
"Akhirnya....selesai !" seru Oma senang karena kreatifitasnya, untuk menata dan membuat masakan special, untuk orang orang special yang hadir hari ini sudah sesuai dengan exoektasi.
"Yuk kita kumpul semua, waktunya kita makan siang bersama!" seru Oma .
"Ayo Cantika..panggil para cowok cowok di depan " seru Oma dengan hati gembira.
"Siap Oma!" Kemudian Cantika menuju ruang tamu.
"Reno ayo makan ! kak Gavin yuk , ditunggu Oma" panggil Cantika.
Lalu Cantika menghampiri papa dan sahabatnya.Mereka terlihat terlibat pembicaraan yang cukup serius, tersirat raut wajah sedih di wajah Aqib, sedangkan Jason berusaha untuk menenangkannya.
Gavin melihat kekasihnya ragu untuk menghampiri papanya, kemudian pandangannya beralih ke arah Aqib dan ayah Cantika, yang terlihat sedang berbicara sesuatu yang serius.
Lalu Gavin menghampiri Cantika, menepuk bahunya ." Kenapa?" tanya Gavin.
"Mau memberitahu papa dan temannya kalau makan siang sudah siap tapi sepertinya mereka lagi serius " ucap Cantika ragu.
"Yuk aku temani," ajak Gavin sambil menggandeng tangan Cantika
"Permisi Om maaf mengganggu, kata Oma makan siang sudah siap" ucap Gavin.
Spontan Jason dan Aqib menoleh ke arah Gavin.
Aqib tak kuasa melihat Gavin, karena mengingatkannya pada sosok Yasir remaja.
"Jason, kamar mandi ada disebelah mana ya? " tanya Aqib berusaha menutupi perasaan sebenarnya.
"Itu sebelah dapur belok kanan" tunjuk Jason ayah Cantika.
Setelah Aqib pergi meninggalkan Cantika,Gavin dan Jason untuk ke kamar mandi. Ayah merangkul Gavin dan Cantika, "Yuk kita ke dapur, Oma sudah menunggu kita"
"Jason ! Cantika ayoo" panggil Oma.
"Tuh kan, Oma sudah tidak sabaran " tunjuk Jason ke arah dapur .
Lalu mereka bertiga tersenyum kompak.
"Hmm Yummy" ucap Reno sambil mengigit ayam goreng kegemarannya.
"Renooo!! Gak sopan tau! yang lain belom makan kok kamu sudah duluan" teriak Cantika.
"Ada apa lagi Cantika ...Reno .." seru Oma.
"Kalian berdua ini selalu saja bikin keributan" sahut Oma.
"Kakak tuh" tunjuk Reno ke arah Cantika sambil terus mengunyah ayam goreng kesenangannya.
"Reno tuh Oma, selalu menghabiskan makanan duluan" protes Cantika.
"Sudah ..ayo duduk! makan siang sudah bisa dimulai." perintah Oma.
Ayah dan Gavin yang melihat perseteruan antara Reno dan Cantika hanya tertawa kecil.
"Jangan kapok ya nak. Anak-anak om menang begitu kalau kumpul bagai Tom Jerry tapi kalau berjauhan saling rindu dan saling mencari " senggol Ayah pada Gavin.
Gavin tersenyum penuh arti "Biasa om pertengkaran adik kakak" .
"Ayoo duduk yang manis, jangan ada yang masih bertengkar di meja ini , kita tunggu nak Aqib dulu, kemudian kita mulai " ujar Oma
Tak lama kemudian Aqib muncul
"Maaf ya, gara gara saya, kalian jadi terlambat makan siang ." ucap lirih Aqib.
"Siapa bilang terlambat, ayoo Qi duduk disini , tuh Oma dan Cantika masih ambil Sop dan Perkedel " jelas Jason pada sahabatnya.
__ADS_1
"Nah sudah kumpul semua kan? yuk kita mulai makan siangnya." seru Oma yang sebelumnya telah memimpin doa untuk makan.
Mereka makan dengan hati gembira, Masakan Oma sangatlah enak bikin nagih nagih dan nagih.
Sesekali terdengar gelak tawa usil Reno, pada kakaknya atau ke Gavin. Ayah dan Oma hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"Lho nak Aqib ini asalnya dari mana, kok bisa cocok dengan masakan Indonesia?" tanya Oma.
"'Iya nih Om, masakan rumah lagi, kok bisa?" tanya Cantika lebih lanjut.
"Dia ini sudah lama tinggal di Indo, bahkan dulu pacarnya orang Indonesia." jelas Jason.
"Oyaa?"
"Adiknya juga aktor Indonesia, lama tinggal disini juga." jelas Jason yang ditendang kakinya oleh Aqib di bawah meja.
Jason hanya meringis menahan sakit.
"Yang benar pa? aktor siapa? " tanya Cantika antusias.
"Ehmm aktor lama, kalian gak mungkin kenal, kalian masih belum lahir saat itu" timpal Aqib berusaha mengendalikan pembicaraan.
"Om orang mana sih?" desak Cantika penasaran.
"Kakak-kakak ini ya, kok ga tahu sih , Om Qqib tuh orang luar negeri, ya kan pa?!" sahut Reno sambil tetap menikmati ayam gorengnya.
Semua tertawa mendengar penjelasan polos Reno yang sok tahu.
"Kok tertawa, Reno benar kan Pa? om?" tanya Reno mencari pembelaan .
" Iya Reno, kamu benar kok. Om Aqib memang dari luar negeri, tapi luar negri itu banyak ada Itali. India, Turkey, Amerika dan lain lain." Gavin mencoba menjelaskan arti luar negeri pada Reno.
"Ohh " sahut Reno sambil manggut-manggut.
"Terus Om Aqib luar negerinya mana?" tanya Reno mencoba memahami asal negara Aqib.
Ting ...
Garpu Gavin jatuh ke lantai saat Aqib menyebut Kashmir.
Aqib dan Jason melihat ke arah Gavin lalu mereka saling berpandangan.
"Ehmm maaf, saya ke belakang dulu ya" ijin Gavin lalu meninggalkan meja makan.
"Upps apa Gavin tahu tentang Kashmir? apa Kimberley sudah memberitahunya tentang asal usulnya? kenapa tiba-tiba garpu Gavin jatuh saat aku menyebutkan Kashmir." beribu pertanyaan muncul di otak Aqib.
(Di dalam kamar mandi)
Gavin memegang dadanya. "Kenapa dengan perasaanku ini,? saat Om Aqib menyebut Kashmir dada ini seperti hendak meledak. Bukankah itu tempat asal Papa Yasir. Sebesar apakah Kashmir itu? kata mama negara yang cantik, dingin dan bersalju. Apakah om Aqib kenal dengan papa Yasir. Aduh kenapa ini dadaku berdetak begitu cepat." batin Gavin berusaha menetralkan perasaannya.
Setelah Gavin berusaha menenangkan perasaannya lalu ia kembali lagi ke ruang makan.
Masih terdengar perbincangan mereka yang terlihat makin seru .
Setelah kembali duduk di meja makan, Gavin baru sadar topik yang sedang dibicarakan adalah tetang Kashmir.
'Wow keren pa...yuk kita ketempat om Aqib pa " ajak Reno.
"Yuk Reno kalau om nanti balik ke Kashmir kamu ikut ya" jawab Aqib sambil melirik Gavin melihat reaksinya.
"Kak Gavin sudah pernah ke Kashmir? keluarga kakak kan sering ke luar negeri, Kasmir pernah gak kak?" tanya Cantika.
"Kata Om Aqib tempatnya sangat indah Heaven of Earth " timpal Cantika.
"Aku belum pernah ke Kashmir, tapi mama aku sudah. Iya bener kata mama Kashmir is Heaven of Earth.." sahut Gavin.
__ADS_1
"Oh jadi benar ya" Cantika manggut-manggut tanda mengerti.
"Mama kamu sudah pernah ke Kashmir? dia ceritakan ke kamu kalau ia pernah ke Kashmir?" tanya Aqib penasaran.
"Iya kata mama, papa aku orang Kashmir." sahut lirih Gavin .
Jason dan Aqib kembali berpandangan.
"Lho kamu keturunan Kashmir?" tanya Oma.
"Pantas wajah kamu gantengnya beda " kata Oma.
Cantika yang mendengarnya hanya terbengong mencoba meresapi apa yang terjadi. "Gavin bilang papanya orang Kashmir, berarti yang dimaksud Gavin pasti papa kandungnya, kalau papa Jevaro kan asli orang Indo " pikir Cantika
Kemudian mereka melanjutkan makan siangnya dengan berbagai macam pikiran di kepala mereka .
Setelah makan siang selesai, Gavin pamit ingin jalan-jalan bersama Cantika sebentar.
Reno pun kembali bermain Game.
"Qi menurut kamu Gavin sudah tahukah tentang asal usulnya?" tanya Jason.
'Hmm, logikanya kalau ia bilang papanya orang Kashmir, berarti Kimberley telah memberitahukannya." jawab Aqib.
Mereka berdua pun akhirnya terdiam dengan pikiran mereka masing masing.
"Aku telepon Kimberley sebentar, akan aku bilang padanya aku ada di Indonesia sekarang" ucap Aqib.
Aqib meraih ponsel nya lalu menekan beberapa nomer "Hallo , Kimberley?'" sapa Aqib.
"Hai kak, pa kabar , kakak baik-baik saja kan? kemana saja? kenapa kakak tidak pernah menjawab dan membalas surat aku? " tanya Kimberley
"Surat kamu?" tanya Aqib balik.
"Iya surat dari aku" Kimberley meyakinkan lagi kalau selama ini ia mengirim surat dan foto+foto Gavin sejak balita hingga terakhir SMP kepada Aqib, tetapi tak satupun dibalas. telepon pun tak bisa. dihubungi.
Aqib terdiam, "Ada apa ini kenapa surat surat dan telepon Kimberley tak pernah sampai padanya"
Akhirnya Kimberley mempersilakan Aqib untuk datang ke rumah untuk menengok keponakannya yang telah lama tak ia jumpai.
Kimberley pun telah menceritakan pada Aqib bahwa Gavin sudah tahu tentang Yasir.
Aqib kini terdiam, "Pantas ketika aku menyebutkan Kashmir, garpu nya terjatuh. Ia pasti langsung ingat papa nya yang juga berasal dari Kashmir.
"Kim bagaimana dengan Jevaro, apa tidak marah dia, kalau aku datang ke rumah kalian?" tanya Aqib memastikan.
"Tidak! tenang saja Jevaro orangnya baik banget" sahut Kimberley tersenyum.
"Baiklah besok aku ke tempat kamu ." sahut Aqib.
Akhirnya hubungan telepon pun terputus.
"Bagaimana Qi" tanya Jason kepo.
"Seperti dugaanku ..., dia sudah tahu" jawab Aqib pendek.
"Besok aku akan ke rumah Kimberley, aku akan jelaskan pada Gavin siapa aku sebenarnya." jelas Aqib.
Kemudian mereka berdua menatap ke halaman depan, mencari pemandangan yang menyejukkan hati
......,........................................
Tetap ikuti kisah Cantika ya
jangan lupa love komen dan hadiah hadiah nya
__ADS_1
Terima kasih semua
🌹Happy Reading 🌹