
Di mobil Vera, tiga sahabat sejati ini baru saja keluar dari gerbang sekolah.
"Wahh besok kan kita libur bagaimana kalau kita nge - mall dulu yuk. Cuci mata bentar terus makan di food court baru kita pulang bagaimana?" tanya Vera melirik teman temannya dari spion mobilnya meminta persetujuan sambil menyetir .
"Boleh boleh asyikk !" sahut Manda kegirangan.
"Tika... kamu ikut kan?" tanya Vera serius.
"Ikut kan Tika? daripada di rumah paling juga ntar dijahili Reno" senggol Manda.
"Hmm----"
"Sudah ikut aja .... okay" sahut Manda sambil merangkul Cantika.
"Baiklah" jawab lirih Cantika.
Vera dan Manda tersenyum samar sambil mengedipkan mata mereka kompak.
Vera dan Amanda memang sudah sepakat untuk berusaha membuat Cantika tersenyum kembali.
.........................................................
Sesampainya di Mall mereka langsung menuju ke Play Zone mereka bermain seru disana adu score dance menembak bahkan kekuatan meninju.
Vera dan Cantika paling suka bermain memasukan bola basket sebanyak-banyaknya.
"Yess yeahhh!!" seru Cantika yang tiga kali berturut-turut mampu memasukkan bola basket dengan nilai tertinggi.
"Hebatt euy .." teriak Amanda pada Cantika.
Vera dan Cantika bersorak puas dan saling tos.
"Hebat kamu Tika!" puji Vera.
"Siapa dulu donk pacarnya?? kapten tim basket sih!" goda Amanda keceplosan.
__ADS_1
"Upss!" Amanda menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Ehmm maaf Tika" ucap Amanda lirih dan merasa bersalah.
Sempet Vera memelototi Manda sambil memberi kode lirikan mata ke arah Cantika untuk tidak mengungkit soal Gavin di depan Cantika.
Cantika yang tadinya tertawa riang berubah terdiam mengunci mulutnya.
Detik berikutnya Cantika tersenyum lembut "Yukk kita ke food court laparr nih butuh isi tenaga lagi " kelakar Cantika sambil merangkul kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga terlihat sudah saling bercanda dan tertawa lepas kembali Walau Vera tahu Cantika hanya melakukan semua keceriaan itu untuk menutupi luka yang ia rasakan .
Tapi biarlah Cantika berpura-pura bahagia, daripada melihat ia terus bersedih untuk seseorang yang tak pantas untuknya. Afridi Figur halu dan tak mungkin menjadi nyata.
Vera percaya waktulah yang akan menyembuhkan dan membiasakan semuanya.
Perlahan-lahan Vera yakin luka itu akan sembuh. "Gavin pergi bukan karena tidak mencintainya lagi tapi Gavin pergi karena terpaksa demi kelangsungan perusahaan papanya dan semua ini karena si manja Viona yang bersikap konyol." batin Vera.
Setelah memesan menu mereka masing-masing, sambil mengisi perut mereka juga masih saling bercanda.
Setelah Vera meminta ijin untuk menerima telepon sebentar, Vera pun mencari hape nya yang ada di dalam tas.Lalu Vera membaca nama yang muncul di layar hape nya. Yang ternyata berasal dari William.
"Hai Will ada apa?" tanya Vera penasaran.
Akhirnya William pun menyampaikan maksud ia menelepon Vera.
William menyampaikan bahwa setelah ia bertanya pada kedua orangtuanya untuk meminta ijin meminjam Villa keluarga mereka, untuk liburan bersama sahabat sahabatnya dan ternyata kedua orang tua William menyambut dengan senang hati niat anaknya tersebut.
"Wow jadi boleh ya Will?" tanya Vera kembali menyakitkan.
"Yup kita jadi berlibur !" seru William.
"Okay terima kasih ya ! aku sampaikan pada yang lainnya nanti, ini aku sedang bersama Amanda dan Vera. " jelas Vera.
"Okay lanjutkan acara kalian ! Ntar aku hubungi lagi" sahut William.
__ADS_1
"Siap pak komandan sekali lagi makasih banyak ya Wjll" ucap Vera lalu menutup teleponnya.
"Ada apa Ver?" tanya penasaran Cantika.
"Itu William mengajak kita selesai ujian berlibur ke Villa nya "
"Oh yaa? Asyikk nih kapan?" celetuk Amanda pura-pura baru mengetahui berita tersebut.
"Berlibur di Villa William? serius Ver?" tanya Cantika
"Yup " sambil menganggukkan kepalanya yakin .
"Kamu juga ikut kan? kita refreshing otak kita sejenak dari segala kejenuhan biar fresh kembali !" ajak Vera
"Okay tapi ...." jawab Cantika ragu.
"Tapi kenapa?" sahut Vera dan Manda kompak.
"Tapi kalau aku ajak Reno boleh gak? kasihan kalau aku tinggal dia pasti sedih." ucap Cantika.
"Boleh lah ... Oma diajak juga gak apa-apa buat menemani Reno saat kita jalan-jalan nanti." jawab Vera.
"Iya betul juga " sahut Cantika .
"Okay jadi fix ya kita berangkat hari Sabtu besok !" jelas Vera .
"Okay siap" jawab Cantika.
Vera dan Amanda pun tersenyum senang.
..................................................
Yuk tunggu kisah Cantika selanjutnya.
Apakah niat para sahabat Cantika berhasil? Untuk membuat Cantika melupakan yang sedih sedih dan kembali tersenyum?
__ADS_1
Tunggu bab berikutnya ya ....