
Sepulang dari Rumah Sakit Cantika pun mengalami hal yang sedikit berbeda, entah kenapa perasaannya tiba tiba terasa sunyi sesunyi hati ini.
Cantika merasa sangatlah tidak berarti,bahkan ucapan dan janji manis yang ditujukan pada Cantika pun .tidak mampu membuat Cantika tersenyum.Hidupnya saat ini terasa begitu hampa.
Sinar mentari pagi telah menyinari bumi. Kesibukan di dapur sudah mulai terlihat.
Hari ini hari Minggu Oma sudah mulai menyiapkan berbagai bahan untuk memulai memasak .
Penghuni di rumah Oma hari ini bertambah satu.Papa Cantika sejak malam kemarin nginap tidur di rumah Oma.
Papa masih khawatir dengan keadaan Cantika. Perasaan terbuang dan tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya kembali menghantui dirinya.
"Salah aku, semua ini salah aku! Seandainya saat itu aku tidak rneninggalkannya, dan tetap merangkul dan memberinya kasih sayang sebagai orang tua, mungkin kejadian buruk itu tidak akan terjadi." Sambil mengusap wajahnya nya papa Jason terlihat menyesal.
"Selamat siang"
Papa Jason menengadah dan betapa terkejutnya ia saat tahu ternyata yang sedang berdiri dihadapannya adalah papa Gavin.
"Oh Haii Pak Jevaro"
"Panggil Jevaro saja, kita tidak sedang dilingkungan formal.." sahut Jevaro.
"Hmm, baiklah. Ada yang bisa saya bantu?"
"Bisa saya bertemu dengan Cantika?" tanya Jevaro sambil tersenyum ramah.
"Masuk lah Jev, duduk dulu. Sebentar ya aku panggilkan Cantika dulu." Baru melangkah dua langkah Reno datang dan melihat papa Gavin.
"Selamat siang Om," sambil celingukan mencari-cari sesuatu.
"Haii Reno , kamu mencari apa?" tanya papa Jevaro lembut.
"Hmm, kak Gavin mana om?' Reno melihat ke atas ke arah kamar kakaknya .
'Apa kak Gavin sudah diatas jenguk kakak aku?" tanya Reno polos
"Jenguk kakak? maksudnya?"
"Reno! ayo masuk tolong ambilkan om Jevaro minum'" perintah papa.
"Selamat siang Om" salam Cantika pada Papa Gavin.
"Haii Cantik ... pa kabar?!"
"Kak Cantika baru saja pulang dari Rumah-----" Jason langsung membekap mulut Reno dan menggendongnya menjauh dari Jevaro.
Jevaro menaikan alisnya satu, "Baru pulang dari rumah siapa Tika?" tanya Jevaro.
"Ehm, Ada apa Om? Kak Gavin mana?"tanya Cantika mencoba mengalihkan pembicaraan sambil celingukan mencari sesuatu.
__ADS_1
"Om datang sendiri sayang, ini ada surat dari Gavin untuk Cantika"Sepucuk surat diberikannya pada Cantika.
"Surat om? Kak Gavinnya kemana om? kenapa surat? kenapa tidak telepon saja?" tanya Cantika beruntun.
"Nanti kamu juga tahu jawabannya, Om hanya berpesan apapun yang terjadi percayalah Gavin sangat mencintaimu." pesan Jevaro.
"Apapun Yang terjadi?? maksud Om?" Cantika terus mengejar dengan pertanyaan.
Jevaropun mencoba tersenyum, untuk menenangkan Cantika. walaupun sebenarnya dirinya merasa sangat bersalah karena terpaksa telah membuat dua hati berpisah.
"Maafkan om ya Tika" ucap lirih Jevaro lalu memeluk Cantia dan berusaha menguatkan.
"Om pamit dulu ya? Tetap semangat selalu kalau butuh bantuan om jangan sungkan hubungi Om, Selamat siang Tika"pamit papa Gavin.
"Lho ... nak Jevaro, mau kemana kok buru buru? yuk kita makan siang bersama disini" tawar Oma.
"Terima kasih Tante, lain hari saya akan mampir lagi' Lalu Jevaropun melangkah menuju mobilnya yang ia parkir di halaman depan rumah Cantika.
Cantika diam seribu bahasa, sambil tangannya memutar mutar dan membolak balikan surat yang ada ditangannya saat ini.
Hingga hilanglah Jevaro bersama mobilnya dari pandangan Cantika.
Oma terlihat akan menghampiri Cantika tapi langsung ditarik oleh papa Cantika, yang juga lagi menggandeng Reno.
"Biarkan dia sendiri dulu, ntar ada waktunya buat kita untuk datang mendampingi dan menguatkannya." bisik papa Jason.
Setelah tatapan kosongnya, Cantika mulai tersadar dari lamunannya.
Lalu secepat kilat Cantika membuka amplop yang berisi surat, bertuliskan tangan Gavin.Kembali Cantika terdiam sejenak ia mengumpulkan keberanian diri untuk membaca surat dari Gavin.
Papa Jason yang melihat setiap gerak gerik Cantika, semakin was was. Kira kira apa reaksi Cantika mengetahui bahwa Gavin telah pergi terbang bersama pamannya.
Oma dan Reno hanya diam,melihat Cantika galau dan cemas tanpa mengerti apa yang sedang terjadi.
Perlahan dan pasti Cantika mulai mengeluarkan dan mengambil surat dari dalam amplop.
"Siang Tika ... nih kami bawakan es krim favorit kamu." seru Amanda sambil menunjukan es krim favorit mereka bertiga.
"Iya nih Tik, aku bawakan spaghetti carbonara kesukaan mu" seru William gak mau kalah.
"Yukk its time for partyyy ....!!" timpal Rio memeriahkan suasana.
"Woww makasih yaaa semuanya" Cantika memeluk Amanda dan Vera serta high five pada Willam dan Rio.
"Apaan tuh Tika?" tanya Vera sambil menunjuk ke arah surat yang dipegang Cantika.
Semua mata menuju ke arah tangan Cantika yang sedang memegang sepucuk surat, yang sudah sangat langka di era digital seperti saat ini.
"Surat apa tuh Cantika?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Ini ..... dari kak Gavin." jawab singkat.
Semua mata memandang Cantika sedih.Apakah Cantika sudah mengetahui apa yang terjadi? Pertanyaan itu yang saat ini ada di pikiran sahabat-sahabat Cantika.
"Tapi aku belum membacanya, papanya kak Gavin yang mengantarkannya sendiri" jelas Cantika.
"Ya sudah kamu baca dulu gih, mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin kak Gavin sampaikan padamu " ucap Vera sambil menepuk-nepuk punggung Cantika untuk menguatkan .
Mereka berempat memang sengaja datang untuk memberi dukungan dan penghiburan pada Cantika.
"Aku baca dulu ya" ijin Cantika.
Serempak Vera, Amanda, Rio dan William menganggukkan kepalanya.
Lalu kembali Cantika mengumpulkan keberaniannya untuk membaca surat dari kekasihnya tersebut.
Setelah beberapa saat Cantika membaca surat itu, tangan dan bibir Cantika bergetar, detik berikutnya air mata kesedihanpun mengalir dengan derasnya.
"Cantika ada apa? kenapa?"tanya Vera sambil memeluk Cantika yang sedang menangis di pelukannya.
"Cantika ... ada apa?" tanya Amanda yang ikutan menangis seolah tahu apa yang dirasakan sahabatnya saat ini.
"Tika! cerita donk ..." komentar Rio.
Melihat anaknya menangis, Jason berusaha menghampiri anaknya
Tiba-tiba Cantika berdiri dan meraih tangan papa nya." Ayoo pa kita ke bandara aku ingin menemuinya, aku ingin menemuinya!"
Cantika terus menarik tangan papanya, hingga ia pun lemas dan jatuh pingsan
"Cantika!! " teriak kompak para sahabatnya saat melihat sendiri bagaimana sahabatnya itu terjatuh . Pandangannya tiba-tiba gelap dan terjatuhlah ia dalam pelukan papanya.
Akhirnya Cinta pun dibopong oleh papanya ke kamarnya.
Para sahabatnya pun bergantian membaca surat dari Gavin yang ditujukan pada Cantika.
Surat yang mengakibatkan sahabatnya itu menangis dan jatuh pingsan. Tak terkecuali papa Cantika
Sebenarnya papa Cantika tahu apa yang terjadi termasuk tentang surat yang dibuat Gavin untuk Cantika. Aqib sudah memberitahukannya semua pada dirinya.
...........................................
Setelah tidak bertemu beberapa hari dengan Gavin. Ternyata Cantika pun harus menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah sementara dengan kekasihnya tersebut.
Apakah yang akan terjadi lebih lanjut pada Cantika?
Yuk ikuti terus kisah Cantika ini.
Sambil menunggu up kalian bisa mampir ke karya teman aku yang berjudul Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap.
__ADS_1
Kinara adalah istri yang tak di anggap kehadirannya oleh Andreas. Penampilan nya yang tak terurus membuat dirinya kerap kali di hina oleh orang-orang sekitar. Setelah melahirkan tubuh Kinara bertambah gemuk membuat Andreas semakin jijik melihatnya. Sehingga suatu malam Andreas membentak anaknya karena menangis di tengah malam membuat Kinara tak terima. Seorang ibu tak akan rela anaknya di bentak?! Ternyata tak hanya dirinya yang tak di anggap. Melainkan buah hatinya juga, Andreas tak menganggap kehadiran anak kandungnya itu. Kinara yang jenuh pun memilih bercerai dengan Andreas! Kinara bersumpah akan membalas dendam pada Andreas dan orang-orang sekitar yang selama ini memandangnya dengan sebelah mata. Lalu bagaimana kisah Kinara yang berjumpa dengan Duda Tampan satu anak