di langit yang gelap.


Semua orang merasa bahagia. Terlihat di dekat kolam.


Kimberly, Jevaro dan Rose saling tertawa dan saling berbagi cerita.


Laura, Gavin dan Cinta terlihat asyik mendengarkan cerita Gavin tentang negeri surganya dunia.


Malam ini semua merasa bahagia berkumpul dan berbagi cerita bersama


Kimberly yang tidak sengaja melihat Reno yang duduk termenung sendiri. Kemudian menghampirinya.


"Hai jagoan ...., ada apa ? Sudah makan? Tuh ada pizza, atau Spaghetti kalau malas makan nasi. Atau Tante ambilkan steak? Mau yang beef atau chicken?" Kimberley berusaha menawarkan beberapa makanan yang mungkin disukai oleh Reno.


Reno hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


Kimberley bingung mana mungkin Reno yang biasa paling doyan makan apa saja. Tidak ada satupun diantara yang ia tawarkan tadi yang ia sukai.


Kimberley mengerutkan keningnya.tanda merasa ada yang aneh. Padahal siang tadi Reno sangat antusias mendengar akan ada banyak makanan yang disediakan.


"Kamu demam kah?' Kimberley menyentuh kening Reno dengan punggung tangannya.


"Tidak apa-apa kok kamu tidak demam " ucap Kimberley.


"Reno memang tidak apa-apa Tante .Tidak perlu khawatir" celetuk Cantika yang tiba-tiba sudah berada di belakang Kimberley bersama Gavin


Kimberley pun menoleh ke arah Cantika dan Gavin.


"Adik kamu kenapa?" tanya Kimberley bingung.

__ADS_1


Gavin dan Cantika tersenyum penuh arti. "Tidak apa-apa ma. Santai saja Reno kan jagoan." jawab Gavin


"Tapi mama perhatikan dari tadi, nih anak cuman duduk termenung saja. Tidak makan apapun. Mama khawatir masuk angin nantinya kalau perutnya tidak terisi.'" Kimberley lalu jongkok dan kembali memeriksa suhu tubuh Reno.


"Ma ... yang dibutuhkan Reno tuh ini. Pasti sebentar lagi bakal ceria lagi." Gavin menyodorkan sekotak mobil remote control pada Reno.


"Re.. tuh lihat kak Gavin bawa apa buat kamu." ucap Cantika.


Mata Reno langsung terbelalak saat melihat kotak mobil-mobilan yang dibawa Gavin .


Reno langsung berdiri dan mendekati Gavin. "Ini buat Reno kak?!" tanya Reno tidak percaya tapi penuh harap.


"Iya ini buat kamu. Kamu suka?" tanya Gavin.


"Suka banget kak! Beneran ini buat Reno?"tanya Reno kembali meyakinkan.


Gavin pun mengangguk yakin sambil tersenyum.


Reno langsung sibuk bermain mobil-mobilan nya. Sesekali Reno mengambil piring lalu bermain sambil memamah biak.


Gavin, Cantika dan Kimberley pun tersenyum melihatnya.


"Tuh kan ma.Gavin bilang apa Reno tidak apa-apa cuman kepikiran mobil-mobilannya." bisik Gavin yang kemudian disambut gelak tawa oleh Gavin dan Cantika. Mama tersenyum lega melihat Reno sudah kembali ceria lagi.


"Lho Vin itu bukannya mobil-mobilan kamu? Kado dari kamu kan Rose?" tanya Jevaro yang tiba-tiba sudah bergabung bersama Rose juga.


"Iya. Gavin tadi cerita kalau tuh mainan masih ada dan masih bagus. Dan Reno yang mendengarnya langsung minta ijin kalau sudah tidak dimainkan lagi dia mau." jelas Rose.


Lalu mereka semua tersenyum bahagia melihat Reno juga bahagia dengan mainan barunya.


.....................................................

__ADS_1


Setelah acara makan malam selesai. Dan semua orang masuk ke dalam Villa. Gavin dan Cantika masih bertahan di halaman melawan dinginnya malam.


"Tika lihat tuh bintang" tunjuk Gavin pada bintang yang bertaburan di langit.


"Walaupun ia jauh dan nampak kecil karena jarak kita dengan bintang yang begitu jauh tapi sinarnya mampu menerangi gelapnya sang malam."


"Dan seperti itu lah cinta aku ke kamu. Walau aku jauh darimu bahkan tidak terlihat tapi hati dan cinta aku hanyalah untukmu dan aku harap kamu bisa merasakannya. Walaupun kita berjauhan."


"Kelak bila saatnya tiba kita akan kembali berkumpul bersama lagi untuk selamanya."


"Tika ... maukah kamu menungguku?" tanya Gavin sambil berlutut dan memegang kedua tangan Tika.


"Kak ! Berdiri kak! " Tika merasa tidak enak dengan perlakuan Gavin yang begitu romantis


Gavin tetapi berlutut di hadapan Cantika .


"Maukah kamu menungguku? Aku janji bila kuliah aku sudah selesai Aku akan melamar mu." Gavin mengecup kedua tangan Cantika.


"Aku sangat mencintaimu Tika." lanjut Gavin.


"Aku juga Kak!" jawab Cantika.


"Maukah kamu menungguku?" kembali Gavin bertanya pada Cantika.


Cantika tidak mampu berkata apa-apa lagi selain mengangguk dan berembun di kedua pelupuk matanya. Terharu sekaligus bahagia.


........................................................


Wahh Cantika pasti bahagia nih. Kita tunggu yuk kelanjutannya.


Sambil menunggu up aku bawakan sesuatu untuk menemani menunggu.

__ADS_1



__ADS_2