
Gavin berusaha untuk menghubungi Cantika tetapi selalu saja ditolak dan terkadang tidak ada respon .
Kembali Gavin mengirimkan pesan pada Cantika, bertanya kepadanya kenapa ia pulang terlebih dahulu. dan kenapa tidak memberitahukan terlebih dahulu, tetapi kembali Gavin kecewa tidak ada balasan tidak ada respon samasekali.
"Kak Gavin! dicari Billy tuh" teriak Laura adik Gavin .
"Iya bentar Ra" sahut Gavin.
Hari ini jadwal latihan tim basket sekolah, entah kenapa hari ini Gavin merasa kurang semangat untuk berlatih.
Gavin merasa pikirannya saat ini penuh dengan pertanyaan ada apa dengan Cantika? kenapa tiba-tiba ia menutup semua askes untuk dirinya.
Akhirnya ia memutuskan setelah latihan akan mampir ke rumah Cantika.
Dengan semangat 45 Gavin menyambar bola basket kesayangannya. "Masalah ini tidak boleh dibiarkan lama-lama, aku harus menyelesaikan secepatnya' pikir Gavin.
"Ma...Gavin berangkat latihan basket !" pamit Gavin
"Iya sayang, hati-hati ya" sahut mama Gavin dari arah dapur.
Mama Gavin hobi sekali memasak walaupun tanpa ia memasak pun makanan dan masakan apapun mampu mereka beli tapi keluarga Gavin lebih suka masakan home Made.
"Yuk Bill " ajak Gavin.
Hanya dengan memakai T-shirt berwarna hitam, dan jaket hitam, Gavin nampak semakin macho.
Akhirnya Billy, Gavin dan Teddy beriringan naik motor ke tempat latihan.
🌟🌟🌟
Latihan kali ini Gavin sama sekali kurang fokus, teman-temannya semua komplain dengan performa Gavin yang turun saat ini.
"Maaf teman-teman hari ini aku gagal fokus, aku ijin untuk menyelesaikan masalahku dulu ya semoga besok latihan aku sudah bisa kembali fokus lagi" ijin Gavin.
"Oke Vin kita sudahi dulu latihan kali ini. karena percuma juga pikiranmu tidak ada disini saat ini." ucap Teddy.
"Maaf semua" Gavin merasa bersalah pada timnya .
"Gak pa pa Vin cepat selesaikan masalah mu dahulu, besok kita latihan lagi." ucap Billy.
"Siapp! terimakasih semuanya atas pengertiannya" Gavin merasa terharu dengan kebaikan teman-temannya.
"Oke aku cabut dulu ya aku mau selesaikan masalah aku dulu, thanks guys atas pengertiannya." pamit Gavin
Gavin bergegas menuju parkir mengambil motornya lalu berangkat menuju rumah Cantika.
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi Gavin mengendari motor nya dengan lihai menuju ke rumah Cantika.
Sesampainya di rumah Cantika, Gavin langsung menekan bel rumah Cantika.
Gavin merasa berdebar-debar dalam hati ia merangkai kalimat yang akan ia sampaikan bila bertemu dengan Cantika nanti.
Klik .. pintu rumah dibuka.
"Selamat sore mau cari siapa?"
"Haii Reno ? masih ingat kakak?" tanya Gavin saat melihat Reno yang membukakan pintu.
"Haii.. ..kak Gavin ya? teman kak Cantika?" jawab Reno mencoba mengingat nama teman kakaknya
"Yup, makasih ya Reno masih kenal kakak, oya boleh kakak bertemu dengan kakak kamu?" tanya Gavin.
"Boleh dong, bentar ya kak" ucap Reno.
"Kak Cantikaa! turun ditunggu pacarnya" teriak Reno.
__ADS_1
"Reno kok teriak-teriak gitu panggil kakak, gak sopan sayang" tegur Oma .
"Hmm, kakak di cariin kak Gavin Oma" sahut Reno
"Gavin? oh teman Cantika yang waktu itu antar kamu sekolah itu ya"Oma berusaha mengingat teman Cantika.
"Iya, seratus buat Oma" celetuk Reno.
Oma mengusap kepala Reno dan berbisik " Cepat panggil kakak kamu, bilang ditunggu temannya "
"Siap Oma laksanakan!" lalu Reno berlari secepat kilat ke kamar Cantika.
Gavin dan Oma tersenyum melihat tingkah pola Reno yang menggemaskan.
"Tunggu ya nak Gavin, ayo duduk dulu" sapa Oma.
"Terimakasih Oma"sahut Gavin.
Reno datang lagi terus narik-narik Oma.
"Kenapa Reno? mana kakakmu?oh itu dia" Cantika terlihat berjalan menuruni tangga.
Sebenarnya Cantika gak mau menemui Gavin, Reno yang jadi sasaran omelannya kenapa tadi bilang ada.Tapi Cantika gak mau buat keributan dengan Oma kalo ia nekad tetap tidak menemui Gavin Oma pasti marah besar karena bagi nenek bila ada seseorang yang mencari kita hargai lah berarti mereka mau beteman dengan kita .
"Haii " sapa Gavin
Cantika hanya diam dan menghela napas.
Oma yang melihat ada suasana permusuhan langsung paham, lantas Oma sengaja meninggalkan mereka berdua dan mengajak Reno untuk tidak ikut nimbrung.
"Haii kamu kenapa?" tanya Gavin.
"Gak pa pa " jawab cuek Cantika.
"Kenapa kamu gak menemuiku waktu pulang sekolah kemarin, aku nunggu kamu lho, terus aku samperin ke kelas kamu kata teman-teman kamu, kamunya dah pulang, kok gak bilang? kenapa?" tanya Gavin.
Yakin sudah Gavin ada sesuatu yang terjadi yang membuat Cantika bersikap dingin padanya.
"Oke ada apa? ayolah Cantika katakan ? aku yakin ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Gavin.
"Sembunyikan sesuatu dari kakak? ...aku? kakak lah ...sudah ah aku lagi banyak peer " sahut Cantika
"Sebentar Cantika, aku sembunyikan sesuatu darimu? sembunyikan apa? ayolah cerita jangan kuatir soal peer kamu, nanti aku bantu" Gavin merasa ada salah paham disini
"Ayolah katakan padaku ini pasti salah paham, kalau kamu gak jelaskan apa yang terjadi bagaimana aku bisa jelaskan ke kamu" Gavin mencoba meraih tangan Cantika tapi Cantika langsung menariknya.
"Pulanglah" lantas Cantika kembali berlalu menuju ke kamarnya.
Oma yang melihatnya kemudian menghampiri Gavin.
"Sabar ya nak Gavin, mungkin Cantika butuh waktu untuk menata hatinya, Oma tidak tahu apa yang terjadi tapi Oma bisa merasakan ada amarah dan cemburu di mata Cantika." sahut Oma sambil mengusap punggung Gavin.
"Cemburu Oma? cemburu kenapa? kenapa dia gak mau ngomong langsung, jadi Gavin tahu apa yang terjadi." sesal Gavin sambil tetap melihat ke arah kamar Cantika.
"Nanti coba Oma nasehati dan tanyakan, sekarang kamu pulang dulu saja karena percuma juga seorang gadis kalau marah butuh waktu untuk menenangkan diri." nasehat Oma.
"Baiklah Oma Gavin pulang dulu" Gavin mencium tangan Oma dan melangkah keluar.
Oma mengusap rambut Gavin "Hati-hati nak di jalan" pesan Oma.
Gavin mengangguk lalu keluar menuju ke motor nya .
"Hmm aku harus tanya sahabat nya mereka pasti tahu" pikir Gavin
Gavin meraih ponselnya dan menelepon Teddy.
"Hallo Ted tolong dong cari tahu alamat Vera klas IPA2 aku tunggu ya" Gavin langsung menutup telfon dan mengendarai motornya menuju rumah Teddy.
__ADS_1
Tidak lama kemudian ponsel Gavin berbunyi.
Gavin menghentikan laju motornya.
Gavin mengambil ponsel dari saku celananya.
"Ya Hallo Ted bagaimana?" tanya Gavin
"Oke oke thank you Ted you are the best , kalau sudah jelas semua permasalahannya aku akan ke rumahmu" ucap Gavin dan langsung melajukan motornya ke rumah Vera.
🌟🌟🌟
Beberapa menit kemudian di rumah Vera.
" Kak Gavin?!" Vera lalu menutup pintu lagi setelah mengetahui Gavin yang datang.
"Ver..tunggu please ceritakan padaku apa yang terjadi" kaki dan tangan Gavin mengganjal pintu rumah Vera agar tidak tertutup.
"Aku gak tau apa yang kakak maksudkan, aku sibuk! pulanglah" sahut Vera.
"Vera kita sama-sama menyanyangi orang yang sama tolonglah bantu aku meluruskan semua kesalahpahaman ini. kamu ingin melihat sahabatmu tersenyum dan bahagia kan?'" bujuk Gavin.
Vera berpikir sejenak, kemudian ia membukakan pintu dan keluar lah ia ke teras depan rumahnya.
Melihat Vera mulai mau membuka pintu rumahnya Gavin merasa lega.
"Duduk lah Kak" tawar Vera.
"Terima kasih Ver" sahut Gavin.
"Kenapa? apa yang membuat Cantika marah padaku?" tanya Gavin serius.
Kemudian Vera menceritakan apa yang terjadi dari awal hingga Cantika melihat Gavin bermesraan dengan Viona.
"OMG jadi saat itu kalian ke kantin juga? aku menunggu Cantika sejak bel berbunyi tapi Cantika tidak muncul-muncul hingga Viona dengan lancangnya duduk didepannya dan teman-temannya menahannya untuk foto majalah sekolah dengan tema Kapten basket dan cheerleaders, hanya itu Ver" jelas Gavin .
"Setelah session foto selesai aku langsung cabut menuju ke kelas mu tetapi sayangnya bel masuk kelas lebih dahulu berbunyi, aku pikir pulang nanti, saat bersama Cantika aku mau ajak ia ke cafe, siang itu aku kelaparan banget karena batal makan di kantin menunggu Cantika gak muncul-muncul." jelas Gavin.
"Ver terima kasih ya kamu sudah menjelaskan padaku apa yang terjadi sejak Cantika menutup semua akses untukku aku gak bisa fokus melakukan apapun, oke sekarang aku tahu apa yang akan aku lakukan, agar tidak terjadi salah paham lagi, makasih ya Ver atas penjelasannya, jangan katakan apapun dulu pada Cantika oke, dan jangan bilang juga aku kesini oke" pinta Gavin.
"Baik kak Gavin, tapi benar kan kakak mencintai Cantika bukan hanya mempermainkan nya.?" tanya Vera
"Vera kalau aku gak serius dengan Cantika buat apa aku susah-susah mencari alamat mu dan mencari kebenaran penyebab diamnya Cantika, coba kamu pikirkan itu. kamu juga punya pacar kan? kalau ada salah paham diantara kalian apa kamu akan diam saja? atau berusaha menyelesaikan demi mempertahankan hubungan kalian?" tanya Gavin.
"Maaf kak" ucap Vera.
"Gak pa pa oke aku cabut dulu ya ada yang akan aku kerjakan untuk meluruskan semua ini, sekali lagi terima kasih Ver " pamit Gavin.
"Sama-sama kak" sahut Vera
Kemudian Gavin menghilang dari pandangan Vera.
"Besok akan aku luruskan semuanya dan akan aku yakinkan Cantika kalau aku mencintainya dan hanya dia, aku akan kumpulkan Teddy dan Billy untuk membantuku menjalankan rencana ku ini" batin Gavin.
Dengan penuh percaya diri Gavin membawa motornya melaju ke rumah Teddy.
..................🌟🌟🌟🌟..............
Hai hai jumpa lagi dengan Cantika dan Gavin maaf agak lama muncul nya
Terima kasih masih setia menunggu Cantika dan Gavin up
Jangan lupa tinggalkan jejak ya like, komen, favorit dan hadiah hadiah lainnya sangat berati untuk Cantika dan Gavin
🌹Happy Reading 🌹
Love you all.
__ADS_1